AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 16


__ADS_3

Lea yang sudah kembali ke mansion zaxira setelah membuat keributan di sana akhirnya membuat tenang para pelayan dan juga Sasa termasuk yang terkena imbas kemarahan dari tuan muda nya.


"Kaka akhirnya kau kembali, huhuhu.. kami semua habis di marahi tuan muda!" Rengek Sasa. Yang tiba-tiba langsung memeluk nya saat dia Barung saja masuk.


"Sasa.. maaf aku telah menyusahkan kau dan yang lain."


"Tidak Kaka, kau tidak salah aku tau posisi mu."


"Terimakasih Sasa kau bisa mengerti aku.. aku akan pergi ke kama!" Ucap Lea, tersenyum sendu.


Ia sungguh tidak ingin masuk ke dalam kamar itu namun ia tidak mungkin membuat Maslah lagi..


Lea mengetuk dua kali pintu sebelum masuk, ia tidak melihat Sosok Aryan di dalam dan itu membuat nya lega namun hanya lega beberpa detik suara percikan air dari kamar mandi terdengar dan itu membuat nya menjadi tidak tenang lagi.


Rasa takut mulai menyelimuti nya.. apa mungkin malam ini ia akan mendapat perlakuan kasar lagi dari Aryan, seketika ada sebuah pikiran yang lewat di benak nya..


Lea melangkah cepat pada lemari pakaian nya dan mencari lingerie yang pernah di berikan oleh Aryan. Ia Kaget ketika melihat di dalam lemari nya ada banyak lingerie seksi. Ia tau pasti itu semua yang meletakan nya adalah Aryan .


Karna ada banyak nya lingerie di lemari Lea menari yang tidak terllau mencolok.


Ternyata ia ingin memaki nya dan menjadi patuh hanya demi Aryan tidak melakukan nya dengan kasar.


Lingerie pink sangat pas di tubuh Lea. Meski tidak ia memilih yang paling tidak mencolok tetap saja tubuh nya yang memakai masih terlihat mencolok lantaran ia memilik bagian-bagian yang indah.


Klak. Lea tersentak kaget langsung menutup lemari stelah ia selesai berganti.


Karna sangking kaget nya ia berdiam diri di depan lemari ketika Aryan baru saja keluar dari kamar mandi.


Aryan tertegun menatap pada Lea yang sudah memakai lingerie di tubuh nya, dengan rambut yang terurai, wajah polos nya masih terlihat meski ia memaki lingerie seksi.


Aryan menelan Slavina nya kasar menatap dari ujung kaki ke ujung kepala Lea.


"Apa dia sedang menggoda ku? Heh bagus dia tau harus berbuat apa tanpa perlu di paksa.."


Aryan melangkah mendekati Lea yang tertunduk panik dengan jantung yang berdegup cepat dan semakin cepat ketika langkah Aryan berhenti di depan nya. Ia tidak Bernai menatap dan terus tertunduk menatap kaki.


Aryan Kemabli menekan kasar Slavina nya saat melihat dengan jelas buah yang menonjol jelas di dada Lea.


Ia mengendalikan wajah Lea lalu mencium bibir nya. Lea tidak Bernai membuka mata nya, ia tidak memiliki pengalaman dalam berciuman.

__ADS_1


Karna merasa ciuman Lea sangat kaku Aryan mengambil alih penuh untuk mengajari Lea.


Nafas Lea tersengal ketika Aryan akhirnya melepaskan ciuman nya. Ia kembali tertunduk memikirkan apa yang ia lakukan kali ini memang lah benar lantaran ciuman dari Aryan lebih lembut dari yang sebelum nya.


"Jangan melamun saat sedang bersama ku!" Ucap Aryan, Kembali mencium bibir Lea.. kali ini ciuman nya lebih dalam ia menjatuhkan Lea ke atas ranjang, ia menurunkan lengang lingerie lalu mengecup setiap bagian yang membuat nya tergoda. Expresi lugu Lea ketika merasakan sentuhan membuat Aryan tidak tahan ingin cepat menikmati tubuh gadis itu.


Aryan kembali mencium bibir lea ia menekan dua tangan Lea lalu siap tancap gas.. kali ini ia melakukan nya dengan lebih lembut dari sebelum nya sebab ia merasa bersalah dengan kejadian saat itu.


Malam begitu panjang untuk mereka berdua.. Lea bisa merasakan kenikmatan yang sebelum nya tidak ia dapatkan di pengalaman pertama nya..


.


.


.


Malam panjang telah berlalu.


Lea terbangun ketika mata hari menyorot wajah nya. Ia mengucek mata sambil melihat keluar jendela.


"Uh.. kenapa punggung ku sakit semua?" Keluh Lea beranjak duduk. Ia terkejut saat selimut yang menutupi tubuh nya merosot sehingga tubuh bugil nya terlihat dengan banyak nya bekas kecupan yang di tinggalkan Aryan..


Lea menarik kembali selimut dengan cepat lalu menolah ke tempat tidur Aryan yang sudah kosong. Ia ingat kalau semalam ia dengan Berani merayu Aryan Sampai kahirnya berakhir di ranjang. Ia tersipu malu juga senang ketika mengingat malam itu lantaran Aryan bersikap lembut pada nya.


Setelah selesai mandi Lea segera turun untuk sarapan pagi, Bayang-bayang malam itu terus berputar di benak nya sehingga membuat ia tersenyum-senyum sendiri tanpa sadar kalau ia sedang di perhatikan oleh Aryan yang sedang sarapan.


Karna melamun Lea tidak menyadari Aryan masih berada di mansion. Bahkan ia tidak mendnegar sapaan dari Paman Han, Sasa, dan pelayan lain nya.


Lea berpangku tangan di dagu sambil terus membayangkan malam itu.


"Nona! Nona Lea." Panggil Sasa yang panik ketika melihat tuan muda nya mulai menunjukan expresi dingin menatap wajah bodoh Lea.


"Hey.. Kaka kau ini sedang apa cepat lihat itu.." bisik Sasa menengok tubuh Lea sambil memberi kode mata untuk nya melihat ke kursi utama.


",Kau kenapa Sasa? Apa mata mu kelilipan?" Ucap Lea yang masih tidak menyadari maksud Sasa.


Sasa menepuk kening nya sendiri dengan koneksi Lea yang macet.


"Uhk.. tuan muda, apa anda ingin teh mawar!" Seru Sasa bicara lantang. Lea terbelalak, menoleh cepat ke kursi utama nampak Aryan duduk menatap nya tanpa expresi.

__ADS_1


"Ka..ka Aryan!? Se..selamat pagi.. maaf ka a..aku tidak.."


"Apa kau tidak bisa ucap dengan benar, bicara mu seperti bayi yang baru belajar bicara! Duduk yang benar di tempat mu." Oceh Aryan. Memarahi Lea yang selalu panik ketika melihat nya.


Lea dengan nurut nya langsung duduk tegap Menundukan kepala.


Aryan makin di buat kesal lantaran Lea juga selalu menunduk kepala ketika bicara dengan nya.


"Lea lu, apa segitu tidak ingin nya kau melihat wajah ku? Angkat kepala mu." Tegas nya sampai membuat Lea mengangkat kepala dengan panik.


Aryan mengehla nafas kasar ketika menghadapi Lea yang menurut nya selalu membuat ia kesal dengan sikap nya. namun seketika suasana membuat aryan canggung saat mereka saling menatap apa lagi melihat expresi polos Lea membuat nya ingat kejadian semalam.


"Huk.. dasar bodoh.." gerutu nya memalingkan wajah tersipu.


Ia melanjutkan makan nya untuk mencairkan kecanggungan nya terhadap Lea.


Sedangkan Lea ia masih berdiam diri menatap pada Aryan seperti yang di minta oleh nya. Bahkan ia tidak Berani bergeming sedikit pun dari posisi.


Tatapan nya yang memelas itu malah membuat Aryan merinding ia terus melanjutkan makan nya tanpa perduli namun lama-kelamaan ia kesal lantaran Lea Mariah tak bergeming menatap nya nya.


"Lea lu.. kau.."


"I..iya ka Aryan." Spontan Lea langsung memotong kalimat Aryan lantaran panik.


Aryan memijat kening, cape bicara pada Lea yang benar-benar seperti orang bodoh.. ia bahkan sampai berfikir bagaimana bisa orang seperti Lea bisa bekerja di group TARA bahkan posisi nya selama ini sebagai asisten manajer yang membawa tugas-tugas penting. Ia sungguh tak percaya kalo gadis di hadapan nya ini becus dalam bekerja.


Ia mengambil kesimpulan kalau ayah nya benar-benar bercanda membawa Lea ke group TARA. Dan sekarang malah ingin merubah jabatan nya menjadi asisten CEO yang memiliki posisi paling sulit yang membawa kemajuan group TARA.


Aryan meras sangat sebal mengingat ketika ia berdebat dengan ayah nya demi posisi Lea di group TARA. Bahkan ia melihat sang ayah seperti tidak perduli dengan kemajuan group TARA.


"Aku ingin lihat bagaimana cara dia bekerja selama di group TARA.. aku yakin sepupu baik ku itu yang akan berkorban di setiap kelalaian nya.. cih.." gumam nya.. memaki kesal pada sepupu nya yang menjabat sebagai manajer di perusahaan yang sekarang sudah menjadi milik nya itu.


Sepupu Aryan memang terkenal sangat dekat dan selalu melindungi Lea ketika ia sedang mendapat maslah apapun itu.. bahkan dulu saat kecil yang Bernai mengajak nya bertengkar hanya demi Lea adalah sepupu nya itu.. mungkin hingga sekarang ia masih Bernai menantang nya. Mungkin?.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG...


__ADS_2