AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 24


__ADS_3

Lea mendorong kuat tubuh Aryan sampai ia terhuyung ke belakang.


"Tuan Aryan sikap anda ini sungguh tidak masuk akal!" Pekik nya, marah.


"Tidak masuk akal kau bilang, hm." Aryan menarik kembali Lea dan menekan nya dalam pelukan.


"Tuan tolong jaga sikap anda, kita sendang berada di kantor. Jika ada yang melihat tidak hanya nama baik anda yang rusak tapi aku juga." Berontak Lea berusaha melepaskan diri yang sia-sia.


"Nama baik, kau pikir orang-orang di gedung ini akan peduli dengan sepasang suami istri yang bermesraan." Tekan Aryan.


Lea tertegun diam, ia lupa kalau semua pegawai kantor ikut di undang dalam pesta pernikahan nya dan setatus nya di mata mereka adalah nyonya bos di perusahaan.


"Tetap saja ini tidak benar, kita sedang di kantor dan tidak seharusnya mencampur urusan pribadi ke dalam nya., Tolong anda menyikapi nya dengan bijak Direktur." Ucap Lea tetap tidak bisa menerima sikap Aryan yang sembarangan.


Namun Aryan tidak menggubris ucapan Lea ia tetap menekan bahkan lebih erat ia menekan tubuh Lea dalam pelukan.


Lea mulai di buat panik oleh Aryan. "Tu..tuan Aryan, tolong lepaskan tangan mu." Ucap nya gugup, Tapi Aryan semakin erat menekan nya, lantaran ia tidak suka dengan sikap menentang Lea dan tetap kekeh bicara formal terhadap nya.


Pakaian dan rambut yang acak membuat Lea terlihat berantakan bahkan bra nya sampai terlihat akibat Aryan memaksa membuka baju nya.


Aryan kembali membawa dan mendorong Lea ke atas meja yang berantakan. Niat nya sejak awal memang ingin memakan Lea sebagai pelampiasan rasa kesal nya.


Suara ketukan pintu mengejutkan Lea.


"Ka aryan! Cepat lepaskan aku. Di luar ada Vanesa." Kata Lea panik.


"Direktur Aryan, ada perwakilan dari group Allen yang ingin bertemu dengan anda." Seru Vanesa, yang menunggu di luar bersama seroang pria muda yang ternyata adalah Dev .


Lea kali ini benar-benar panik lantaran Aryan tidak juga melepaskan nya. Sedangkan Vanesa tidak Berani masuk sebelum mendapat jawaban dari sang bos. Ia hanya bisa menunggu di luar bersama Dev yang terlihat tidak senang.


" Tuan Allen, maaf tolong tuan menunggu sedikit karna Direktur mungkin sedang sibuk mengurus beberpa berkas." Ucap Vanesa panik, meminta pengertian dari Dev.


"Hm.. berkas penting apa sampai membuat direktur mu mengunci pintu?!" Balas Dev ketus, meremehkan.


Vanesa gugup kebingungan menghadapi sikap Dev yang dingin. Ia berharap agar Sang bos segara membuka pintu sebelum , ia habis di intimidasi oleh perwakilan group Allen.


Di sisi lain.

__ADS_1


Lea panik dan tidak menyangka kalau Aryan begitu cuek juga tidak perduli pada panggilan Vanesa yang memberi informasi kedatangan orang penting ke kantor nya.


"Ka Aryan, aku mohon lepaskan aku.. di luar ada Vanesa dan perwakilan group Allen, beliau adalah orang penting!" Ucap nya panik.


Aryan tertegun diam saat mendengar Lea memangil nya dengan sebutan 'ka aryan' entah mengapa suasana hati nya seketika menjadi baik hanya karna satu kalimat itu keluar dari mulut Lea.


Namun ia tetap tidak mau melepaskan Lea begitu saja.


"Memohon lah," ucap nya datar.


Lea terdiam sesaat lalu mengikuti apa yang di ucapkan nya " Direktur saya mohon lepaskan saya. " seru nya memohon dengan patuh.


"Aku tidak suka dengan cara memohon mu,." Tolak Aryan dingin.


Lea kebingungan dengan apa yang di inginkan Aryan agar ia mau melepaskan nya? sebab Vanesa dan perwakilan group Allen, sedang berada di luar.


Ia menatap wajah aryan yang datar dan tak bergeming dari posisi menahan nya.


*Aku harus apa agar ka Aryan mau melepaskan ku?* Batin Lea berpikir keras mencari cara.


Aryan bingung dengan ucapan Lea, sebelum tiba-tiba Lea menyerang nya .. Duag. Lea menyiku pusaka Aryan dengan kaki hingga ia terhuyung kesakitan.


melihat ada celah, Lea langsung lari ke kamar mandi dan mengunci diri di dalam sebelum Aryan menahan nya lagi.


Ada nya Vanesa di luar membuat ia tidak Berani jika langsung keluar dari ruangan lantaran ada perwakilan group penting di luar. Jadi untuk mencari aman ia bersembunyi di kamar mandi sambil merapihkan diri yang berantakan.


"Lea lu! Kau .." Aryan menahan nyeri di pusaka nya sampai tertatih, ia tidak bisa mengejar Lea yang sudah mengunci diri di kamar mandi.


Butuh beberpa menit untuk Aryan meredakan rasa sakit di sana sebelum ia membuka pintu ruangan yang ia kunci.


"Direktur," sapa Vanesa gugup, ketika melihat expresi Aryan terlihat suram.


"Silahkan!" Ucap Aryan dingin mempersilahkan mereka.


Dev mengamati setiap sudut ruangan lantaran ia merasa saat di luar mendengar ada suara seorang wanita.


"Silahkan tuan Dev," seru Aryan tidak senang dengan sikap dev yang mengamati ruangan nya.

__ADS_1


"Tuan Dev, seperti nya anda sangat suka dengan ruangan ku!" Sindir Aryan.


Dev mengangkat sebalah alis nya dengan tatapan tidak senang "ya tata letak nya sangat sempurna," balas Dev tersenyum mengejek.


Suana berubah dingin dan menekan, Vanesa yang masih berada di sana merasa sangat tertekan dengan aura mereka berdua. Kali ini Vanesa sangat berharap ada yang memecah suasana mencekam di ruangan itu.


Aaaaa..


Teriakan dari arah kamar mandi seketika mengabulkan doa Vanesa, mereka terkejut saat mendengar ada suara teriakan wanita dari kamar mandi bahkan ada suara shower menyala yang ternyata Lea yang saat itu ingin menggantung blazer nya tiba-tiba ada kecoa yang hingga di tangan nya sehingga ia terkejut ketakutan lalu tidak sengaja menekan shower lalu air menyiram diri nya hingga basah kuyup.


"Direktur di kamar mandi.." belum selesai Vanesa berucap, Lea berlari keluar dari kamar Mandi dengan wajah pucat.


"Tolong.. di kamar mandi ada kecoa, cepat tolong aku, kecoa itu bersembunyi di blazer ku!" Seru Lea tanpa melihat situasi ia keluar dengan pakaian yang masih berantakan dan kemeja yang transparan.


Vanesa dan Dev, seketika terpaku kaget melihat Lea keluar dari kamar mandi dengan tubuh basah kuyup. Aryan menekan kening dengan expresi kesal melihat tampilan Lea yang membuat Dev tak mengedipkan mata nya.


Aryan berjalan mendekati Lea, lalu melepaskan jas nya untuk menutupi tubuh Lea.


"Vanesa tolong bawa tuan Dev, ke ruang rapat!" Ucap Aryan " tuan Dev kita lanjutkan pembicaraan kita di ruang rapat, silahkan!" Lanjut nya lagi menjelaskan dengan hormat.


Dev tidak bergeming dari tempat nya meski Vanesa sudah beberpa kali memanggil untuk mempersilahkan nya pergi, ia tidak lepas dari tatapan nya pada Lea.


Sedangkan Lea ia masih tidak sadar dengan situasi nya dan hanya peduli dengan kecoa yang membuat nya geli.


Ia terus meminta Aryan untuk mengusir kecoa itu dari blazer.


"Tuan Dev Allen, silahkan kita lanjutkan pertemuan kita di ruang rapat !" Tegas Aryan menakan suara nya dengan kesal hingga Dev terhenyak dari pandangan nya lalu pergi dengan enggan mengikuti Vanesa.


.


.


.


.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2