Akhir Dari Sebuah Penantian

Akhir Dari Sebuah Penantian
Tentang Hanin


__ADS_3

Hanin Raihana Syahira, gadis kelahiran Jakarta tepatnya 23 tahun silam. Dia adalah sosok gadis yang cantik dan cerdas, bagaimana tidak di usianya yang masih terbilang muda bahkan telah berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana jurusan akuntansi dalam rentan waktu yang cukup singkat di salah satu perguruan tinggi yang terkenal di Indonesia. Dan sekarang bekerja di salah satu perusahaan terbaik se-Asia dengan posisi yang di perhitungkan di Brahmana Company.


Keberuntungannya dalam bidang pendidikan dan karir lantas tidak membuatnya menjadi pribadi yang sombong dan angkuh. Justru hal itu semakin membuatnya rendah hati. Baginya, apa yang di miliknya saat ini merupakan suatu anugerah yang telah Allah berikan dan itu hanya sebuah titipan yang bersifat sementara, bahkan semuanya bisa saja hilang kapan pun jika Allah menginginkannya. Lantas apa yang harus di sombongkan? Toh pada akhirnya semua pasti akan kembali kepada-Nya.


Beralih pada kisah cintanya bisa di bilang sangatlah berbanding terbalik dari karir dan pendidikannya. Mungkin memang garis tangannya menunjukkan suatu keberuntungan pada bidang itu namun tidak dengan kisah cintanya yang tidak pernah berujung bahagia. Ada saja hal yang membuatnya terluka. Ahh mungkin saja Allah belum mengizinkannya untuk bertemu dengan orang yang tepat.


POV Hanin


Seperti biasanya Hanin setiap pagi selalu di sibukkan dengan urusan dapur bukan karena tidak mampu membayar asisten rumah tangga, namun memang dia sudah terbiasa hidup mandiri, bertahun-tahun hidup di perantauan membuatnya mau tidak mau harus mengerjakannya sendiri. Hidup jauh dari keluarga bukanlah hal yang mudah, rindu yang harus tertahankan oleh jarak dan waktu yang kadang menyiksanya. Maklum sebagai anak bungsu yang selalu bergantung pada orang tua kini harus hidup sendiri.


"Tadaaa.. Akhirnya selesai juga nasi goreng ala chef Hanin. Hummmm. " ucapnya sembari mencium aroma masakannya


" Jadi ingat mama, biasanya kalau di kampung tiap pagi mama pasti buatin nasi goreng kesukaan ku. " lanjutnya


"Coba telfon ah. " ucapnya

__ADS_1


Tit..tit..titt suara deringan telfon yang terdengar di ujung sana. Sedetik kemudian terdengar suara lembut yang begitu di rindukannya.


"Assalamualaikum nak. " ucap mama lia


"Waalaikumsalam ma, mama apa kabar? Mama sehat-sehat kan? Ma Hanin rindu. " ucapnya dengan nada manja


"Aduh anak gadis mama, kalau ngomong tuh pake spasi nak. " Balas mama lia


"Alhamdulillah mama disini sehat-sehat kok nak, semua orang rumah juga sehat-sehat. " lanjutnya


"Belum tau ma, Hanin akhir-akhir ini sibuk, belum lagi Hanin sering lembur, ini saja baru bisa hubungin mama. Maafin Hanin yah ma." ucapnya dengan penuh penyesalan, sebab akhir-akhir ini dia memang jarang menghubungi mamanya, di karenakan terlalu sibuk dengan urusan kantor.


"Ya sudah gak apa-apa nak, yang penting sesibuk apapun kamu, harus tetap jaga kesehatan nak. Jangan lupa makan, jangan sampai sakit yah. Soalnya gak ada mama yang bisa merawat kamu nak." ucap mama lia sembari memberi saran pada anak bungsunya.


"Iya ma, Hanin janji bakalan jaga kesehatan. Mama doain yah semoga kerjaan Hanin lancar dan bulan depan bisa ambil cuti." ucapnya meminta restu sang mama

__ADS_1


"Iya nak, mama pasti selalu doain kamu. Kamu juga harus selalu hati-hati yah nak. Ingat selalu pesan mama dan papa, karena kamu itu harta yang paling berharga bagi kami, kamu kehormatan keluarga nak." ucap sang mama sambil terisak


"Iya ma, in shaa allah." balas hanin


"Kamu juga jangan pernah ninggalin shalat nak, ingat sesukses apapun kita jangan pernah melupakan sang pencipta karena apa yang kamu dapatkan saat ini semua atas kehendak-Nya nak**." ucap mama lia


"Iya ma, Hanin pasti selalu ingat nasihat mama. Makasih yah ma sudah menjadi mama yang terbaik untuk Hanin, selalu memberikan semangat dan nasehat untuk hanin."ucap hanin


" Iya sayang, itu sudah menjadi kewajiban mama sebagai seorang ibu untuk selalu mendidik dan menasehati anak-anaknya." kata mama lia


"Kalau gitu udah dulu yah ma Hanin mau berangkat dulu ke kantor, salam buat papa dan kakak, Assalamualaikum." pamitnya pada mama lia


"Iya sayang nanti mama sampaikan, kamu hati-hati yah nak. Waalaikumsalam." balas mama lia sembari menutup telfon


Mungkin memang benar kata orang-orang, pentingnya seorang ibu yang berbekal agama agar kelak mampu mendidik dan membesarkan anak yang shaleh dan shalehah, sebab itu dia dijuluki madrasatul ula yang artinya sekolah pertama bagi anak-anaknya.

__ADS_1


Baik buruknya anak-anak tergantung dari cara ibu mendidiknya, jika seorang ibu mampu mendidik anaknya dengan baik maka akan menjadi anak yang baik pula dan begitupun sebaliknya.


__ADS_2