
Shinoda, Taka dan aku sedang menuju ke kantor manajemen yang menaungi sebuah idola grup wanita di mana Mina menjadi salah satu anggotanya. Kami harus bergerak cepat, karena banyak fans grup band di Jepang yang meminta klarifikasi resmi. Sehari sebelumnya, tepat pada saat aku dan Taka keluar dari kantor polisi, Shinoda sudah membuat janji untuk bertemu Mina serta manajernya.
***
Mina memandang sinis ke arahku yang baru saja masuk paling terakhir ke sebuah ruangan. "Sepertinya, asisten anda tidak memiliki kepentingan apa pun di sini, Taka-ssi," ucapnya pedas.
Shinoda menatap gadis itu cukup tajam sebelum berkata, "Rinai-san wajib hadir di sini karena suatu hal Mina-ssi. Saya harap anda bisa memakluminya."
Kami semua duduk dan menunggu selama beberapa saat hingga seseorang yang sedang mengantarkan minuman keluar dari ruangan ini.
"Baiklah, kedatangan saya kali ini berkaitan dengan penangkapan Taka kemarin. Orang yang membuat laporan ke pihak kepolisian adalah anda' kan, Mina-ssi?" tanya Shinoda.
"Betul, itu memang saya," jawabnya.
Aku bersorak dalam hati melihat keberanian gadis itu.
"Kenapa anda lakukan hal tersebut sebelum tau kejadian yang sebenarnya?" tanya Shinoda lagi.
__ADS_1
"Saya adalah warga negara yang patuh hukum. Sudah sepatutnya saya melaporkan hal yang mencurigakan jika hal tersebut terjadi di depan mata saya."
"Tapi langkah yang anda lakukan merugikan kami. Pemberitaan miring sudah tersebar ke mana-mana dan jadwal rekaman kami di Korea Selatan ditunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan." Shinoda masih berbicara dengan nada lembut.
"Maafkan saya, tapi jika dalam kondisi seperti ini, anda hanya tinggal mengadakan klarifikasi. Dan semua pemberitaan akan berhenti dengan sendirinya."
Shinoda menghembuskan nafas panjang. "Tidak masalah jika saya menyebutkan anda sebagai orang yang melaporkan hal ini ke polisi, Mina-ssi?"
"Silakan saja, Shinoda-san. Dan saya akan menjawab alasan yang sama persis seperti apa yang saya katakan pada anda," ucapnya tersenyum.
Seharusnya, aku merasa lega dengan ucapan gadis itu. Tapi, entah kenapa muncul sebuah perasaan aneh. Sebuah perasaan yang biasanya muncul, jika akan ada suatu hal besar terjadi.
***
Seperti yang sudah diperkirakan. Banyak wartawan yang bertanya siapakah sosok yang melaporkan hal itu ke polisi dan apakah laporan tersebut dibuat untuk menjelekkan nama grup band mereka atau tidak.
Shinoda dengan sabar menjawab satu per satu pertanyaan dari para wartawan dan meminta semuanya untuk tidak gegabah memberitakan hal yang bisa menggiring opini masyarakat sebelum Mina mengadakan klarifikasi.
__ADS_1
Beberapa pertanyaan juga ditujukan pada Taka yang dengan lancar menjelaskan semuanya, termasuk nama obat flu yang menjadi masalah.
Konferensi pers ditutup dengan banyak ucapan terima kasih dari Shinoda dan para personel band.
***
Aku dan Taka sedang menikmati kopi kami saat pintu kamar digedor dari luar.
"Cepat lihat konferensi pers dari Mina!" seru Toru. Istrinya terlihat pucat di samping pria itu.
Taka dengan cepat mengambil ponselnya dan mulai membuka internet. Seketika kami berdua tercengang.
" ..., 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙏𝙖𝙠𝙖-𝙨𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡. 𝘿𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙤𝙗𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙘𝙚𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙚𝙠𝙖𝙢𝙖𝙣.
𝘿𝙞𝙖 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙨𝙩𝙞𝙧𝙖𝙝𝙖𝙩. 𝘿𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙬𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙞𝙣𝙪𝙢 𝙙𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙣𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖. 𝙆𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙥𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙣𝙘𝙞 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙪. 𝘿𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞, 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖. 𝙎𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙖𝙡𝙖𝙩 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙧𝙖*𝙨𝙚𝙥𝙨𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣.
𝙎𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙪𝙧𝙪𝙠. 𝙈𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙘𝙪𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙮𝙖. 𝙎𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙤𝙗𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙜𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙞𝙩𝙪, 𝙣𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙝-𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙝. 𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙨 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙘𝙚𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙮𝙖."
__ADS_1
Aku diam dan merasa jika atmosfer di kamar ini dipenuhi ketegangan. Wajah Taka sudah sepenuhnya merah dan tangannya terkepal kuat.