
Di hari ke tiga Lea tinggal di mansion zaxira, ternyata Aryan tidak kembali lagi setelah ia pergi saat itu. Lea sungguh merasa lega ketika Aryan benar-benar tidak kembali untuk beberpa hari. Bahkan ia sempat berpikir supaya Aryan tidak kembali sampai masa cuti nya habis.
Tubuh Lea sudah terasa lebih baik dari sebelum nya. Ia berencana akan pergi jalan-jalan bersama Sasa. Namun karna pagi tadi Sasa pergi ke kampus nya jadi mereka membuat janji siang ini untuk makan siang di salah satu resto terkenal yang letak nya tidak jauh dari kantor nya.
Jarak kantor dari mansion membutuh kan waktu 20 menit untuk sampai dan Lea pergi lebih awal dari janji yang di tetapkan.
Sedangkan universitas Sasa 10 menit lebih dekat dari resto jadi ia.
"Nona sebaik nya biar sopir yang mengantar!" Seru paman Han, khawatir. Sebab ia di perintahkan oleh tuan muda nya untuk mengawasi Lea Kemana pun dia pergi.
Namun Lea yang tidak tau kalau sekarang pergerakan nya akan di awasi oleh Aryan langsung menolak saran Paman Han dan membuat nya bingung dengan tugas nya.
"Kake Han, aku pergi dulu. Mungkin aku akan pulang malam bersama Sasa." Ucap Lea. Sambil menghidupkan mobil nya lalu pergi sebelum Paman Han. Bicara untuk melarang nya pergi tanpa sopir.
Paman Han mengeluh bingung sebab Lea sudah pergi sebelum ia menjelaskan kalau Aryan lah yang memerintah nya untuk selalu membawa sopir kemana pun dia pergi.
***
Di perjalanan Lea terus bergumam sendiri. Memikirkan bagai mana ia harus bersikap jika Aryan kembali nanti.
Semoga saja ka Aryan tidak kembali untuk beberapa hari ini. Aku sungguh masih takut untuk bertemu dengan nya.
Hah... Kenapa ka Aryan begitu membenci ku? Bahkan ia sampai tega melakukan itu dengan sangat kasar di pengalaman pertama ku.
Lea meringis ngilu saat membayangkan nyeri hebat di bagian sensitif nya. Pikiran nya terus terbayang-bayang akan kejadian saat itu expresi buas Aryan dan sikap kasar nya saat memaksa nya membuat Lea takut.
BRAK... benturan hebat terdengar sangat kencang, Lea terhempas kaget ketika ia menabrak mobil yang ada di depan nya. Untuk saja ia tidak terbentur karna memakai sabuk pengaman.
Fokus nya saat menyetir terganggu oleh bayang-bayang ketakutan sehingga ia menabrak mobil di dapan nya ketika tidak menyadari kalau sedang lampu merah..
__ADS_1
Bemper mobil yang ia tabrak tidak begitu rusak parah namu ada sedikit penyok di bodi mobil yang ia tabrak.
Lea terpaku syok menatap lurus melihat sudah banyak orang yang berkumpul di depan mobil nya kemacetan lalu lintas akhirnya terjadi. Lea panik juga takut jika orang-orang itu menyerang nya lantaran kesalahan yang tidak ia sengaja lakukan yang menyebab kan kecelakaan .
Lea panik dan khawatir jika orang yang mobil nya ia tabrak mengalami terluka bahan sampai berakibat fatal hingga meninggal.
Pikiran negatif nya membuat ia sangat takut. Namun seketika merasa lebih tenang menghela bernafas lega saat seorang pria muda dengan setelan jas yang seperti nya pemilik mobil itu, keluar dengan kondisi sehat tanpa luka namun Lea tetap tidak tenang sebab belum pasti yang berada di mobil itu hanya satu orang.
pria pemilik mobil itu berjalan mengahmpiri mobil Lea lalu mengetuk kaca mobil kemudi nya beberpa kali untuk meminta nya segera keluar. Lea panik ketakutan namun ia juga tidak mungkin diam saja di dalam mobil tanpa bertanggung jawab.
Dengan keberanian kecil Lea keluar dari mobil nya dengan gugup.
"Ma..maaf tuan, aku sungguh tidak sengaja.. aku akan mengganti kerugian yang aku sebabkan to..tolong jangan pukul aku!" Lea membungkuk berulang kali memohon pada pemilik mobil, dengan sangat takut jika ia akan di pukuli olah orang-orang yang menyaksikan kesalahan nya tadi.
Pria itu menatap aneh pada Lea yang terlalu berlebihan dengan sikap nya.
Lea tertegun bingung dan belum bisa menangkap maksud pria itu.
"Nona! Apa kau dengar yang aku katakan tadi? Berikan kartu nama mu. Aku sedang buru-buru jadi tidak sempat untuk mengurusi maslaah ini sekarang!" Ucap pria itu lagi. Menegaskan Lea yang langsung kelimpungan mencari kartu nama nya di dalam tas.
"i..ini tuan, kau bisa hubungi aku setelah perbaikan mobil anda. Sekali lagi tolong maafkan aku, ta..tapi.. apakah tidak ada korban yang terluka? " Lea kembali membungkuk meminta maaf sambil memastikan apakah ada korban atau tidak.
"Tidak ada, aku membawa mobil ku sendiri." Ucap pria itu datar.
Lea mengehla nafas lega saat mendengar tidak ada nya korban dalam insiden yang ia sebabkan.
"Syukurlah.. terimaksih tuan karna tidak memperbesar Maslah ini, sekali lagi aku meminta maaf atas kelalaian ku. To..tolang tuan memaafkan nya!"
Pria itu tertegun setiap melihat expresi kepanikan yang berlebih pada gadis di hadapan nya itu. pria itu merasa gadis itu sedikit aneh
__ADS_1
"Sudahlah.. aku sudah memaafkan mu nona, kau terlalu berlebihan! Aku akan ambil kartu nama ini.." ucap pria itu, sambil berlalu pergi dengan mobil penyok nya.
Semua orang yang berkumpul pun pergi setelah insiden tabrakan itu terselesaikan dengan baik dan kemacetan yang di buat oleh Lea juga akhirnya Kemabli lancar.
Pria yang belum di ketahui nama nya itu melajukan mobil nya sambil menatap karti nama miliki Lea yang tertera nama dan kantor tempat ia bekerja.
"Lea Lu! Hmm.. gadis yang aneh.." gumam nya tersnyum geli ketika mengingat sikap gadis yang membuat nya aneh.
"GRUP TARA!" gumam nya lagi.sambil tersenyum penuh arti.
Identitas pria yang di tabrak Lea ternyata bukan lah orang biasa. Ia adalah pembisnis hebat dan juga calon investor GRUP TARA. yang akan mengembangkan pembangunan taman bermain di lahan kota. Sebut saja 'Dev Allen' putra tunggal keluarga 'Allen' yang berada di Inggris.
Dev juga adalah seorang pembisnis sukses dan juga pewaris tunggal sama seperti Aryan. Bahkan usia mereka juga terpaut sama-sama akan menginjak usia 26 tahun pada akhir tahun di bulan yang berbeda.
Dev seorang pria yang tegas dan berkepribadian baik juga ramah. Namun kadang kala ia bisa menjadi dingin jika ada yang membuat nya tidak senang.
Pertemuan pertama Dev dengan Lea seperti nya membuat Dev sedikit penasaran dengan kepribadian Lea yang penakut namun ia bisa masuk ke Group TARA. perusahaan yang mengutamakan ketegasan dalam bekerja di perusahaan mereka. Namun ketika melihat sifat Lea yang menurut nya sama sekali tidak masuk dalam daftar untuk bisa bekerja di group TARA, Dev semakin ingin tau apakah kualifikasi group TARA, yang menurun atau mungkin ada orang dalam yang membawa Lea masuk dengan instan?
Dev yang baru tiba dari Inggris satu hari yang lalu membuat nya tidak tau akan gosip pernikahan. Lea dan Aryan. Apa lagi ia paling tidak suka dengan gosip-gosip yang menurut nya tidak berkualitas.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
__ADS_1