AKHIRNYA JATUH CINTA S2

AKHIRNYA JATUH CINTA S2
eps 15


__ADS_3

Di dalam kamar Lea menceritakan masalah yang membuat nya kabur dari Aryan, setelah di desak sang bibi untuk bercerita. Alangkah kaget nya Fifie saat mengetahui kekasaran Aryan terhadap Lea.


"Astaga.. kenapa tuan muda sekejam itu! Ini tidak bisa di biarkan, bibi akan menelfon nyonya dan tuan besar."


"Jangan bibi, aku.. aku sudah menikah dengan ka Aryan, aku tidak ingin menyusahkan bibi lili dan Paman Dirga.


"Tapi Lea.."


"Bi..aku mohon." Lea mengatup tangan dengan wajah memohon.


Fifie mengehla nafas dalam tidak bisa menolak " Baiklah.. tapi bagaiman dengan nanti. kau tidak akan mungkin bisa terus menghindari tuan muda, karna dia pasti akan menemukan mu di.."


Tok tok tok.. ketukan pintu mengentikan kalimat Fifie.


Kedua nya menoleh bersama pada pintu.


"Sebentar biar bibi yang buka!" Ucap sang bibi melangkah pergi.


Klak.


Baru saja Fifie membuka setengah pintu ia tercengang kaget melihat Aryan sudah berdiri tegap dengan aura suram di depan pintu.


Fifie kelabakan ketika melihat Aryan, ia berniat menutup pandangan nya agar tidak melihat Lea di dalam namun saat ia diam-diam menggeser Duan pintu Aryan menyadari niat Fifie.


"Bibi Fifie, jangan ikut campur dengan Maslah ku!" Ketus Aryan, mendorong lebar pintu sampai membuat Lea yang sedang duduk di dalam beranjak cepat ketika melihat Aryan.


Lea terpaku pucat ia tak menyangka kalau ia akan di temukan dengan cepat oleh Aryan.


"Sini kau datang sendiri atau aku yang memaksa mu!" Ketus Aryan.


Lea ketakutan menatap bibi Fifie nah yang seperti nya juga tidak berani berbuat apapun untuk menolong nya.


"Lea lu, Apa kau lebih suka dengan cara keras!" Ancam Aryan. Sepontan Lea langsung melangkah maju ketika ia melihat Aryan ingin melangkah kan kaki nya ke dalam.


"Hmm.. bagus," seru Aryan tersenyum sinis.

__ADS_1


"Tuan muda, ini sebaik nya.."


"Paman Bian.. apa kau ingin ikut campur dalam masalah ku!" ucap Aryan dengan nada menakan hingga Bian menutup mulut nya rapat-rapat.


"Paman, bibi. Aku harap masalah ini tidak sampai pada orang tua ku! Kalian pasti mengerti apa yang ku maksud, Aku permisi." Ucap Aryan dengan kalimat mengancam lalu menarik paksa Lea yang enggan untuk pergi.


Bian dan Fifie hanya bisa menatap pergi mereka pergi dengan membisu.


"Sayang.. aku yakin dulu saat kau bekerja dengan tuan besar pasti sangat sulit!" Seru sang istri tiba-tiba.


"Mengapa membahas tuan besar?" Balas Bian, bingung.


"Lihat saja putra nya sangat dingin dan keras.. itu pasti turunan dari ayah nya!" Cetus Fifie lantang.


"Sttttt... Kau ini kenapa bicara keras sekali, bagaimana kalau tuan muda mendnegar nya." Bian panik menutup mulut sang istri yang bicara dengan Bernai saat berkomentar tentang keluarga Tara.


"Isss.. kenapa kau membekap mulut ku!" Tepis Fifie kesal " Lagian tuan muda kan sudah pergi.. apa yang kau takutkan." ucap nya kesal. Ketika mengingat expresi putus asa Lea.


"Sayang dengar ya.."


Bian tercengang dengan ucapan Fifie yang tidak masuk akal " CUKUP FIFIE LEXIA! kau sudah terllau banyak bicara." Bentak Bian, seketika membuat Fifie tersentak diam.


Fifie terkejut melihat sang suami membentak nya, selama ia mengenal dan menikah dengan Bian. Baru kali ini ia melihat kalau Bian sangat galak ketika sedang marah bahkan apa pun kesalahan nya ia tidak pernah melihat Bian sangat marah apa lagi membentak nya.


Sekarang sang suami marah lantaran ia menyinggung keluaraga bos nya yang selama ini abdikan. Fifie tau kalau perkataan nya barusan juga salah. Namun cara Bian menegur nya sangat kasar bahkan sampai membentak nya dengan galak.


Fifie berlari pergi dengan air mata yang sudah menetes deras. Bian tertegun melihat sang istri menangis ia sadar apa yang telah ia lakukan telah menyakiti sang istri.


"Sayang, maaf.. aku tidak bermaksud membentak mu! Buka pintu nya aku mohon." Seru Bian berusaha membujuk sang istri yang ngambek setelah di bentak oleh nya.


Mungkin malam ini Bian akan bersusah payah membujuk sang istri yang kalau sedang ngambek paling sulit di bujuk. Sebab dia adalah wanita yang sejak dulu di manja oleh keluaraga nya sehingga tidak bisa mendapat bentakan.


Bian menyesali perbuatan nya tadi yang tidak bisa mengukur tingkat emosi nya ketika mendengar ucapan sang istri sampai membuat nya harus membentak.


Di sisi yang lain

__ADS_1


.


.


.


Lea tertunduk membisu saat dalam perjalanan pulang ke, mansion zaxira. Tiba-tiba Aryan mengentikan mobil nya di tepi jalan "Turun!" Lea menoleh kaget.


"Apa kau tidak dengar, Turun." Tegas Aryan tajam.


"Ta...tapi ka.." Lea melihat sekitar jalan yang sudah sangat sepi dan gelap.


"Kenapa, apa tidak Bernai? Di mana nyali mu saat kabur tadi, hm.." ketus Aryan memlototi Lea.


"A..aku.. aku akan turun." Balas Lea tanpa berani menolak.


Aryan mengerutkan dahi dengan kesal melihat Lea tidak Berani membantah atau membela diri sedikit pun meski dan ingin turun begitu saja tanpa melihat kalau DDI luar sudah malam dan sepi yang mungkin rawan kejahatan.


Lea terhuyung kembali ke posisi nya ketika ia akan keluar dari mobil sebab tiba-tiba Aryan langsung gas begitu saja sebelum Lea membuka pintu.


"Wanita bodoh ini malah benar ingin keluar tanpa melihat hari sudah sangat larut.. sialan," batin Aryan bersungut kesal. Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi sengaja membuat Lea yang terlihat tegang ketakutan tanpa berani melihat ke depan jalan.


Aryan puas melihat expresi Lea yang menderita ia menyeringai jahat pada Lea sebelum ia menambah kecepatan.


Tidak beberpa lama mereka sampai di mansion, Lea yang masih gemetar di tinggal begitu saja oleh Aryan yang sudah masuk duluan ke dalam.


Setelah meras lebih tenang lantaran di buat panik saat di bawa ngebut, Lea keluar dari mobil lalu mencabut kunci mobil yang ternyata Aryan sengaja tetap menghidupkan mobil agar Lea tidak merasa pengap di dalam.


Sedikit demi sedikit terkadang Aryan melakukan apa yang tidak sesuai dengan sikap nya terhadap Lea.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2