
Keesokan harinya Hanin terbangun lebih awal dari biasanya saat mendengar alarm dari smartphonenya yang dengan sengaja ia setting. Kemudian ia membereskan tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat malam.
Ia lalu memakai mukenahnya dan memulai shalatnya, ia tampak begitu khusyuk memanjatkan doa-doa kepada sang pencipta. Air matanya pun juga ikut meluruh seiring dengan suara sesenggukkan dari bibir mungilnya. Mungkin hanya Tuhan yang tahu keinginan apa yang ia pinta di dalam doanya.
Setelah itu, ia mengambil Al-quran kecil kesayangannya pemberian sang papa saat ia berulang tahun yang ke 18 tahun. Ia mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-quran sembari menunggu waktu shalat subuh.
Selepas melaksanakan kewajibannya, Hanin bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan. Ia memasak cukup banyak untuk dirinya dan Intan karena ia tahu pasti jam segini sahabatnya itu belum bangun.
Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit nasi goreng seafood buatannya telah matang dan siap untuk di sajikan. Ia kemudian menatanya di meja makan dan bergegas ke kamar intan untuk membangunkannya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Assalamualaikum, Intan."ucapnya dan tak lama pintu yang di ketuknya pun terbuka dan menampilkan seseorang dengan penampilan yang acak-acakan, khas orang baru bangun tidur.
" Waalaikumsalam."balasnya dengan mulut yang masih menguap.
" Astagfirullah, nih anak kebiasaan deh bangunnya kesiangan. "gerutu Hanin dan seketika mata Intan membulat sempurna.
" What???, Ya ampun han kok kamu gak bangunin aku sih? "tanyanya pada seseorang yang ada di depannya.
" Nah dari tadi juga aku sudah bangunin kamu, tapi kamunya saja yang kalau tidur kayak kebo. Susah banget di bangunin. "kata Hanin sembari menahan tawanya. Ia sengaja mengatakan seperti itu untuk mengerjai Intan.
" Ye enak saja. Kamu tuh yang banguninnya gak maksimal jadi aku gak dengar."ucapnya sembari mengerucutkan bibirnya.
" Ya sudah sana mandi dulu. Aku tunggu di kamar, nanti kita sarapan bareng soalnya aku sudah masak tadi."kata Hanin yang di balas anggukan oleh Intan.
Hanin pun kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap. Ia tak butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan urusannya kemudian bergegas menuju meja makan sembari menunggu Intan datang.
" Hanin kamu ngerjain aku yah."tiba-tiba suara teriakan yang sangat familiar bagi Hanin. Siapa lagi kalau bukan Intan, dia pasti sudah menyadari kalau ia hanya di kerjai oleh Hanin.
" Hehe, sorry. Kamu sih kalau gak di gituin pasti banyak banget alasannya. Jadi yah terpaksa aku pake cara ampuh untuk membangunkan mu."kata Hanin sembari terus tertawa.
" Tapi gak gitu juga kali han. Gara-gara kamu nih aku jadi buru-buru gini."keluhnya lagi.
" Iya deh, iya. Kita makan yuk. Nanti keburu Kevin datang lagi."kata Hanin.
" Tunggu, Kevin?. Ngapain Kevin mau kesini? "tanyanya sedikit heran pasalnya tidak biasanya Kevin ke kosan mereka pagi-pagi begini.
" Iya, Kevin mau kesini. Katanya biar kita bisa berangkat barengan ke kampus."ucap Hanin sembari mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba mau berangkat bareng?, gak biasanya deh. Apa jangan-jangan ada sesuatu yang aku lewatkan?"tanyanya yang menatap curiga pada Hanin.
" Hem. Baiklah aku cerita sekarang. Sebenarnya Kevin itu."kata Hanin yang dengan sengaja menggantung ucapannya.
" Sebenarnya apa?, jangan bikin penasaran deh han."kata Intan.
" Sebenarnya tadi malam Kevin melamar ku."ucap Hanin.
" Whatt???, Kamu serius Han?."tanyanya sembari menggeprak meja makan yang membuat Hanin terlonjak kaget.
" Astagfirullah, Intan. Kamu mau bikin aku serangan jantung apa."gerutu Hanin.
" Hehehe. Ya maaf, soalnya aku kaget banget pas dengerinnya."kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Memang benar Han?, kamu serius kan?, gak lagi ngelawak kan? "tanyanya dengan sederet pertanyaan yang membuat Hanin kebingungan mau menjawab yang mana dulu.
" Duh kamu kayak wartawan saja ngasih pertanyaannya."
" Kan tinggal di jawab doang Han."
" Ini seriusan atau hanya setingan? "tanyanya lagi.
" Kamu kira aku artis pake setingan-setingan segala. Ya seriuslah Intan. Masa iya aku mau ngaku-ngaku di lamar sama Kevin. Yah gak mungkinlah."balasnya.
" Ya aku nerima dia. Nih dia juga ngasih cincin ke aku."katanya sambil menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya.
" Wawww. Selamat yah Hanin sayang. Akhirnya kamu gak jomblo lagi. Sekarang kamu sudah resmi melepas predikat jomblo sejak lahir mu itu."kemudian memeluk Hanin dengan sayang.
" Lebay banget sih Intan. Pakai predikat-predikat segala."kemudian ikut membalas pelukan sahabatnya.
" Terima kasih sayangkuhh. Ini berkat kamu juga yang selalu nyuruh aku buat buka hati untuk Kevin."lanjutnya.
" Iya sama-sama. By the way apa rencana kalian selanjutnya?"
"Semalam sih Kevin bilang mau ketemu sama mama dan papa untuk melamarku secara resmi."
"Baguslah. Semoga semuanya berjalan sesuai rencana."
"Aamiin. Doain yah."
__ADS_1
"Yah pastilah aku doain kamu." ucap Intan dengan senyum manisnya. Ia pun ikut bahagia mendengar sahabatnya telah di lamar seseorang.
"Oh my god. Aku melupakan sesuatu."ucap Hanin tiba-tiba sembari memukul jidatnya.
" Kamu kenapa Han? "tanya Intan.
" Aku lupa kabarin mama soal lamaran Kevin. Padahal semalam Kevin nyuruh aku buat bilang ke mama dan papa kalau liburan semester ini Kevin dan keluarganya akan datang menemui orang tua ku**."
" Ya sudah, kamu telfon sekarang. Jangan sampai nanti kamu lupa lagi."ucap Intan yang di balas anggukan oleh Hanin. Hanin pun langsung menelfon mamanya.
📞Assalamualaikum sayang. (sapa mama Hanin di ujung sana saat telfonnya sudah tersambung)
📞Waalaikumsalam mah.
📞Kenapa sayang?, kok tumben nelfonnya pagi-pagi?
📞Hem mah. Hanin boleh ngomong sesuatu gak? (ucapnya yang sedikit ragu untuk mengatakannya)
📞Mau ngomong apa sayang? Kayaknya penting sekali.
📞Gini mah, kemarin ada yang melamar Hanin.
📞Alhamdulillah, bagus dong sayang. Terus kamu jawabnya apa? (terdengar suara helaan nafas lega dari mamanya).
📞Aku jawabnya iya mah.
📞Jadi kapan mama bisa bertemu dengan calon mantu mama? (tanya sang mama dengan begitu antusias).
📞Nah itulah mah. Dia nyuruh aku buat nanyain kapan mama dan papa ada waktu soalnya libur semester ini dia dan keluarganya akan datang ke rumah untuk melamar secara resmi mah.
📞Ohhh, yah sudah kamu bilang saja nak. Mereka bisa datang kapan saja dan yang pastinya mama dan papa akan dengan senang hati menyambut kedatangan mereka.
📞Iya mah. Makasih yah mah. Kalau begitu Hanin tutup dulu telfonnya yah, soalnya lagi mau berangkat ke kampus mah.
📞Iya sayang, kamu hati-hati yah. Jangan lupa sarapan sebelum berangkat ya nak.
📞Okeh mah. Assalamualaikum.
📞Waalaikumsalam. (ucap sang mama dan sambungan telfon pun terputus)
__ADS_1
"Gimana Han?" tanya Intan yang sejak tadi berada di dekatnya.
"Kata mama mereka bisa datang kapan saja. Dan dengan senang hati akan di sambut kedatangannya." ucap Hanin yang di balas anggukan kepala oleh Intan. Akhirnya mereka melanjutkan sarapannya dengan tenang tanpa ada yang bersuara lagi setelah tadinya sempat terhenti