Aksa Yang Jenius

Aksa Yang Jenius
Teman Lama Tak Jumpa..


__ADS_3

..."🌱"...


...🌲*9 TAHUN BERLALU*🌲...


Waktu terus berjalan dan berputar, tak ada kesempatan kembali yang dapat di ulang. Masa lalu kini hanyalah menjadi sebuah kenangan. Kesalahan dimasa lalu akan menuai penyesalan yang mendalam. Kebaikan yang di tanam di masa lalu akan menuai kebahagiaan.


"AYAHHH, AKSAAAA, PAK SANII, MAKANAN SUDAH SIAP NIH AYO MAKANN JANGAN TIDUR TERUS!!" Teriak Graciel yang membangunkan seluruh keluarga Klause.


Graciel sudah menjadi bagian dari keluarga sejak 9 tahun yang lalu, kini pernikahannya memasuki usia yang ke 9 tahun. Pernikahan mereka selama ini tak ditakdirkan tuhan untuk mempunyai keturunan. Graciel sudah memasuki usia ke 39 tahun. Sedangkan Edwin memasuki usia ke 43 tahun dan Aksa kini berusia 16 tahun, baru saja ia memasuki masa SMA setelah lulus dari masa putih biru.


Edwin keluar dari kamarnya dengan pakaian kantornya tetapi dasinya belum terpasang dengan rapi dan benar.


"Ayah dasinya pakai yang benar dong." Ucap Graciel kepada Edwin


"Hehe pakein bun." Balas Edwin dengan iseng kepada Graciel.


Graciel tersenyum, setiap kali ia melihat suaminya yang bertingkah laku seperti anak kecil dan bermanja kepadanya justru bukan merepotkannya, malah perlakuan itu membuatnya berpikir bahwa suaminya ingin dimanja olehnya. Berbeda dengan Aksa kini ia sudah mulai tumbuh dewasa, suaranya sudah mulai berubah. Suara nya lebih berat dari pada dahulu.


Kini ia menjadi remaja yang super jenius, beragam pertandingan kepintaran dimenangkan oleh nya. Hingga ia berhasil mewakilkan sekolahnya untuk berlomba diluar negara. Kecerdasan nya seakan akan semakin meningkat dari hari ke hari. Tetapi sayangnya sifat banyak bicara Aksa pun mulai pudar.


Aksa menjadi seseorang yang pendiam, semakin dewasa ia, semakin banyak memilih untuk tak berbicara sepatah kata pun dan memilih diam kepada teman temannya. Tampak ia keluar dari kamarnya dengan wajah kelelahan. Terdapat tanda mata panda dibawah matanya. Ia berjalan menuju ruang makan dengan membawa handphonenya, berbeda dengan dahulu yang suka memainkan puzzle, Aksa kini lebih sering bermain game kompetitif, ia tak pernah menerima kekalahan dan jika ia kalah dalam game itu, maka ia akan terus bermain hingga mencapai target kemenangannya.


"Aksa... Kamu ga tidur nak?" Tanya Graciel yang selesai membereskan dasi suaminya.


"Engga bun, aku dari semalam bermain game ini tetapi aku tak berhasil mencapai targetku." Jawab Aksa


"Kamu sudah besar Aksa, hindari permainan itu. Itu hanya bisa merusak pikiranmu. Lebih baik kamu belajar lagi walaupun Aksa sudah pandai." Ucap Edwin.

__ADS_1


Aksa hanya diam dan tak menjawab apa yang diucapkan oleh ayahnya. Ia tak mau berdebat panjang lebar di pagi yang cerah ini.


"Yah, nanti aku berangkat sekolah sendiri ya naik sepeda." Ucap Aksa


"Iya nak tapi hati hati." Balas Edwin


"Bun, bekal ku udah siapkan, aku mau siap siap mandi dahulu lalu pergi ke sekolah." Ucap Aksa yang tak jadi makan dan menaruh ponselnya di atas meja ruang makan.


Aksa pergi ke kamarnya dan mengambil handuknya, setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi, ia bersiap untuk pergi berangkat ke sekolah. Saat semuanya sudah siap dari peralatan sekolah hingga bekal. Aksa berpamitan kepada Graciel dan Edwin untuk pergi ke sekolah.


Ia mengayuh sepedahnya hingga tepat berada di depan gerbang sekolah SMA nya. Sepertinya hari ini ia datang terlalu pagi dan semuanya masih tampak sepi tak ada kegaduhan sama sekali. Aksa memutuskan untuk memparkirkan sepedanya di dekat parkiran kantin. Ia berjalan menuju ke kelas dengan santai.


*Brakk


Ia tertabrak oleh seorang wanita cantik yang ternyata membawa sepeda juga dan sepertinya Aksa mengenali wajah orang yang menabraknya tersebut.


"Eh kamu kan.... Aksaaaaa" Teriak Cherlin


"Sudah lama tak bertemu ya.. Semenjak lulus dari SD, kita gapernah bertemu sama sekali. Aku baru tau kalo kamu sekolah disini Aksa, padahal kan kita disini sudah 2 bulan." Heran Cherlin.


"Aku malas untuk keluar kelas, kayanya bakalan cukup ngerepotin kalo harus ngobrol sama orang." Ucap Aksa dengan nada dingin dan meninggalkan Cherlin.


"Eh AKSAA TUNGGUUUU, KELASMU YANG MANA?" Teriak Cherlin sambil menyusul Aksa.


Aksa diam dan tidak menjawab pertanyaannya, ia tetap berjalan ke arah kelasnya tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Hahaha Aksa sekarang dah berubah jadi cowo yang cool ya" Ucap Cherlin sambil menertawakan Aksa.

__ADS_1


Aksa tetap menghiraukannya dan menambah kecepatan berjalannya untuk meninggalkan Cherlin.


"Aksaaa, kok kamu berubah sih?" Tanya Cherlin kembali yang menambah kecepatan berjalannya juga dan tak mau menyerah untuk mengikuti Aksa.


"Terpaksa" Gumam Aksa dalam hati yang sepertinya sedang menyiapkan rencana.


Tiba tiba Aksa membalikan badannya kearah Cherlin.


"Sebagai pertemuan kita, kamu tutup matamu dengan tanganmu" Kata Aksa


Cherlin menuruti perkataan Aksa, ia menutup kedua matanya dengan menggunakan tangannya. Aksa menundukan badannya dan menggerakan tangannya ke arah sepatu Cherlin. Dengan cekatan Aksa membuka semua sepasang tali sepatu. Setelah mengerjainnya Aksa berlari dan berkata dengan nada pelan


"Silahkan buka." Ucap Aksa yang meninggalkan Cherlin


Cherlin membuka matanya dan kaget melihat kelakuan Aksa yang mengerjainnya.


"Anak ini, benar-benar berubah." Ucap Cherlin dengan nada kesal.


Ia kesal kepada Aksa dan jika ia memiliki kesempatan ia akan membalaskan dendamnya terhadap Aksa. Akhirnya Aksa berhasil sampai di kelasnya tanpa dibututi oleh Cherlin. Kebiasaan Aksa tak berubah semenjak SD, ia selalu menyiapkan alat tulisnya dan selalu dalam posisi siap ketika jam pelajaran belum dimulai. Setelah menunggu beberapa lama, pelajaran pun akhirnya dimulai. Banyak siswa dan siswi yang berlarian masuk ke dalam kelas. Dan tampak dari kelas Aksa sepertinya ada juga yang terlambat untuk masuk ke sekolah dan mereka pun terpaksa menunggu gerbang dibuka dan bersiap untuk mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.


Saat bel masuk, ia melihat Cherlin yang masuk di kelas sebelahnya dan ternyata ia murid di kelas sebelah. Jarak Aksa dan Cherlin kini hanya dipisahkan oleh tembok penghalang antar kelas. Aksa sepertinya harus menyiapkan berbagai rencana untuk menghindari dirinya dari gadis cantik yang selalu menguntitnya.


"Jangan sampai ia tahu bahwa aku adalah murid di kelas sebelahnya." Gumam Aksa.


Guru-guru sepertinya sudah mulai memasuki kelas masing masing dan memulai membuka pelajaran mereka. Di sekolah ini Aksa dan Cherlin sama sama mengambil jurusan IPA dengan minat yang sama. Cherlin adalah gadis cantik yang pernah menjadi teman dekat Aksa sewaktu SD. Menurut rumor yang beredar ia dijuluki sebagai Gadis Pintar.


Terlebih lagi, menurut teman Aksa yang juga berteman dengan Cherlin. Ia adalah gadis yang memiliki kejeniusan yang sama seperti Aksa. Semenjak mendengar rumor itu sewaktu SMP, dia tak mau kalah berkompetisi dengan Cherlin, dan akan menjadikan teman dekatnya sewaktu SD menjadi Rivalnya.

__ADS_1


...🌱----------------🌱...


__ADS_2