
Malam berlalu, pagi ini seperti biasanya aku akan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.
Dengan pakaian yang sudah rapi, aku melangkah menuruni anak tangga menuju ke ruang makan. Kulihat diatas meja makan sama sekali tidak ada sarapan yang tersaji. Aku pun mengerutkan dahi, merasa heran kenapa kali ini Sania tak menyiapkan sarapan untukku?
"Sania......Sania......" Panggilku beberapa kali namun tak ada jawaban. Suasana rumah pagi ini tampak begitu hening dan sepi. Kemana Sania? Aku tak berpikir panjang, karena pikir ku mungkin dia mengantar Lalita ke sekolah lalu pergi ke rumah sakit.
Aku pun langsung bergegas pergi ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu.
Benar saja, kini Sania yang telah mengantar Lalita ke sekolahnya, ia langsung saja pergi ke rumah sakit karena pagi tadi ia ditelepon oleh sang mama untuk memintanya bergantian menjaga papa nya.
Sesampainya Sania di rumah sakit, Mamanya serta Mawar yang ada disitu pun langsung saja pamit pulang ke rumah. Sania pun mengiyakan dan ia juga meminta mamanya untuk istirahat saja dulu dirumah dan biarkan dia saja yang menjaga papanya.
Akhirnya mama dan Mawar pun pulang ke rumah. Baru saja sampai rumah dan beristirahat, tiba-tiba terdengar bunyi bel rumah berulang kali dengan di iringi panggilan.
"Biar Mawar saja yang buka, Ma!" Ucap Mawar bangkit dari duduk dan langsung menuju ke arah pintu utama.
Saat pintu sudah terbuka, Mawar sedikit kaget melihat sosok lelaki didepannya yang tak lain adalah Arif.
"Mas, kamu mau ngapain datang kesini?" Tanya Mawar.
"Mas kesini buat jemput kamu, Mawar. Ayo kita pulang sekarang!" Ajak Arif sambil meraih lengan Mawar.
"Gak....gak mau, aku udah gak mau balik ke rumah itu!" Tolak Mawar melepaskan genggaman tangan Arif dengan kasar.
"Kamu masih istriku, Mawar!"
"Heh mas, udah ku bilang kalau aku ini mau cerai sama kamu. Jadi aku gak mau lagi tinggal sama kamu!" Seru Mawar.
"Gak Mawar, aku gak mau kita cerai!" Tukas Arif.
"Mawar, siapa nak?" Tanya Nuri dari arah belakang.
"Heh, Arif, ternyata kamu!" Nuri sedikit kaget melihat kedatangan menantunya itu.
"Ma ......" Arif langsung saja mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Tumben kamu kesini, ada apa?" Tanya Nuri.
"Arif kesini mau jemput Mawar pulang, Ma!" Ucap Arif.
"Gak, aku gak mau pulang!" Kata Mawar.
Nuri semakin heran,
"Sebenarnya ada masalah apa dengan kalian berdua ini?" Tanya Nuri pada anak dan menantunya.
__ADS_1
Mawar diam tertunduk, sementara Arif langsung saja menjawab dengan tegas.
"Mawar selingkuh ma, tapi malah dia yang marah dan malah meminta cerai." Ucap Arif.
"Hah, apa? Sebaiknya kita obrolkan Maslah ini didalam!" Seru Nuri, Arif pun kemudian masuk.
"Mawar, apakah yang dikatakan Arif itu benar?" Tanya Nuri yang sudah duduk disofa ruang tamu.
Lagi, Mawar hanya diam tertunduk tanpa sepatah katapun.
"Lebih baik kamu jujur, Mawar!" Ucap Arif.
Mawar lalu mengangguk tanda mengiyakan.
Nuri pun langsung menghela nafas panjang, tak menyangka jika anaknya itu akan selingkuh.
"Mawar, kenapa kamu bisa selingkuh nak? Bukankah kamu sangat mencintai Arif?" Tanya Nuri lebih lanjut.
"Mawar udah gak cinta sama Arif, ma. Mawar mau pisah aja!" Kata Mawar.
"Tapi aku gak mau kita pisah, Mawar!" Tolak Arif.
"Mawar, bukankah dulu kamu kegilaan sama Arif? Sampai-sampai kamu rela berhenti kuliah demi bisa menikah dengan Arif?"
Mawar kembali diam, ucapan Mama nya itu memang benar. Dulu Mawar sangat tergila-gila kepada Arif, sehingga dirinya nekad berhenti kuliah untuk menikah dengan Arif.
Sontak Mawar langsung saja seperti orang ketakutan saat mamanya bertanya seperti itu.
"Mawar selingkuh sama mas Dirga, ma!" Ucap Arif.
"Hah, Dirga? Dirga siapa? Maksud kamu Dirga......?"
"Iya ma, Mawar selingkuh sama mas Dirga, suami dari kakaknya sendiri." Jelas Arif.
Nuri begitu kaget saat mendengar penjelasan Arif. "Mawar, serius kamu selingkuh sama suami kakak kamu sendiri?"
Mawar mengangguk karena ia tak dapat lagi mengelak.
"I-iya ma, ta-tapi Mas Dirga lah yang menggoda Mawar lebih dulu." Ucap Mawar.
"Astaga, bagaimana jika Sania tahu?" Nuri menggeleng tak percaya.
"Mbak Sania gak akan tahu ma, soalnya kami main rapi." Dengan entengnya Mawar berbicara seperti itu sehingga membuat Arif kembali emosi.
"Mawar, kamu sama mas Dirga sudah ngapain aja?" Tanya Arif.
__ADS_1
"Kami gak ngapa-ngapain," Jawab Mawar berbohong.
"Sudahlah Mawar, kamu jujur saja!" Sentak Arif.
"Iya aku akan jujur, aku sama Mas Dirga udah pernah melakukan hubungan badan." Ujar Mawar.
Arif mendengus kesal. "Sudah berapa kali, hah?"
"Beberapa kali,"
Arif mengusap kasar wajahnya, darahnya semakin mendidih tak kala mendengar jawaban Mawar yang seperti itu. Rasanya ingin sekali dia menampar wajah Mawar akan tetapi ia tak bisa melakukannya. Sementara Nuri hanya bisa mengelus dadanya.
"Udahlah mas, kan aku udah jujur juga. Jadi sebaiknya kita bercerai saja!" Ucap Mawar memutar bola mata malas.
Arif tak menjawab, dia bingung ingin mengambil keputusan apa. Sedangkan dia saja masih sangat mencintai Mawar.
"Gimana mas, pokonya aku ingin cerai dari kamu! Soalnya kamu tuh udah gak guna dimata aku!" Hina Mawar.
"Baiklah. Jika kamu tetap ingin bercerai dari ku, aku akan menyetujuinya." Ucap Arif kemudian beranjak pergi dengan langkah yang terpincang-pincang.
Baru Lima langkah, Arif menoleh ke arah Mawar sambil berkata.
"Aku menunggu surat cerai darimu, Maw!" Ucap Arif datar kemudian berbalik lagi melanjutkan langkahnya.
Sementara Mawar, wanita ini hanya diam dengan raut wajah datar.
"Mawar, cepat kamu kejar suami mu. Kamu harus minta maaf sama dia, Mawar!" Ucap Nuri.
"Mawar nggak mau. Keputusan untuk bercerai dari mas Arif sudah bulat." Tegas Mawar tanpa berperasaan.
"Mama tanya sekali lagi, apa benar kamu berselingkuh dengan kakak ipar kamu sendiri?" Tanya Nuri memastikan.
"Apa yang dikatakan mas Arif sepertinya sudah jelas."
Mendadak raut wajah Nuri memucat. Sepasang bola matanya pun berembun.
"Mama sangat menyayangkannya, Mawar. Kamu selingkuh, tapi kenapa harus dengan suami kakak mu sendiri, hah?"
"Memangnya mama tahu hati kita akan ke mana jika jatuh cinta?"
"Lagian apa salahnya jika Mawar...!!"
"Itu salah Mawar...!! Dia kakak ipar mu, suami dari kakak mu..!" Potong Nuri dengan air mata yang sudah meleleh di pipi.
"Lalu jika aku salah, jadi perbuatan mama yang selingkuh dengan suami sahabat sendiri hingga merebutnya apakah di sebut benar?" Tanya Mawar sambil tersenyum miring.
__ADS_1
Nuri terkejut mendengar pernyataan anaknya yang seperti itu. Tahu darimana Mawar tentang masalalu dirinya? Yang memang benar jika ia telah selingkuh dan merebut suami sahabatnya sendiri.