AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 17


__ADS_3

Tiba hari di mana masa cuti Lea telah habis.


Pagi itu ia bangun lebih awal dan ketika bagun pun ia sudah tidak melihat Aryan. Selama ini Lea slalu mengira Aryan sibuk dengan bisnis nya sendiri yang menurut nya Aryan memiliki perusahaan nya sendiri di sini selain di jepang. Ia tidak berani Banat bertanya pada urusan pribadi Aryan. Namun setelah kejadian malam itu sikap Aryan tidak terlalu kasar lagi dengan nya sebab Lea selalu patuh atas perintah apapun itu yang di berikan oleh Aryan Meksi itu hal yang tidak ia sukai, ia tetap akan melakukan nya agar tidak membuat Aryan marah.


Pakaian kantor dengan blazer biru Dongker berpadu dengan knee Yang terlihat sederhana namun **** untuk ukuran tubuh Lea yang terbilang ideal. Ia sangat elegan saat memakai pakaian kantor.


"Sasa, hari ini kamu dapat kuliah pagi. Kita berangkat bersama universitas nya searah dengan kantor, kan." Seru Lea. seperti biasa dengan nada has nya saat bicara lembut dan ramah. Ia Bersiap berangkat setelah ia selesai sarapan.


Karna Sasa mendapat kuliah pagi mereka pergi bersama hanya saja universitas dan kantor berjarak 500 meter jadi Lea lebih dulu sampai sehingga sang sopir di minta untuk mengantar Sasa ke kampus nya.


Sesampai nya di kantor mereka berpisah di sana.


"Selamat pagi nona Lea!" Sapa sekuriti kantor. Yang di susul dengan staf dan asisten lain nya. Mereka cukup ramah pada Lea lantaran jabatan nya lebih tinggi dari mereka.


" pagi semua!" Balas Lea dengan senyum ramah nya. Ia langsung pergi ke ruangan manajer untuk mengambil tugas yang terhendel oleh orang lain.


Ia mengetuk dua kali ruangan manajer lalu masuk "Selamat pagi manajer silvi!" Sapa nya formal.


"Lea! Silahkan duduk.. ini adalah proposal kontrak group TARA dengan group X." Ucap silvi, menyerahkan lembaran map biru.


Lea menatap bingung dengan tugas yang di berikan atasan nya. Sebab pekerjaan kontrak mengontrak adalah tugas sekertaris CEO.


"Maaf manajer, ini bukan tugas saya. Tapi tugas sekertaris Bian?" Balas Lea, profisional ketika menyebut nama sang paman selaku sekertaris ayah mertua nya.


"Benar, sekerang tugas ini akan menjadi tugas mu!"


"Tugas ku? Kenapa?" Tanya nya bingung.


"Posisi sekertaris CEO akan di gantikan oleh mu."


Lea sedikit kaget mendengar kabar itu namun ia jauh lebih tenang ketika sudah masuk di lingkungan kerja nya saat menghadapi sesuatu Maslah yang selalu saja tiba-tiba mengejutkan.

__ADS_1


"Dan kamu di minta untuk pergi ke ruang CEO kita yang baru.. untuk absen pertama." Jelas Silvi.


"CEO baru?" Silvi mengangguk mengiyakan.


Satu Minggu di beri cuti ternyata ada perubahan pemimpin. Lea tidaK tau akan Pergantian pemimpin group TARA, lantaran ayah mertua nya tidak mengatakan itu dengan nya.


Lalu yang membuat nya bingung sekarang siapa CEO baru itu? Apa mungkin..


"Lea! Silahkan ." Silvi mengacau lamunan Lea dan mempersilahkan nya untuk segera ke ruang CEO.


Lea sangat profesional dalam bekerja di mana pun posisi nya di ganti atau di pindahkan, ia tidak pernah menolak dan mengikuti aturan atasan nya untuk bekerja sebaik mungkin.. ia tidak pernah mencampurkan hubungan pribadi dengan pekerjaan. Ia bersikap profisional saat berhadapan dengan sepupu mau pun Paman nya saat di kantor.


Perbedaan sifat Lea saat di dalam dan luar pekerjaan sangat lah drastis. Ia lebih tegas dan Berani saat di lingkungan kerja. Tidak mudah tertindas atau terintimidasi. Sifat nya cenderung lebih tegas dan Berani.. mungkin karna itu adalah profisionalisme nya dalam urusan bekerja.


Benak nya mengatakan kalau kali ini ia merasa tidak nyaman dengan pergantian CEO. Mungkin karna sudah terbiasa berhadapan dengan Ayah mertua nya dan tiba-tiba di ganti oleh orang lain mungkin itu membuat nya menjadi canggung nanti nya. Apa lagi ia sangat yakin satu-satu nya yang bisa menggantikan posisi CEO hanya lah Aryantara.. ia tak habis pikir akan berhadapan dengan orang yang sangat ia takuti.


***


Ketika sudah di depan ruang CEO ia berpapasan jalan dengan Lusi, asisten dari Aryan.


"Maaf nona tuan sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu!" Sinis nya. Menghalangi.


Lusi bersikap ketus pada Lea, lantaran ia pernah bertemu dengan Lea sekali saat di bandara dan membuat Aryan bertengkar dengan ayah nya hanya karna dia.


Sebab Lusi saat itu pernah melihat betapa pengecut nya Lea yang bersembunyi di belakang tuan besar. Membuat nya bersikap sinis dan kasar pada Lea agar ia takut. Namun hasil yang ia bayangkan tidak sesuai.


Ia kaget lantaran melihat sikap tegas Lea yang melwan saat di sudutkan.


"Maaf nona, sesibuk apa pun direktur dia itu juga urusan kantor.. dan aku sebagai sekertaris nya tau kesibukan nya saat ini."


Lusi mengernyit tidak suka melihat bantahan Lea, dan apa yang di katakan Lea memang benar ia tidak bisa membatah nya lagi.

__ADS_1


"Apa aku bisa masuk sekarang!" Seru Lea, lagi.. dengan senyum tipis.


"Silahkan," balas Lusi, ketus.


Lea masuk dengan sikap nya yang tenang.


Ia benar-benar sudah menebak pengganti CEO adalah suami nya Aryan..itu membuat nya kaget namun ia tidak bola terintimidasi oleh Aryan lantaran Maslah pribadi. Ia mengambil nafas sedalam mungkin lalu menghembus nya perlahan agar tenang dan tidak menggoyah kan sikap profesional nya dalam bekerja.


"Selamat pagi direktur.." seru nya menyapa dengan hormat,


Aryan menatap lurus dengan tatapan Datar pada lea, ia sedikit kagum lantaran Lea terlihat elegan saat memakai pakaian kerja di tambah sikap nya yang tenang sangat jauh berbeda saat dia di rumah .


"Duduk." Balas Aryan datar.


"Terimaksih direktur," Lea duduk setelah di persilahkan " saya di kirim langsung oleh manajer silvi untuk menemui anda Direktur. Dan ini peroposal kontrak yang di berikan manajer." Lanjut nya, menyampaikan tuas nya dengan tenang sambil menunjukan lembaran proposal pada aryan.


Aryan mengendikan sebelah alis nya ketika melihat sikap Lea yang jauh berbeda saat bekerja. ia tidak tertunduk atau gemetar saat berhadapan Dengan nya seperti biasa.


"Hmm.. apa sudah tau apa tugas mu mulai sekarang." Pancing aryan dengan sedikit menegaskan nada bicara nya. Untuk membuat Lea panik atau takut.


"Tau Direktur! Tugas saya sekarang sekertaris anda, mengurus setiap nadi perusahan sebagai perwakilan direktur." Jelas nya dengan tatapan tegas ia bicara dengan pandangan tegap.


Aryan sungguh terkejut dengan pebandiangan sifat Lea. Ia tersnyum puas menerima putusan sang ayah yang memang tidak salah memilih Lea sebagai sekertaris nya. namun ia masih belum puas untuk menguji Lea ia beranjak dari duduk nya mendekati Lea yang masih duduk dengan sikap tenang nya Meksi sebenar nya jantung nya mulai berdegup cepat saat Aryan menghampiri nya.


"Apa tidak tanya mengapa aku di sini!?" Ucap Aryan, sambil menyibak rambut Lea yang tergerai ke depan.


Jantung Lea sakan berdegup lebih cepat saat tangan Aryan mengenai pipi nya. Ia benar-benar di uji dengan ada nya Aryan di kantor.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG..


__ADS_2