
Aika berjalan dengan
terburu- buru karena hari mulai siang ia takut kue yang di titipkannya
tidak laku. Ia melihat kanan dan kiri dengan cepat ia menyebrang jalan
tapi belum sempat ia melangkah sebuah mobil sedan tak sengaja mengenai
kakinya. Sontak saja Aika langsung jatuh dan reflek menjatuhkan
dagangannya
''aakhh...'' pekik Aika yang terjatuh.
''astagfirullah...'' dengan cepat lelaki muda yang berada di dalam mobil langsung kelur dan menghampiri Aika.
''aduh maaf mbaklah ulun kada sengaja...'' ( aduh maaf mbak saya gak sengaja...'' kata pria itu.
Aika melihat sosok
lelaki itu, tampangnya lumayan tampan berpostur tegap dan kulit yang
sawo mateng namun tetap kalah dengan Angga hehe. Menurut Aika Angga
paling tampan setelah papah dan abang Ran.
''lihat- lihat dong
makanya mas, duh...!" pekik Aika sambil mencoba untuk berdiri. Lelaki
itu sempat terpana melihat Aika yang cantik dan lucu. Tanpa permisi
lelaki itu menggendong Aika dan masuk ke dalam mobil
''eh apa- apaan ini!! Tolong kakak...'' pekik Aika berharap Angga mendengarnya.
''aku hanya ingin
bertanggung jawab tenanglah aku tidak akan melukaimu...'' kata lelaki
itu sambil membawa aika ke rumahnya. Aika mencoba untuk kabur namun
tidak bisa karena mobil tengah melaju kencang.
''kalo boleh tau namamu siapa...?'' tanya lelaki itu.
''Aika Antony...'' jawab Aika dingin. Lelaki itu mengangguk
''oh kau anaknya tuan Barraq??" tanya lelaki itu. Lelaki itu mengenal nama belakang Aika. Aika menggeleng
''aku menikah dengan
anaknya, namanya Ethan Nathael Daniel Antony, suamiku...'' jawab Aika
bangga. Lelaki itu tiba- tiba saja mengerem mendadak.
Lelaki itu menatap Aika. Aika memegang keningnya yang kena dasbor mobil.
''bisa gak kamu bawa mobil lebih manusiawi!! Kamu pikir aku ini apaan...'' kata Aika tak suka. Lelaki itu hanya diam.
''maaf..'' kata lelaki
itu sambil menjalankan mobilnya ke sebuah mansion mewah. Lelaki itu
mengira bahwa Aika akan takjub tentang mansionnya rupanya Aika bersikap
biasa saja malahan bosan.
''kenapa semua orang
kaya harus punya mansion huhhh!!!'' desah Ai. '' kau tau papahku,
daddyku bahkan kakek memiliki mansion lebih dari lima. Dan besarnya
mengalahi mansionmu ini!!...'' kata Aika '' apalagi suamiku!! Huh
kuyakin ia pasti juga memiliki mansion ...'' kata Aika yang mengingat
betapa kaya keluarga Antony dan seluruh harta itu di wariskan ke Angga.
Lelaki itu hanya diam, sifatnya tidak jauh dari Angga yang lebih memilih diam dan mengalah.
''terserah, panggil saja aku Reno, Reno Casanoffa....'' jelas lelaki itu sambil membukakan pintu Aika.
Aika mencoba keluar dari
mobil namun tak bisa karna kakinya terkilir, sepertinya. Reno akhirnya
membantu Aika hingga bisa keluar dari mobil itu dan membawanya masuk ke
dalam mansion. Setelah sampai Reno membantu Aika duduk di ruang tamu.
''ada apa ini...'' tanya wanita paruh baya.
''Reno gak sengaja mom, nabrak gadis ini...'' kata Reno.
Gadis? Aika menahan tawanya saat di katai gadis.
Tampang akunya aja yang gadis tapi dalemnya udah di bobol kakak ckckck....
Tanpa sadar Aika tersenyum sendiri mengingat bagaimana kejadian tadi pagi bersama Angga.
''aduh, maafkan anak
saya nak, dia baru bisa bawa mobil...'' kata wanita itu sambil duduk di
samping Aika. Aika yang sempat tersenyum langsung buyar.
'' tidak apa- apa bu...'' kata Aika .
''kalau boleh tau siapa namanya...'' tanya wanita itu.
" Aika bu, panggil aja
Ai...'' kata Aika. Wanita itu tersenyum . senyuman itu tidak asing bagi
Aika, senyuman yang menampilkan kelembutan.
''nama saya Adelia, tapi
panggil aja mommy...'' kata Adelia. Aika mengangguk, matanya menyapu ke
seluruh ruangan hingga ia mendapati sebuah foto usang yang tertempel di
tembok. Adelia mengikuti pandangan Aika. Aika memperhatikan foto
tersebut.
Foto anak lelaki yang usianya bisa di perkirakan umur sepuluh tahun tengah tersenyum sambil menautkan kedua tangannya ke pipi.
''mom Reno ke kamar dulu...'' pamit Reno sembari naik ke kamar
''itu anak mommy,
sekarang dia sedang berada di Samarinda bersama papahnya...'' kata
Adelia sambil mengingat anaknya Ethan. '' namanya Ethan, kakaknya Rano
dan Reno...'' kata Adelia sendu. Aika membulatkan matanya saat ibu itu
menyebut nama Angga.
''Ethan...'' kata Aika . adelia mengangguk
''dia putra pertamaku
dengan lelaki yang ku cintai dulunya, Barraq Antony dan anakku
bernama-----'' belum sempat Adelia mengucapkan nama anaknya seorang pria
bernama Rano pulang ke rumah dengan tampang yang sangat kacau
''aku pulang...'' kata lelaki itu dingin dan datar, Rano sempat melihat Aika.
''wanita sialan apaan
itu!! Mommy ingin menjodohkanku dengan wanita itu...'' tunjuk Rano
memain hakim sendiri. Aika yang tidak terima langsung melototkan
matanya.
'' tidak jelas sekali
kamu ini!! Aku baru di tabrak oleh adik sialanmu lalu di bawanya ke
sini...'' kata Aika tak terima. Rano membulatkan matanya tak percaya,
baru kali ini ada seorang wanita yang melawannya setelah Lily
''kamu tidak akan mendapatkan wanita itu Rano, sudahlah lupakan saja...'' kata Adelia tak suka.
''mommy ibu macam apa
hah!! Anakku bersama di mom!! Bahkan tampangnya saja aku tidak tau...''
bentak Rano. Aika menautkan alisnya bingung
'' lupakan dia! Dia
tidak pantas untukmu! Mommy akan mengambil anakmu asalkan kamu diam di
rumah dan tidak mencarinya lagi...'' hardik Adelia.
__ADS_1
''aku ingin Lily dan anakku mom!! Bukan hanya bayinya saja...'' kata Rano frustasi.
Apalagi ini? Lily? Aika memijit keningnya.
Tadi masalah kak Angga sekarang Lily.
''kalau boleh tau Lily
itu yang rambutnya panjang bewarna hitam terus kecil dan putih terus dia
memiliki anak lelaki berusia tiga bulanan bernama Athan...'' kata Aika
terbata, Aika sebetulnya tidak ingin ikut campur tapi tingkat ke
kepoannya sudah sangat akut.
''kamu tau...'' kata
Rano. Rano memiliki tampang menakutkan seperti Angga ketika marah. Rano
mendekati Aika dan mencengkram leher Aika
''kamu tau, di mana dia...'' bentak Rano.
''kakak...'' pekik Aika takut.
Brakkk!!!
Dengan nafas terengah seorang lelaki yang amat tampan tengah menatap Rano marah, di depan pintu
''lepaskan tanganmu dari istriku...'' teriak Angga membuat bulu kuduk Adelia dan Rano berdiri. Adelia melihat Angga seksama
''Ethan...'' desis
Adelia sambil menatap lelaki itu. Perlahan Rano melepas cengkramannya,
dengan cepat Angga berdiri di hadapan Aika.
''kakak...'' kata Aika. Angga melihat kaki Aika yang bengkak.
''siapa yang melakukan ini...'' tunjuk Angga. Reno yang abru saja turun langsung menjawab
''aku, aku tidak sengaja
menabraknya dan membawanya ke rumah...'' jawab Reno dari atas tangga.
Angga hanya diam ia mengepalkan tangannya kuat untuk meredam amarah. Ia
tidak mau lepas kendali di depan Aika.
Reno turun dari tangga
sambil membawakan salep khusus untuk terkilir. Ia memberikan salep itu
ke Angga. Angga menerima salep itu dan langsung menunduk.
''kakak sakit...'' rajuk Ai manja.
'' punya utang kamu
Ai... gak ingat kakak tadi bilangin apa...'' kata Angga kesal sambil
mengolesi salep ke kaki Aika. Aika hanya bisa tersenyum masam. Angga
tidak memperhatikan wanita paruh baya yang sejak tadi memperhatikannya.
''nanti Ai jelasin kakak sayang...'' kata Aika sambil meremas pelan rambut Angga yang basah oleh keringat.
''kakak kok keringatya banyak betul...'' kata Aika smbil memegang setegah tubuh Angga.
'' tadi kamu tinggalin
dompet terus kakak ngejar kamu yang sudah jauh, terus kamu teriak kakak
saat di bopong laki- laki brengsek itu...'' kata Angga cuek. Ia tidak
mengidahkan Reno. Lelaki yang ia katai Brengsek
" พื้นฐานไม่ทราบว่าตัวเองเล่นสกปรกในไม่ได้รับอนุญาตและไม่สุภาพเขียนหยิ่ง..." (dasar gak tau diri. Dekil!! Main masuk tanpa permisi dan gak sopan, sombong!!)"
hardik Reno tak suka, Reno sengaja menggunkan bahasa Thai agar Angga
tidak mengerti. Angga menurunkan kaki Aika dari atas pahanya perlahan ia
bediri lalu membalikan badannya, seringaian licik terukir dari bibirnya
ia menatap Reno seperti orang psikopat ia menimang salep yang di
pegangnya.
'' จริงๆการเล่นพื้นฐานหยาบคายลวกแบกภรรยาของชายอีกคนหนึ่งคุณคิดว่าคุณทุกคน .... ( dasar gak sopan, main gendong istri orang sembarangan, kamu pikir dirimu siapa...)''
balas Angga dengan menggunakan nada yang sama. Reno membelalakan
matanya, ia tak menyangka kalau Angga mengerti bahasa Thai.
''auuwwhhcchh....'' Reno memegang kepalanya saat terkena lemparan Angga
''ups sorry''
kata Angga cuek. Angga kembali membungkuk untuk melihat kaki Aika. Tapi
saat membungkuk tiba- tiba saja kepalanya pening. Reflek Angga
menjatuhkan kepalanya di pangkuan Aika. Aika sontk saja langsung panik
''kakak...'' Aika meraih kening Aika. '' kakak demam...'' pekik Aika kelimpungan.
Adelia panik dengan
cepat ia pergi ke dapur untuk membuatkan sesuatu untuk Angga. Adelia
mengambilkan semangkuk sup iga dan nasi tidak lupa teh hangat.
Setelah sampai Adelia duduk di samping Angga yang tengah bersandar
''ayo nak tampan di makan dulu nasinya...'' kata Adelia, angga membuka matanya
''Ai suap...'' kata Angga. Aika langsung menambil nasi beserta supnya
''ish ni laki gak malu minta di suapin di rumah orang...'' gerutu Aika tak enak
''Ai...'' tegur Angga .
''iya kak, dosa nolak
keinginan suami kan huh!!" kata Aika mengalah. Angga terdehem sambil
tersenyum. Perlahan ia membuka matanya lalu menegakan tubuhnya
''ih istrinya kakak sudah pintar, makin cinta deh...'' kata Angga manis membuat dirinya tertawa geli. Aika menahan malunya
''maaf ya mommy dan mas
mas sekalian bikin repot di tambah sifat suami saya...'' kata Aika
sambil menyuapi Angga. Ini yang mana sakit yang mana di urusin
''gakpapa nak, bagaimana
kalau kalian nginap di sini besok baru pulang, kebetulan di luar sangat
mendung dan angin kancang...'' kata Adelia. Angga dan Aika nampak
saling berpandangan tapi pandangan itu teralih saat Angga melihat sebuah
foto. Foto dirinya waktu kecil dulu.
''foto itu dapat dari
mana...'' kata Angga sambil menghampiri foto tersebut. '' foto itu mirip
dengan kakak Ai...'' kata Angga sambil menjauh dari foto tersebut.
''emang kakak pernah berpose seperti itu, lucu banget...'' kata Aika. Angga tersenyum sambil mengangguk.
''dulu waktu kakak
berumur enam tahun, mommy dan daddy menyuruh kakak berfoto seperti itu
di sebuah taman hiburan bermain di Thailand. Kakak kesepian Ai sendirian
waktu itu, jadi anak satu- satunya keluarga terkenal bayangin anak umur
enam tahun tinggal di mansion yang megahnya dua kali lipat dari mansion
ini, daddy sibuk dengan perusahaannya sedangkan mommy, mommy sibuk
dengn salon kecantikannya...'' kata Angga sambil mengingat masa lalunya.
'' di umur kakak yang ke sepuluh tahun, kakak minta seorang adik sama
mommy dan daddy tapi menreka tidak menghiraukan permintaan kakak, malah
keluarga kakak hancur, daddy dengan selingkuhannya dan mommy di usir!!
'' jelas Angga tercekat. Adelia menangis di buatnya. Ia ingat di hari
ulang tahun anaknya. Ethan tidak meminta apa- apa ia hanya meminta
seorang adik namun Adelia tidak mengidahkannya karena terlalu sibuk. ''
dan akhirnya kami seperti ini!! Daddy di barat mommy di timur, dan...''
__ADS_1
Angga menjeda kalimatnya. Aika siap untuk menangis.
''dan kakak di tengah- tengahnya hehehe...'' kata Angga sambil tertawa bodoh. Aika langsung mengubah ekspresinya menjadi kesal.
''huah!! Kakak keselin...'' kata Aika sambil mencubit perus Angga.
''kha kha.. maaf
sayang!! Kakak gak mau liat kamu nangis... lagian itu juga sudah menjadi
masa lalu!! Toh kalo kakak di takdirkan untuk bertemu mereka... pasti
bersama lagi kok...'' kata Angga sambil mengelus pipi Aika. Adelia
takjub dengan putranya, ia tumbuh sebagai pribadi yang baik. Reno dan
Rano menghembuskan nafasnya kesal.
'' kenapa kakak bisa
namanya jadi Anggabaya Cakara bukan Ethan Nathael Daniel Antony...''
tanya Aika. Angga menggedikan bahunya cuek.
''nama kakak kepanjangan
Ai, mommy kasih nama semuanya!! Maruk jadi biar singkat dan enak di
panggil jadi di ubah jadi Anggabaya Cakara!!'' jawab Angga asal. Aika
tatapannya menjadi dingin, Angga yang melihat itu langsung terdehem
''namanya kakak di ubah
oleh orang tua angkat biar gak di Cari oleh orang suruhan selingkuhan
daddy, mereka gak bisa bunuh mommy jadi kakak yang mau di bunuh waktu
itu...'' jelas Angga jujur. '' sudah berapa kali kakak katakan!! Udah
jangan di bahas lagi...'' kata Angga yang mulai kesal. Aika memanyunkan
bibirnya
''iya...'' jawab Aika.
'' sudah curhat
alaynya?'' kata Reno, Angga yang sedang memakan daging iga ingin
melempar tulangnya ke Reno namun di tahan oleh Aika.
''kakak, sopan dikit
sama tuan rumah, ih kakak kenapa sih tumben begini...'' bisik Aika
kesal. Tumben Angga bersikap seperti ini, biasanya ia sopan.
''dia nyebellin Ai...'' jawab Angga. Angga kemudian berdiri
'' kita pulang aja Ai...'' kata Angga sambil menggendong Aika
Duarrrrr!!!!
Suara petir membuat Aika terperanjat kaget
''huahh kakak...'' pekik Aika sambil memeluk Angga.
''sepertinya kalian harus nginap...''kata Rano. Angga dan Aika melihat Rano yang sangat kacau.
'' Lily, kami
mengenalnya!! Dia tinggal tak jauh dari sini, dan tinggal bersama
kmi...!! waktu saya dan istri saya tidak ada tempat tinggal, Lily
membantu kami tinggal di kosannya. Dia selalu berdagang kue setip pagi
bersama istri saya tapi seminggu yang lalu dia pergi dari rumah bersama
Athan anaknya...'' jelas Angga. Rano membulatkan matanya dengan cepat ia
menghampiri Angga
''benarkah ya tuhan
Lily!!!'' kata Rano frustasi '' bagaimana tampang anakku, maksudnya dia
mirip siapa, jenis kelaminnya apa...'' kata Rano penuh harap
''dia laki- laki
wajahnya tidak mirip dengan Lily. Mirip sih tapi hanya senyumannya saja
sisanya ia mirip ayah biologisnya...'' jelas Angga lagi. Rano tersenyum
lebar
''anakku...'' pekik Rano.
''aku tidak tau dia ke
mana, tapi kalo tidak salah ia menaiki bus jurusan tenggarong...'' kata
Angga sambil mengingat bus yang di naiki Lily waktu itu. Rano memeluk
Angga
''makasih sudah memberitahu...'' kata Rano. Angga hanya tersenyum paksa.
''sama- sama...'' kata Angga.
'' karena hujan deras
sekali bagaimana kalau kalian nginap di sini, sekalian biar kita ngobrol
tentang Lily...'' kata Rano '' dan ah aku minta maaf telah berbuat
kasar pada istrimu...'' kata Rano. Rano bila di lihat secara sekilas
mirip Angga.
******
Kini Angga dan Rano
serta Reno tengah pindah ke ruang tengah, mereka lagi berbincang santai.
Angga memakai pakaian yang cukup bersih dan hangat
''kalau boleh tau, kenapa kamu dengan Lily saling kejar- kejaran...'' kata Angga setelah meminum teh hangatnya.
''aku menyukainya dan
memperkosanya hingga hamil...'' kata Rano. Angga langsung terdiam ia
pikir hanya dirinya yang seperti itu ternyata masih ada yang lain. ''
aku sangat menyukainya, walaupun mulutnya berbisa...'' kata Rano. Angga
sejenak menunduk lalu menegakan kembali wajahnya.
''dulu ketiga aku SMA,
aku memperkosa seorang gadis berumur sepuluh tahun demi uang dan cinta.
Uang itu kugunakan untuk penyembuhan ibu angkatku, setelah itu aku masuk
ke dalam penjara selama sepuluh tahun, di situ aku banyak merenung,
lebih baik kita merubah sifat binatang kita menjadi lebih baik. Gunakan
cara lemah lembut dan penyayang tapi jangan lupa sertai dengan
ketegasan...'' kata Angga '' aku bersyukur Aika bukan tipe perempuan
yang pembenci dan marah berkepanjangan. Ia juga tidak pernah berkata
kasar atapun melawanku...'' kata Angga sambil melihat Aika tengah
tertawa sambil memotong jahe bersama wanita paruh baya.
''aku iri denganmu tadi, walaupun hidup miskin tapi kalian saling mencintai dan harmonis...'' kata Rano jujur.
''hidup ini realita Ran,
bukan drama dalam novel yang terlalu mendramatisir!! Tokoh utamanya
harus menderita dan menyedihkan ckck...'' kata Angga, Rano ikut tertawa
karena ucapan Angga. Mereka bagaikan pinang di belah dua, walaupun
secara postur wajah berbeda.
*****
Note author : eh kalian tau aplikasi baru wattpad namanya tap...
itu maksudnya bagaimana sih aku gak tau !! Waktu itu download terus
ceritanya gak kaya wattpad... malah di sana ceritanya horror hih bikin
takut
__ADS_1