AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 11


__ADS_3

Resto Fresh bintang 4.


Lea turun setelah memarkir mobil nya di parkiran luar, Ia tidak Sadar kalau dari baris ke tiga ia menaruh mobil. ada mobil Aryan yang terparkir.


Restoran Fresh adalah resto favorit Lea setiap ia makan siang di waktu jam istirahat kerja.


***


"Selamat datang nona Lea!" Sapa pelayan yang bertugas menyambut para tamu dengan ramah. Pelayan di sana sudah sangat hafal dengan Lea sebab Lea sudah memiliki member VIP di sana.


Lea membalas dengan senyum termanis nya pada pelayan pria yang menyambut nya hingga ia tersipu dengan pesona Lea.


"Silahkan nona kami sudah menyiapkan ruang VIP no dua untuk anda!" Seru salah seorang pelayan lain yang baru datang bertugas untuk mengantar tamu VIP ke ruangan nya.


Pelayan itu membawa Lea ke ruang yang biasa di pesan Lea.


"Silahkan, nona!"


"Terimaksih, oh ya, aku sedang membuat janji dengan teman wanita ku, jika dia sudah datang langsung saja antar dia ke sini." Ucap Lea, seperti biasa bicara di iringi senyum ramah nya yang membuat para pelayan di sana lebih senang melayani lea ketimbang tamu-tamu lain yang terkadang sombong dan angkuh dengan setatus mereka.


Namun tidak dengan Lea. dia selalu ramah dan murah senyum meski terkadang pihak resto pernah melakukan kesalahan Lea tidak pernah mempermasalah kan kelalaian mereka.


"Baik, nona kalau begitu.. seperti biasa jeruk hangat tanpa gula!" Ucap pelayan itu dengan bangga telah mengetahui minuman favorit Lea.


" Ya.. seperti biasa!" Balas Lea sambil berpangku tangan di dagu dengan senyum menggoda.


Pelayan itu tersipu malu lalu bergegas pergi untuk menyiapkan pesanan.


Lea terkekeh kecil melihat kelucuan dari expresi gadis pelayan yang biasa melayani nya itu. "Dia lucu seperti Sasa." Gumam Lea merasa terhibur.


Ting. Sebuah pesan masuk dari nomer baru. Lea mengernyit bingung melihat nomer tak di kenal mengirimi pesan.


Nomer siapa ini?


: 5.700,000 juta.


Bunyi pesan itu. Membingungkan lea.


Ting. Satu pesan masuk lagi


Itu adalah biaya perbaikan bemper mobil yang rusak!


Lea tertegun canggung "Ah.. ternyata pria yang mobil nya tadi aku tabrak. Mahal sekali? " Keluh Lea.


Baik, aku akan mentransfer uang nya.

__ADS_1


Balas Lea.


Tidak perlu, kau bisa menyerahkan nya langsung pada ku.


"??"


Apa kau sedang di restoran Fresh?!


Lea tertegun tak percaya.


Bagaimana tuan tau?


Ting. Pesan balas


Aku melihat mobil mu, aku berada di ruang VIP nomer 1. Kau bisa datang ke sini untuk memberikan biaya perbaikan mobil.


Lea mengehla nafas kasar dan merasa sulit. Sebelum ia membalas pesan pria itu sambil mencari alasan untuk menolak.


Ah.. begitu ya. Tapi tuan aku tidak membawa uang kes sebanyak itu, apa tidak bisa mentransfer nya saja?


Balas Lea.


Ting. Lea tidak menyangka pria itu membalas dengan sangat cepat.


Kau bisa memberikan berapapun yang ada di dompet mu dulu!


Lea menghela nafas panjang sambil mengecek dompet nya yang hanya ada uang 3 juta. Itu pun sisa uang bulanan nya.


"Haiss.. kenapa tuan itu malah lebih memilih setengah uang nya?" Keluh Lea, bingung.


waktu janji nya dengan Sasa masih 10 menit lagi. Itu berarti dia datang terllau cepat. Ia pun memutuskan untuk pergi menemui Dev yang berada di ruang VIP no 1.


Letak ruang VIP no 1. Berada di sebelah ruangan nya, jadi ia tidak perlu jauh-jauh untuk berjalan lagi.


Lea menarik nafas dalam-dalam lalu menghembus nya dengan cepat. Entah mengapa ia ragu untuk menemui Pria bernama Dev itu? karna sudah terlanjur di depan pintu ruangan nya ia tidak mungkin untuk kembali. Lea mengetuk beberpa kali pintu sebelum akhirnya di persilahkan masuk oleh suara dari dalam ruangan yang tidak lain adalah Dev.


Ia melangkah masuk setelah di persilahkan masuk, Lea hanya melihat sosok pria yang mobil nya ia tabrak , sedang duduk dengan kaki berpangku menyambut Lea dengan senyum ramah nya.


"Silahkan,"ucap Dev, mempersilahkan Lea yang nampak canggung.


Karna sudah di persilahkan Lea pun duduk asal di sofa tidak ada siapa pun di sana, lalu ia merogoh tas nya dan mengeluarkan sejumlah uang 3 juta dari tas nya.


"Tuan.."


"Dev Allen! Kau bisa memanggil ku, Dev."

__ADS_1


"Uhk.. tuan Dev, aku hanya punya uang ini di dompet ku!" Ucap Lea, canggung ketika Dev memperkenal diri nya dengan sangat gagah. Ia menyodorkan uang 3 juta kepada Dev.


"Tidak masalah, sisa nya bisa kau bayar di pertemuan ke dua."


"Pertemuan ke dua? Maaf tuan Dev mungkin sebaik nya sisa uang perbaikan mobil mu akan aku bayar melalui teransfer."


"Apa nona Lea, menolak bertemu dengan orang yang sudah kau tabrak."


Lea tertegun panik ketika melihat expresi Dev terlihat mengancam.


"Ti..tidak.. tidak tuan Dev, ba..baiklah Sisa pembayaran nya seperti apa yang tuan Dev katakan. " Ucap lea panik.


Dev menyeringai puas" Baiklah, akan ku kabari di waktu yang tepat."


"Silahkan nona Lea bisa melanjutkan urusan pribadi nona , aku tidak akan ganggu lagi." Lanjut Dev dengan senyum ramah nya. Ia mempersilahkan Lea yang gugup dan tidak berani pergi sebelum di persilahkan oleh nya.


"Terimaksih tuan," balas Lea, beranjak pergi dengan buru-buru dari ruangan itu. Namun ketika ia baru saja akan membuka pintu.


DUK. Kening Lea terbentur daun pintu yang tiba-tiba terdorong dari luar.


Dev yang melihat nya langsung beranjak panik untuk membantu Lea yang meringis kesakitan mengusap kening yang memar lantaran ia menabrak pintu dengan sangat keras.


"Nona Lea, apa kau baik-baik saja?" Seru Dev memutar tubuh Lea menghadap nya lalu memeriksa memar di kening Lea.


"Astaga! Kening mu memar. Apa perlu kita ke rumah sakit." Lanjut nya, khawatir


Lea tersadar dengan perlakuan Dev yang berlebihan pada nya " Ti..tidak perlu tuan Dev, Aku baik-baik saja. Aku akan mengompres nya dengan air hangat nanti.," Tolak Lea, menghindari Dev dengan canggung.


"Ah.. begitu ya, baiklah." Ucap Dev masih khawatir dengan memar di kening Lea. Dev tidak mengerti mengapa ia begitu peduli pada gadis yang baru beberpa jam ia kenal itu.


Di sisi lain di luar pintu. Mereka berdua tidak menyadari bahwa seseorang yang tadi tiba-tiba membuka pintu, adalah Aryan. ia terpaku di ambang pintu dengan raut wajah suram ketika mendengar suara wanita yang tidak asing dari dalam.


Lea tidak menyadari kalau di balik pintu ada sosok suami nya.


Ketika ia menyingkap pintu yang sudah setengah terbuka untuk keluar, tiba-tiba.. Deg! Jantung nya seketika berhenti beberpa detik saat melihat Aryan sudah berdiri di depan nya dengan tatapan menusuk.


Sepontan Lea terhuyung mundur dengan expresi ketakutan.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSMABUNG.


__ADS_2