Akhir Sebuah Pernikahan

Akhir Sebuah Pernikahan
23.Geram


__ADS_3

Mawar pergi ke kamarnya dan mengambil ponsel miliknya kemudian menghubungi Dirga lewat pesan untuk menyuruh menemui dirinya.


Dirga menyetujui dan meminta Mawar untuk menunggu dirinya di taman belakang rumah.


Dirga sejenak memperhatikan istrinya yang ternyata sudah tertidur lelap, pria ini pun lalu turun dari ranjang dengan sangat hati-hati agar Sania tidak terbangun. Dan saat dirinya sudah di taman belakang, dia melihat Mawar sedang duduk dengan wajah yang terlihat gelisah.


"Mawar...!" Dirga menghampiri Mawar lalu duduk disampingnya.


"Mas..!"


"Ada apa? Mas perhatikan kamu tampak gelisah."


"Mas.....aku gelisah karena mba Sania, mas." Ucap Mawar.


"Sania, ada apa dengannya?" Tanya Dirga.


"Sepertinya mba Sania tahu tentang hubungan kita!"


Dirga terdiam sejenak, mencerna apa yang dikatakan oleh Mawar.


"Maksud kamu apa? Tahu dari mana kamu kalau Sania tahu tentang hubungan kita?" tanya Dirga.


Mawar lalu menceritakan tentang pembicaraannya tadi dengan Sania.


Dirga yang mendengar itu pun hatinya juga mulai gelisah. Ia takut jika Sania memang benar mengetahui perselingkuhannya dengan adik ipar.


"Bagaimana ini Mawar? Padahal mas Sudah bilang dari dulu, kalau kita berdua itu harus jaga jarak."


Mawar menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Ya Sudahlah mas, jangan diambil pusing." Kata Mawar dengan santai.


"Maksud kamu apa, Mawar?"

__ADS_1


"Baguslah kalau mba Sania tahu dengan sendirinya, biar kita berdua gak usah repot-repot jelasin nanti." Ujar Mawar tersenyum miring.


"Gila kamu, Mawar! Bisa-bisa aku diceraikan oleh Sania nanti!" Seru Dirga.


"Loh, bukannya janji kamu memang mau bercerai dengan dia?" tanya Mawar.


"Aku belum siap jika harus bercerai dari dia, Mawar. Kami mempunyai seorang anak, bagaimana nanti dengan nasib anak kami?" tanya Dirga mengusap kasar wajahnya.


"Masalah itu gampang, Mas! Kamu tinggal bercerai saja dari mba Sania, lalu aku akan menggantikan posisi mba Sania sebagai seorang mama untuk Lalita." Jelas Mawar tak berperasaan.


"Tapi Maw........." Dirga semakin pusing dibuat Mawar.


"Mau alasan apalagi, hah? Aku sudah cukup sabar selama ini. Kalau kamu gak segera ceraiin mba Sania, maka jangan salahkan aku jika aku membongkar hubungan gelap kita selama ini!" Ucap Mawar kesal dan wanita itu berlalu begitu saja.


"Mawar.....Mawar.....tunggu......" Pinta Dirga namun tak dihiraukan.


Tanpa keduanya sadari, ternyata sejak tadi Widya memperhatikan dan mendengarkan mereka dari kejauhan.


"Bisa-bisanya kalian menyakiti anakku..!" Ucap Widya.


"Lihat saja, aku akan memberitahukan ini semua ke Sania..!" Timpal Widya kemudian ia berlalu pergi dari tempatnya.


*


Keesokan harinya setelah sarapan pagi, Dirga dan Mawar langsung pamit untuk berangkat ke kantor.


Dan kini tinggallah Sania dan Mama nya yang berada dirumah. Sania sedang membersihkan meja makan, lalu datanglah Widya untuk mengajak Sania duduk karena ada hal penting yang ingin ia bicarakan.


"Ada apa ma, mama ingin bicara apa?" tanya Sania.


Widya menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.


"Sania, apakah kamu sama sekali tidak menaruh curiga pada suami dan adik iparmu sendiri?" tanya Widya.

__ADS_1


Sania terdiam bagai patung. Mengapa mama nya menanyakan hal itu tiba-tiba?


"Maksud mama apa? Sania sama sekali tidak----" belum selesai Sania berbicara, Widya langsung memotongnya.


"Hem......mama pikir kamu sudah tahu, ternyata belum." Ucap Widya membuat Sania bingung.


"Ada apa, Ma?"


"Sania, suami kamu itu selingkuh sama Mawar!" ungkap Widya blak-blakan.


Sania hanya tertegun saat mama nya berkata seperti itu.


"Sania, kenapa ekspresi mu biasa saja?" tanya Widya heran.


"Mama tahu darimana?" tanya balik Mawar.


"Mama tahu saat tadi malam, saat mama hendak ke dapur untuk minum. Mama gak sengaja melihat suami kamu sama Mawar sedang berada di taman belakang. Jadi karena mama penasaran, mama langsung saja mengendap-endap untuk mendengar percakapan mereka." Jelas Widya.


"Apa yang mereka bicarakan?"


"Tentang perceraian, Mawar meminta suami kamu untuk segera menceraikan kamu, Sania!" Ucap Widya.


Sania terperangah saat mendengar ucapan mama nya, ia tak menyangka jika Mawar lah yang meminta Dirga untuk segera menceraikan dirinya.


"Mereka berdua itu keterlaluan! Mama sampai gak habis pikir!" geram Widya.


"Sebenarnya Sania sudah tahu, Ma. Kalau mereka berdua itu berselingkuh dibelakang Sania." Ucap Sania dengan wajah datar.


"Hah, apa? Sania, kalau begitu kenapa kamu sampai saat ini hanya diam saja?" tanya Widya.


"Sania, sebelum Dirga yang menceraikan kamu, kamu harus terlebih dahulu menceraikan Dirga." Usul Widya.


"Sania mau ma, tapi bagaimana dengan Lalita? Kasihan Lalita jika kami bercerai. Pasti dia akan sangat sedih." Ucap Sania.

__ADS_1


__ADS_2