
Bangunan besar mansion zaxira dengan dekorasi moderen tidak kalah mewah dari mansion di kediaman Dirgantara.
Lea dan Sasa di sambut beberpa pelayan di sana dan ada kepala pelayan Han yang biasa di sapa, Paman Han. beliau sudah sangat sepuh namun tubuh nya masih terlihat gagah dan kuat juga ia belum bersedia untuk pensiun, padahal Dirga dan lili meminta nya untuk beristirahat namun Paman Han menolak dengan alasan ia masih ingin terus mengabdi di keluaraga TARA hingga sisa umur nya habis. Paman Han sudah cukup lama mengikuti keluarga TARA dan menjadi senior tua ke dua yang masih bertahan dari senior lain nya. senior pertama di keluarga Tara hanya tinggal ibu dari dirgantara. Ayah, nenek nya sudah lama berpulang lebih awal bahkan BI Tuti yang juga sudah di anggap keluarga pun sudah pergi meninggalkan keluarga TARA.
***
"Selamat datang nona Lea!" Sambut Paman Han di ikuti oleh pelayan-pelayan lain nya.
"Kake Han, apa kabar!" Sapa Lea membungkuk hormat pada Paman Han yang memang sudah di anggap senior di keluarga TARA.
"Salam kake Han!" Timpal Sasa yang juga memberi salam hormat pada Paman Han.
" kake baik-baik saja.. ayo kalian masuk dan segeralah beristirahat.. Sasa, antar nona Lea ke kamar tuan muda, di lantai atas kamar nomer 2 di sebelah kanan!"
"Baik Kake. silahkan kaka, aku akan antar ke kamar." Ucap Sasa membawa Lea ke kamar pengantin nya l.
"Ka aku tinggal ya, Kaka bisa istirahat dulu nanti saat makan malam aku akan datang!"
Lea hanya membalas dengan anggukan kecil.
"Kalau begitu aku akan pergi untuk meminta tugas ku di rumah ini pada kake Han.," Ucap Sasa lagi. setelah menyusun baju-baju Lea di lemari yang sudah di siapkan.
Lea tetap membalas dengan anggukan lalu menatap pergi Sasa yang sudah menutup pintu.
Hah... Lea menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang. Rasa lelah di tubuh dan batin nya menyerang bersamaan. Bahkan rasa kantuk pun ikut menyerang nya perlahan membuat mata Lea terpejam Hinga pulas.
Belum beberpa menit ia tertidur tiba-tiba
'Klak' Lea terhenyak kaget saat mendengar suara pintu terbuka. Ia langsung bangkit dari baringan nya untuk melihat siapa yang datang.. ah.. ia terkejut ketika melihat sosok Aryan dengan raut wajah dingin nya masuk dengan acuh Bahakan ia terlihat tidak Sudi untuk menoleh pada lea. Aryan melempar sebuah godibeg ke sofa.
Melihat wajah suram Aryan, Lea langsung duduk menepi di ranjang dengan nyali yang menciut tanpa Berani mengeluarkan suara.
Aryan hanya menatap acuh pada lea lalu masuk kedalam kamar mandi..
Lea melirik kecil Aryan yang menutup kasar pintu kamar mandi.
Nafas Lea seakan lega setelah Aryan masuk kedalam kamar mandi.
Lea termenung menatap jari-jari tangan nya yang gemetar dan dingin. Ini hari pernikahan nya itu tanda nya ia akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri. Perasaan gugup terus menyelimuti Lea.
__ADS_1
Tak. Lea tersentak kaget saat pintu kamar mandi kembali terbuka, ia meras kenapa cepat sekali Aryan mandi? Lea tertgun melihat Aryan keluar bertelanjang dada dan hanya memakai handuk di pinggul nya.
Ia tertunduk malu memalingkan wajah. Jantung nya berdegup sangat cepat hingga ia sulit mengontrol nya.
Aryan melirik jengkel dengan expresi malu-malu Lea "Ck.. expresi palsu apa ini?" Cetus Aryan berdiri tepat di hadapan Lea sambil melipat tangan dengan expresi angkuh.
Lea tertegun kaget saat melihat Aryan sudah ada di depan nya. Lebih lagi ia tak mengerti apa maksud dari ucapan Aryan?
"Jangan bersikap polos di depan ku, buka baju mu dan layani aku hingga puas, aku tau kau pasti berpengalaman dalam hal seperti ini kan." Ketus Aryan menghina, sambil menarik sebuah bungkusan yang tadi ia letakan di atas sofa.
Lea terkejut mendengar hinaan yang di lontarkan oleh Aryan " ka Aryan.. aku tidak seperti itu!" Bantah Lea tanpa berani menatap mata Aryan.
"Cih.. kau pikir aku akan percaya, pakai ini dan lakukan tugas mu!" Aryan melempar lingerie seksi ke wajah Lea sampai ia terkejut ketika melihat kain tipis itu jatuh di tangan nya.
Lea menatap lingerie itu dengan aneh "Ka Aryan.. a..apa ini?" Tanya Lea, lugu.
Aryan mengernyit tidak percaya dengan expresi lugu Lea " jangan pura-pura, cepat pakai jangan membuat aku menunggu dengan kesal." Ketus Aryan menghibahkan tubuh nya di sofa sambil terus mantap dingin pada Lea.
"A..aku tidak mau." Tolak Lea dengan berani, baru kali ini ia berani bertatap muka secara langsung dengan Aryan. Lea beranjak dari duduk nya dan melempar lingerie di atas ranjang.
"Jangan membuat ku berbuat kasar, lakukan apa yang ku perintahkan!"
Aryan sangat jengkel ketika perkataan nya di bantah. Ia beranjak dengan kasar menghampiri Lea.
"Katakan sekali lagi."
Lea melangkah mundur ketakutan hingga terpojok ke tembok. "A..aku tidak ma.."
Uhm.. ahh.. sa..sakit ka Aryan, umh..
Aryan mencium dan menekan kedua tengang Lea dengan paksa ia seperti binatang buas yang kelaparan. Aryan merobek paksa baju Lea lalu melempar nya ke ranjang.
"Aku benci dengan wanita yang bersikap sok suci namun nyata nya dia kotor!" ucap Aryan. Menakan kasar tubuh Lea dan melucuti baju nya.
Lea ketakutan hingga histeris namun Aryan tetap memaksa nya tanpa iba bahkan ia melakukan hal pertama Lea dengan kasar.
Bahkan saat Lea memohon dan merintih kesakitan Aryan tidak menggubris nya dan menikmati hasrat nya dengan buas. Aryan mengira Lea hanya bersandiwara.
.
__ADS_1
.
Pengalaman pertama Lea berakhir dengan kesakitan bahkan Aryan melakukan nya berkali-kali tanpa ampun dan tidak melihat darah milik lea yang sudah tercecer di sprei.
Lea mendorong tubuh Aryan ketika ia ingin kembali melakukan nya. Lea menari selimut lalu beranjak dari ranjang menjauhi Aryan namun pangkal paha nya teras nyeri dan gemetar hingga ia terjatuh kelantai.
"Ampun ka Aryan.. tolong jangan itu menyakitkan, hiks.. hiks." Lea memohon dengan iba.
Namun Aryan tidak mau mendengar nya dan menarik Lea untuk kembali ke ranjang.
Akhhh.. Lea merintih kesakitan di bagian sensitif nya yang lecet. Ia tidak berdaya bahkan tidak sanggup melawan dan hanya bisa menangis memohon yang Percumah. Ia tidak menyangka kalau Aryan akan Setega itu menyiksa nya di pengalaman pertama nya.
"ka Aryan.. aku mohon aku tidak kuat lagi.." tubuh Lea tiba-tiba tergolek lemas lantaran ia memang tidak sanggup lagi bahan hanya untuk berdiri.
"Aku akan berhenti setelah aku puas, cepat bangun!" Aryan kembali memaksa Lea bangun, dan ketika ia akan melempar Lea ke ranjang. Aryan tertegun melihat Banyak nya bercak darah di tempat tidur nya.
Aryan menoleh dengan cepat pada Lea yang saat itu masih meringis kesakitan menahan kaki nya yang di paksakan untuk berdiri.
Aryan tidak menyangka dan salah menilai bahwa gadis yang baru saja ia siksa di Atas ranjang itu adalah pengalaman pertama nya dan ia melakukan nya dengan kasar. Aryan mengingat saat-saat ia berlaku kasar dan tidak mendengarkan rintihan terus menerus dari Lea.
Seketika Aryan melepaskan tubuh Lea sehingga ia Kemabli tergolek ke lantai. Aryan menyeka kasar wajah nya, ia merasa diri nya terlalu kejam lantaran ia tidak mengecek bagian milik Lea karna terbawa oleh nafsu dan amarah.
"Berisikan diri mu!" Seru Aryan dingin sambil terduduk kasar ke ranjang. Ia nampak bersalah dengan kejadian hari ini.
Lea menatap bingung dengan expresi sendu dan tidak mengerti maksud Aryan.
"Kenapa masih di sini, apa kau mau aku memaksa mu lagi untuk melayani ku!" Bentak Aryan mengancam dengan jengkel sampai Lea kelimpungan bangkit dan berjalan tertatih ke kamar mandi dengan balutan selimut di tubuh nya.
Aryan beranjak dari ranjang dan menarik kasar seprei lalu melempar nya ke keranjang kotor. Lalu setelah itu ia keluar dengan hanya memakai handuk di pinggul nya pergi ke kamar tamu untuk membersihkan diri.
Rasa bersalah masih menyelimuti Aryan namun ia tetap tidak mau mengakui itu pada Lea dan menepis bahwa ia sedikit pun tidak merasa kasihan pada Lea.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...