Aksa Yang Jenius

Aksa Yang Jenius
Akhirnya Tiba


__ADS_3

..."🌱"...


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Cherlin menampakan wajahnya bersama dua orang anggota PMR yang membawa sebuah tandu untuk mengangkat Raiyez ke ruang UKS. Aksa yang menunggu lama sambil memejamkan matanya membuatnya terlelap hingga akhirnya Cherlin membangunkannya.


"Hei Aksa Klause, mau sampai kapan kamu tidur." Tutur Cherlin seraya membangunkan Raiyez.


Mata Aksa terbuka perlahan lahan dan ia melihat Cherlin di depannya.


"Hmm lama sekali." Keluh Aksa kepada Cherlin.


"Tadi aku mencari terlebih dahulu anggota mereka, oh iya temanmu sudah dibawa oleh para anggota PMR." Ucap Cherlin.


Aksa bangun dari tempat bersandarnya.


"Aku duluan Cherlin, mau makan bekal." Ucap Aksa yang ssdang membersihkan celananya.


"Bareng, aku juga mau balik ke kelas." Balas Cherlin


Aksa dengan berat hati menerima tawaran Cherlin untuk mengajaknya kembali ke kelas bersama. Sepertinya Cherlin sudah merasa tenang dan melupakan kejadian tadi. Badannya sudah seperti segar dan tidak lagi gemetar. Mereka pun berjalan bersama untuk kembali ke kelas.


"Aksa, kenapa teman kamu bisa sampai di Bully oleh kakak kelas itu?" Tanya Cherlin yang penasaran.


Aksa hanya terdiam dan menundukan kepalanya.


"Kenapa Aksa?" Tanya Cherlin kembali.


"Tak apa, aku hanya merasa gagal sebagai temannya, walaupun ia adalah sainganku dalam berkompetisi memperebutkan nilai. Harusnya aku bisa menjaganya." Keluh Aksa.


"Tak apa Aksa kamu sudah berhasil menyelamatkan temanmu kok, buktinya sekarang kakak kelas itu lagi di proses untuk diberikan hukuman di ruang BK." Hibur Cherlin kepada Aksa.


Aksa hanya terdiam dan terus melanjutkan perjalanannya menuju kelas. Tampak dari kejauhan, di depan kelas Cherlin dan Aksa, ramai anak anak yang sedang berbincang. Tetapi perbincangan mereka tampak tak seperti biasanya.


"Aksa, tumben sekali ya di depan kelas kita ramai." Ucap Cherlin yang heran.

__ADS_1


"Menurutku, seharusnya berita tentang pertarungan Raiyez dengan kakak kelas itu langsung tersebar. Harusnya berita ini sekarang menjadi topik yang panas untuk di perbincangkan." Tutur Aksa.


"Hmm benar juga, tapi kok bisa cepat tersebar ya" Ucap Cherlin yang kembali heran.


"Huff" Aksa menghela nafas, yang sepertinya lelah menjelaskan.


"Menurutmu?" Tanya Aksa kepada Cherlin


"Mungkin saja karena temanmu yang ditandu oleh PMR saat dibawa keruangan UKS dilihat oleh anak anak lain." Jawab Cherlin


"Benar, 100 untukmu, karena mereka melihat kejadian yang tak biasa terjadi, mereka akan penasaran akan hal itu, dan mulai memberikan pendapat nya masing masing menurut segi pandangannya." Jelas Aksa.


Setelah berjalan dan berjalan, akhirnya mereka tiba di depan kelas Aksa. Cherlin meninggalkan Aksa dan menuju ke kelasnya. Saat Aksa tiba, kerumunan di depan kelasnya berpindah dan menuju ke arahnya.


"Aksa kamu tau ga, temen sebangkumu Raiyez katanya dibully oleh kakak kelas di belakang gudang hingga ia pingsang" Ucap teman wanita Aksa yang memulai percakapan.


"HAH, KOK BISA!!" Ucap Aksa yang berpura-pura kaget dan seakan akan tak tahu apa apa tentang kejadian itu.


"Lho kamu belum dengar beritanya Aksa?" Tanya temannya kepada Aksa yang sepertinya ia tak tahu tentang kejadian yang menimpa Raiyez.


"Oiya Aksa, denger-denger juga ada angkatan seumuran kita yang menyelamatkan Raiyez dari kegilaan yang dilakukan kakak kelas itu. Untung aja dia sempat nyelamatin Raiyez dengan cara memanggil guru BK" Ucap mereka dengan kagum.


("Ternyata beritanya sudah tersebar hingga mereka tahu bahwa ada yang menyelamatkan Raiyez, tapi saat ini aku beruntung namaku masih belum diketahui. Untuk saat ini jangan sampai identitas ku yang menyelamatkan Raiyez terbongkar. Bisa jadi masalah untuk kedepannya karena mungkin akan ada kakak kelas yang membenciku.") Gumam Aksa.


"Huff, syukurlah ia berhasil menyelamatkan Raiyez, yasudah teman-teman aku ingin makan dulu, dua menit lagi waktu istirahat kita habis nih, aku duluan masuk kelas ya teman teman." Pamit Aksa kepada gerombolan teman temannya di depan kelasnya.


Aksa masuk ke dalam kelasnya dan berdoa sebelum memulai untuk mengahbiskan bekal buatan bundanya. Hari ini lumayan cukup berat dilalui Aksa dan Edwin karena mereka memiliki masalah masing masing dan cara mengatasi yang berbeda. Hari sudah menjelang sore, mereka pun pulang kerumah. Aksa, yang sampai pertama kali dirumah. Ia mendapat sambutan hangan dari bundanya ketika pulang dari sekolah.


"Aksaa, selamat datang." Ucap bundanya yang membukakan pintu rumah


"Makasi bunda udah bukain pintunya, Aksa izin masuk." Balas Aksa yang membuka sepatunya lalu masuk ke dalam rumah.


"Ayo makan dulu Aksa, bunda sudah nyiapin makanan, bajunya ganti terus nyusul bunda diruang makan ya.." Ucap Graciel kepada Aksa yang menyuruhnya untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Aksa pergi ke kamarnya untuk menjalankan perintah bundanya, yaitu mengganti bajunya. Saat ia sudah selesai mengganti baju, tiba tiba teleponnya berdering dan ternyata itu adalah nomer yang tidak dikenal. Aksa ragu ingin mengangkatnya atau tidak, takutnya itu adalah nomer penjahat atau nomer tidak dikenal yang nyasar atau salah sambung kepadanya. Tetapi Aksa berusaha untuk berpikiran positif, bisa jadi yang menelfonnya adalah seseorang yang membutuhkan bantuan, atau ia adalah teman sekelasnya yang ingin berbicara dengannya.


Aksa pun menngangkat telepon yang berbunyi tersebut. Saat ia mengangkatnya, ternyata suaranya seperti tak asing di telingannya.


"Haloo, apa benar ini nomer nya Aksa." Ucap Suara di telpon.


Aksa tahu suara siapa itu dan memutuskan untuk mengerjainnya.


"Dengan perusahan Pizza Yummy, mau pesan rasa apa kak." Ucap Aksa yang menyamarkan suaranya di telepon itu.


"Ini pizza? Emm maaf mas saya sepertinya salah sambung." Balas suara di telepon itu dengan nada bingung.


"Baiklah mbak Cherlin kalau tidak mau memesan, hahahaha." Tawa Aksa dari Telepon


"Hmm Aksaaaaaa, kamu ngerjain aku lagi ya!!" Teriak Cherlin dari dalam telepon.


"Hehe maaf, ada perlu apa Lin, kok sampai menghubungiku?" Tanya Aksa yang penasaran.


"Gapapa kok cuman mau ngobrol aja." Jawab Cherlin.


"Oh iya, kamu mendapat nomer telpon ku dari mana?." Tanya Aksa kembali yang heran.


"Rahasia.." Ucap Cherlin yang menyembunyikan informasi terhadap Aksa.


"Sepertinya aku tahu, boleh ku analisis?" Tanya Aksa.


"Boleh, kalau kamu emang bisa nebak, haha" Tantang Cherlin.


"Kalau aku bisa menganalisis dengan benar, besok saat sekolah kamu harus mentraktirku ice cream." Ucap Aksa.


"Ya coba saja." Cherlin semakin menantang Aksa.


"Baiklah, pertama tama, nomer telpon ku hanya teman sekelas ku yang mengetahuinya beserta guru dan orang tuaku, ruang lingkupnya kembali ku persempit, kemarin baru saja aku mengganti nomer telpon ku dan yang baru kuberi tahu baru ayah ku, bunda ku, dan Raiyez. Secara tidak langsung kamu pasti mendapatkan nomerku dari Raiyez...." Ucap Aksa sambil tersenyum di telepon

__ADS_1


...🌱----------------🌱...


__ADS_2