Aksa Yang Jenius

Aksa Yang Jenius
Sang Malaikat Yang Menghilang


__ADS_3

..."🌱"...


Hari itu menjadi hari tawa gembira bagi semuanya...


Telah lahir anak pertama yang diberi nama "Aksa" diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti poros atau sumbu. Harapannya, ketika Aksa dewasa nanti akan menjadi seseorang yang menjadi pusat kekuatan bagi orang orang yang ada disekitarnya. Aksa sangat beruntung dilahirkan di keluarga yang memiliki kecukupan dalam hal harta. Masyarakat sekitar memandang keluarga mereka sebagai keluarga yang baik dan harmonis.


Keluarga Aksa memiliki marga atau nama keluarga yaitu Klause. Nama keluarga ini sudah diwariskan sejak dahulu dan turun temurun. Orang tua Aksa pun memutuskan untuk menurunkan marga yang diwariskan secara turun temurun ini kepada anaknya. Nama keluarga ini digunakan agar menjadi ciri khas dan identitas tersendiri.


Ayah Aksa adalah seorang pengusaha yang sangat ambis ketika melakukan suatu pekerjaan. Jika pekerjaan tersebut belum selesai maka ia harus mengorbankan waktu istirahatnya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tetapi ia adalah seorang ayah yang pengertian dan memiliki hati yang sangat baik. Ia bekerja dengan penuh kejujuran dan di sela-sela kesibukan ia pasti akan menyempatkan diri untuk berbicara dengan sang istri, hal inilah yang membuat keluarganya menjadi keluarga yang harmonis walaupun dipenuhi dengan kesibukan-kesibukan pekerjaan.


Di hari kelahiran Aksa semua orang di keluarga Klause bahagia. Semuanya menyambut dengan tawa dan senyum bahagia. Aksa tak menyambutnya dengan tawa melainkan dengan isak tangis kebahagiaan. Ibu Aksa pun ikut menangis dengan bahagia dan tak menyangka akan kelahiran anak pertamanya. Ayah Aksa yang saat itu sedang berada di kantor dengan terburu buru memberesekan barangnya. Ia segera berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya sehabis melahirkan.


Dalam perjalanan tampak sekali wajah cemas dari nya. Hatinya bersedih karena tak dapat menemani istrinya yang saat itu sedang berjuang mati-matian dalam melahirkan anaknya. Ia tiba dirumah sakit dan berlari ke ruangan dimana istrinya berada. Pintu ruangan itu ia buka, dan tetesan air mata keluar dari matanya, dengan bahagia ia berlari dan memeluk istrinya yang sedang menggendong si kecil Aksa.


Hari itu menjadi hari bahagia bagi keluarganya karena hari itu dimana Aksa dilahirkan ke dunia.


...🌲*Dua Tahun Berlalu*🌲...

__ADS_1


Sejak peristiwa kelahiran Aksa beberapa tahun lalu, kini ia memasuki usia 2 tahun. Aksa yang mungil ini tumbuh menjadi seorang balita yang periang dan jarang sekali menangis. Tubuhnya tumbuh begitu menggemaskan, begitu pula dengan pipinya yang makin mengembang. Kehadiran Aksa menambah kebahagiaan di keluarga Klause.


Suatu hari ayah Aksa yang kerap dipanggil orang dengan sebutan Edwin, meninggalkan kesibukan dikantornya. Ia menyerahkan semua pekerjaan dikantornya kepada bawahannya. Edwin berencana untuk mengajak keluarganya berjalan-jalan setelah sekian lama tak pernah berliburan karena selama ini kegiatannya dipenuhi kesibukan. Ia segera berkemas untuk kembali kerumah dan mengabarkan kepada istrinya bahwa mereka akan liburan ke suatu tempat.


Edwin sampai dirumahnya lalu membuka pintu rumah dan masuk untuk menemui istri dan anaknya. Istrinya yang melihat kepulangan suaminya merasa senang karena mereka akan pergi berwisata membuat wajahnya menjadi bahagia. Edwin memeluk istrinya yang sedang menggendong Aksa yang tidur. Edwin segera meminta istrinya untuk mengemaskan pakaiannya karena mereka akan pergi berlibur untuk beberapa hari kedepan. Istrinya segera menuruti perkataan Edwin dan persiapan pun selesai, kini saat nya mereka berangkat untuk pergi berwisata.


Mereka pun berwisata dan semuanya merasa bahagia. Setelah beberapa hari pergi berwisata, keluarga Klause memutuskan untuk pulang dan kembali ke dunia kesibukannya. Tak seperti biasanya, saat mereka ingin pulang kerumah, Aksa malah justru menangis. Padahal Ia biasanya tidak menangis dan selalu bahagia.


Edwin dan istrinya terheran dengan anaknya yang tak seperti biasanya. Aksa menangis dan ibunya segera menggendongnya. Aksa kemudian memeluk kepala ibunya dengan erat dan penuh tangisan. Istrinya menganggap mungkin Aksa hanya kelelahan dan ingin bersamanya.


Akhirnya Edwin dan istrinya segera menyiapkan barang-barang untuk diangkut ke mobil dan dibawa pulang. Setelah semuanya siap, mereka pun pulang. Saat di perjalanan ada sebuah supermarket dan istri Edwin memutuskan untuk pergi membeli buah. Supermarket itu berada di seberang jalan, ibunda Aksa pun beranjak turun dari mobil, meninggalkan Edwin dan Aksa.


Kejadian yang tak disangka sangka terjadi


Sebuah motor melaju dengan kecepatan penuh dan menabrak ibunda Aksa yang saat itu tengah menyebrang. Ibunda Aksa seketika tergeletak di jalan, tubuhnya bersimbah darah yang terus menerus mengalir dari tubuhnya. Pengendara itu pun panik dan segera melarikan diri. Semua orang yang melihat kejadian itu dengan sigap menolongnya. Edwin segera berlari keluar mobil, meninggalkan Aksa sendirian di mobil yang sedang tertidur pulas sehabis menangis.


Edwin dibantu oleh orang orang disekitar supermarket itu segera menggotong istrinya ke dalam mobil. Ia segera menghidupkan mesin mobilnya dan mencari rumah sakit terdekat disana. Kebetulan sekali tak jauh beberapa meter dari supermarket itu ada sebuah rumah sakit. Akhirnya mereka tiba dirumah sakit dan istrinya segera mendapatkan perawatan.

__ADS_1


Hati Edwin sangat cemas, wajahnya begitu panik. Ia menghubungi saudara saudaranya untuk menitipkan Aksa. Setelah beberapa lama tiba juga akhirnya hasil dari perawatan yang dilakukan.


"Bagaimana kondisi istri saya dok." Ucap Edwin


"Istri anda kehilangan banyak darah, Tetapi ia sudah sadar." Ucap dokter itu


Edwin berlari masuk ke dalam ruangan itu.


"Sayang, aku mohon kamu bisa bertahan, kita belum melihat Aksa sukses bersama sama" Ucap Edwin sambil memegang tangan istrinya.


"Aksa itu anak yang pintar mas, pasti suatu saat dia sukses dengan hebat, tapi sudah waktunya aku pergi mas, aku titip Aksa, tolong rawat dengan baik ya" Balas istrinya sambil tersenyum.


Setelah ucapan itu mata istrinya terpejam dan nyawanya sudah diambil oleh yang kuasa. Edwin terdiam dan perlahan lahan rintikan air jatuh dari matanya. Istrinya meninggalkannya bersama dengan anaknya. Keluarga Klause kini kehilangan satu orang yang berharga di keluarganya.


Sejak kejadian itu, Aksa sangat jarang sekali tersenyum seperti tau akan kepergian ibundanya. Edwin pun merasa gagal menjaga istrinya, dan kini ia harus merawat Aksa sembari bekerja. Untuk lebih mempermudah pekerjaannya, ia membayar seorang pengasuh bernama Graciel, seorang gadis yang masih berumur 25 tahun. Graciel terpaksa bekerja untuk keluarga Klause karena ia tersisa sendiri di keluarganya dan terpaksa untuk mencaei pekerjaaan yang bisa ia lakukan.


Graciel kini hadir sebagai pengasuh di keluarga Klause. Ia sangat mengerti sekali perasaan terhadap seorang anak kecil. Aksa dianggap seperti anak sendiri dan Graciel menyayanginya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Senyuman Aksa yang hilang beberapa waktu kini hadir kembali sebagai anak kecil yang periang. Ia seperti senang sekali dengan hadirnya Graciel sebagai pengasuhnya yang memberikan perhatian penuh terhadapnya. Edwin sangat senang melihat anaknya yang sekarang kembali menjadi seorang yang periang.

__ADS_1


...🌱----------------🌱...


__ADS_2