Akhir Dari Sebuah Penantian

Akhir Dari Sebuah Penantian
Awal dari Pertemuan


__ADS_3

FLASHBACK


5 tahun yang lalu...


Seorang wanita cantik tengah sibuk membongkar seisi lemarinya untuk mencari-cari pakaian apa yang kiranya cocok di kenakannya hari ini.


"Ini?"sembari mengangkat baju warna Pink bubble.


"enggak deh" kemudian melemparnya ke sembarang arah.


"Yang ini cocok gak yah?" sembari melihat dirinya di depan cermin kemudian menggelengkan kepalanya.


"Ah, rasanya gak ada baju yang pas buat aku pake hari ini." keluhnya.


"Astagaa Hanin, apa yang kau lakukan?" tanya intan yang baru saja masuk ke kamar Hanin dan mendapatinya begitu berantakan, lemari yang berisi semua baju-bajunya telah berhamburan kemana-mana.


"Eh intan." ucapnya yang juga terkejut melihat intan yang tiba-tiba ada di depan pintu.


"Ini lagi nyari baju buat ke kampus." lanjutnya.


" Aku bingung mau pake yang mana."ucapnya dengan ekspresi wajah yang kusut bak jemuran yang habis di peras.


" Sini deh aku bantuin."kemudian dia tampak mencari-cari baju yang cocok untuk Hanin.


" Nah ini dia."sambil mengeluarkan kemeja berwarna putih polos dari dalam lemari.


" Kayaknya cocok deh. Coba kamu pake dulu."


" Eh tunggu, kamu pake celana ini juga."ucapnya yang menahan Hanin yang tadinya ingin ke kamar mandi untuk mencoba baju yang di pilihkannya.


Sepuluh menit berlalu, Hanin keluar dengan mengenakan baju serta celana yang di pilihkan oleh sahabatnya itu. Dia tampak begitu dewasa dengan kemeja putih yang di pasangkan dengan celana jeans berwarna cokelat, pasmina berwarna senada dengan celananya, dan tak lupa juga ia mengenakan sneaker putihnya.


"Bagaimana?" tanyanya pada intan sambil memutar badannya.


"Okeh, perfect." sembari mengacungkan jempolnya.


"Ayo kita berangkat ke kampus sekarang" lanjutnya.

__ADS_1


"Ayo."


Hanin dan intan memang sudah saling mengenal satu sama lain sejak pertemuan pertamanya pada kegiatan bina akrab di kampusnya. Mulai saat itu mereka menjadi akrab dan bersahabat sampai sekarang, terlebih di saat mereka memutuskan untuk kos-kosan di tempat yang sama.


🍁🍁🍁


Teriknya matahari tidak menjadi penghalang bagi kedua gadis itu untuk berangkat ke kampus. Mereka setiap harinya berjalan kaki karena jarak antara kampus dan tempat tinggalnya yang hanya berkisar kurang lebih 200 meter. Mereka tampak begitu bersemangat menyusuri jalan raya yang kala itu tidak terlalu macet. Namun di saat sedang asyik-asyiknya bercengkrama tiba-tiba ada sebuah kendaraan yang melaju kencang dan melindas sebuah botol berisi air minum berwarna kecoklatan.


Byurrr.. Suara cipratan air begitu jelas dan tepat mengenai Hanin.


"Oh my god, baju ku." ucapnya dengan lesuh.


"Ya ampun Hanin, baju dan celana mu basah ." kata intan sembari menutup mulutnya.


"Woiii berhentiii."teriak intan namun si pengemudi motor tetap saja tidak menghiraukannya bahkan terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


" Wah gila tuh orang, gak berperikemahasiswaan banget yah. Sudah cipratin air ke orang langsung pergi aja tanpa minta maaf. Awas yah kalau kita ketemu. Bakalan ku bejek-bejek tuh mukanya." gerutu intan yang mulai emosi.


"Sudahlah. Orangnya juga sudah pergi dan gak bakalan dengerin omelan mu itu jadi percuma saja." sebenarnya Hanin pun juga merasa sangat kesal dengan orang itu, tapi mau bagaimana lagi, mau marah juga percuma toh dia juga tidak bisa mendengarnya. Daripada pusing mikirin orang itu lebih baik dia segera ke kampus agar bisa membersihkan bajunya.


"Tapi bagaimana dengan baju mu Han?, apakah kau akan ke kampus dengan pakaian yang basah dan kotor begini?"


"Lagian cuma sedikit doang, aku juga bawa sweater dalam tas, jadi nanti bisa di ganti pas udah sampai di kampus." lanjutnya


"Ya sudah, ayo." kata intan.


🍁🍁🍁


Di kantin kampus laki-laki itu terlihat sedang bersenda gurau dengan teman-temannya. Entah apa yang mereka bicarakan, namun terlihat bahwa mereka terus saja tertawa. Namun seketika tawa mereka terhenti saat melihat dua wanita yang baru saja masuk ke kantin dan duduk tak jauh dari mereka.


"Eh bro, kalian pada tau gak?" tanya salah satu temannya yang bernama Faisal.


"Enggak." mereka tampak kompak menjawab dan menggelengkan kepalanya tanda tidak mengetahui apa yang di maksud oleh temannya itu.


"Gini yah, kalian lihat tidak wanita yang duduk di pojok sana, yang pakai sweater warna putih itu? " tanyanya sedikit menunjuk ke arah wanita tersebut.


"*Lihat, kenapa?"

__ADS_1


"Dia itu salah satu wanita yang memiliki banyak penggemar di kampus kita. Kabarnya sih sudah banyak yang mencoba mendekati dia tapi tidak ada satu pun yang berhasil meluluhkan hatinya."


"Tunggu, bukannya itu wanita yang tadi yah*." bisiknya Kevin dalam hati sembari mencoba untuk mengingat kejadian tadi.


"Ah iya, dia wanita tadi yang tidak sengaja terkena cipratan air."lanjutnya.


" Terus apa hubungannya dengan kita-kita**?" tanyanya kemudian.


" Bukan kita, tapi lebih tepatnya kamu." balas Faisal.


" Kenapa harus aku*?"


" Ya karena hanya kamu yang jomblo disini. Masa iya cakep-cakep gak punya pacar*. "ledek Faisal dan semua orang akhirnya menertawakannya.


" Hahaha."


"Kalau di lihat-lihat dia memang cantik." batinnya.


"Sudah gak usah banyak mikir, sana samperin aja."ucap salah satu temannya sembari mendorongnya menuju wanita itu.


" Hai. Perkenalkan saya Kevin Admaja."ucapnya dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Hanin Raihana Syahira." balasnya dengan menyambut uluran tangan dari kevin.


" Intan Ayumaulidinawardani."ucapnya yang juga membalas ukuran tangan Kevin.


" Ehh tunggu tunggu, bukannya kamu yang tadi cipratin air ke Hanin yah."ucap intan dengan memicingkan mata menatap curiga pada laki-laki yang ada di depannya.


" Wadduh mati aku kalau sampai dia ngenalin aku."batinnya.


" Oh ya? tapi sepertinya kamu salah orang, karena seingatku kita sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya ."ucapnya dengan setenang mungkin agar mereka bisa percaya.


" Oh iya, mungkin aku memang salah orang kali yah."


" Yah, mungkin saja." ucapnya yang sempat terhenti.


" Hemm.. Hanin bolehkah aku meminta nomor poselmu?" tanyanya yang membuat Hanin memandang sahabatnya seolah meminta persetujuan. Hanin memang selalu mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan Intan termasuk jika ada laki-laki yang mencoba untuk mendekatinya. Jika intan mengatakan tidak, maka dia tidak akan memberi celah bagi laki-laki itu. Namun, jika Intan sudah mengatakan yes, berarti laki-laki itu memiliki kesempatan untuk bisa mendekatinya. Sedekat itulah persahabatan antara keduanya, Intan memang lebih berpengalaman dalam hal mencintai dan di cintai, oleh karenanya dia selalu bersikap posesif terhadap sahabatnya itu. Terlebih jika dia melihat bahwa orang yang mendekati Hanin sangat berpotensi membuat sahabatnya itu sakit hati.

__ADS_1


"Boleh." kemudian menyebutkan dua belas digit nomor ponselnya.


"Terima kasih Hanin, kalau begitu aku permisi dulu."pamitnya yang dibalas anggukan oleh kedua wanita itu.


__ADS_2