
..."🌱"...
Salah satu dari mereka melihat Aksa yang sedang memantau. Salah satu dari kelompok itu pergi ke arah Aksa. Dengan sigap Aksa pergi dari tempat awalnya dan pergi ke tangga atas. Disana ia melemparkan sebuah sapu yang sebelumnya ia letakan disana dan Aksa melemparnya tepat mengenai kepala Anak tersebut. Anak itu kaget dan berlari, ia mengiranya itu adalah seorang hantu lalu berteriak.
"HANTU LARII." Ucap Anak itu
Kelompok kelompok tersebut seketika pergi dan berlari memisah dari teman temannya yang lain. Aksa pun segera ikut berlari dengan mengenakan topengnya. Tak ada yang menyadari wajah Aksa yang mengenakan topeng kertas. Ia lalu mengambil tasnya yang sudah di letakan di dekat gerbang.
"Yes." Ucap Aksa yang berhasil membubarkan kedua kelompok tersebut
Saat ia sudah berada tepat di depan gerbang, pak Sani melihat ke arahnya.
"Wah nak Aksa abis jadi superhero ya, hahahaha" Ucap pak Sani
"Aku jadi power ranger pak." Ucap Aksa yang pura pura seperti sedang bermain.
"Yaudah, ayo naik kita berangkat to homee" Ucap pak Sani
"Lets gooo!!!" Teriak Aksa yang masuk ke mobil dan melepas topengnya.
Pak Sani menyalakan mobilnya, mereka pun pergi pulang ke rumah Aksa. Setelah perjalanan yang memakan beberapa waktu. Akhirnya Aksa tiba dirumah, ia turun dari mobil dan masuk kerumah. Saat pintu dibuka, seperti biasa, kak Graciel pengasuhnya sudah menunggu di dalam dan menyambut Aksa yang baru saja pulang dari pendidikan yang ditempuhnya.
"Eh Aksa manis udah pulang nih.. " Ucap kak Graciel.
"Iya kak tadi belajarnya seru banget lho!!. " Balas Aksa yang menceritakan kegiatan kegiatannya di sekolah.
__ADS_1
Biasanya Aksa sepulang sekolah pasti menceritakan hari hari dia bersekolah, tetapi kejadian tadi, ada yang ia tidak mau menceritakannya kepada kak Graciel, karena tak ada hubungannya dengannya dan memilih untuk melupakannya. Graciel yang mendengar cerita dari Aksa selalu membalasnya dengan positif dan selalu memberinya semangat dalam mengeyam pendidikan. Aksa sangat senang karena ada orang sebaik kak Graciel yang mau peduli dengannya.
"Yaudah kak aku mau ke kamar dulu yah, mau main handphone." Ucap Aksa
"Ganti bajunya sendiri ya, sudah besar kan sudah bisa?" Balas Graciel
"Pastinya dong kak." Ucap Aksa
Aksa masuk ke dalam kamar dan mengganti baju sekolahnya dengan baju yang biasa ia kenakan dirumahnya. Setelah berganti baju, Aksa mengambil HP nya yang tergeletak di rak bukunya. Ia bermain sebuah game lego yang sangat seru hingga membuatnya terlelap dan tertidur dengan nyenyak. Graciel memanggil Aksa untuk menyuruhnya makan, ia baru saja menghiapkan hidangan untuk Aksa.
"Aksa manis, Nge gamenya udahan dulu dek, kak Graciel udah nyiapin makanan buat Aksa nih." Ucap Graciel.
Tetapi jawaban tak kunjung terdengar dari Aksa. Graciel seketika panik, takut terjadi apa apa pada Aksa. Ia berlari menuju kamarnya dan membuka pintu kamar Aksa.
Ia kembali menutup pintunya, dan meninggalkan Aksa di kamar karena tak ingin mengganggunya. Graciel pergi keruang keluarga untuk menonton televisi karena semua pekerjaannya telah selesai. Tak beberapa lama setelah menghidupkan televisi, suara nada dering HP Graciel terdengar dan bergetar di saku bajunya. Ia mengangkat HP dari sakunya dan melihat nama kontak yang menelponnya.
"Tuan Bos" Ucap Graciel.
Ternyata yang menelfon adalah Edwin yang sepertinya sudah memasuki jam istirahat. Graciel mengangkat teleponnya dan terdengar suara Edwin yang begitu lembut seperti biasanya.
"Halo Dik Graciel," Ucap Edwin
"Halo juga pak Edwin, maaf ada apa pak, kok tak seperti biasanya menelpon, apakah ada barang yang tertinggal, nanti biar saya carikan lalu saya suruh pak Sani mengirim ke kantor bapak." Balas Graciel
"Engga kok tenang aja, mau ngobrol aja sama kamu, Aksa sekarang dimana?" Tanya Edwin kepada Graciel.
__ADS_1
"Aksa barusan pulang pak, dia langsung tertidur pulas, dia seperti sedang kecapean." Ucap Graciel
"Anak itu hebat, tanpa sosok ibu yang mendampingi dia bisa menjadi seseorang yang cerdas dan baik. Harapan ibunya tercapai, pasti dia tersenyum sekarang disana melihat Aksa. Ia bisa menjadi begini juga pasti berkat kamu." Jelas Edwin dari telepon
"Iya pak, dia anak yang hebat sesuai dengan harapan ibunya yang dulu. Tapi sayangnya ibunya pergi dahulu dan tak sempat melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang hebat. Tetapi ini bukan berkat saya pak, justru ini karena bapak yang selalu berusaha memperhatikan anaknya walaupun tidak secara langsung." Balas Graciel
"Kamu bisa saja Graciel, Yasudah nanti malam saya pulang. Tolong jaga Aksa baik baik dan nanti malam ada yang akan saya bicarakan sama kamu" Ucap Edwin
"Baik pak" Balas Graciel kembali
Suara telepon dari Edwin seketika menghilang yang menandakan berakhirnya panggilan. Graciel bingung mengenai ucapan Edwin yang akan membicarakan sesuatu saat dirinya sudah pulang dari kantor. Graciel menaruh HP nya dan memutuskan untuk tak memikirkan ucapan apa nanti yang akan disampaikan oleh Edwin. Ia melanjutkan untuk menonton televisi di ruangan keluarga yang besar itu.
Jam menunjukan pukul dua siang, Aksa terbangun dari tidurnya dan melihat HP nya yang masih menyala bermain lego. Ia beranjak bangun dari kasurnya dan pergi keluar kamarnya. Tampak Graciel yang tertidur lelap dengan kondisi televisi menyala. Aksa sadar bahwa pengasuhnya kelelahan bekerja seharian untuk melayani dirinya. Aksa mematikan televisinya dan duduk di sebelah Graciel yang sedang tertidur.
Ia mengambil buku yang terletak di meja ruang tv tersebut, dan membacanya sambil bergumam tentang ayahnya.
"Ayah pasti pulang malam, aku tahu ayah sibuk, dan aku tak boleh menganggunya dengan mengkhawatirkannya tentang ku, dia sudah bekerja keras demi aku." Gumam Aksa
Ia berdiri dari kursi di samping Graciel yang sedang ia duduki. Lalu berjalan beberapa langkah menuju ke sebuah foto. Disana nampak seorang anak kecil yang di gendong oleh seorang wanita beserta sosok ayahnya. Aksa memandangi foto itu dengan perasaan sedih. Sosok wanita itu adalah ibunnya dan anak kecil yang digendongnya adalah dirinya.
Tetesan air mata keluar dari mata Aksa. Ia bersedih dan seperti dapat merasakan kembali kenangan di dalam foto itu yang sedang berada di dekapan sang ibu. Ia berharap ibunya dapat kembali sekejap saja untuk melihat anaknya yang tumbuh menjadi lebih besar dari foto kenangan itu. Ia juga berharap dapat melihat wajah ibunya yang bahagia ketika melihatnya menjadi anak yang pintar dan berbakat dalam segala hal.
Tetapi dalam diri Aksa yakin. Ibunya pasti sudah bangga melihat anaknya walaupun tak melihat secara langsung.
...🌱----------------🌱...
__ADS_1