Akhir Dari Sebuah Penantian

Akhir Dari Sebuah Penantian
Kesialan atau keberuntungan?


__ADS_3

Setelah melepas rindu dengan sang mama melalui via telfon, Hanin pun bergegas menyelesaikan sarapannya dan kemudian berangkat ke kantor. Karena hari ini ada meeting penting dengan klien, maka dia harus sampai lebih awal. Namun, apa boleh buat sepertinya keadaan dan kondisi tidak berpihak kepadanya. Kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut membuatnya harus terjebak kemacetan panjang.


"Hufff, kok jalanannya macet banget yah, mana udah jam 7 lagi, sementara 30 menit lagi kan meetingnya di mulai." ucapnya sambil melirik jam yang di kenakannya.


Dia pun menurunkan kaca mobilnya untuk mencoba mencari tahu apa penyebab kemacetan itu.


"Permisi pak, mau numpang tanya. Ini ada apa yah di depan pak ? Kok macet banget?" tanyanya pada salah satu pengguna motor.


"Oh itu mbak ada kecelakaan, sebuah truk bermuatan berat sedang terguling di depan." jawab sang pengguna motor.


"Oh gitu yah pak, emangnya belum ada petugas lalu lintas yang menangani?" tanyanya lagi.


"Ada kok mbak, sekarang truknya sedang di evakuasi. Kemungkinan 20 menit lagi selesai atau bisa saja kurang dari itu mbak." Jawab si pengendara motor.


"Ohiya pak, makasih yah." kata Hanin.


"Iya mbak." ucapnya menanggapi Hanin.


"Duh, bisa telat aku nih." ucap Hanin sembari terus mengetuk-ngetuk stir mobilnya. Mau jalan kaki pun rasanya dia tidak akan sanggup, mungkin belum sampai kantor kakinya sudah patah, sebab jarak kantor masih terlalu jauh. Mau naik ojol juga percuma, karena sudah pasti tidak bisa lewat.


Namun, akhirnya truk itu selesai di evakuasi lebih awal dari perkiraan. Hanin pun bergegas menancap gas dan berharap dia tidak terlambat, apalagi ini meeting penting dan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan.


"Bismillah. Semoga saja aku gak telat Ya Allah." ucapnya yang terus saja merapalkan doa.


Tepat pukul 07:20 WIB, Hanin sampai di kantor dan kemudian meminta sekuriti untuk memarkirkan kendaraannya.


"Pagi mbak Hanin."sapa sang sekuriti sambil membungkukkan badan yang di ketahui bernama pak burhan.


" Pagi pak burhan." balas Hanin.


" Pak tolong parkirin mobil saya yah, soalnya saya lagi buru-buru, ada meeting penting." lanjutnya sembari turun dari mobil dan menyodorkan kunci kepada pak burhan.

__ADS_1


"Siap mbak." ucap pak burhan


Dia pun segera berlari masuk ke lift dan memencet tombol angka 30 menuju ruangan dimana meeting tersebut akan berlangsung.


Hanin berusaha untuk menetralkan perasaannya sebelum memasuki ruangan. Berharap semoga meeting hari ini berjalan lancar sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan.


"Permisi, maaf saya terlambat." ucapnya sambil membungkukkan badan. Hanin merasakan ada aura mencekam di dalam sana. Si bos dingin ternyata sudah lebih dulu berada di dalam ruangan dan menatap tajam padanya.


"Jam berapa sekarang?" tanyanya dengan nada dingin di sertai ekspresi wajah yang tak bersahabat.


"Kurang dari 5 menit jam 07:30 pak." ucap Hanin sembari melirik jam tangannya.


"Kenapa telat?, seharusnya kamu datang lebih awal dari saya." ucap si bos masih dengan ekspresi yang sama.


"Maaf pak, tadi saya terhalang oleh kemacetan. Ada sebuah truk yang__." ucap Hanin yang mencoba untuk menjelaskan situasi tadi, namun belum sempat dia menjelaskan semuanya si bos sudah memotong ucapannya.


"Sudah, saya tidak mau tahu apa alasan kamu. Sekarang siapkan semuanya, sebentar lagi klien kita akan datang. Saya harap presentasi kamu tidak mengecewakan. Kamu tahu kan seberapa penting proyek ini bagi perusahaan kita." kata si bos yang memperingati Hanin.


Tak lama kemudian, orang yang di tunggu-tunggu pun datang.


" Selamat siang pak Brahmana Aditya." ucap klien tersebut sembari menjabat tangannya.


"Selamat siang pak Alexander." jawabnya yang membalas uluran tangan dari Alex.


"Maaf sudah membuat anda menunggu lama pak."ucap Alex.


" Oh tidak apa-apa pak." jawabnya.


" Ohiya, siapa wanita yang ada di samping anda? " tanya Alex sambil mengarahkan pandangannya pada Hanin.


" Oh dia Hanin pak yang akan mempresentasikan mengenai proyek kerja sama kita. " jawab Bram

__ADS_1


" Hanin." ucapnya ramah sambil menyodorkan tangannya.


" Alex." jawabnya membalas uluran tangan Hanin.


"Baiklah pak, untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai presentasinya." ucap Bram.


"Silahkan pak." kata Alex


"Bismillah." bisik Hanin dalam hati sebelum memulai presentasinya.


Hanin pun mulai mepresentasikan mengenai proyek tersebut dengan sangat baik. Dia begitu lihai dalam menjelaskan setiap incinya. Dimulai dari sistem perencanaan, modal yang di keluarkan, strategi bahkan keuntungan dan kerugian juga di paparkannya dengan sangat jelas. Hal tersebut membuat Alex begitu tertarik dan bersedia untuk menandatangani kerja sama mereka.


"Sepertinya kalau dilihat dari apa yang di presentasikan oleh saudari Hanin proyek ini cukup menjanjikan,dan saya sangat tertarik untuk menjalin kerja sama ini." ucap Alex.


"Baiklah pak, mengenai kontrak kerja samanya silahkan bapak liat terlebih dahulu." ucap Bram sembari menyodorkan map biru yang berisikan kontrak perjanjian kerja sama mereka.


Kemudian Alex membaca kontrak perjanjian itu dengan begitu seksama sembari mengangguk-anggukkan kepalanya. Mungkin saja isi kontrak tersebut sesuai dengan apa yang diinginkannya.


"Kontraknya langsung saja saya tandatangani, karena semuanya sudah sesuai dengan yang saya inginkan. Kalau untuk kunjungan lokasi, mungkin akan diwakilkan oleh asisten saya." ucap Alex.


"Baik pak. Selamat bekerja sama. Semoga semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana kita. Terima kasih atas kepercayaannya." ucap Bram


"Iya pak Bram, kalau begitu saya pamit undur diri. Sampai ketemu di lain waktu pak."ucap Alex yang kemudian meninggalkan ruangan meeting.


" Selamat untuk kamu Hanin, saya sangat mengapresiasi atas keberhasilanmu meyakinkan pak Alex untuk bekerja sama dengan perusahaan kita." ucap Bram tulus pada Hanin.


" Iya pak. Terima kasih. " balas Hanin.


"Iya, silahkan kembali ke ruanganmu." titah Bram pada Hanin.


Hanin pun keluar dari ruangan meeting dengan senyum yang terus mengembangkan di bibirnya. Sepertinya dia harus mengatakan bahwa hari ini adalah hari keberuntungannya. Berhasil memenangkan hati investor untuk menanamkan modal bukanlah suatu hal yang mudah. Di butuhkan strategi yang baik dan tepat untuk itu. Namun, hari ini dia telah berhasil mendapatkannya.Ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah Swt tak pernah lupa dia ucapkan karena atas kehendak-Nya, segala urusannya telah dimudahkan oleh-Nya.

__ADS_1


*Note : jangan lupa untuk selalu bersyukur atas apa yang kamu peroleh hari ini, sebab setiap yang terjadi padamu semuanya atas kehendak dari Allah Swt.


__ADS_2