Aika with a trouble maker

Aika with a trouble maker
Episode 16


__ADS_3

Ed menahan amarahnya kesal, Angga dan Aika lolos begitu saja saat orang suruhan Ed mengejarnya, Ed mengerang frustasi ia membanting apa saja yang ada di dekatnya. Rencana Ed gagal dan ke gagalan itu tercium oleh keluarga Agatha. Dan parahnya lagi Ed ketahuan ingin mencelakai Aika.


“shit!!” umpat Ed sambil mengacak rambutnya. Ia harus segera pergi dari kota ini dan menetap di kota yang baru. Ed merogoh sakunya dan mengambil hp barunya. Hp yang lama tiba- tiba saja hilang saat makan malam dengan keluarga Agatha.


‘’siapkan aku kapal pesiar menuju pulau Derawan!! Sekarang... cepat’’ perintah Ed keras. Setelah itu ia menutup hpnya dan menuju pelabuhan terdekat.


******


Adrian mengepalkan tangannya kuat. Ed pergi begitu saja setelah melakukan kesalahan yang amat fatal.


‘’cari dia di manapun bahkan di lubang semut sekalipun!! Paham...’’ titah Adrian, ia menghembuskan nafasnya kasar. Di ujung sana Ratna diam ia mengubah ekspresinya menjadi diam dan dingin. Ratna berdiri dan meraih tas guess merahnya.


‘’mamah mau ke mana...’’ tanya Abra.


‘’menemui ibunya Ed!! ‘’ jawab Ratna sambil berlalu pergi. Hati seorang ibu mana yang tidak sedih dan sakit bersamaan saat mendengar anaknya ingin di lenyapkan. Ratna memacu ferarri merah milik suaminya menuju Balikpapan.


Stelah menempuh waktu yang cukup lama kini ia sampai di kediaman Katrina. Ratna membunyikan klakson mobilnya seorang bodyguard kekar menghampiri mobil Ratna, dengan Angkuh Ratna membuka jendelanya namun tidak membalikan wajahnya ke samping.


‘’aku ingin bertemu dengan nyonya Katrina...’’ kata Ratna manis namun senyumannya seperti iblis.


‘’silahkan...’’ kata bodygueard itu sambil membuka kan gerbang rumah


Dari dalam mansion tersebut Katrina menyunggingkan senyumnya saat melihat ferarri merah milik keluarga Agatha memasuki halamannya.


‘’biarkan dia masuk!!!’’ perintah Katrina sambil duduk di sofa mahalnya. Katrina membenarkan tatanan rambutnya lalu bergaya anggun.


Ratna masuk saat pintu terbuka, ia melangkahkan kakinya dengan angkuh

__ADS_1


‘’ mari ikut denganku nyonya...’’ seorang pelayan berkata sambil membawa Ratna ke ruang tamu. Ratna menemukan Katrina tengah duduk di sana dengan angkuh Ratna ikut duduk di situ.


‘’well, nyony Agatha bagaimana anda tau kediama saya...’’ kata Katrina ramah. Ratna melepas kaca matanya.


‘’mudah saja! Anak buah suamiku yang mencarinya!!...’’ jawab Ratna sombong.


‘’ah ya!! Tuan Ardiansyah !!” ucap Katrina sambil mengingat tampang lelaki itu.


‘’aku tidak akan lama dan berbasa- basi!! Saya adalah seorang ibu begitupun dengan anda!! Bisakah kalian tidak menyakiti calon menantuku huh! Terlebih putriku! Apa masalahmu dengan Angga dan Aika sampai Ed gencar ingin menyakiti mereka huh! Bagaimana jika kamu berada di posisiku huh wanita pengrebut suami orang...’’ kata Ratna naik se oktaf. Katrina menegang. ‘’ tidak susah bagiku untuk mencari tau jati dirimu Katrina wanita miskin yang memanfaatkan diri dan tubuhnya untuk mengeruk harta keluarga Nathael. Cih kamu itu bodoh mengeruk harta yang tidak banyak!!...’’ kata Ratna remeh. Katrina berdiri


‘’dengar ya nyonya Ratna, anda tidak berhak mencampuri urusan keluarga saya! Ethan maupun anak saya biarkan saja mereka begitu!! Ed selama ini selalu menjadi bayangan Ethan tak henti- hantinya Barraq membandingkan mereka!! Saya sebagai orang tuanya merasa sakit....” ungkap Katrina


‘’wajar kalau tuan Barraq seperti itu karena mereka bukan saudara kandung! Ethan adalah anak kandungnya hasil dirinya dengan Adelia!! Sedangkan Ed dia anakmu  bersama pria tidak jelas...’’ jawab Ratna.


‘’jaga omongan Anda nyonya!! Ayah Ed adalah Barraq bukan yang lain!! Silahkan angkat kaki dari mansion saya!! Saya tidak menerima tamu yang kurang ajar seperti anda...’’ kata Katrina sambil menyiram Ratna dengan wein. Ratna terkejut dengan cepat ia berdiri lalu mendorong Katrina ke sofa.


‘’kurang ajar sekali kamu ini!! KAMU PIKIR DIRIMU SIAPA!! BERANI- BERANINYA KAMU MELAKUKAN HAL DANGKAL SEPERTI INI!!’’ teriak Ratna emosi. Ia mengambil botol wein di atas meja lalu menumpahkan isinya ke kepala Katrina setelah itu ia merobek gaun ungu milik katrina.


******


Aika dan Angga, entah sudah berapa lama mereka berjalan kaki di pinggir trotoar, hari sudah mulai malam Aika nampak lelah begitupun Angga. Dari jauh seorang wanita muda melihat mereka. Wanita itu menghampiri mereka berdua


‘’Aika...’’ panggil wanita itu. Aika yang merasa di sebut nmanya langsung berbalik.


‘’astaga bener ini kalian!! Ya ampun...’’ kata wanita itu sambil menghampiri mereka lebih dekat. ‘’ aku Lilly yang waktu nitipin Athan ke kalian !! ingat gak...’’ kata Lilly antusias. Aika dan Angga mencoba ingat dan benar wanita itu adalah ibu dari Natha bayi yang mereka kasih nama sendiri.


‘’ah iya aku ingat!! Kamu Lilly kan yang nitipin bayinya ke kami...’’ kata Aika

__ADS_1


‘’iya betul...’’ kata Lilly sambil mengacungkan jempolnya. ‘’oh ya btw kalian kok bisa ke sini!! Lagi liburan...’’ kata Lilly sambil melihat Aika dan Angga. Angga ? Lilly ingin tertawa saat Angga memakai topi bulu kas kalimantan.


‘’gak usah liat dia!!,’’ tunjuk Aika ‘’ dia orang gila...’’ sambung Aika setengah kesal. Kesal karena sejak dari tadi Angga terus memakai topi bulu itu.


‘’ckckck!! Tapi kak Angga ganteng kok pake itu kaya tomoe hehe...’’ kata Lilly setengah hati ( tomoe salah satu manga jepang ). Angga mengacungkan jempolnya balik


‘’tuh Ai Lilly aja bilang kakak ganteng...’’ kata Angga sambil memegang topi di kepalanya.


‘’euhh kita kan beda....’’ jawab Aika sambil menghindar dari Angga.


‘’ kalian nginap di mana...’’ tanya Lilly. Aika dan Angga saling terdiam.


‘’ceritanya panjang Li...’’ jawab Aika sendu. Lily seolah mengerti


‘’bagaimana kalian tinggal di rumahku, mh sebenarnya bukan rumah tapi kosan hehe...’’ kata Lilly sambil membawa keranjang kue. Aika dan Angga merasa tidak enak perlahan mereka menggeleng.


‘’gak li, aku takut merepotkanmu...’’ kata Aika sambil tersenyum paksa.


‘’enggaklah!! Lagian aku tinggal sendirian Ai!! Ayolah...’’ kata Lilly. Aika nampang melihat Angga. Angga nampak pucat dari tadi dan juga lukanya belum kering di tambah belum makan. Aika akhirnya mengangguk


‘’baiklah li...’’ kata Aika. Lilly tersenyum sambil menari Aika dan Angga menuju sebuah kosan sederhana di sebuah gang kecil.


Hari mulai malam, Angga keluar dari kosan dan duduk di tera, sambil memegang perutnya yang sakit. Ia baru saja selesai makan dan berganti baju, tadi sebelum ke kosan Angga dan Aika mampir ke pasar untuk membeli pakaian dan bahan makanan.


‘’ kak...’’ kata Aika sambil membawa sepiring bubur dan tumis sawi, ia duduk di hadapan Angga. ‘’ makan dulu baru minum obat setelah itu tidur...’’ kata Aika sambil menyuapi Angga, namun Angga menolaknya.


‘’kakak gak tau daerah ini tapi nanti kakak akan cari pekerjaan untuk kita...’’ kata Angga bersungguh- sungguh

__ADS_1


'‘ayolah kak!! Gak usah pikirin itu dulu!! Lebih baik kakak pikirin kesehatan kakak...’’ kata Aika kesal, ia meletakan piring makan di hadapan Angga lalu beranjak pergi ke dalam. Angga menghembuskan nafasnya dengan cepat ia meraih bubur itu dan menandaskannya hingga habis.


Aika berfikir ini bukanlah kisah novel yang terlalu mendramatisir!! Se susah susahnya hidup tapi Aika tidak kehabisan uang. Oh ayolah papah dan mamah Ai orang berada


__ADS_2