
Rejeki tidak jauh dari manusianya. setelah menikah, rejeki itu datang menghampiri mereka. Angga mendapati sebuah pekerjaan dari pak Rt yaitu menjadi pembuat batako. Awalnya cukup sulit bagi Angga tapi sekarang sudah terbiasa. Hawa ke bahagiaan menelungkupi hatinya dan juga Aika.
Aika tengah menyiapkan rantang makanan untuk Angga, walaupun jarak kontrakan dan tempat kerja suaminya tidak jauh tapi tetap saja Aika memberikan bekal untuk suaminya. Aika hanya berjaga- kaga agar tidak sembarangan Angga memasukan makanan. Kalimantan terkenal dengan guna- guna ( pelet ) apalagi kalau seorang perempuan menyukai seorang pria, maka perempuan itu akan memberikan sesuatu ke lelaki itu untuk di masukan ke dalam tubuhnya entah lewat makanan, tatapan atau lainnya agar si lelaki tersebut menyukainya. Aika menggedikan bahunya saat memikirkan hal itu, karena daerah tempat tinggal Aika dan Angga tergolong desa yang masih sangat kental dengan guna- gunanya. Setelah menyiapkan bekal Aika merasakan kehadiran suaminya.
‘’Ai...’’ panggil Angga sambil mengelap kepalanya dengan kain kecil, Angga baru saja habis mandi dan bersiap untun berangkat kerja. Angga hanya memakai kaos oblong bewarna biru awan yang sudah usang serta celana pendek selutut.
‘’iya kak...’’ jawab Ai. ‘’kakak sarapan dulu...’’ kata Aika sambil mengambilkan telur bumbu dan juga nasi. Angga menganguk sambil duduk di dapur.
Dapur yang terbuat papan ia pun hanya duduk lesehan. Tidak ada meja serta kursi makan. Aika tidak mempersalahkan hidupnya sulit seperti ini yang penting ia bisa makan itu sudah cukup. Aika teringat dengan mamahnya, dulu Ratna mengatakan
‘’gak perlu banyak yang penting cukup!! Hidup miskin bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa- apa, kita hanya perlu bekerja keras! Menciptakan atmosfer positif di dalam diri kita agar bisa menjadi pribadi yang bahagia dan penuh cinta.’’
‘’Ai...’’ panggil suaminya, Angga meletakan piring yang kosong di bawah lalu mengelus pipi Aika yang memerah karena menahan tangis.
‘’ya kak...’’ jawab Aika.
‘’lagi mikirin apa...’’ tanya Angga. Aika menggeleng pelan
‘’tidak ada, kakak mau berangkat kerja sekarang?’’ tanya Aika yang kini ekspresinya bahagia. Angga mengangguk sambil tersenyum.
‘’iya mau cari uang buat kamu dan calon anak kita nanti...’’ kata Angga sambil mengelus perut Aika. Anak? Miris sampai saat ini Angga maupun Aika belum berhubungan intim di karenakan Aika masih memiliki trauma.
Aika hanya tersenyum
__ADS_1
‘’yaudah kakak berangkat kerja dulu!! ‘’ kata Angga sambil berdiri, Aika pun mengukuti Angga beridiri dan mengambil rantang sederhana
‘’ hati- hati ya kak, ingat kalo ada cabe- cabean jangan jelalatan, kalo diajak ngobrol jangan tatap matanya terus tampang kakak di jelek- jelekin aja di sana biar gak banyak yang naksir...’’ petuah Aika posesif. Angga tertawa geli di buatnya.
‘’iya sayang!! Ai juga ingat kalo jualan jangan jelalatan kalo ada mobil berhenti terus keluar cowok ganteng jangan genit- genit! Ingat ada kakak di sini..’’ kata Angga tak kalah posesif malah sebelum keluar rumah ia mencumbu leher Aika membuat beberapa kissmark.
‘’ itu sudah kakak tandain!! ‘’ kata Angga lagi sambil menunjuk leher Ai yang penuh dengan kissmark. Aika meraba lehernya ia berlari menuju cermin kecil di dinding dan berkaca, Angga **** senyumnya melihat reaksi Aika.
Aika menyipitkan matanya.
‘’akh kakkak...’’ teriak Aika dari dalam kamar, Angga langsung takut ia menghampiri Aika dan
‘’apa- apaan Ai...’’ kata Angga tertahan.
‘’ Ai jangan buat kakak batalin puasa sayang...’’ kata Angga serak.
‘’kakak gak mau buka puasa, tanggung nih kak !! mending sekalian aja kissmarknya di sini, sini sama di sini bila perlu di sini juga...’’ kata Ai polos namun nakal, tangan lentiknya menunjuk area sensitifnya seperti dada kanan dan kiri bahkan putingnya serta di area kewanitaannya. Angga tidak tahan dengan cepat ia mencengkram tubuh Aika di dalam kukungannya
‘’kak tutup pintu dulu...’’ kata Aika. Angga berdiri dengan cepat ia menutup pintu rumah lalu pintu kamar dan menguncinya setelah itu Aika dan Angga memadu kasih.
‘’Ai sudah siap...’’ kata Angga yang sudah berada di atas Aika.dengan mantap Aika mengangguk kilasan masalalu berputar kembali, di mana Aika kecil di perkosa
‘’maafin kakak sayang, kakak janji ini gak akan sakit seperti dulu...’’ bisik Angga.
__ADS_1
‘’Ai percya sama kakak!...’’ kata Aika. Aika memejamkan matanya saat Angga menyentuh setiap inci tubuhnya. Bagaimana Angga menyentuhnya dengan penuh cinta. Lama Aika terbuai dengan kenikmatan dengan pelan Angga memasuki dirinya
‘’ahhhww...’’ pekik Aika sambil menahan nyeri. Angga langsung mencium bibir Aika dan memainkan dadanya. Perih yang Aika rasakan sudah berkurang dan berubah menjadi nikmat.
Angga merasakannya lagi. Merasakan nikmat yang Tuhan beri untuknya dan Aika. Mereka saling melengguh dan bersua nikmat hanya dirinya dan Aika yang tau kenikmatan apa yang sedang mereka rasakan hingga menembus langit tinggi.
Dua jam mereka habiskan untuk bergulat ria, bahkan Angga ngerengek minta lagi.
‘’Ai lagi...’’ pinta Angga yang masih di atas kasur sedangkan Aika sudah mandi dan bersisir.
‘’ih nanti lagi! Kakak harus kerja dan Ai harus jualan...’’ kata Aika sambi menghampiri suaminya. Angga tak kehabisan akal ia menyunggingkan senyumannya.
‘’Ai dosa loh nolak suami! Apalagi suami sampe ngerengek begini...’’ kata Angga licik ia mengeluarkan seringaiannya. Aika langsung terdiam dengan cepat ia menghadap Angga. Aika menghembuskan nafasnya
‘’iya deh!! Hih kakak ini mesumnya besar...’’ kata Aika sambil membuka pakaianny kembali.
Singkat cerita mereka melakukan hal itu kembali hingga selesai. Setelah selesai Aika bangun sedangkan Angga langsung tidur karena lelah. Aika keluar dari kamar lalu menuju kamar mandi. Setelah mandi wajib dan lainnya Aika langsung mengambil dagangannya untuk diantarkan ke toko kue untuk di titipkan
‘’kak Ai anterin kue dulu yah....’’ izin Aika sambil mencium kepala Angga berkali- kali. Angga membuka matanya lalu mengangguk, angga tidak mengubah posisinya yang sedang tengkurap sambil memeluk bantal di kepalanya
‘’cepat pulang sayang...’’ gumam Angga.
__ADS_1
‘’hm...’’ jawab Aika sambil pergi meninggalkan rumah.