Akhir Sebuah Pernikahan

Akhir Sebuah Pernikahan
25. Malu


__ADS_3

Nuri diam dan terlihat ia sedang mengigit bibirnya menandakan dirinya sedang kesal.


Sedangkan Sania terlihat sedang menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


Dia menatap ke arah suaminya lalu beralih menatap ke arah Mawar yang terlihat begitu tenang.


"Aku rasa inilah waktunya untuk aku memberitahu kalian semua," ucap Sania tiba-tiba. Membuat semua orang yang berada disitu keheranan kecuali Widya yang memang sudah tahu apa yang akan dikatakan putrinya.


"Sayang, apa maksudmu itu?" tanya Dirga heran.


Tak menjawab, Sania justru malah menatap Dirga dengan tatapan jijik.


"Suamiku yang kalian kenal sebagai suami penyayang dan setia, nyatanya dia telah berselingkuh dibelakang ku." Ucap Sania.


Semua orang yang mendengar itu pun terkejut, bahkan Mawar dan Nuri serta Dirga pun sampai membelalakkan matanya.


"Sania, apa-apaan kamu, hah? Kenapa bicara seperti itu dan kenapa menuduhku seperti itu?" tanya Dirga mengerutkan dahi.


Sementara Mawar terlihat begitu panik karena dari awal dia sudah menduga jika Sania memang mengetahui hubungan terlarang dia dan suaminya.


"Aku tidak menuduh, kamu memang selingkuh dariku." Kata Sania.


"Aku selingkuh dengan siapa Sania? Bukankah kamu tahu sendiri kalau aku ini sangat mencintai kamu, jadi mana mungkin aku akan melakukan hal gila seperti itu!" tukas Dirga tak terima.


Plaaak...........


Satu tamparan keras mendarat di wajah Dirga.


"Mulutmu kotor, Mas! Masih bisa bilang mencintai aku sedangkan kamu saja berkhianat!" Seru Sania.


"Ma, sebaiknya kita pulang saja!" bisik Mawar yang panik.


"Tapi Mawar, Mama----" belum selesai Nuri berbicara, Sania langsung kembali membuka suara.


"Wanita yang menjadi duri dalam rumah tanggaku tak lain ialah Mawar, adik tiri ku sendiri." Beber Sania sambil melirik tajam ke arah Mawar yang terlihat begitu gelisah.


Semua orang menatap ke arah Mawar dengan tatapan tak percaya bahkan beberapa tamu mengatai Mawar dengan sebutan perempuan murahan.


"Tutup mulut kalian semua..!" Teriak Mawar. "Aku bukan wanita murahan."

__ADS_1


"Terus apa namanya kalau bukan murahan? Bisa-bisanya kamu merebut suami kakakmu sendiri." Ucap salah satu tamu.


"Hai, jaga bicara kalian semua! Ini fitnah, tidak mungkin anakku selingkuh. Hai, Sania kamu jangan sembarangan memfitnah Mawar, memangnya kamu ada bukti, hah!!" Sentak Nuri yang sebenarnya tahu jika anaknya memang selingkuh.


"Mba, kenapa kamu menuduhku, aku sama mas Dirga tidak ada hubungan apa-apa." Sanggah Mawar dengan terbata-bata.


"Iya Sania, kamu jangan menuduh seperti ini. Kasihan Mawar!" Kata Dirga. "Kalau memang iya aku dan Mawar selingkuh, lalu mana buktinya?" tanya Dirga.


"Kamu dan kalian semua yang ada disini pasti tidak percaya, tapi tenang saja, aku punya buktinya. Dan kau Mawar, jangan pergi dan tetap diam di tempat mu..!"


Sania lalu membalikan badannya pergi mengambil sebuah bukti yang memang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari.


Tak lama Sania kembali lagi ke posisi awalnya, dan membuka sebuah map coklat yang berisi beberapa lembar kertas. Sania dengan wajah tegas dan tenang langsung melemparkan beberapa lembar kertas tersebut ke udara.


Para tamu yang penasaran langsung memungut foto-foto tersebut. Tampak jelas ada wajah Dirga yang sedang kenikmatan menunggangi Mawar. Para tamu mulai saling berbisik membicarakan kedua bintang yang tak tahu diri itu.


"Kalian berdua sangat menjijikan. Dirga, apa tidak ada perempuan lain di luar sana hingga adik dari istrimu sendiri kamu embat juga." Ucap salah satu tamu.


Dirga bingung ingin melakukan apa sekarang, apalagi Mawar, wajah wanita ini merasa sangat tebal sekarang.


"Sayang, ma-mas bisa jelasin semuanya...." ucap laki-laki yang bergelar suami itu dengan suara tergagap.


"Dan kamu Mawar, kurang baik apalagi aku, hah! Kamu itu bagaikan gunting dalam lipatan! sudah ditolong malah tidak tahu diri seperti itu!" Maki Sania hingga membuat Mawar menunduk malu.


"Sania, kamu kurang ajar sekali. Bisa-bisanya masalah ini kamu beberkan didepan semua orang. Kamu sengaja ya ingin buat suami dan adikmu sendiri malu, hah?" tanya Nuri seolah membela.


Sania terkekeh kecil.


"Nuri, sebaiknya kamu jangan ikut campur." Celetuk Widya.


"Sania, lebih baik kita selesaikan masalah ini dirumah," Ucap Dirga menarik lengan Sania. Tapi dengan cepat Sania menepisnya.


"Apa? kalian malu? Berbuat Nya saja tidak malu, jadi untuk apa malu? jika urat malu kalian berdua saja sudah putus." Ujar Sania.


"Sania aku mohon. Ini semua salah paham, Mawar lah yang lebih dulu menggodaku." Ucap Dirga.


Mawar langsung mengangkat pandangannya dan menatap tajam ke arah Dirga.


"Bohong! Mba, Mas Dirga lah yang lebih dulu menggodaku dan merayu diriku." Sangkal Mawar.

__ADS_1


"Itu tidak benar, Mawar lah yang lebih dulu menggodaku bahkan dia juga yang memintaku untuk menceraikan kamu lalu menikahi dia, Sania. Kamu harus percaya aku, Suamimu." Kata Dirga.


"Cukup!" bentak Sania. "Aku tidak mau mendengar alasan kalian berdua yang saling menyalahkan satu sama lain." Tutur Sania.


"Kamu benar-benar Keparat, mas!" umpat Mawar yang masih tak terima.


"Sania, kamu harus percaya adikmu, suami kamu lah yang dulu menggoda Mawar hingga Mawar bercerai dari suaminya." Ujar Nuri terus membela.


Sania terdiam lalu berkata,


"Apakah sebelumnya mama tahu jika Mawar dan mas Dirga berselingkuh?" tanya Sania.


Nuri diam sesaat, lalu menundukkan wajahnya seolah mengiyakan pertanyaan Sania.


"Mama diam, berarti benarkan? Mama tahu jika mereka berdua selingkuh!" Seru Sania membuat hatinya sakit kembali.


"Ma, kurang apa aku selama ini? Mama tahu kenapa hanya diam seolah menutupi?" tanya Sania dengan mata berkaca-kaca.


"Keterlaluan kamu, Nuri!" Ucap Widya yang merasa geram.


"Aku tidak menyangka jika mama akan seperti itu padaku," Kata Sania seraya menghapus sudut matanya yang basah.


"Benar-benar ya, buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Dahulu kamulah yang merebut suamiku, lantas sekarang anakmu sendirilah yang merebut suami dari anakku." Jelas Widya seraya menggelengkan kepalanya.


"Tutup mulutmu, Widya! Jangan mengatai anakku seperti itu! Anak ku tidak salah apa-apa." Ucap Nuri.


Widya tertawa renyah saat mendengar ucapan Nuri yang seperti itu.


"Seharusnya kamu malu berbicara seperti itu, Nur! sudah jelas-jelas anakmu berselingkuh dengan suami anakku." Kata Widya.


Wajah Nuri begitu tebal menahan malunya, terlebih saat dia mendengar bisik-bisik para tamu yang membicarakan dia dan anaknya.


Bruk......


Dirga tiba-tiba saja menjatuhkan badannya persisi dihadapan kaki Sania.


"Sa-Sayang maafkan mas, mas khilaf"


"Khilaf katamu, mas? Kamu bilang khilaf setelah apa yang kamu lakukan dengan adik tiriku?" tanya Mawar emosi.

__ADS_1


"Sayang tolong! Maafin mas, mas janji tidak akan mengulanginya lagi!" Ucap Dirga bersimpuh memohon sambil menangis tergugu.


__ADS_2