
..."🌱"...
"LHOO KOK KAMU TAU!!" Ucap Cherlin yang terkejut karena Aksa berhasil menebak.
"Ya, kurang lebih seperti analisis ku, jadi apa yang ingin kamu bicarakan pada ku, apakah sesuatu penting?" Tanya Aksa kepada Cherlin di telepon
"Ya, engga ada yang penting sih hehe" Tawa kecil Cherlin kepada Aksa.
"hmm" Gumam Aksa
"Lebih baik aku makan." Ucap Aksa kepada Cherlin di telepon sambil mematikan ponselnya. Lalu menuju ke ruang makan untuk menyusul Graciel yang sudah duduk menunggu Aksa mengganti pakaiannya. Graciel tampak sabar sekali menunggu Aksa untuk makan.
"Aksa, kok lama ya." Ucap Graciel yang takut Aksa kenapa napa.
"Eh TIDAK TIDAK, Mungkin dia ketiduran." Ucap Graciel kembali yang berpikiran positif.
Tak lama kemudian, Aksa masuk ke ruang makan dan melihat bundanya sedang menunggunya.
"Lho bunda kenapa ga makan duluan, ngapain nungguin Aksa." Ucap Aksa yang merasa tak enak kepada bundanya.
"Aksa kirain bunda, kamu kenapa kenapa. Ganti bajunya kamu lama banget, bikin bunda panik aja." Ucap Graciel yang mengungkapkan kekhawatirannya kepada Aksa.
"Engga kok bun, tadi ada teman Aksa yang nelpon, kirain ada sesuatu yang penting, ga taunya dia cuman mau ngobrol ama Aksa." Jelas Aksa.
"Wanita atau laki laki tu?" Tanya Graciel yang penasaran dengan seseorang yang menghubungi Aksa.
"Eh, bunda kok pengen tahu, hahaha" Canda Aksa kepada Graciel.
"Pasti wanita kan Aksa." Tebak Graciel.
"Benar bun, tapi dia itu ngeselin banget, dia baru ketemu aku tadi pagi, dan ternyata ia adalah sahabatku dulu, ia sangat senang menguntit ku." Ucap Aksa yang menjelaskan tentang Cherlin.
"Hahaha, itu berarti dia suka sama kamu Aksa." Ucap Graciel kepada Aksa.
Seketika pipi Aksa merah kemudaan, ia seperti tersipu malu mendengarkan ucapan Graciel.
"Yasudah bun, tak usah dibicarakan lebih baik kita makan." Ucap Aksa yang mengalihkan pandangannya ke makanan yang berada tepat di depannya.
"Jangan lupa berdoa." Ucap Graciel kepada Aksa.
__ADS_1
"Siap bun, oiya ayah masih sibuk bekerja ya? Jadi dia belum bisa pulang sore ya?" Tanya Aksa yang sepertinya belum melihat hidung ayahnya.
"Iya nak, kayanya dia lagi sibuk banget makanya ga pulang sore." Jelas Graciel kepada Aksa.
Nada dering ponsel Graciel yang diletakan di atas kulkas dekat ruang makan, berbunyi. Graciel yang sedang makan, menghentikan aktivitasnya dan beranjak dari kursi nya untuk mengambil ponsel yang terus menerus berbunyi.
"Ayah mungkin bun." Sahut Aksa sambil makan dengan lahap.
"Kayanya iya, tapi kenapa ya tumben sekali ayah menelpon bunda saat sore seperti ini." Balas Graciel sambil berjalan menuju kulkas.
"Ntah." Jawab Aksa kembali.
Graciel mengangkat ponselnya dan terdengar suara Edwin membuka percakapan di ponsel itu.
"Halo bun..." Kata Edwin dari dalam ponsel
"Iya, kenapa yah?" Ucap Graciel.
"Aksa sudah pulang belum ya?" Tanya Edwin kepada Graciel
"Sudah kok yah, kenapa ya?" Tanya Graciel kembali.
"Jangan dipaksa yah kalau sudah tidak kuat bekerja, lebih baik pulang saja untuk beristirahat, nanti malah tambah sakit kalau di paksa untuk bekerja." Ucap Graciel yang perhatian terhadap kesehatan Edwin.
"Iya bun, nanti aku ceritakan semua masalahnya dirumah, sesudah aku pulang kantor. Yasudah aku mau lanjut bekerja." Ucap Edwin kepada Graciel dengan menutup panggilan dari ponselnya.
Graciel menaruh ponselnya kembali di atas kulkas. Sepertinya suaminya berada dalam banyak masalah. Suasana hati Graciel seperti sedang campur aduk dan ia bingung harus berbuat apa, untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh suaminya itu. Graciel menuju ke meja makan dan duduk kembali bersama Aksa yang sedang makan.
"Bun, kenapa ayah menelpon?" Tanya Aksa yang penasaran dan telah menyelesaikan makannya.
"Tidak apa apa Aksa, hanya menanyakan apakah kamu sudah pulang atau belum." Jawab Graciel.
"Bunda kalau berbohong jangan sama Aksa, wajah bunda terlihat jelas ketika menyembunyikan sesuatu." Ucap Aksa yang aneh melihat raut wajah Graciel.
"Tidak apa Aksa, beneran." Balas Graciel yang masih menutup nutupi bahwa Edwin memiliki masalah kantor.
"Yasudahlah bun, nanti kalo ayah sudah pulang dan membicarakan masalahnya kepada bunda terus membutuhkan bantuanku, aku siap kkk untuk membantu kapan saja." Ucap Aksa yang beranjak dari kursi meja makan dan meninggalkan ruangan makan.
"Pasti Aksa, terimakasih ya.. Walaupun bunda bukan ibu kandung Aksa, tetapi Aksa dari dulu masih saja perhatian sama bunda." Ucap Graciel
__ADS_1
"Sttt, bunda gaboleh ngomong gitu, bagaimanapun juga walaupun ibu kandung Aksa tidak tergantikan, bunda juga sudah menjadi bagian dari hati milik Aksa yang tak tergantikan, jadi lain kali jangan bilang gitu lagi ya." Ucap Suara Aksa yang semakin menjauh.
Senyuman Graciel terpancar dari wajahnya yang mendengarkan ucapan Aksa yang begitu indah di dengarnya. Aksa kembali ke kamarnya dan membuka diarynya untuk menuliskan kisah yang sudah ia lalui hari ini.
"Hari ini banyak kejadian sangat menarik, tetapi sayangnya sepertinya masalah akan datang di keluarga yang sudah lama harmonis ini." Gumam Aksa di kamarnya dengan memegang pena yang siap untuk menulis ceritanya hari ini.
*Teng teng teng teng
Suara ponsel Aksa berdering dan terus menerus bergetar.
"Cherlin.." Suara Aksa dalam hati
Ia lalu menaruh penanya dan melihat ponselnya yang mengeluarkan suara disertai getaran secara terus menerus.
"Ternyata Raiyez."
Aksa pun mengangkat telepon yang di mulai oleh Raiyez.
"Halo, kenapa Raiyez?" Ucap Aksa.
"Maaf, ini temannya Raiyez ya nak." Ucap suara wanita di dalam ponsel itu
"Benar, ada keperluan apa ya menghubungi Aksa selaku temannya Raiyez tante?" Tanya Aksa kepada wanita di dalam ponsel tersebut.
"Tante mamanya Raiyez, tadi sudah menerima kabar dari sekolah tentang anak tante Raiyez, yang katanya terjadi kasus pembulian di belakang gudang sekolah, lalu tante memeriksa kebenaranya kepada Raiyez, ternyata benar bahwa ia mendapatkan perlakuan tidak pantas di sekolah itu. Dan Raiyez pun bercerita bahwa ia sempat ditolong oleh temannya, nama yang ia beritahu adalah Aksa." Jelas Mama Raiyez di ponsel tersebut.
"Benar tante tadi terjadi kasus pembulian terhadap Raiyez hingga menyebabkan dirinya terluka, tetapi yang menolongnya bukan Aksa, Aksa hanya memanggil guru BK untuk menangani semuanya. Tetapi syukurlah kalau tindakan yang Aksa lakukan dapat sedikit membantu Raiyez." Balas Aksa
"Terimakasih nak Aksa, Besok mampir kerumah Raiyez ya, nanti akan tante beri sedikit bingkisan buat Aksa. Sekali lagi tante ucapkan terimakasih. Kata Mama Raiyez.
"Iya te, besok aku mampir kesana kalau sempat sepulang sekolah." Balas Aksa.
"Tante tutut ya teleponnya, oiya ini di samping tante ada Raiyez. Mau bicara sama Raiyez dulu tidak nak Aksa?. Tanya mama Raiyez yang mau menyerahkan ponselnya kepada Raiyez.
"Engga perlu tante, biarin Raiyez istirahat dulu aja. Aku besok mampir untuk jenguk Raiyez." Ucap Aksa.
Tak lama setelah itu telepon itu pun ditutup oleh mama Raiyez.
...🌱----------------🌱...
__ADS_1