Akhir Dari Sebuah Penantian

Akhir Dari Sebuah Penantian
Calon Mantu


__ADS_3

Setelah di rasanya semua bahan yang mereka butuhkan sudah ada. Mereka kemudian menuju ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran atas belanjaannya. Namun sebelum mereka sampai, tiba-tiba suara itu kembali terdengar dan kali ini bukan hanya Hanin yang mendengarnya, melainkan Intan pun juga ikut mendengarnya.


"Hanin."suara itu terdengar begitu jelas dan dekat.


" Tuh kan Intan, beneran ada yang manggil nama ku kan, kamu juga pasti dengar."ucapnya pada Intan.


" Iya yah, kali ini aku dengar kok, suaranya jelas banget."kata Intan yang memang mendengarnya dengan jelas.


Mereka berdua akhirnya menoleh ke mana arah suara itu terdengar, dan benar saja dari jarak yang tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh, seorang pria tampan dengan setelan baju santainya tampak berlari ke arah mereka dengan terus melambai-lambaikan tangannya.


" Siapa dia?" batinnya pun bertanya-tanya sebab ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu karena wajahnya terhalang oleh topi yang di kenakannya.


"Han, itu kan. Dia berjalan ke arah kita."ucap Intan sembari mengarahkan dagunya pada orang tersebut.


" Iya, dia siapa yah?"tanya Hanin. Intan yang juga tidak mengenal siapa orang itu hanya bisa mengangkat bahunya seolah memberi tanda bahwa ia juga tidak tahu.


Di saat orang itu sudah berada tepat di hadapan mereka, membuat keduanya cukup terkejut dan saling pandang satu sama lain.


"Loh kok bisa ada dia di sini?" batin Hanin.


"Kok bisa dia ngenalin Hanin, padahal kan Hanin sudah pakai kacamata hitam."batin Intan.


" Hanin."ucapnya lagi dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


" Kevin. Kok kamu bisa ada disini?"tanyanya saat menyadari orang itu adalah Kevin.


" Aku lagi temanin mama belanja bulanan."jawabnya.


" Aku tadi ngeliat kamu pas di tempat buah, aku manggil kamu berkali-kali tapi kamunya gak menoleh sedikit pun."lanjutnya.


"Oh jadi kamu yang tadi manggil nama aku."


"Iya, aku pikir kamu gak dengar jadi gak ngerespon sedikit pun."


"Sebenarnya tadi aku dengar sih, tapi pas aku bertanya pada Intan, dia sama sekali gak dengar apa-apa. Jadi aku kira cuma salah dengar. Maaf yah." kata Hanin.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa. Ohiya kalian belanja bulanan di sini juga?"


"Iya, kebetulan stok bahan makanan sudah habis. Jadi kami sekalian belanja bahan dan perlengkapan lain yang memang sudah tidak ada."jawab Hanin.


" Ohhhh. Eh tunggu bentar, kamu kok pakai kacamata hitam begitu sih? "tanyanya pada Hanin saat menyadari bahwa wanita itu tengah mengenakan kacamata hitam.


" Oh ini___"belum sempat ia menjawab pertanyaan Kevin, namun tiba-tiba saja Intan memotong pembicaraan mereka.


"Itu loh vin, si Hanin habis nonton drakor sampai nangis-nangis gak jelas gitu. Makanya dia pake kacamata buat nutupin matanya yang sembab dan sedikit memerah. "ucapnya yang langsung menjawab pertanyaan yang Kevin ajukan pada Hanin. Hanin yang berada di sebelahnya hanya bisa menatapnya dengan tatapan tajam seolah ingin menerkamnya saat itu juga, namun bukannya takut ia malah semakin tertawa.


" Lucu gak sih Vin, hahaha."lanjutnya kemudian kembali tertawa. Kevin yang mendengarnya pun ikut tertawa.


" Hahaha."


" Benar begitu Han?"tanyanya kemudian untuk memastikan kebenarannya, Hanin yang sudah tidak bisa mengelak lagi hanya bisa mengangguk pasrah sembari tersenyum kecut kemudian menundukkan wajahnya karena malu.


"Duh Intan, kenapa dia pakai bilang ke Kevin segala lagi, kan jadi malu."batinnya


" Pasti nanti aku di bilang cengeng sama dia."lanjutnya yang masih membatin.


" Mama, udah selesai ma**?"tanya Kevin pada wanita yang di ketahui adalah mamanya, sebab terdengar saat ia memanggilnya dengan sebutan mama.


" Iya, mama dari tadi tuh nyariin kamu. Kamu kemana aja sih."ucap mama Kevin.


" Iya ma, maafin Kevin ya."ucapnya kemudian mengambil alih troli yang tadi di bawah oleh mamanya.


" Loh ini siapa Vin? "tanya mama Kevin saat mengarahkan pandangannya pada kedua wanita cantik itu.


" Ohiya ini Hanin ma, dan yang di sebelahnya Intan sahabatnya Hanin."ucapnya yang memperkenalkan Hanin dan Intan pada mamanya.


" Hanin, Intan ini mama ku."lanjutnya yang juga memperkenalkan mamanya kepada kedua wanita itu.


" Hanin tante."ucapnya dengan sedikit membungkukkan badannya kemudian menyalami mama Kevin.


" Aku Intan tante**." ucap Intan yang juga ikut memperkenalkan diri dan menyalami mama Kevin.

__ADS_1


" Oh mama ingat, ini kan yang sering kamu ceritakan ke mama vin**" ucapnya pada Kevin. Di rumah Kevin memang lebih dekat dengan mamanya daripada papanya. Ia memang selalu menceritakan apapun itu kepada sang mama. Termasuk tentang Hanin, wanita yang dia kagumi.


"Iya ma."ucapnya sembari tersenyum kikuk karena ketahuan telah menceritakan soal Hanin kepada sang mama.


" Hem, ternyata ini calon mantu mama. Cantik."ucap mama Kevin yang memuji kecantikan Hanin.


Hanin yang mendengar perkataan mama Kevin hanya bisa tersenyum tipis untuk menanggapinya. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan mamanya Kevin dalam situasi dan kondisi yang seperti sekarang ini.


" Tapi kok, kamu pakai kacamata hitam nak?" tanyanya pada Hanin yang juga memperhatikan penampilan wanita itu dari atas sampai bawah.


"Oh ini tante, aku aku lagi__" ucapnya yang sedikit gelagapan. Ia sendiri pun tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan yang di lontarkan mamanya Kevin. Ia tidak mungkin menjawab kalau kacamata itu di gunakannya untuk menutupi matanya yang sembab gara-gara nonton drama korea. Bisa-bisa mamanya Kevin menertawakan kelebayannya.


"Adduh aku jawab apa yah."batinnya.


Sementara Kevin yang melihat gelagak Hanin yang sedikit gelapan dan gugup untuk menjawab pertanyaan dari mamanya, langsung berinisiatif untuk membantu Hanin.


"Oh itu ma, katanya tadi pas naik motor matanya kelilipan karena kemasukan debu dan agak memerah sedikit. Makanya untuk mencegah iritasi ia memakai kacamata hitam."ucap Kevin. Mamanya kemudian menatap Hanin seolah mengatakan apakah benar begitu. Hanin yang mengerti akan tatapan itu pun langsung menjawab.


" Hmmm iya tante."ucap Hanin yang mengiyakan jawaban Kevin.


" Oh begitu nak, yah sudah nanti kalau sudah sampai rumah langsung kamu kasi obat tetes mata biar bisa cepat pulih."ucap mama Kevin yang memberi perhatian pada Hanin.


" Iya tante."balas Hanin dengan senyum yang memperlihatkan deretan giginya yang rata.


" Kalau begitu tante duluan yah. Nanti kapan-kapan kamu ke rumah. Biar tante suruh Kevin buat jemput kamu yah nak."ucap mama Kevin sembari menepuk pundak Hanin. Kemudian menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya yang kemudian di ikuti oleh Kevin setelah berpamitan juga pada Hanin.


" Iya tante. In shaa Allah."jawabnya.


" Eheeemmm. Cieee calon mantu ketemu sama calon mertua. Asikkk."ucap Intan yang mencoba untuk menggoda Hanin sembari sedikit menyenggol lengan sahabatnya itu.


" Apa sih Intan."kata Hanin dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus.


" Hahaha. Tapi seneng kan, iya kan."ucap Intan yang kembali menggoda Hanin.


" Udah deh Intan. Buruan kita bayar terus pulang. Katanya tadi lapar. Malah sibuk ngegodain orang."kata Hanin.

__ADS_1


" Iya deh"ucap Intan kemudian mereka menyelesaikan pembayarannya dan bergegas pulang ke kosan.


__ADS_2