
Esok pagi nya. Lea melihat kalau Aryan benar-benar tidak pulang semalam untuk memsatikan ia bertanya pada Sasa.
"Sasa, apa ka Aryan pulang semalam?!" Tanya nya sambil menarik duduk di meja makan.
"Tuan muda tidak pulang, apa ka Lea tidak tau itu?" Tanya nya balik.
Lea tertegun, ia tidak ingin membuat Sasa khawatir atau berpikir kalau dia sedang ada Maslah dengan Aryan.
"Aku hanya memsatikan saja, aku tau dia tidak pulang karna sebelum nya sduh bilang pada ku.. ayo cepat di makan nanti kita telat," ucap Lea mengalihkan percakapan.
"Oke ka, " mereka langsung menyantap sarapan masing-masing.
Setelah selesai sarapan, seperti biasa mereka di antar sopir untuk ke tujuan mereka masing-masing.
Sampai nya di kantor Lea turun lebih dulu.
"Semangat ka Lea!" Seru Sasa memberi semangat dengan senyum sumringah dan di balas senyum lebih lebar oleh Lea hingga membuat nya serentak tertawa.
"Sudah sana, hati-hati di jalan..oh ya nanti tidak usah menjemput ku lagi, hari ini aku akan pergi ke kediaman dirgantara."
"Oke siap Bu bos," goda Sasa.
"Hmm Sasa.." Lea menyipitkan mata pada Sasa ingin menyentil kening nya
"Hehee oke, oke aku pergi dulu ya ka, dahh.." Sasa kabur sebelum sentilan maut mendarat di kening nya.
Lea menggeleng dengan tawa lepas nya melihat tingkah Sasa yang lucu, ia merasa terhibur dengan ada nya Sasa, sehingga membuat ia melupakan sakit hati nya.
Dari kejauhan Aryan yang juga baru tiba di kantor nya tidak sengaja melihat Lea dan Sasa bercanda riang sehingga itu membuat Aryan tidak senang lantaran melihat sikap Lea yang tidak terlihat sedih atau pun murung setelah melihat diri nya bersama dengan wanita lain.
Aryan masuk ke gedung kantor dengan wajah suram sampai para pegawai nya menyapa dengan hati-hati yang hanya di jawab dengan kode tangan.
"Sttt.. ada apa ya dengan Direktur, hari ini dia kelihatan mengerikan sekali?" Bisik staf wanita pada rekan laki-laki nya yang kebetulan sedang mengcopy dokumen.
"Mampus lah.. mana aku harus menyerahkan dokumen ini langsung lagi pada Direktur, bagaimana ini?" ucap si staf laki-laki, panik kebingungan Karan harus mengahadapi sang bos yang sedang dalam suasana hati buruk.
"Eh.. lihat itu," tunjuk staf wanita pada Lea yang juga baru masuk.
Lampu ide di Kepala teman nya langsung menyala, ia bergegas pergi untuk menghadang Lea.
"Selamat pagi, Sekertaris Lea!" Sapa staf itu dengan senyum ramah.
"Selamat pagi." Balas Lea tak kalah ramah.
"Sekertaris Lea, apa aku bisa meminta bantuan?!"
"Bantuan, bantuan apa?" Tanya Lea bingung dengan sikap staf yang terlihat panik.
__ADS_1
"Ini.. bisakah anda memberikan dokumen ini pada Direktur," sambil mengulurkan dokumen di staf dengan wajah memohon.
Lea semakin bingung kenapa stef itu terlihat panik hanya untuk menyerah kan dokumen pada Aryan.
"Emm.. kenapa tidak kau serah kan saja langsung pada direktur! Soal nya aku.."
"Aku mohon sekertaris Lea, tolong bantu aku. Nanti siang aku akan teraktir makan sebagai balasan." Staf itu memohon dengan memelas pada Lea, hingga Ia tidak bisa menolak nya.
Lea mengehla nafas sambil mengambil dokumen itu " Baiklah, aku akan berikan ini pada Direktur." Ucap Lea,
"Terimaksih sekertaris Lea!"
"Oke. Kalau begitu aku akan langsung ke ruangan Direktur."
Staf itu bernafas lega setelah tugas penyerahan dokumen di ambil alih oleh Lea..
Di ruang Direktur terdengar keributan yang ternyata ada pegawai wanita yang sedang di marahi oleh Aryan lantaran pekerjaan nya tidak benar.
Lea yang berada di depan pintu ruangan hanya bisa menggerakkan rekan kerja nya itu di marahi habis-habisan.
*Ada apa ini? Apa suasana hati nya sedang buruk? Bukankah seharus nya dia senang.*
Batin nya. Sedikit menempelkan telinga ke pintu untuk mendengar lebih jelas Tapi tiba-tiba pintu terbuka membuat nya kaget menarik diri dengan canggung.
Huk.. dengan cepat Lea Kemabli bersikap tenang dan elgant.
"Hm.. selamat pagi Vanesa!" Sapa Lea tenang, ternyata yang di marahi Aryan adalah asisten baru manajer Lina.
"Se..selamat pagi juga, sekertaris Lea! Itu.. apa anda mau masuk kedalam, Direktur hari ini sedang.."
BRAK.
Vanesa dan Lea serentak tersentak kaget saat mendengar suara keras dari ruangan. Vanesa yang takut langsung bergegas pergi lantaran takut terkena imbas lagi.
"Eh, asisten vane..sa.. ko dia malah kabur sih?"
Lea kembali fokus ke Aryan yang gaduh di dalam " ck.. ada apa sih sebenar nya dengan dia bukan kah setelah berselingkuh akan merasakan bahagia," Gumam nya menyindir kesal.
Lea menarik nafas dalam-dalam lalu menghembus kan nya perlahan ia ulangi itu beberpa kali untuk bersiap menghadapi tempramer Aryan yang sulit.
Ia mengetuk pintu dua kali sebelum masuk, ada aura dingin yang mencekam saat dia masuk ke dalam ruangan itu sampai bulu kuduk nya merinding.
Aryan duduk membelakangi nya dengan asap roko yang mengepul, ia juga tidak tau kalau yang masuk itu adalah Lea.
"Siapa yang meminta mu masuk tanpa seijin ku!" Ketus Aryan dingin, masih dalam posisi membelakangi.
Lea mengerutkan kening tidak senang dengan sikap Aryan yang tidak perofisional dalam bekerja.
__ADS_1
"Apa kau tuli, siapa yang meminta mu masuk tanpa ijin dari ku!" Sentak Aryan meninggi kan suara nya dan itu membuat Lea semakin kesal lantaran memiliki bisa yang tidak profesional saat bekerja dan mencampur Maslah pribadi ke dalam pekerjaan.
"Direktur sikap anda sungguh tidak profesional, tolong jangan bawa Maslah pribadi anda ke dalam pekerjaan! " Cetus Lea, datar.
Aryan tertegun mengentikan isapan roko nya saat mendengar suara Lea.
Ia membalik posisi duduk nya lalu beranjak menghampiri dengan tatapan dingin.
Lea merasa tidak tenang dengan tatapan itu membuat nya gugup dan berusaha terus bersikap tenang.
Aryan berhenti Tepat di depan Lea. Bayang-bayang canda nya dengan Sasa pagi ini membuat Aryan dongkol.
"Maaf Direktur saya datang hanya untuk menyerahkan dokumen ini," ucap Lea meletakan dokumen di atas meja lalu mencari kesempatan untuk menjauh.
Aryan terus menatap nya dengan tajam hingga ia di buat canggung " huk.. jika tidak ada yang di butuhkan lagi, saya permisi direktur!" Ucap Lea memalingkan muka dari Aryan.
Lea beranjak pergi dari hadapan Aryan.
"Aku belum mengijinkan mu pergi." Seru Aryan dengan nada menekan.
Lea menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap aryan yang terlihat dengan wajah suram nya.
Ia semakin tidak mengerti apa yang membuat suasana hati pria itu begitu buruk..
"Direktur saya tidak tau Maslah peribadi apa yang menggangu pikiran anda? Tapi saran saya anda tenang kan diri anda dulu sendiri. Saya permisi," tegas Lea.
Aryan semakin tidak senang melihat sikap dan ucapan Lea yang seakan tidak peduli hubungan nya dengan Cindy.
Aryan melangkah cepat mengejar Lea yang sudah berada di ambang pintu lalu menahan dan menarik nya Kemabli ke dalam.
Ahh.. Lea terkejut saat diri nya terhempas kedalam "apa yang anda lakukan direktur?!" Sentak nya masih bertahan dengan sikap formal nya.
Klak.. Aryan mengunci pintu lalu melangkah mendekat. Lea panik mundur ketika melihat Aryan mengunci dan tiba-tiba melepas jas den kemeja nya.
"Ka..kau mau apa? Ini di kantor?!" Lea terpojok ke meja.
Sorot mata Aryan membara dan buas membuat Lea ketakutan di buat nya.
"Ka..kau mau.. ahh.." srahgg semua barang di atas meja di singkirkan oleh Aryan Sampai berserakan di lantai, ia juga membuka paksa baju Lea sampai terlihat bagian dada nya.
"Tuan Aryantara kau.. umhh.." Aryan mencium dan menekan Lea ke atas meja tangan dan kaki nya ia tahan hingga Lea tidak bisa bergerak atau menolak nya.
.
.
.
__ADS_1
BERSMABUNG ...