
Dengan membawa beberapa koper berisi baju, aku dan Taka pergi ke Shibuya dengan mengendarai mobil.
Aku pernah sekali berkunjung ke Shibuya bersama Taka sebelum kami menikah. Waktu itu, kami menaiki kereta dan sempat melihat patung Hachiko di alun-alun yang tepat berada di seberang Stasiun Shibuya.
***
Mataku menatap kagum ke arah kiri dan kanan. Kami sedang berada di kawasan bisnis Shibuya. Dari sini, mobil terus melaju ke Harajuku dan terus menuju ke arah timur. Setelah beberapa menit, kami memasuki sebuah pemukiman dengan deretan rumah-rumah yang terlihat nyaman. Sekilas, aku melihat kesamaan rumah-rumah di sini dengan rumah yang kulihat dalam serial kartun Doraemon.
"Apakah Doraemon tinggal di sini?" tanyaku tiba-tiba.
"Apa?"
"Doraemon. Apakah dia tinggal di sini? Rumah-rumah di sini terlihat seperti rumah dalam kartun itu," jelasku.
Taka melirikku dengan wajah yang aneh dan kemudian terbahak. " Sungguh, aku pikir sebelumnya kamu adalah orang yang cukup kaku. Tapi ternyata, kamu bisa terdengar seperti anak-anak."
Aku mengerucutkan bibirku menatap Taka.
"Doraemon tidak tinggal di sini. Dia tinggal di Nerima-Tokyo. Pemukiman di sana hampir mirip dengan yang di sini," lanjutnya.
"Oh," aku mengangguk-angguk.
Tidak lama, mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah rumah yang cukup besar. Taka keluar dan memintaku untuk turun setelah memasukkan mobil ke halaman.
__ADS_1
Pemukiman ini cenderung sepi, padahal terletak di daerah Shibuya yang ramai. Untuk ke jalan raya, tidak terlalu jauh dan hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan berjalan kaki. Tepat di sisi jalan raya di depan sana, terdapat halte pemberhentian bis.
Aku langsung jatuh cinta pada rumah satu lantai yang terlihat terang ini. Halaman depannya tidak terlalu besar tapi memberikan kesan yang sejuk karena rumput hijau yang tumbuh rapi.
***
"Kita tidak bisa menginap di sini malam ini, terlalu berdebu," ucap Taka melihat ke sekeliling. Di luar dugaan, rumah ini kosong melompong tanpa ada barang apapun. "Kita menginap di penginapan untuk sementara, dan membeli perlengkapan rumah yang kita butuhkan."
"Kita akan belanja?" tanyaku cepat.
"Ya. Seperti yang kamu suka. Belanja," jawab Taka melirik sinis.
Aku tertawa dan menarik tangannya cepat, untuk kembali ke mobil.
***
Karena dari tadi Taka terlihat sibuk dengan ponselnya, maka akulah yang memberi petunjuk pada orang-orang yang mengantarkan barang, di mana barang tersebut harus diletakkan.
"Sepertinya kita tidak akan punya waktu banyak untuk membereskan rumah. Shinoda berkata, jadwal untuk ke Korea Selatan dimajukan," ucap Taka setelah orang-orang yang mengantarkan barang pergi.
Aku yang sedang melihat-lihat barang yang kami beli seketika menengok, "Jadi bagaimana? Kita akan tinggal di penginapan sampai waktunya berangkat?"
Taka mengangguk menatapku. "Siapkan paspor dan dokumen lainnya. Aku akan memberikannya pada Shinoda untuk diurus."
__ADS_1
"Keadaannya sudah membaik?"
"Ya, dia sudah jauh lebih baik. Rencananya, kita akan ke Korea Selatan untuk rekaman. Mungkin juga memenuhi undangan dari beberapa media di sana. Setelahnya, kembali ke Jepang dan menunggu sampai proses pembuatan lagu selesai. Jika sudah selesai, kita akan langsung menuju ke Italia untuk membuat video klip," Taka menjelaskan panjang lebar.
Mataku berbinar mendengar penjelasannya. Sudah lama aku ingin pergi ke negara-negara lain selain Jepang.
***
Langit sudah hampir gelap saat kami duduk di sebuah restoran vegetarian. Walaupun Shibuya merupakan tempat yang ramai, tapi jujur saja, sulit mendapatkan makanan halal di sini. Kalaupun ada, jumlahnya tidak banyak. Untuk lebih amannya, Taka memberitahuku apa-apa saja kandungan yang terdapat dalam suatu makanan dan aku akan memutuskan apakah kami bisa memakan itu atau tidak. Itulah kenapa, restoran vegetarian menjadi opsi teraman.
"Berapa lama kita akan tinggal di Korea Selatan?" tanyaku yang sedang menunggu pesanan diantar.
"Sekitar seminggu sampai sepuluh hari. Hanya tiga lagu yang akan direkam di sana," jawab Taka.
"Aku pikir kalian akan merekam satu album penuh."
"Tidak, hanya tiga lagu yang diangkat menjadi original sound track film saja yang akan direkam di sana. Video klipnya juga hanya akan dibuat untuk tiga lagu tersebut," Taka menjelaskan.
Aku menganggukkan kepala. Tidak lama, pesanan kami diantar dan dalam diam, kami pun mulai makan.
***
Sebelum mencari penginapan, kami berjalan-jalan di sekitar Stasiun Shibuya untuk melihat gemerlapnya Shibuya di malam hari. Selain alun-alun tempat patung Hachiko berada, tepat di depan Stasiun Shibuya dan alun-alun, terdapat persimpangan Shibuya yang terkenal.
__ADS_1
Persimpangan Shibuya adalah persimpangan 𝙨𝙘𝙧𝙖𝙢𝙗𝙡𝙚 yang terletak di barat laut Stasiun Shibuya. Nama resminya adalah Persimpangan Alun-alun Stasiun Shibuya. Julukan 𝙨𝙘𝙧𝙖𝙢𝙗𝙡𝙚 disematkan untuk persimpangan ini karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang dari seluruh arah.