
Sampai nya di mansion Lea kembali murung teringat penghianatan Aryan.
Ia berjalan lesu ke kamar. saat Sasa menyapa pun ia seakan tak dengar dan terus berjalan murung.
*Kenapa dengan ka Lea? Apa dia mendapat masalah?* Batin Sasa bingung.
Sasa pergi menghampiri untuk mencari tau lantaran ia selalu peduli
" ka Lea!" Panggil nya.
Dengan wajah sendu lea menatap Sasa.
"Apa Kaka baik-baik saja?" Tanya Sasa khawatir.
"Hmm.." balas Lea hanya dengan guamman.
Sasa semakin yakin kalau Lea tidak sedang baik-baik saja "ka.."
"Sasa aku ingin istirahat."
"Tapi.. apa Kaka sungguh baik-baik saja?"
"Ya, aku baik. Aku sudah makan malam jadi tidak perlu memanggil ku nanti." Ucap Lea sambil berlalu pergi ke kamar meninggalkan Sasa yang terdiam khawatir.
HAH... Sasa mengehla nafas panjang lalu pergi.
__ADS_1
Di sisi lain. Aryan bermesraan dengan Cindy tanpa memikirkan setatus nya sebagai pria yang sudah menikah. Dengan tak tau diri nya ia berselingkuh.
Di tempat tidur yang sama Mereka tidur bersama Cindy, sengaja memakai lingerie hitam untuk menggoda Aryan sebab ia tau kesukaan Aryan saat di atas ranjang adalah wanita yang memakai lingerie seksi.
Cindy bersandar manja di dada Aryan menempelkan bagian dada nya ke tubuh Aryan agar ia tergoda "Sayang.. apa kau tidak merindukan ku? Semenjak kau menikah tidak pernah lagi menyentuh ku." Cindy memainkan ibu jari nya di ****** Aryan dengan sengaja.
Aryan sebagai seorang laki-laki tidak mungkin jika tidak tergoda dengan sentuhan dan tubuh **** Cindy,
"Cindy sayang.. bagaimana mungkin aku tidak merindukan mu," goda Aryan mengendikan dagu Cindy dengan senyum genit hingga membuat cindy malu tapi mau, ia melingkari tangan nya ke leher Aryan dan ingin mencium tapi tiba-tiba saat mereka akan berciuman bayang-bayang Lea muncul di benak Aryan. Ia langsung mengelak ketika Cindy hampir mencium nya.
"Sayang.. kamu kenapa? " dengan raut wajah kesal Cindy beranjak duduk lantaran baru saja ciuman nya di tolak oleh Aryan.
"Maaf Cindy.. aku baru ingat kalau malam ini aku ada janji temu dengan klien," balas Aryan beranjak bangun menghindari Cindy yang terus menggelayut pada nya.
"Tidak boleh!" Sentak Cindy menahan Aryan dengan pelukan.
"Cindy.. kita bisa bertemu kapan pun, aku berjanji akan menginap di sini saat ada waktu, sekarang klien ini sangat penting." Jelas Aryan, membujuk dengan lembut.
"Apa aku tidak penting untuk mu!" Ucap Cindy ngambek.
"Hey.. mana mungkin, kau yang terpenting di hidup ku," Rayu Aryan agar Cindy tidak terus kesal lantaran ia tidak jadi menginap di apartemen nya.
"Kalau begitu aku pergi dulu, kau juga istirahat lah.. emuach.. " kecup nya lalu pergi meninggalkan Cindy yang masih tetap kesal melihat kepergian Aryan.
Cindy mulai merasa sikap Aryan terhadap nya sedikit berada dari biasa nya. Sebab semenjak ia menikah, tidak hanya jarang menemui nya bahkan ia tidak lagi mau jika di ajak berhubungan intim.
__ADS_1
* Ini pasti karna istri nya yang membuat Aryan merubah sikap nya terhadap ku, heh.. lihat saja akan ku beri pelajaran pada perusak hubungan orang itu.* Batin Cindy penuh rasa benci.
Aryan sendiri tidak kembali ke mansion melainkan pergi memesan hotel yang dekat nya tidak jauh dari kantor untuk menambahkan diri yang terasa gundah.
Ia tidak mengerti perasaan nya saat ini terhadap Lea, sebab lambat laun hidup bersama Lea membuat tujuan utama nya setuju menikah dengan nya agar Lea hidup sengsara dan menderita seperti ibu nya dulu membuat keluarga nya menderita.
* Arghhh... Sial, * pekik Aryan, membasuh kasar wajah nya lalu menjatuhkan diri di ranjang Lantaran stres memikirkan sikap nya sendiri.
Malam itu ketiga nya larut dalam emosi nya masing-masing. Lea bersikap tak peduli namun ia terus melihat jam menunggu Aryan yang tak kunjung kembali sehingga benak nya memikirkan hal yang negatif kalau Aryan berada di apartemen wanita itu dan mereka sedang bersama.
Tidak sanggup membayangkan pikiran nya sendiri Lea meringkuk di balik selimut dengan tangis yang tak tertahan.
Ia tidak menyangka akan mendapat serangan batin yang kejam dari Aryan, meski sejak awal mereka menikah sudah tau apa tujuan Aryan setuju dengan rencana sang ayah karna memang ingin membuat nya menderita, dan mungkin ini awal dari rencana Aryan untuk nya.
Lea meremas kuat dada yang terasa sakit.
*Aku ini memang bodoh, cinta ku hanya sepihak dan aku tau kalau ini akan terjadi.. lalu apa yang aku harapkan? Aku harus kuat aku yakin ka aryan pasti akan jatuh cinta pada ku.*
Batin Lea bertekad kuat kalau ia akan membuat Aryan merubah sikap nya terhadap nya.. meski ia harus menerima sakit hati paling dalam pun ia akan bertahan.
.
.
.
__ADS_1
BERSMABUNG..