Akhir Dari Sebuah Penantian

Akhir Dari Sebuah Penantian
Bertemu Kembali


__ADS_3

Di meja kerjanya tampak seorang gadis sedang berkutat dengan layar komputer yang ada di depannya. Saking fokusnya dia sama sekali tidak menyadari jika ada seseorang yang sejak tadi sedang memperhatikannya.


Tiba-tiba.. Dorrrrrr


"Astagfirullah intan. Kamu apaansih ngagetin aja. Orang lagi sibuk malah di gangguin." ucapnya dengan menatap tajam pada intan. Sementara yang di tatap hanya menampilkan wajah tanpa dosa.


"Heheheh, sorry Han. Kamu sih terlalu fokus, jadi gak sadar kalau aku dari tadi merhatiin kamu." jawab intan.


"Emangnya ada apa?, tumben kamu ke ruangan ku?" tanyanya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan.


"Nih. Ada undangan dari mita. Kamu masih ingat kan?" tanya intan sambil menyodorkan sebuah undangan pernikahan.


"Mita anak kelas sebelah itu kan?" tanyanya balik.


"Yapsss. Ternyata ingatan kamu bagus juga." ucap intan.


"Ya iyalah, aku ingat. Memangnya kamu yang suka lupa." ledeknya pada intan.


"Mana pernah aku lupa sesuatu." ucapnya yang mencoba membela diri.


"Ohya, terus siapa tuh yang kemarin buat aku nunggu berjam-jam di Cafe? Terus katanya dia lupa kalau udah janjian." kata Hanin yang mencoba mengingatkan kejadian kemarin. Yang benar saja Hanin harus menunggu intan kurang lebih satu setengah jam, namun yang di tunggu-tunggu tak kunjung menampilkan batang hidungnya. Malah ketika di hubungi dengan santainya dia mengatakan kalau dirinya telah lupa dengan janjinya.


"Heheheh, sorry deh. Itu karena lagi banyak pikiran makanya aku lupa. Lain kali gak akan ke ulang lagi kok, janji." ucapnya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya sudah, ada lagi yang mau di sampaikan? Kalau gak silahkan keluar dari ruangan saya." ucap Hanin yang sengaja ingin membuat intan kesal.


" Jadi, ceritanya ngusir nih?" tanya intan.


"Mungkin saja kalau anda merasa seperti itu." jawab Hanin sembari menahan tawanya saat melihat intan yang sudah memanyunkan bibirnya.


"Kamu jahat Roma, kau telah menyakiti hatiku." ucapnya mengikuti perkataan ani pada film yang berjudul Sebuah Pengorbanan diperankan oleh roma irama dan yati octavia.


"Lebay deh. Orang kita cuma bercanda kok." ledek Hanin.


"Han." panggil intan


"Hem." jawab Hanin.


"Pulang kantor ke mall Yuk." ajak intan.


"Untuk?"tanya Hanin


" Beli gaun lah buat ke pesta, sekalian juga beli kado untuk mita." kata mita


" Boleh." balas Hanin.


" Kalau begitu, aku balik ke ruangan ku yah. Nanti ketemunya di parkiran saja." kata intan yang di balas acungan jempol oleh Hanin.


Setelah pulang kantor mereka mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di kota itu.


" Kita kemana dulu nih**?" tanya Hanin saat memasuki mall tersebut.


" Makan dulu yuk, cacing-cacing aku udah pada lapar nih." ucap intan sembari mengusap perutnya yang lapar.

__ADS_1


"Hahaha kamu tuh yah, banyak makan tapi tetap saja keliatan kurus." ledek Hanin.


"Biarin aja yang penting aku kenyang." balas intan. Hanin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang satu ini. Hobby makan tapi gak gemuk-gemuk. Lah terus tuh makanan di kemanain yah?🤔🤔 Entahlah, author pun terkadang juga bingung. 🤣🤣


" Yaweslah kita makan di restoran Jepang saja." kata Hanin.


"Adduh Hanin, tau banget sih selera aku. Jadi makin sayang deh." kata intan yang kemudian memeluk Hanin.


"Gimana gak tau?, orang setiap kesini kamu selalu ngajakin ke resto Jepang." kata Hanin


"Heheheh iya yah. Yuk." kata intan.


"Eh Han, dengar-dengar nih yah, di nikahan mita nanti bakalan ada reunian gitu." ucap intan saat mereka sudah berada di dalam resto.


"Masa sih?, dapat info dari mana?" tanya Hanin.


"Grup angkatan. Nih liat, emangnya kamu gak masuk?" tanya intan


"Enggak. Kan kemarin aku ganti nomor jadi gak ada yang tahu nomor aku selain kamu." balas Hanin.


"Ohhh iya yah."balas intan


" Hem, buruan habisin makanannya, entar kita telat ke acaranya, belum lagi nyari gaun sama kado. Apalagi nih nungguin kamu make up sampe berjam-jam." ucap hanin memutar bola mata malasnya. Intan memang seperti itu, kalau mengenai urusan make up memang dia jagonya, tapi kalau mau nungguin dia di jamin bakalan lumutan sampai jamuran saking lamanya.


" Iya iya deh mbak bro."ucap intan.


Mereka pun membeli perlengkapannya masing-masing sebelum akhirnya pulang ke rumah dan bersiap-siap ke acara nikahan.


" Nanti aku jemput habis maghrib yah, awas kalau lama aku tinggalin." ucap Hanin saat mereka sudah berada di parkiran.


Malam harinya, tepatnya setelah shalat maghrib Hanin menuju ke kediaman intan. Dia tampak begitu cantik dengan balutan long dress berwarna peach yang dipadupadankan dengan pasmina warna senada. Begitu pula high heels yang menghiasi kaki jenjangnya.


Ting.. Ting.. Ting.. Hanin membunyikan suara klakson mobilnya tepat di depan rumah intan. Tak lama kemudian intan muncul dari balik pintu dan menghampirinya.


"Wah, kamu cantik banget Han." puji intan kemudian masuk ke dalam mobil.


"Kamu juga gak kalah cantik kok tan." balas Hanin dengan senyumnya yang kemudian melanjutkan mobilnya ke tempat tujuan.


Saat tiba di hotel, kedua wanita itu turun dari mobilnya dan kemudian masuk ke dalam hotel dimana acara resepsi Mita dilangsungkan. Mereka bak model yang sedang berjalan di catwalk fashion show. Membuat semua mata tertuju pada mereka, terlebih pada Hanin wanita berhijab yang terlihat begitu anggun malam ini. Segala pujian terlontar dari masing-masing tamu undangan. Termasuk seorang pria tampan yang baru saja kembali dari toilet.


"Kamu masih saja seperti dulu Han. Selalu tampil cantik dengan kesederhanaanmu."ucapnya dalam hati.


" Dan senyuman itu. Senyuman yang selalu menyejukkan hatiku. Namun, apakah senyum itu akan terus mengembang disaat kamu melihatku lagi?" lanjutnya yang terus saja memperhatikan Hanin.


" Selamat yah mit, semoga langgeng sampai kakek nenek. Bahagia dunia dan akhirat. Satu lagi semoga segera di anugerahi momongan yang shaleh dan shalehah." kata Hanin saat memberi ucapan selamat pada Mita.


" Selamat yah mita, semoga sakinah mawaddah dan warahmah." lanjut intan.


" Makasih, kalian berdua udah datang. Semoga segera nyusul yah." balas mita.


"Aamiin." ucap keduanya. Kemudian berlalu turun dari pelaminan.


"Han liat deh, bukannya itu dia?" tanya intan

__ADS_1


"Dia siapa?, mana sih?" tanya Hanin.


"Itu yang lagi ngomong sama andre yang mantan presiden mahasiswa itu." tunjuk intan yang berhasil membuat Hanin diam terpaku di tempatnya.


"Han, kamu gak apa-apa kan?" tanya intan saat dia menyadari Hanin tidak merespon ucapannya.


"Aku gak apa-apa kok tan. Aku ke toilet bentar yah." pamitnya pada intan.


"Kenapa?, kenapa dia harus muncul lagi di saat aku sudah benar-benar berusaha untuk melupakannya." ucapnya dengan mengusap air matanya saat berada di dalam toilet.


"Aku sudah berusaha untuk menghindar darinya, tapi kenapa kau mempertemukan ku kembali dengannya?" ucapnya lagi dengan tersedu-sedu.


"Bertahun-tahun aku berusaha untuk menghilangkan rasa ini, tapi semuanya sia-sia di saat aku kembali melihatmu."


"Apakah mencintaimu harus sesakit ini?" tanyanya sambil terus memukul dadanya yang sesak.


Kemudian dia merogoh ponselnya yang ada di dalam handbagnya dan mengirim pesan pada intan.


📤 Me..


Tan, aku tunggu di mobil yah.


📥 Intan..


Kamu kenapa Han?


📤 Me..


Sepertinya aku gak enak badan Tan. Kamu buruan yah, aku tunggu.


📥 Intan..


Okey.


"Aku harus buru-buru keluar dari sini, aku gak mau sampai dia menyadari kehadiranku." ucapnya dalam hati dan bergegas keluar dari hotel melalui pintu samping.


Tok.. Tok.. Tok..


"Han, kamu kenapa?" tanya intan dengan nada khawatir yang sama sekali tidak di balas oleh Hanin. Justru dia langsung memeluk intan dan kembali menangis tersedu-sedu.


"Yaudah, kamu pindah di kursi penumpang, biar aku yang bawa mobilnya." ucap intan.


Sepanjang jalan hanya ada keheningan, Hanin sama sekali tidak berbicara sepatah katapun. Dia tetap saja bungkam sambil terus menatap ke arah jalan. Begitupun dengan intan yang tidak lagi bertanya padanya, dia paham betul apa yang di rasakan oleh sahabatnya itu.


"Han, kamu nginap aja di rumah yah." ucapnya pada Hanin saat mereka sudah sampai di depan rumahnya.


"Gak usah Tan, aku langsung pulang, lain kali aja yah" tolaknya dengan halus.


"Memangnya kamu gak apa-apa pulang dalam keadaan seperti ini?, nginap aja yah." bujuk intan.


" Gak apa-apa Tan, aku bisa kok bawa mobil." ucapnya.


" Ya sudah, tapi kamu hati-hati yah, jangan ngebut-ngebut." ucap intan untuk mengingatkan Hanin yang kemudian di balas anggukan olehnya.

__ADS_1


Hanin butuh waktu untuk menenangkan diri. Dia ingin meluapkan semua rasa yang berkecamuk di hatinya dan tidak mungkin dia akan memperlihatkan kepada orang lain betapa rapuhnya dia saat ini, meskipun orang itu adalah sahabatnya sendiri.


*Note: Ketika hatimu terlalu berharap kepada manusia maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain DIA. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya. (Imam Syafi’i) 


__ADS_2