Aksa Yang Jenius

Aksa Yang Jenius
Masa Kelam Ayah...


__ADS_3

..."🌱"...


Aksa terkejut mendengar perkataan ayahnya, ia terdiam dan langsung memasang raut wajah bahagia.


"Maksud ayah?" Ucap Aksa yang pura pura tak tahu


"Aksa pintar pasti sudah tahu maksud ayah." Balas Edwin


Senyuman Aksa bertambah lebar, dan wajahnya seperti berbinar binar


"Ayah beneran?" Ucap Aksa yang masih tak percaya dengan ucapan Edwin


Edwin membalas pertanyaan Aksa dengan mengangguk, ia langsung memeluk Edwin yang berada di sebelahnya.


"Terima kasih ayah, maaf karena aku tadi belum mendengarkan semuanya dan justru marah kepadamu terlebih dahulu. Seharusnya aku tak mendengarkan percakapan ayah kepada kak Graciel dan menuruti perintah ayah untuk belajar, sekali lagi maaf ayah." Ucap Aksa.


"Tidak apa apa nak, kamu sudah besar pasti kamu penasaran akan suatu hal di dunia ini, ayah juga pernah merasakan jadi kamu." Balas Edwin.


"Yausudah kamu jangan lupa belajar, nanti ayah panggilin kak Graciel biar nemenin kamu belajar, abis itu Aksa jangan lupa tidur ya nak." Kata Edwin


"Siap yah." Balas Aksa.

__ADS_1


Edwin keluar dari kamar Aksa dan pergi menuju ruang tamu dibawah yang sepertinya Graciel sedang ada disana untuk membersihkan kursi.


"Graciel." Panggil Edwin yang berjalan menujunya.


"Eh tuan, maaf maksudku Edwin." Ucap Graciel yang seketika pipinya memerah


"Aku minta tolong ke kamu untuk menemani Aksa belajar ya untuk malam ini, oiya nangisnya tolong dihilangkan, biar kamu cantik lagi." Ucap Edwin yang menggoda Graciel.


"Ehem ehem." Suara pak Sani yang tiba tiba lewat dan membuat mereka berdua salah tingkah.


"Maksudku biar kamu cantik seperti biasanya." Ucap Edwin kembali


"Ehemmm." Suara pak Sani yang sudah berjalan agak jauh tetapi suaranya makin terdengar keras.


"Yasudah Graciel, Aksa sudah menunggu kamu tuh di atas." Kata Edwin yang segera pergi meninggalkan Graciel dan memutuskan untuk beristirahat.


"huff." Graciel menghela nafas lega, karena barusan tuannya menggoda dan memujinya yang membuat ia tersipu malu.


***


Umur Graciel dan Edwin tak jauh berbeda umur mereka hanya beda 4 angka. Edwin dulunya adalah seseorang yang miskin dan tak berkecukupan. Ia sangat berambisi menjadi pengusaha sukses ketika ia besar. Banyak pekerjaan yang ia tekuni untuk mendapatkan modal dan membuka usaha sendiri. Hingga akhirnya ketika dirinya berusia remaja sekitar 18 tahun, ia sudah memiliki sebuah usaha yang dapat menopang kehidupannya dan mengangkat status dirinya.

__ADS_1


Jika dilihat dari masa lalu Edwin, banyak sekali suka duka yang ia rasakan. tetapi kebanyakan orang hanya melihatnya ketika ia sudah sukses. Dilahirkan dari seorang ayah yang bernama Klause lalu diturunkan kepada anaknya yang lahir dan diberi nama Edwin Klause. Saat Edwin memasuki masa sekolah menengah pertama (SMP) banyak sekali yang mengejeknya bahkan membulynya sebagai sosok yang tak pintar atau biasa disebut dengan bodoh.


Beragam cacian dilontarkan oleh teman teman sekelasnya yang sangat membencinya, bahkan ada kejadian terparah saat ia dilempari sampah oleh ketua kelas yang sangat membencinya, ia bernama Defiyan. Defiyan dikenal teman temannya sebagai sosok yang harus dipatuhi dan segala perintahnya harus dilaksanakan. Ia sangat tak menyukai adanya Edwin dikelasnya, karena dianggap merusak pemandangannya.


Ke kejaman Defiyan pun tak pernah diadukan sama sekali ke guru, karena dahulu Edwin sangat takut jika ia harus mendapatkan panggilan orang tua hanya karena bertengkar bersama Defiyan. Ia lebih memilih untuk dihina dan menahan rasa sakitnya sendirian dari pada harus merepotkan orang tuanya. Hari hari di masa SMP itu tak pernah berakhir dan hingga akhirnya saat semester kedua menjelang kelulusan, ada seorang wanita murid pindahan yang bernama Rani. Wanita yang memiliki seni bela diri dan sangat membenci keburukan, Ia dengan berani melawan Defiyan yang begitu kejam terhadap Edwin.


Hingga akhirnya pada suatu hari, Rani memukul Defiyan yang membuatnya terjatuh. Semenjak hari itu Defiyan tak pernah lagi berani untuk melakukan kekejaman di sekolahan itu lagi. Bahkan Rani mengadukan nya kepada sekolah dan berhasil membuat Defiyan dikeluarkan dari sekolah. Saat Defiyan dikeluarkan dari sekolah, Edwin berpikir ia akan seperti burung yang bebas dari sangkarnya.


Nyatanya tidak sama sekali, masih banyak siswa siswi di sekolahannya yang mengejeknya karena ia miskin dan sepatunya yang jelek membuat pandangan mereka terganggu. Beruntung Rani menjadi teman sekelasnya dan ia sangat baik kepada Edwin. Disaat ada yang menghinanya pasti Rani berusaha untuk melindungi Edwin dan menemani nya tiap pergi ke mana mana.


Hingga pada akhirnya tiba lah masa perpisahan mereka di sekolah menengah pertama (SMP) itu, Edwin berjanji kepada Rani bahwa suatu saat ia akan menaikan derajat kedua orang tuanya dan menjadi pengusaha yang sukses dan mampu mencukupi kebutuhan keluarganya untuk hidup. Rani percaya akan mimpi yang akan dicapai oleh Edwin. Rani juga membuat perjanjian bahwa ia akan menemani Edwin kemanapun dia berada.


Masa Smp pun berubah menjadi masa putih abu abu, ternyata penindasan terhadap Edwin tak kunjung usai dan malah makin menjadi jadi, pada suatu saat dia bertemu dengan Rani. Karena ia tak tega melihat kondisi Edwin yang dibully di sekolah tersebut akhirnya demi menepati janji, Rani pindah sekolah lagi untuk kedua kalinya. Beruntung sekali ia dipindahkan ke kelas dimana Edwin berada.


Penindasan yang paling parah di SMA ini dilakukan oleh wanita, ia membuli habis habisan Edwin. Tetapi semenjak datangnya Rani, ia berhasil mengatasinya sama seperti ketika SMP dahulu. Pada akhirnya Edwin memutuskan untuk menjadi seseorang yang lebih berani melawan dan mencoba untuk tak bergantung pada kekuatan Rani. Setelah beberapa lama berlatih bela diri, ia pun menjadi seseorang yang amat di segani hingga pembulian berakhir padanya di masa SMA.


Saat masa SMA usai Edwin berhasil mendapatkan kerja walaupun kecil kecilan, ia terus berusaha bekerja dan mengumpulkan modal untuk membangkitkan usahanya. Ternyata banyak cobaan yang meninmpa Edwin. Musibah datang silih berganti yang membuatnya hampir putus asa dan mengakhiri hidup.


Rani selalu menyemangati mimpinya, dan dengan dorongan semangat darinya ia berhasil mencapai apa janji yang pernah dia ucapkan kepada Rani. Dan disaat sudah sukses menjadi seseorang yang sangat kaya, ia dengan berani menikahi gadis yang dulu selalu melindunginya dan menemaninya. Pernikahan itu dikaruniai satu orang anak yang diberi nama Aksa. Sayangnya akibat insiden yang terjadi. Ia harus kehilangan istrinya yaitu Rani yang tak menepati janjinya bahwa ia akan menemani Edwin dimanapun ia berada.


Dan kini ia menemukan sosok Rani yang sama pada diri Graciel. Anaknya begitu menyukai pengasuh ini. Yang membuatnya berpikir bahwa sudah waktunya untuk menghapuskan memori tentang Rani dan membiarkannya tenang tanpa harus memikirkannya dengan anaknya.

__ADS_1


...🌱----------------🌱...


__ADS_2