AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 13


__ADS_3

Karna situasi begitu menyudutkan nya. Lea pun dengan Bernai mengambil jalan kabur untuk menghindari Aryan.. tujuan nya bukan Dirga dan Lili sebagai perlindungan tetapi Paman BIAN nya yang berada di kota sebelah.


Tanpa pikir panjang Lea bergegas pergi dari resto untuk kabur ke rumah paman Bian nya. Yang memiliki jarak tempuh 3 jam dari resto.


Namun sebelum pergi Lea mematikan ponsel dan mencabut SIM card, lalu menitipkan nya di kasir. Karna ia tau pasti Aryan akan melacak nya dari ponsel untuk menemukan keberadaan nya.


Akal, Rencana yang sudah ia susun dengan baik itu tetap tidak akan bisa menghindari Aryan untuk selama nya. Meski tau akan setatus nya sebagai istri.


Ia tetap tidak mengurungkan niat nya untuk kabur sebab itu sangat menyakitkan saat di lakukan dengan kasar dan ia tidak mau lagi.


.


.


.


Tiba waktu nya malam..


Aryan kembali setelah lelah seharian bekerja di hari ke 2 nya mengemban sebagai CEO di perusahaan yang sekarang sudah berpindah ke tangan nya.


Seperi biasa para pelayan dan paman Han, sudah menunggu menyambut kedatangan tuan mereka termasuk kecuali Sasa, sebab ia sedang ada pembelajaran malam di kampus nya.


"Panggil wanita itu ke sini." Ketus Aryan, sambil menjatuhkan diri ke sofa duduk dengan wajah lelah.


Paman Han kebingungan dengan perintah Aryan, lantaran Lea sejak tadi belum kembali.


Tidak mendapat jawaban dari perintah yang ia keluarkan, Aryan mengernyit dingin menatap pelayan yang ada di belakang Paman Han. Satu hal yang Aryan tidak Bernai lakukan adalah berkata atau bersikap kasar kepada Paman Han, sebab Paman Han lah yang mengurus nya sejak kecil bersama bi Tuti.


Jadi ketika Paman Han melakukan tugas yang tidak sesuai dengan keinginan nya atau membuat ia tidak senang, maka ia akan melampiaskan kemarahan nya pada pelayan lain.


"Katakan apa alasan kalian diam!" Tegas Aryan. Bicara dengan nada dingin pada pelayan di belakang Paman Han. Namun belum si pelayan bicara Paman Han, lebih dulu menjawab.


"Tuan muda, ini kelalaian saya.. nona Lea tadi pagi pergi tidak dengan sopir untuk mengantar nya. Saya belum sempat melarang, nona Lea sudah pergi lebih cepat." Ucap Paman Han, menjelaskan.


Aryan terdiam sesaat lalu menatap datar Paman Han. "Kake ini sudah malam, bukankah aku sudah katakan untuk tidak menyambut ku ketika sudah waktu nya kau istirahat." Seru Aryan, seketika expresi nya berubah lebih lembut. Mengalihkan perbincangan agar Paman Han. Pergi sebab ia tidak leluasa jika ingin marah di saat ada Paman Han.


"Bantu kake Han, untuk istirahat!" Ucap Aryan dingin, pada salah seorang pelayan nya.


"Tapi tuan muda.."


"Kake Han, ini perintah tuan muda." Bisik, si pelayan panik ketika Aryan menatap nya tajam untuk membawa Paman Han pergi.


Pelayan itu merayu Paman Han sampai akhirnya beliau mau untuk pergi ke kamar nya dan beristirahat.


Si pelayan langsung bergegas Kemabli setelah ia mengantar Paman han.

__ADS_1


"Jelaskan, apa yang terjadi." Tegas Aryan, Kembali merubah expresi dingin nya.


Para pelayan saling mendesak satu sama lain untuk mewakili yang lain menjawab pertanyaan tuan mereka.


Aryan memberi tekanan dingin pada mereka hingga seketika mereka terpaku diam.


"Tu...tuan muda, sebenar nya.." seru pelayan tadi yang mengantar Paman Han. Ia memerankan diri menjadi perwakilan untuk menjalankan.


"Sebenar nya.. siang ini nona Lea pergi dan mengatakan ingin jalan-jalan bersama Sasa!" Lanjut nya. Menjelaskan.


Seketika suasana menjadi hening.. pelayan itu panik sebab Aryan tidak ada jawaban atau sekedar memberi exprsi saja tidak, itu membuat si pelayan kebingungan.


"Jika pergi siang, itu berarti dia sudah kembali, kan. Panggil dia!" Sontak pelayan itu terhenyak kaget.


"I..itu tuan.. "


"Ada apa, aku meminta mu memanggilkan wanita itu. Kenapa masih di sini." Sentak Aryan.


Beberpa pelayan lain nya hany bisa tertunduk mendengar teman merak sedang kesulitan menghadapi tuan muda merek.


"Bantu dia bicara." Bisik pelayan yang ada di belakang si pelayan yang sedang di introgasi.


"Aku tidak berni," balas pelayan lain, takut.


Aryan mengernyit tajam pada pelayan itu " Belum kembali," tekan nya dingin.


"I..iya tuan!" Balas si pelayan tertunduk takut.


"Bagus! benar - benar wanita yang Berani.. hubungi dia!" Ketus Aryan, bersungut kesal.


Pelayan itu langsung meminta salah seorang teman nya untuk menghubungi Lea melalui telfon rumah, namun mereka tidak mendapat jawaban sebab ponsel Lea dalam kondisi mati.


Pelayan itu lalu berbisik pada teman nya yang mewakili mereka untuk di introgasi.


"Tuan.. ponsel nona Lea tidak bisa di hubungi."


Aryan menjadi semakin jengkal dengan pekerjaan para pelayan nya yang lembek.


"Jika tidak bisa, bukankah ada Sasa! Jangan membuat ku menunggu.," Gertak Aryan. Beranjak kesal.


Gadis itu... Sungguh menguji kesabaran ku, setelah melakukan kesalahan tidak menuangkan diri malah membuat maslah baru.


"Tuan.. Sasa sudah bisa di hubungi, dia bilang sedang dalam perjalanan pulang 5 menit lagi sampai." Seru si pelayan bernafas lega saat mendapat jawaban kalau Sasa sedang dalam perjalanan pulang.


Salah si pelayan yang bertanya tanpa memberi tahu keberdaan Lea, pelayan itu hanya berkata ' kapan kau akan kembali' hanya itu yang di ucapkan si pelayan tanpa tau bahwa Lea tidak sedang bersama Sasa.

__ADS_1


Aryan menunggu dengan tidak sabar di ruang tamu.


Klak.. suara pintu tiba-tiba terbuka, Aryan mendengar nya namun ia tidak bergeming dari posisi nya yang membelakangi pintu menunggu Lea memohon pengampunan nya.


Sasa yang baru masuk kebingungan melihat teman-teman pelayan nya terllihat tidak tenang. Saat melangkah masuk juga Sasa bisa merasakan ada aura yang menyesakan, perasaan nya tidak enak Sasa melangkah pelan mendekati teman nya yang berdiri tidak jauh dari nya.


"Apa ada sesuatu?!" Tanya Sasa berbisik.


"Kamu ini kemana saja, habislah kau, di mana nona Lea?" Bisik si pelayan, menyadari kalau ia tidak melihat sosok Lea bersama Sasa.


"Ka Lea? Aku tidak bersama dengan nya?"


"Mampus lah kita.. Bukankah tadi kau ada janji dengan nona Lea siang ini?"


"Ya.. tapi ka Lea membatalkan nya,"


Si pelayan semakin kelimpungan bagaimana mengahadapi tuan nya.


"Cepat kau jelas kan langsung pada tuan Uda!"


"Asuh.. kenapa kau mendorong ku?" Sasa terhuyung ke hadapan Aryan " uhk.. tuan muda!" Sapa nya panik, saat tuan muda nya menatap tajam ke arah nya.


"Di mana dia!" Tanya Aryan dingin..


"I..itu.. aku tidak bersama ka.. huk.. nona Lae seharian ini.." jawab Sasa gugup.


Aryan tertegun menajamkan mata pada Sasa " tidak bersama dengan nya.." Aryan menoleh tajam pada pelayan yang memberi nya infor masi bahwa Lea bersama Sasa hari ini.


"Tu..tuan muda.. saya tidak berbohong, nona Lea sendiri yang mengatakan pada kake Han, kalau ia akan pergi jalan-jalan bersama Sasa. Benarkan Sasa!" Pelayan itu panik memelototi Sasa agar ia menjelaskan pada tuan muda mereka.


Sasa tersentak, panik ketika Aryan Kembali menatap nya dengan tajam.


"Be..benar tuan muda, siang ini memang ka .. huk.. nona lea mengajak ku makan siang di restoran Fresh, tapi tiba-tiba nona Lea membatalkan nya.. aku pikir.."


"Cih...apa dia ingin kabur," aryan mengambil ponsel nya membuat panggilan " Lacak IP xxx yang ada di ponsel Lea lu! Langsung hubungi aku jika sudah mendapat lokasi nya." Aryan mengakhiri panggilan setalah memberi perintah pada seseorang di sebarang panggilan.


.


.


.


.


BERSMABUNG ..

__ADS_1


__ADS_2