AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 19


__ADS_3

Waktu makan siang Aryan sengaja mengajak Lea untuk makan bersama namun ternyata Lea menolak nya dengan alasan memiliki janji dengan klien lain yang harus di wakili nya.


"Batalkan dan ubah di waktu lain!" Perintah nya datar.


Lea mengurutkan kening dengan tidak senang "Maaf direktur janji tidak bisa di batalkan sebab.."


"Apa kau menentang perintah ku!" Ketus Aryan,


Lea Mengernyit menatap Aryan lalu memalingkan pandangan ketika Rayan tiba-tiba menolah ke arah nya.


"Baik Direktur, saya akan membatalkan janji dengan klien," ucap nya pergi dengan gugup.


"Tunggu aku di lobi setelah kau selesaikan pembatalan dengan klien!" Seru Aryan. Yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Lea Lalu segera pergi.


***


"Direktur!" Sapa Lea saat bos nya datang.


Aryan terus berjalan sambil memberi isyarat anggukan untuk Lea mengikuti diri nya.


Karna malas keluar Aryan membawa Lea makan siang di kantin kantor yang memang ada ruang kusus untuk atasan di sana.


Aryan membuka kan pintu untuk Lea "Silahkan!" Ucap nya tersenyum manis, membuat Lea canggung dengan perlakuan Aryan terhadap nya yang tidak pernah ia dapat saat di rumah.


"Huk.. terimaksih Direktur," balas Lea tersipu sambil ngeloyor masuk.


Ia merasa situasi nya saat ini sangat formal dan canggung.


Setelah makanan yang di pesan datang mereka menyantap hidangan masing-masing dengan tenang.


"Sungguh menakjubkan." Ucap Aryan seketika bicara yang tidak di mengerti Lea dan tetap sibuk dengan makanan nya.

__ADS_1


"Maksud Direktur ?" Tanya Lea menatap bingung.


"Sifat mu.. aku masih tidak percaya jika kau itu adalah wanita pengecut yang aku nikahi itu!" Ucap nya memuji namun juga mengejek.


Lea tertegun mendengar ucapan Aryan dengan tenang ia menghentikan santapan nya yang sudah tidak berselera lagi setelah mendengar kalimat Aryan.


"Direktur terlalu memuji, itu hanya sekedar sikap saja.. dan itu tidak merugikan siapa pun."


Aryan tersenyum miring menatap sikap tenang Lea ketika berhadapan dengan kalimat pedas nya. Ia tidak memiliki perasaan apapun pada Lea terlebih ia membenci nya sejak dulu namun entah mengapa ia merasa lebih tertarik dengan sikap nya yang pengecut karna menurut nya lebih mudah di tindas dan membuat nya senang ketika melihat Lea tertekan oleh nya.


Ia sangat kaget ketika melihat ketenangan dan ketegasan Lea saat di kantor sehingga ia tidak ada kesempatan untuk mempermalukan Lea.


"Waktu istirahat telah habis!" Aryan beranjak dari duduk nya setalah melihat arloji, ia pergi tanpa berkata lagi meninggalkan Lea yang masih duduk di tempat nya.


"Huff.. membuat ku tegang saja." Gumam Lea bersandar menghela nafas kasar setelah melihat Aryan pergi. tidak lama ia juga segera kembali ke kantor nya.


Tiba waktu jam kantor telah usai.. Lea keluar dari kantor bersama manajer Lina.


"Lea kau pulang naik apa?" Tanya Lina saat setalah mereka di parkiran luar.


"Ha.. tidak tidak, ayo naik kemobil ku biar aku antar kau pulang."


"Tidak perlu ka Lina, arah kita berbeda.. lagi pula aku juga ingin mampir dulu ke supermarket, kau duluan saja tidak apa." Tolak Lea.


"Apa kau yakin.."


Lea manggaguk yakin Jadi Lina tidak. Bisa memaksa nya.


"Baiklah, hati-hati di jalan.. aku akan duluan ya, bye.."


"Bye ka Lina!" Balas nya melambai dengan senyum merekah menatap jauh mobil Lina yang sudah keluar dari halaman kantor. Ia menghela nafas kasar sambil berjalan keluar untuk mencegat taksi.

__ADS_1


Namun ketika ia sedang menunggu mobil milik Aryan berhenti di depan nya.


Lea menatap bingung Sampai aryan membuka kaca jendela nya " Naik," ucap Aryan tanpa menoleh.


Lea termangu menatap Aryan dengan tatapan bingung..


"Tck.. apa tidak dengar yang ku katakan, Naik!" Ucap Aryan sedikit meninggi sampai Lea tersentak lalu bergegas masuk mengikuti perintah Aryan..


Jika di lihat dari sikap nya seperti nya sifat pengecut nya telah kembali, Aryan menyeringai jahat ketika melihat sikap Lea yang semula.


Di perjalanan mereka saling membisu dalam renungan masing-masing.


Lea yang terus menatap luar jendela merasa sedikit aneh dengan jalan menuju rumah berbeda. ia menoleh pada Aryan yang fokus "Ka Aryan.. jalan ini bukan jalan menuju mansion zaxira!?" Ucap Lea, sebrani mungkin untuk komentar.


"Memang bukan," balas Aryan acuh.


Lea tertegun lalu tertunduk tak Bernai bertanya meski ia ingin tau mau kemana tujuan mereka.


Tidak lama mobil berhenti di sebuah apartemen mewah. Lea masih kebingungan dengan tujuan Aryan datang ke apartemen. Ia hanya bisa terus mengikuti sang suami tanpa Bernai bertanya Samapi akhirnya mereka berhenti di salah satu kamar V3 di lantai 4.


Lea yang semakin bingung dan penasaran, memberanikan diri untuk bertanya namun belum sempat ia berucap seorang wanita **** dan elegan keluar dengan senyum manja nya ketika melihat Aryan.


"Sayang... Akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggu mu sejak kemarin." Dengan manja wanita itu memeluk Aryan.


Lea terpaku kaget seakan seperti kejatuhan batu satu karung ia tidak menyangka sang suami dengan terbuka berselingkuh di depan mata nya.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSMABUNG ..


__ADS_2