
Setelah mendapat info dari orang suruhan nya tentang lokasi ponsel Lea. Aryan awal nya sedikit bingung sebab lokasi yang di dapat adalah restoran Fresh, tempat siang ini ia bertemu Lea.
Di depan pintu masuk resto. Seorang laki-laki yang usai nya lebih muda setahun dari Aryan. Melambai ke arah nya.
"Bos!" sapa nya dengan senyum sumringah. Cara ia menyapa memang terdengar formal namun sikap nya seakan seperti teman terhadap aryan.
"Di mana dia!?" Balas Aryan dengan wajah datar..
"Anak buah ku sedang menggeledah di dalam." Jawab nya, santai sambil menunjuk ke dalam dengan jempol nya.
Tidak lama beberpa anak buah nya keluar dari setiap ruang VIP. " Bos, kami tidak menemukan nya!" Seru salah satu anak buahnya.
Aryan mengernyit tajam ketika mendengar tidak ada hasil yang memuaskan nya.
" Elves, kau cari di kediaman ayah ku. Jangan membuat mereka curiga akan kedatangan mu untuk mencari wanita itu." Perintah Aryan. pada pria bernama
'Elves Abian' atau biasa dengan sebutan 'Elves' yang ternyata adalah putra sulung Bian yang bekerja sebagai sekertaris juga seorang Hacker di sisi Aryan..
"Bos.. apa kau tidak bisa menyuruh orang lain, sejak pulang dari Jepang aku hanya beberpa kali pulang ke rumah, ayah dan ibu ku pasti akan mengamuk jika aku tidak pulang." Seru Elves mengeluh.
"Aku akan menelpon Paman Bian mengatakan kau tidak akan pulang malam ini karna tugas kantor yang menumpuk," Balas Aryan, memaksa. Ia mengambil ponsel lalu menghubungi Bian di depan membuat alsan untuk Elves.
"Sudah kau bisa pergi sekarang!" Ucap nya lagi memaksa.
"Haisss... Padahal aku ingin pulang.." keluh Elves sambil ngloyor pergi dengan wajah lesu.
Di sisi lain.. rumah keluarga Bian.
"Paman apa tadi yang menelfon, ka El!" Tanya Lea mengglendot pada Bian yang saat itu sedang menonton tv bersama Di ruang tengah.
"Bukan. Aryan yang menelfon!" Balas Bian dengan expresi Engan mengatakan.
__ADS_1
"Ka Aryan!" Seketika exprsi nya pucat ketika mendengar nama Aryan.
A..apa ka Aryan sudah mengetahui kalau aku di sini? Bagaimana ini.. itu tanda nya dia akan datang untuk menjemput ku.
"Jangan khawatir..Aryan tidak menanyakan tentang mu. dia hanya meminta ijin untuk Elves kalau malam ini dia tidak akan pulang." Jelas Bian, memberi gadis malang itu rasa aman.
"A..apa benar begitu Paman!"
Bian tersnyum mengusap lembut kepala Lea, lalu mengangguk pelan dengan melihat rasa lega di wajah Lea.
Ia menatap sedih melihat betapa takut nya Lea pada Aryan. Ia tidak tau apa yang telah Aryan lakukan pada Lea sehingga membuat nya sangat takut, sebab saat Lea datang ia langsung menangis memeluk istri nya tanpa mengatakan apapun alsan nya.. ia hanya mengatakan kalau ia ingin menginap di rumah nya dan tidak ingin Aryan tau juga tidak di ijinkan mengatakan pada Dirga dan lili kalau ia berada di rumah nya..
Sejak dulu Bian sangat tau kalau Aryan begitu memusuhi Lea.. jadi ia sudah bisa menebak kalau terjadi sesuatu pada Lea yang mungkin membuat nya ketakutan atas tindakan Aryan..
"Lea apa tidak ingin cerita pada Paman tentang apa yang terjadi dengan mu!?" Tanya bian tetap tidak bisa diam saja.
Pertanyaan Bian membuat Lea, malu untuk menjawab kalau Maslah yang membuat nya kabur adalah tentang hubungan ranjang nya dengan Aryan.
"Paman sudah mengenal mu sejak kecil Lea, apa kamu pikir Paman tidak tau kalau kau sedang berbohong., Apa Aryan bersikap kasar dengan mu?!"
Lea semakin menundukkan kepala sambil meremas gugup jari-jari nya lantaran Paman Bian nya paling mengerti dia. Tapi meski begitu Paman nya adalah seorang pria dia tidak bisa mengatakan itu secara langsung dengan sang paman.
Di sela percakapan nya Fifie lexia istri dari Bian datang membawa dua gelas minuman hangat yang ia persiapkan untuk mereka berdua.
"Sayang jangan memaksa nya untuk mengatakan apa yang tidak ingin dia katakan!" Seru nya sambil meletakan minuman di meja.
Fifie berdiri menatap Lea yang terlihat ingin bercerita namun ada sesuatu yang membuat nya gugup .
"Lea.. bagaimana kalau kita mengobrol di teras sambil menunggu Elves kembali." Ucap sang bibi dengan senyum lembut nya.
"Sayang.. tadi Aryan menghubungi ku, dia bilang putra kita tidak akan kembali malam ini." Sela Bian.
__ADS_1
"Apa! Hah.. bocah itu akan lupa di mana rumah nya, biarkan saja tidak perlu menyuruh nya pulang!" Omel fifie, bersungut kesal.
"Sayang.."
"Lea.. ayo kita ke kamar mu saja, bibi merasa di buat jengkel dengan putra Paman Bian mu." Oceh nya. Sambil membawa Lea
yang merasa canggung dengan pertengkaran mereka.
Bian hanya bisa menghela pasrah ketika sang istri mulai marah-marah dan menyalahkan nya soal putra sulung mereka yang tidak pernah betah di rumah bahkan hanya menginap satu hari saja bisa membuat nya seperti ikan di darat.
Bian mengerutu kesal pada sang anak
"Elves lagi-lagi kau membuat ayah mu menerima ocehan dari ibu mu, seharus nya ocehan ini kau yang merima nya. Lihat saja jika pulang nanti aku akan mengikat mu di .."
"Jangan memaki putra ku!" Pekik sang istri yang ternyata masih belum masuk kedalam kamar. Bian sampai tersentak kaget mendengar bentakan nya yang keras.. tatapan mematikan masih terasa di punggung nya.
Suara pintu terdengar tertutup, Bian mengehla nafas lega setelah mendapat tekanan mematikan dari sang istri .
Hais .. kenapa aku bisa dapat istri galak seperti dia.. keluh Bian menekan kening.
Bian menikahi gadis yang saat itu pernah ia tolong dan bawa kerumah lantaran mobil nya bertabrakan dengan mobil nya.
Yang sekarang telah menjadi istri nya.
.
.
.
BERSAMBUNG..
__ADS_1