
Kami sudah berpamitan untuk pulang saat beberapa orang gadis dengan pakaian yang luar biasa modis memekik melihat Taka. Aku bisa mengenali mereka sebagai idola grup wanita yang sedang naik daun.
"Apakah anda Taka, vokalis dari O'Clock? Saya Mina, senang berkenalan dengan anda," sapa salah satu dari mereka.
Dengan ramah, Taka menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya. Idola grup wanita itu rupanya datang ke stasiun radio ini untuk siaran selanjutnya. Dari yang kulihat, mereka semua menatap Taka dengan mata kagum dan beberapa meminta ijin untuk berfoto dengannya. Shinoda sesekali melirikku dan tersenyum seolah menenangkan.
Aku menyipitkan mata menatap Taka yang terlihat salah tingkah. Para idola itu berfoto satu persatu dengan pose yang cukup dekat dengan suamiku. Beberapa merangkul lengan dan sisanya membentuk simbol hati berdua dengannya. Saat aku hampir tidak bisa menahan emosi, seseorang menepukku dari belakang.
"Halo, sepertinya tanpa sengaja, kamu membawa kipas milikku," ucap penyiar itu.
Dengan tersentak, aku menengok ke arah tanganku yang ternyata masih memegang kipas yang dimaksud. "Maafkan saya, saya lupa mengembalikan ini pada anda."
"Tidak apa-apa," ucapnya tertawa. "Hanya saja itu hadiah dari fansku. Aku akan merasa bersalah jika menghilangkannya."
Aku mengangguk mengerti dan menyerahkan kipas tersebut.
"Ayo ikut denganku. Di bawah ada kopi yang enak dari mesin penjual otomatis. Aku akan mentraktirmu."
__ADS_1
Setelah menimbang beberapa saat, aku memutuskan untuk menerima ajakan dari penyiar radio tersebut dari pada harus tetap berdiri di sini dan melihat Taka yang masih berbincang ramah dengan para idola grup wanita.
Melihatku yang mulai berjalan, Taka menatapku dengan tatapan yang lagi-lagi tajam. Namun, aku tidak peduli. Dia bisa melanjutkan ramah tamah dengan para idola grup wanita itu dan aku akan menikmati kopi yang enak.
Saat melewatinya, dengan sengaja aku menginjak kaki suamiku itu sebagai pelampiasan rasa kesal. Tepat di depan anak tangga turun, aku menoleh dan melihat Shinoda yang kebingungan menatapku dan Taka bergantian.
***
"Rinai-san," panggil Shinoda. "Maafkan aku karena sudah menempatkanmu di posisi yang sulit. Pasti tidak mudah membawa semua barang-barang di bagasi itu seorang diri."
Aku menggeleng pelan, "Tidak masalah Shinoda-san. Aku menikmati peranku menjadi seorang asisten pribadi disaat seseorang menikmati perannya sebagai penyanyi terkenal dan berbincang akrab dengan para gadis."
Mobil yang kami tumpangi memasuki kawasan Gangnam yang terkenal. Tepat di depan sebuah gedung, Shinoda pamit karena ada urusan lain dan berkata padaku dan Taka untuk bersenang-senang sebelum kembali ke hotel.
"Jangan marah, dari awal aku sudah memberitahu—."
"—Memberitahu resiko menjadi istri dari penyanyi terkenal," aku memotong perkataan Taka.
__ADS_1
"Iya," jawabnya lirih.
"Aku tidak masalah, hanya saja emosiku gampang sekali naik jika melihat kamu dekat dengan para idola grup yang cantik."
"Kamu cemburu?" tanyanya.
"Ya! Tidak mungkin seorang istri tidak cemburu. Hanya saja, aku perlu terbiasa dan menempatkan diri. Oh iya, ngomong-ngomong, maaf karena sudah menginjakmu tadi."
"Tidak masalah, Rinai-chan," jawabnya menggenggam tanganku. "Tapi lain kali, jangan pergi dengan siapapun jika aku tidak mengijinkan."
Aku mengangguk pelan dan Taka mengusap kepalaku lembut.
***
Sebelum kembali ke hotel, aku dan Taka mampir di kuil Bongeunsa yang juga terletak di Gangnam, tepat bersebelahan dengan COEX Building. Kuil Bongeunsa adalah kuil Budha yang didirikan oleh Dinasti Silla pada tahun 794 masehi dan awalnya bernama kuil Gyeongseong. Di dalam kuil ini ada sekitar 3.479 patung Buddha yang berdiri dalam 13 gaya yang berbeda. Setiap tanggal 9 di bulan September setiap tahun, akan diadakan upacara, di mana Biksu akan meletakkan semua patung tersebut masing-masing di atas kepala mereka lalu patung tersebut akan diarak keliling kuil.
Selain sebagai tempat wisata, kuil ini juga sering digunakan juga sebagai tempat syuting drama Korea. Salah satunya drama Korea berjudul Faith yang dibintangi Lee Min-ho dan Kim Hee-sun.
__ADS_1
Sudah hampir tengah malam saat kami sampai di daerah Itaewon untuk makan malam. Jarak dari Gangnam ke Itaewon sekitar 5 kilometer. Di Itaewon ini banyak restoran yang menyediakan makanan halal. Bahkan aku melihat sekilas jika ada restoran yang menjual makanan khas Indonesia. Selain itu, ada juga restoran dari negara timur tengah dan India. Setelah agak lama memutuskan, pilihan kami jatuh pada sebuah restoran yang menyajikan sup sapi pedas sebagai menu utama.