
Perpindahan Jabatan membuat Lea merasa tidak terbiasa berada di sisi Aryan dalam lingkungan pekerjaan sebab ia bingung dalam bersikap lantaran setatus nya sebagai pegawai juga istri dari atasan nya sendiri..
Lea gugup tak tak tenang di dalam ruangan nya, ia terus mondar-mandir tak jelas kebingungan saat harus bekerja satu kantor dengan suami nya. Lea merasa dia tidak akan sanggup menahan intimidasi dari Aryan yang memang orang yang ia segani selama ini.
"Aku harus bagaimana sekarang? Ya, aku akan bilang pada Paman Dirga agar tidak memindahkan posisi ku." Gumam nya.
Ia mengambil ponsel nya untuk menghubungi Dirga, namun belum sempat ia menelfon Seseorang mengetuk ruang kerja nya sampai membuat Lea tersentak kaget.. ternyata ia terbawa rasa takut pada Aryan.
Ia menarik nafas untuk memenangkan diri sebelum mengijinkan orang yang mengetuk itu masuk.
"Asist.. uhk, maaf maksud saya.. sekertaris Lea, ini dokumen yang anda minta untuk di revisi." Seru seroang staf wanita. Yang mengurus bagian operasional, ia meletakan beberpa dokumen.
"Terimaksih!" Balas Lea, datar sambil mengecek dokumen yang baru di serahkan " oke, kau bisa kembali bekerja!" Lanjut nya, setelah mengecek semua nya bagus.
Staf itu pergi setelah mengerjakan tugas nya.
Lea bersandar kasar sambil mengehla nafas lelah, ia memijat kening. mulai hari ini pekerjaan nya lebih berat dari sebelum nya Bahkan hari di pindahkan nya yang mendadak ini sudah membuat nya mengambil tugas untuk mewakili janji temu dengan investor penting yang sebelum nya tidak pernah ia lakukan.
Ia beranjak pergi dengan expresi tegang menyiapkan diri karna harus membuat laporan data yang baru saja di revisi pada Aryan.
__ADS_1
"Masuk!" Seru Aryan, sibuk dengan laptop nya.
Lea menatap sesaat lalu masuk dengan langkah dan expresi tegas.
"permisi, direktur!" Sapa Lea.
" Ini adalah salinan kontrak dengan group X saya sudah merevisi ulang semua nya, direktur bisa mengecek nya lagi." Jelas nya Membri laporan dengan efisien.
dalam hitungan detik Aryan melepas pandangan nya pada layar laptop nya saat mendengar suara Lea.
Ia mengambil dokumen itu lalu mengecek nya dengan teliti.
Tatapan Aryan sungguh menggangu Lea sampai membuat nya canggung dan gugup..
"Direktur, jika tidak ada lgi yang lain. Saya akan Kemabli ke ruangan saya!" Ucap Lea, memecah kecanggungan seraya memalingkan wajah.
Aryan beranjak dari duduk nya lalu pergi mengahmpiri Lea yang masih berdiri di tempat nya " Aneh." Ucap nya, membuat Lea bingung dengan maksud ucapan Aryan yang tidak mendasar.
"Apa kau memiliki peribadi ganda?" Lanjut nya, sambil menatap dengan penuh penilaian.
__ADS_1
Lea tertgun dengan kalimat Aryan yang menurut nya terllau ambigu.
"Maaf direktur.. apa maksud ucapan anda?!" Balas Lea, datar namun terlihat di wajah nya ada ketidak kesenangan.
Aryan menyunggingkan senyum nya tanpa bergeming dari mantap Lea "ckck.. benar-benar sifat dan sikap yang bertentangan.. jadi yang mana sifat asli mu!" Ketus Aryan, mulai menilai buruk Lea dengan sifat nya yang berbeda saat di ruang dan di kantor..
Aryan berasumsi bahwa Lea selama ini bersandiwara dengan sifat lemah dan lugu nya. Padahal itu hanya profisionalisme dalam bekerja dan cara Lea mengontrol kepanikan dan ketakutan nya saat dalam situasi yang mengintimidasi sebab kesukaan nya dalam bekerja dengan baik yang menjadi nya bisa mengontrol setiap situasi yang menekan kepanikan, ketakutan, dan kecemasan nya..
Ia tertolong dengan tekad nya yang ingin sukses menjadi pengusaha muda yang memiliki perusahaan di mana-mana karena itu ia Menentang sifat pengecut nya dengan tegas saat berada di lingkungan kerja.. namun ia tidak bisa pungkiri kalau sifat penakut nya itu tidak bisa sembuh meski ia menantang nya dengan keras karna itu saat di luar pekerjaan ia Akan Kembali ke diri nya yang sebenar nya.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
__ADS_1