
Aryan maju beberpa langkah dengan aura mengintimidasi sehingga membuat Lea ketakutan sampai gemetar.
"Lea Lu!" Gertak Aryan geram.
Kalimat yang keluar dari mulut Aryan seketika membuat Lea tersentak Menundukan kepala, Lantaran tidak berani melihat tatapan tajam di mata aryan.
Ke..kenapa ka Aryan bisa ada di sini?
Ia meremas jari-jari nya sendiri, keringat dingin jatuh di pelipis nya. Lea sangat takut terhadap Aryan. Ia tidak tau apa yang akan di lakukan Aryan. Yang seperti nya sangat marah.
Dev yang masih berada di antara mereka berdua, mengernyit bingung melihat reaksi ketakutan yang berlebih Lea saat bertemu dengan Aryan.
Ada apa dengan gadis ini? Dia seperti sangat takut dengan tuan muda Aryan. Atau jangan-jangan saat di kantor Aryantara ini.. berlaku kejam pada gadis ini?
Dev kembali menatap Lea yang masih terus tertunduk gemetar, ia menegaskan bahwa apa yang ia pikirkan adalah benar!
Ia tidak kaget saat melihat Lea dan Aryan bertemu dan saling mengenal sebab. Di kartu nama milik Lea tertulis bahwa ia bekerja di group TARA.
Dev mengangkat ujung alis nya sambil menatap tidak senang exprsi dingin Aryan terhadap Lea " Tuan muda Aryan, sebagai bos.. kau terlalu galak pada pegawai mu!" Ucap Dev mengomntari sikap Aryan dan Memecah suasana tegang di ruangan itu.
Lea tertegun kaget sampai mendoangak pada Dev. Ia tidak menyala kalau mereka saling mengenal.
Namun ia tidak mengerti Apa yang baru saja di katakan oleh Dev, bos? Dev seperti nya tau akan group TARA. Namun menurut Lea, ia salah mengerti bahwa Aryan adalah bos nya. Sebab bos di group TARA adalah, Paman Dirga nya.
Tapi saat ini, itu bukanlah inti permaslahan yang harus ia hadapi, sebab ia telah membuat Aryan murka karna telah memergoki nya di ruangan tertutup bersama pria asing bahkan pria itu adalah kenalan nya sendiri. Maka Lea akan habis oleh Aryan Karan kesalah pahaman yang terjadi.
Meski Ia tau itu tidak akan membuat Aryan cemburu. Namun.. dengan sikap Aryan yang sangat membenci nya, masalah ini akan di jadikan alasan untuk menyiksa nya nanti dan seperti nya Aryan tidak senang atas komentar Dev barusan.
Aryan menoleh dingin pada Dev " Tuan Dev Allen. Seperti nya ini pertemuan pertama kita! " Balas Aryan sopan namun sinis.
"Situasi seperti nya sedang tidak baik, bagaimana jika kita atur ulang pertemuan di hari yang lebih baik!" Lanjut Aryan, tegas, menghormati rekan bisnis penting di group TARA. mengusir secara halus.
Lea kembali tertunduk takut lantaran di apit dua pria yang sedang perang dingin dengan kalimat halus. Dev lebih memperhatikan Lea ketimbang aryan, ia tau kalau Lea seperti nya sangat ingin pergi dari sana namun ketidak beranian nya membuat ia tetap di sana.
Hah.. sepenakut itu kah gadis ini? Bahkan dia tidak melawan saat di sudutkan oleh orang lain..
__ADS_1
Keluh Dev. Maju untuk membantu Lea agar bisa keluar dari ruangan itu tanpa tekanan dari Aryan. Entah maslaah apa yang di buat gadis itu sehingga Berani menyinggung bos besar di tempat nya bekerja? Itu yang ada di benak Dev saat ini.
Sebenar nya ia tidak ingin ikut campur dengan masalah mereka, Namun Dev tidak tega melihat Lea yang sangat ketakutan dan tersudut. Jika ia meninggalkan nya di sana bersama Aryan, entah apa yang terjadi pada nya?
Ck.. kenapa aku harus peduli, sial..
"Maaf sekali tuan Aryantara, tapi aku tidak bisa membatalkan pertemuan ini, karna aku datang membawa data penting pembangunan!" Tolak Dev, mengambil map coklat yang ia letakan di meja.
Aryan mengernyit tidak suka dengan sikap menentang Dev. "Baiklah, karna sudah begini maka tidak bisa di batalkan." Balas Aryan dingin, tidak bisa menolak lantaran map yang di bawa Dev adalah dokumen penting dua perusahaan.
Aryan menoleh pada Lea yang masih tertunduk tak bergeming " Kau.." belum sempat ia bicara tiba-tiba Dev menyrobot kalimat nya.
"Kau bisa pergi nona Lea, jangan lupa untuk mengompres kening mu!" Ucap Dev. Acuh setelah Bernai menyerbot kalimat aryan.
Aryan merasa jengkel melihat dua orang di hadapan nya dan Dev bahan berni menentang nya dua kali. Jika tidak untuk perusahaan mungkin Aryan tidak akan memberi muka pada Dev. Rasa jengkel nya semakin memuncak ketika melihat Lea yang diam saja saat ada pria lain mendekati atau bicara lembut terhadap nya namun tidak menghindari.
Lea merasa lega saat tau Dev sedang membantu nya untuk menghindari Aryan. Ia diam-diam mengangkat wajah nya untuk mengucap terimaksih pada Dev karna telah membantu nya dalam kesulitan lantaran tidak Berani pergi dari hadapan Aryan.
"Terimaksih.. tu..tuan Dev!" Ucap Lea. Terbata saat merasakan tatapan mematikan dari Aryan. Meski ia tidak melihat langsung namun bisa merasakan nya.
Aryan menatap tajam punggung Lea yang berjalan dengan langkah cepat memasuki ruangan sebelah.
Berani pergi sebelum aku perintahkan! Lihatlah apa yang akan aku lakukan pada mu, Lea Lu!
"Seperti nya aku melupakan sesuatu di mobil, tuan Dev aku akan kembali untuk mengecek!" Seru Aryan, berlalu pergi meninggalkan Dev.
Punggung Lea terasa merinding.. ia masih tidak tenang meski sudah pergi menghindari Aryan kali ini, namun ketika di rumah nanti dia tidak akan bisa menghindari nya bahkan meminta pertolongan pun tidak bisa.
ia Duduk dengan tidak tenang, berkali-kali melihat arloji nya menunggu kedatangan Sasa.
Lea mengambil ponsel nya lalu mengirim pesan pada Sasa untuk membatalkan makan siang mereka.
Sasa yang sedang berada di perjalanan langsung membuka pesan dari Lea. Ia sedikit bingung mengapa Lea membatalkan janji nya? namun itu tidak membuat Sasa curiga, ia pun meminta sopir taxi untuk membawa nya kembali ke kampus.
Setelah mengirim pesan pada Sasa Lea beranjak dari duduk nya untuk meninggalkan tempat itu, namun..
__ADS_1
BRAK.. Lea tersentak kaget saat ia baru saja akan pergi, tiba-tiba Aryan membuka pintu dengan kasar.
Lea melangkah mundur ketakutan "Ka..ka Aryan!"
"Lea Lu, kau ingin mencoreng wajah ku dengan diam-diam berselingkuh di hari ketiga kau menikah!" Pekik Aryan, kesal.
"Ti..tidak, tidak ka Aryan. Kau salah paham.. aku dan tuan Dev.. Ah.."
Aryan menarik Kasar Lea, Hingga membentur tubuh nya lantaran kesal melihat nya yang terus melangkah mundur menghindari nya.
"Apa hukuman saat itu tidak membuat mu mengerti! " Bisik Aryan Sinis sambil menakan Kasar Lea dalam pelukan nya.
Lea menggeleng takut berulang kali "Ti..tidak, ka Aryan.. aku tidak berani.," Isak nya kesulitan bernafas.
Aryan tertegun saat melihat Lea kesulitan bernafas lantaran ia menekan tubuh nya dengan kuat.
"Bersiaplah di rumah untuk melayani ku!" Ketus Aryan, Melepasakan Lalu pergi untuk menghindari perasaan iba terhadap Lea .
Lea tergolek lemas akibat ketakutan yang sangat takut pada Aryan.
Ia meringkuk menangis memanggil nama 'Ibu' berulang kali. ingin rasa nya Lea meminta pertolongan pada bibi lili nya namun ia tidak ingin menjadi beban lagi. Apa lagi yang memulai rencana hidup nya adalah diri nya sendiri. Jika saja saat itu ia tidak mengatakan perasaan nya. Mungkin pernikahan ini tidak akan pernah terjadi.
Semua sudah terjadi ia hanya bisa pasrah menerima nasib yang ia pilih sendiri.
Bayang-bayang kesakitan saat di paksa melayani nafsu buas Aryan. Tiba-tiba berputar di benak nya. Takut dan bingung menjadi satu di diri Lea.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..
__ADS_1