
..."🌱"...
Graciel menatap Aksa sambil memegang buku hariannya.
"Aksa beneran kamu yang nulis?" Tanya Graciel kepada Aksa.
Aksa mengangguk dan Graciel memutuskan untuk melanjutkan membaca dan membalikan halaman pertama untuk melanjutkan ke halaman selanjutnya.
...DIARY AKSA...
Ayah
Sosok yang paling aku kagumi di bumi ini, walaupun ia sangat berambisi untuk bekerja tetapi ia selalu menyempatkan waktunya agar anaknya bisa merasa bahagia. Cintanya nampak tak nyata tapi cintanya sudah pasti setulus jiwa. Harusnya memang dia menjadi sosok terbaik bagi Aksa dan ia adalah ayah terhebat bagi ku.
Kak Graciel
(Melihat namanya terdapat di buku harian Aksa, wajah Graciel tampak mengeluarkan mimik wajah bahagia dengan menunjukan sebuah senyuman yang tampak manis bagi siapa pun yang memandangnya. Ia seperti bangga namanya dapat masuk ke buku yang mungkin sangat penting bagi Aksa, lalu Graciel pun melanjutkan membacanya.)
Dia adalah perempuan yang hebat, dan selalu mengerti perasaan Aksa, tak jarang ketika Aksa sedang dalam kesusahan, ia selalu hadir untuk membantu Aksa walaupun itu diluar tanggung jawabnya. Kak Graciel kini menjadi orang yang begitu berpengaruh di hidup ku juga. Kuharap ia akan selamanya bersama ku dan menjadi ibuku."
...Hal 02...
...----------------...
Graciel tiba tiba meneteskan rintikan rintikan air mata. Air mata yang jatuh tersebut satu persatu mulai membasahi buku. Lembaran kertas buku harian Aksa mulai membentuk genangan yang sangat kecil. Aksa sudah tahu bahwa jika Graciel membaca halaman itu, ia pasti akan sangat merasa terharu.
"Kak Graciel kenapa?" Tanya Aksa yang pura pura tidak tahu
"Tidak apa apa Aksa." Sembunyi Graciel yang tak ingin menjelaskan alasan ia menangis kepada Aksa.
__ADS_1
"Gausa disembunyiin kak, Aksa tau kok perasaan kakak, maaf ya kalo bukunya bikin sedih kakak" Ucap Aksa
"Engga kok, buku nya ga bikin sedih tapi cara mu menuliskan sifat seseorang sangat baik terlebih kamu menuliskan bahwa kakak cocok untuk menjadi sosok ibumu." Jawab Graciel
"Ayah mu sudah memberitahukan semuanya kepada mu kan Aksa bahwa ia akan menikahiku? kakak masih belum memberikan jawaban yang pasti, tadi kakak hanya menjawab ayah mu dengan anggukan yang mungkin baginya aku menjawab dengan terpaksa. Kalau begitu baiklah sudah kakak putuskan demi Aksa dan demi tuan Edwin. Kak Graciel akan bilang ke ayah mu Aksa kalo kakak sudah siap untuk menjadi ibumu." Jelas Graciel.
Mata Aksa yang awalanya biasa saja, setelah mendengar kata yang terucap dan keluar dari mulut Graciel, membuat mata nya yang awalnya biasa menjadi berbinar binar. Wajahnya yang juga awalnya biasa saja menjadi wajah penuh kebahagiaan dan senyuman. Seperti semuanya terjadi begitu singkat dan ekspresi kegembirannya tak dapat lagi diungkapkan dengan kata kata. Kebahagiaan Aksa kini akan bertambah lagi karena Graciel akan hadir sebagai sosok ibunya.
***
Keesokan harinya adalah hari dimana Edwin cuti kerja dan Aksa libur sekolah. Keluarga Klause sepertinya hari ini akan lengkap dirumah karena tak ada aktivitas aktivitas yang dilakukan mereka diluar. Sang mentari muncul perlahan lahan menampakan dirinya. Kicauan burung burung diluar beriringan satu sama lain. Kokokan ayam membangunkan semua orang yang tidur semalaman.
Graciel terbangun dari tidurnya, ia segera beranjak dari kasur dan membereskan kamarnya. Selesai membereskan, ia melangkahkan kakinya keluar kamar menuju dapur, untuk menyiapkan sarapan pagi di keluarga Klause. Aksa pun terbangun dari tidurnya, hari ini Aksa merasa lebih senang dari pada hari hari biasanya, entah kenapa Aksa merasa begitu. Aksa memilih untuk membaca buku dahulu dari pada pergi ke dapur untuk sarapan.
Edwin ternyata masih sibuk di ruangan pekerjaannya. Ia di hari cuti masih saja melakukan pekerjaan yang seharusnya bisa di tunda besok. Ia lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya sekarang dari pada menunda nundanya hingga esok hari. Graciel sudah selesai memasak makanan dan ia pun menyiapkan piring dan perlengkapan makan lainnya di meja ruang makan.
Graciel pergi keluar ruangan itu dan pergi untuk memanggil Edwin dan Aksa.
Graciel mendatangi kamar Aksa dan berbicara kepadanya.
"Aksa ayo makan, kakak udah siapin sarapan nih" Ucap Graciel sembari mengetuk pintu Aksa
"Baik kak" Jawab Aksa
"Oiya ayo buruan nih kayanya tuan udah siapin hadiah buat Aksa" Tutur Graciel
"Hadiah?" Tanya Aksa yang keluar dari kamar sambil ternyum melihat Graciel.
"Eh kok Aksa senyum?" Tanya Graciel balik.
__ADS_1
"Engga apa apa kok kak, tapi kayanya itu bukan hadiah untuk Aksa. Ayo kak kita keruang makan,tetapi kakak duluan aja aku mau memanggil pak sani dahulu."
Jelas Aksa kepada Graciel.
Aksa pergi memanggil pak sani sedangkan Graciel menuju ruang makan untuk menyusul Edwin. Saat Graciel masuk ke ruangan makan tiba-tiba Edwin datang ke hadapannya dan menekuk lututnya. Kotak yang dibawanya pun dibuka dihadapan pengasuhnya. Angin silir di pagi hari itu menembus ventilasi yang terbuka di ruangan makan itu.
Suasana tiba tiba menjadi dingin dan segar. Pipi Graciel memerah kemudaan dan ternyata di belakangnya sudah ada Aksa dan pak Sani yang menjadi saksi Edwin menyatakan cintanya. Pantas saja hari ini Aksa begitu bahagia, ia tau akan rencana ayahnya.
"Graciel terimalah dan jadilah istriku" Ucap Edwin sembari mengarahkan wajahnya ke Graciel dengan wajah serius.
Graciel terdiam dan tak merespon apapun. Sontak dari belakangnya Aksa dan pak Sani bersama sama mereka berteriak.
"Terima, terima, terima" Ucap Aksa dan pak Sani secara bersamaan sambil bertepuk tangan.
Graciel melihat mereka berdua menyemangatinya menjadi terharu. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke pada Edwin.
"Maaf." Ucap Graciel
Edwin mendengarnya langsung mengubah ekspresinya menjadi ekspresi kecewa. Begitu pula Aksa dan pak Sani yang memberhentikan tepukan tangannya.
Tiba-tiba Graciel mengangkat tangannya dan mengambil cincin yang dijadikan hadiah oleh Edwin. Mereka yang melihatnya sontak tersenyum kembali.
"Maaf, karena aku mau makan dulu, tapi semua ini kuterima, aku mau menjadi istri tuan Edwin dan menjadi ibu Aksa.." Lanjut Graciel
Sontak mereka bertiga berteriak kegirangan termasuk Edwin dan pak Sani yang tiba tiba sifatnya berubah menjadi anak anak.
"Yasudah ayo makan dulu" Ucap Edwin
"Horee dapet ibu baru." Sambung Aksa
__ADS_1
Hari ini menjadi hari bahagia sekaligus menjadi kenangan bagi keluarga Klause. Mereka berbicara mengenai rencana pernikahaan mereka di meja makan. Semuanya sudah menentukan bahwa pernikahan akan dilangsungkan selama 2 minggu lagi dari hari ini!!
...🌱----------------🌱...