Akhir Dari Sebuah Penantian

Akhir Dari Sebuah Penantian
Arti Sahabat


__ADS_3

Sesampainya di kosan, mereka langsung menuju dapur untuk menyusun semua belanjaan mereka tadi, sekalian menyiapkan bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk membuat kepiting saus padang dan cumi balado.


Suasana di dapur tampak begitu ramai dengan suara, canda dan tawa mereka. Bahkan mereka terlihat seperti anak kecil yang saling kejar-kejaran untuk memperebutkan mainan. Sesekali mereka juga saling menjahili satu sama lain. Dapur yang tadinya kelihatan rapi dan bersih kini menjadi berantakan dengan bumbu dapur dan alat masak yang sedikit berhamburan. Seperti itulah mereka, selalu saja ada hal yang membuat mereka tertawa bahagia.


"Hosh..hoshh..hoshh..udah deh Han, aku nyerah. Kita lanjutin masaknya lagi yah. Perut ku sudah keroncongan."Ucap Intan dengan nafas yang sudah ngos-ngosan akibat terus kejar-kejaran dengan Hanin.


" Iya iya deh, aku juga udah gak kuat ngejar kamu." kata Hanin sembari mengelus dadanya yang juga ikutan sesak karena terus saja berlari-larian dari tadi.


Mereka akhirnya melanjutkan acara masak-masaknya yang kali ini terlihat lebih serius daripada tadi, tidak ada percakapan diantara keduanya, hanya ada suara gesekan spatula dan wajan serta suara bising dari blender yang sedang di gunakan oleh keduanya. Sampai pada saat masakannya telah matang dan siap untuk di sajikan.


Mereka kemudian menatanya di meja makan yang tidak terlalu besar, yang hanya mungkin cukup di gunakan oleh dua orang saja. Kos-kosan yang mereka tempati memang cukup terbilang luas, dengan kamar yang berukuran sekitar 4x5 meter persegi yang dilengkapi dengan fasilitas dapur kecil, kamar mandi dalam, spring bed, lemari pakaian, lemari belajar, tv dan pendingin ruangan.


"Makan dulu Yuk, dari tadi cacing-cacing di perut ku sudah meronta-ronta untuk di beri makan."kata Intan di saat semuanya sudah siap di meja makan.


" Ayo." kata Hanin.


Akhirnya mereka makan dengan lahap tanpa ada suara sama sekali, hanya ada keheningan. Sepertinya mereka begitu menikmati hasil masakannya. Namun, tiba-tiba Intan memulai berbicara untuk memecah keheningan di antara keduanya.


"Han, boleh nanya gak?" ucapnya kemudian.


"Boleh, mau nanya apasih?, biasanya kan kalau mau nanya kamu langsung nanya aja gak pake izin dulu."ucap Hanin tanpa menoleh dan tetap meneruskan makannya.


" Ehem, Han sebenarnya gimana sih perasaan kamu ke Kevin? "tanya Intan tiba-tiba yang berhasil membuat Hanin tersedak.


" Uhuk, Uhuk."

__ADS_1


"Minum dulu Han" kemudian menyodorkan segelas air putih yang langsung di minum oleh Hanin.


"Kok tiba-tiba nanyanya gitu sih?" tanyanya balik tanpa menjawab pertanyaan Intan.


"Yah cuma mau nanya aja sih, hubungan kalian tuh sebenernya udah sejauh mana?"


"Sejauh ini sih kita masih temenan aja, aku dan Kevin kan juga baru kenal. Jadi gak ada yang spesial-spesial gitu, semuanya biasa aja kok."jawab Hanin.


" Tapi Kevin kayaknya serius deh, sampai-sampai mamanya aja tahu tentang kamu."


"Entahlah, mungkin dianya aja yang gak sengaja cerita tentang aku."kata Hanin yang berusaha untuk tidak terlalu ke GR-an.


" Kamu tdi belum jawab pertanyaan ku yang pertama, soal gimana perasaan kamu ke Kevin? "tanya Intan yang mencoba mencari tahu tentang isi hati sahabatnya.


" Hem, dari penuturan kamu sih, sepertinya kamu udah ada rasa sama dia."


" Aku juga belum tahu pasti sih Intan, meskipun sebenarnya ada rasa nyaman jika berada di dekatnya. Tapi."ucap Hanin yang menggantung.


" Tapi apa?, jangan bikin penasaran deh."kqta Intan.


"Tapi kan masa iya secepat itu aku suka sama dia, kenal aja baru beberapa hari."


"Hanin sayang, kita itu gak pernah tahu kapan kita bisa jatuh cinta sama seseorang dan siapa orang yang akan kita cintai, karena itu semua terjadi begitu saja. Mungkin karena kita yang selalu ketemu atau karena rasa nyaman saat di dekatnya pun juga bisa menjadi salah satu faktor kita bisa jatuh hati sama seseorang. Dan mungkin saja yang kamu rasa sekarang ini adalah salah satu tanda kalau kamu sudah ada rasa dengan dia."ucap Intan panjang lebar.


" Mungkin iya dan mungkin tidak kan kamu tahu sendiri selama ini aku mana pernah dekat sama cowok. Baru pertama kali ini kan aku dekat. Jadi masih kayak gimana gitu."ucap Hanin.

__ADS_1


" Tapi yah Han, menurut yang aku lihat dari gerak-geriknya si Kevin, dia itu sepertinya suka sama kamu."


"Emang kamu gak ngerasa gitu?" lanjutnya.


"Entahlah, aku juga gak mau terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Aku gak mau nanti di sangka terlalu percaya diri kalau Kevin suka sama aku. Kita mana tahu yah hati seseorang, bisa saja Kevin memang orangnya baik ke semua orang yah termasuk baik ke aku juga. Sejauh ini juga dia gak pernah ngomong apa-apa ke aku."ucap Hanin.


" Han cinta itu gak harus selalu di ungkapkan pake kata-kata terkadang sebagian orang malah mengekspresikan rasa cintanya melalui perbuatan. Misalnya yah sikapnya dia itu ke kitanya itu yang beda, dia selalu memperlakukan kita dengan istimewa."


"Hem, masih gak yakin aja sih Intan. Takutnya nanti aku mensalah artian kedekatan kami. Siapa tahu aja aku cuma di anggap temen oleh dia."ucap Hanin.


" Ahh daripada pusing mikirin soal itu. Mending aku ikutin alurnya aja. Bagaimana ke depannya yah kita lihat saja nanti. Entah itu aku dan Kevin benar-benar di takdirkan untuk bersama atau tidak biarlah itu menjadi rahasia Allah." ucap Hanin yang lagi tidak mau pusing.


" Kamu doain yang terbaik saja yah untuk aku maupun Kevin."lanjutnya.


"Kalau soal itu sudah pasti Han. Jika memang itu bisa bikin kamu bahagia, aku akan selalu mendukung mu dan akan selalu berdoa yang terbaik untuk mu. Karena kebahagiaan kamu juga kebahagiaan aku."ucap Intan dengan tulus.


" Aaaahh Intan, aku jadi terharu tahu. Kamu itu emang sahabat aku yang paling baik dan pengertian. Selalu ngerti apa yang aku mau dan yang pastinya selalu ada di saat aku membutuhkan kamu. Makasih banget yah Intan."ucapnya yang langsung memeluk Intan dan sesekali menghapus air matanya.


" Loh kok nangis sih**?" tanya Intan yang sedikit heran melihat sahabatnya menitikkan air mata.


" Ini itu air mata bahagia. Mungkin di dunia ini aku orang yang paling bahagia dan beruntung bisa memiliki sahabat seperti kamu. Sekali lagi makasih yah Intan."ucapnya yang kembali memeluk Intan.


" Iya sama-sama. Sebagai sahabat seperjuangan kan emang harus selalu saling mendukung satu sama lain. Dan semoga persahabatan kita bisa langgeng yah."ucap Intan yang ikut membalas pelukan dari sahabatnya yang kemudian di amini oleh keduanya.


" Aamiin allahumma aamiin."ucap keduanya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2