AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 6


__ADS_3

Tiba di hari upacara pernikahan. Lea hanya bisa berdiam mengikuti pengaturan yang sudah di atur oleh kedua orang tua yang telah merawat nya sejak kecil itu. Lea tidak bisa menolak meski sebenar nya ia memang menginginkan pernikahan dengan Aryan namun bukan pernikahan di dasari terpaksa dari Aryan. ia sangat takut jika mengingat kebencian Aryan terhadap nya.


Gaun mewah yang indah menempel cantik di tubuh Lea. Ia berjalan anggun di iringi Oleh Dirga sebagai perwakilan kedua nya. Semua mata tertuju kagum dengan kecantikan yang sempurna yang di miliki oleh Lea dan tak kalah juga untuk Aryan yang baru saja masuk di iringi sang ibu.


Acara pernikahan berlangsung meriah. seluruh petinggi dan orang-orang penting hadir di pernikahan mereka hingga seluruh dunia tau bahwa Lea adalah wanita beruntung yang bisa menikahi tuan muda Pewaris tunggal keluarga 'TARA', membuat para gadis-gadis muda iri dengan keberuntungan Lea.


"Selamat tuan Dirgantara, atas pernikahan tuan muda aryntara dan nona Lea Lu. Mereka sungguh pasnagan yang serasi!" Seru seorang pria paruh baya menyapa dengan ramah.


"Terimakasih tuan Bima. Mereka memang pasangan yang serasi.." Dirga memberi senyum datar pada rekan bisnis nya.


"Kalau begitu saya akan menikmati acara bahagia ini,"


"Silahkan tuan Bima anda bisa menikmati acara bahagia putra dan menantu ku!" Balas Dirga mempersilahkan dengan ramah pada tuan Bima yang sudah berlalu pergi.


***


Lea terus tertunduk sendu melihat kepalsuan dari senyum Aryan pada para tamu dan genggaman tangan Aryan terlihat lembut namun Lea merasa cengkaraman yang cukup kuat di jari-jari nya hingga jari nya terasa kebas lantaran aliran darah tertekan.


"Jangan berlagak seperti tidak bahagia, aku tau pasti ini rencana mu agar bisa masuk sepenuh nya kedalam keluarga ku!" bisik Aryan tiba-tiba, sambil terus menunjukan senyum yang sama sekali enggan ia lontarkan sebab bagi nya itu seperti orang bodoh hanya demi sang ibu ia mau melakukan itu.


"ka..ka Aryan aku..aku sungguh tidak seperti itu." Balas Lea menatap dengan wajah memohon agar Aryan melonggarkan gengngaman nya.


Aryan tersenyum puas melihat wajah menderita Lea. Namun rasa puas itu berubah menjadi sebal sebab Lea terlihat pasrah tanpa perlawanan.


" jangan pernah tunjukan expresi menyebalkan itu lagi di depan ku." Ketus Aryan sinis. Ia langsung mengalihkan percakapan mereka ketika ada rekan bisnis ayah nya yang menyapa.


seketika Aryan melepas genggaman nya untuk menyalami tamu itu, Lea bernafas lega mengusap panas tangan yang terlihat memerah.


Lea termangu diam mencerna ucapan Aryan barusan. Ia tidak tau apa yang salah dengan expresi nya sampai membuat Aryan sangat membenci dan mempermasalahkan nya.


"Tentu terimaksih tuan Bima, semoga kerja sama perusaha'an kita berjalan lancar.. dia istri ku kelak Kami akan berkunjung ke rumah anda tuan!" Seru Aryan yang tiba-tiba meraih bahu Lea sambil tersenyum lembut pada nya dan itu membuat Lea canggung.

__ADS_1


Aryan mengernyit kesal dengan reaksi Lea yang lambat.


"Kenapa diam saja sayang! beliau adalah tuan Bima rekan bisnis penting ayah ku. sapa dan hormati beliau!" Ucap Aryan dengan senyum kecil namun tatapan nya menusuk.


"Sa..salam tuan Bima! Ma..maaf aku melamun!" Lea kelimpungan membungkuk beberpa kali di depan tuan Bima sampai Aryan menghentikan nya.


"Maaf tuan Bima istri ku orang yang ceroboh, harap tuan Bima memaklumi nya!"


"Tidak papa, tidak papa.. bagi seorang gadis pernikahan adalah hal yang menegangkan. Nona Lea pasti saat ini sedang gugup! Benarkan."


Lea mengangguk pelan lalu tertunduk malu saat tuan Bima yang terlihat baik hati itu biasa mengerti posisi nya saat ini.


Aryan menaikan ujung alis nya, tidak suka dengan reaksi tuan Bima yang bersikap baik pada Lea.


Aryan mempersilahkan tuan Bima untuk berbincang pada ayah nya yang saat itu sedang berkumpul dengan rekan bisnis lain nya.


Ia kembali menatap tajam Lea yang masih tertunduk gugup setelah tuan Bima pergi.


Aryan merasa jengkel setiap melihat expresi lembek Lea.


Lea kebingungan saat semua orang menatap dan berbisik untuk nya. Melihat keributan yang di buat oleh Aryan lili selaku sang ibu langsung mengahmpiri Lea dan memberi penjelasan pada para tamu bahwa putra nya memiliki Masalah mendesak yang mengharuskan dia pergi.


Meski lili sudah memberi penjalasan tentang kepergian putra nya di hari pernikahan namun tanggapan para tamu masih sedikit negatif sebab mereka menganggap bahwa mempelai laki-laki tidak menyukai sang wanita. Sebagian dari tamu menghujat dan memaki Lea yang tidak tahu diri.


Lea merasa malu dan sedih menjadi pembicara para tamu.


"Lea tidak apa, jangan bersedih bibi akan memberi penjelasan lagi pada tamu undangan agar mereka tidak beranggapan buruk tentang mu."


"Tidak perlu bibi, aku tidak apa-apa!" Lea melarang lili dengan senyum yang ia paksa untuk menutupi ke sedihan nya ia tidak ingin menyulitkan bibi lili nya lagi.


Pesta pernikahan yang seharus nya berlangsung hingga malam, akhirnya berakhir di sore hari sebab mempelai pria tidak ada dan Lea meminta pada Dirga dan lili untuk mengakhiri pesta pernikahan yang tanpa ada nya mempelai pria di pelaminan.

__ADS_1


Semua tamu undangan pergi setelah Dirgantara memberi pengertian dan kejelasan pada para tamu akan menghentikan pernikahan megah itu di tengah acara agar para tamu bisa beranggapan bijak dan tidak meninggalkan tanggapan negatif pada mempelai wanita.


***


"Dimana Aryantara!" Pekik Dirga dengan sangat marah, pergi mencari Aryan yang tidak ia temui di dalam rumah.


"Tuan besar, tuan muda tadi pergi dengan buru-buru," Ucap Sasa cucu dari BI Tuti yang menggantikan posisi nya saat sang nenek meninggal karna memang sudah sepuh. Sasa Berada di kediaman dirgantara sudah 3 tahun satu bulan setelah meninggal nya sang nenek ia langsung menggantikan posisi nya sebab itu permintaan terakhir dari Bi Tuti sendiri.


Sasa selaku anak dan cucu yang berbakti ia mengikuti permintaan terakhir sang nenek untuk menjaga keluaraga dirgantara.


Usai nya satu tahun lebih muda dari Lea jadi selama ia menjadi pelayan di sana Sasa hanya dekat dengan Lea bahkan Lea sendiri meminta nya untuk mengaggap nya sebagai Kaka sebab mereka sama-sama anak yang tidak memiliki ayah dan ibu.


"Anak itu benar-benar.." Dirga mendengus kesal dengan sikap angkuh putra nya.


"Sasa kamu bisa membantu mengemas barang nona muda. dan mulai hari ini kamu akan ikut dengan Lea dan tuan muda tinggal di mansion zaxira!" Lanjut Dirga menugaskan Sasa untuk ikut bersama Lea .


"Baik tuan besar!" Ucap Sasa sambil berlalu pergi dengan hati yang senang saat akan di tempatkan bersama Lea.


Sasa bergegas pergi untuk melakukan tugas nya mengemas barang-barang dan baju milik lea.


Ia berpapasan dengan Lea dan nyonya besar nya di depan pintu. ia melihat Lea keluar dari kamar nya setelah membersihkan diri namun terlihat di wajah nya nampak murung seperti tidak bahagia. Sasa sangat ingin menanyakan apa yang membuat Lea sedih namun ia tidak Berani lantaran ada nyonya besar saat itu yang membawa Lea keluar dari kamar nya dan bersiap untuk pindah ke mansion zaxira.


Apa ka Lea tidak bahagia dengan pernikahan nya? Tapi bukankah selama ini kaka menyukai tuan muda?


Begitu banyak pertanyaan di benak Sasa yang ingin di tanyakan oleh Lea, tapi ia belum memiliki kesempatan itu selagi ada nyonya besar dan tuan besar di samping nya. Ia menunggu dengan sabar sampai mereka pergi dari kediaman Dirgantara. untuk menanyakan pertanyaan yang sudah tersimpan di kepala nya.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2