Aksa Yang Jenius

Aksa Yang Jenius
Ternyata Kamu!!


__ADS_3

..."🌱"...


Angin tiba tiba datang mengibaskan rambut Cherlin dan membuatnya beterbangan, matahari tertutup awan gelap yang menandakan akan turunnya hujan. Kakak kelas itu sepertinya sudah bersiap untuk nenyerang Cherlin juga walaupun ia adalah wanita. Ia berjalan perlahan lahan mendekati Cherlin, ia tak segan untuk memukul Cherlin. Saat ia melangkah kan kakinya, tiba tiba seorang pria yang sudah lemas akibat tendangannya memegang kakinya, seperti berusaha untuk menghentikan kakak kelas yang dipenuhi amarah tersebut.


"Larilah kamu, tak perlu menolongku, cukup selamatkan saja dirimu." Ucap pria itu.


"Dasar bodoh, kamu sedang dalam kesusahan, mana mungkin aku membiarkanmu dihajar habis habisan oleh kakak kelas itu." Ucap Cherlin


Pria itu langsung menundukan kepalanya seperti menganggap dirinya tak berguna dan hanya menyusahkan orang lain. Kakak kelas itu lalu menginjak tangan yang menggenggam kakinya dengan erat. Pria itu berteriak dengan keras karena kesakitan. Teriakan itu membuat Cherlin takut, badannya gemetar karena melihat kakak kelas itu sudah kelewatan. Ia belum memiliki rencana untuk menghadapi kakak kelas itu.


(harusnya aku mengikuti Aksa sejak tadi, ternyata ia ada benarnya, lebih baik tak mencampuri urusan orang lain.) Gumam Cherlin seraya bergetar seluruh tubuhnya.


Kakak kelas itu berjalan mendekati Cherlin, kali ini tak ada yang mencegahnya, ia bisa dengan bebas memukul Cherlin. Saat berada di depannya, ia melayangkan tinjunya dengan kekuatan penuh, dan disaat yang tepat.


*Kzzzzz


Suara tepisan pukulan dari tangan seseorang yang menyelamatkan Cherlin.


"Tidak Cherlin kamu sudah benar untuk menolong orang lain, hindari ketakutanmu." Ucap pria yang menahan pukulan kakak kelas itu.


"Aksa..." Ucap Cherlin yang melihat wajah pria itu.


"Tidak kah kamu malu, melawan yang lemah termasuk wanita. Hanya umur mu yang sudah tua tetapi perlakuan mu tak pantas untuk seumuran tua." Ucap Aksa kepada kakak kelas itu


"Dasar bocahh" Ucap kakak kelas itu dengan geram.


Tiba tiba Aksa tertawa kecil, dan membuat ketiga orang disekitarnya bingung melihat tingkah lakunya.


"Berakhir sudah." Balas Aksa.


Dari balik dinding muncul seorang guru yang bertugas di bimbingan konseling. Ternyata saat Cherlin mengajak Aksa untuk menolong orang tersebut. Aksa lebih memilih untuk memanggil pihak yang lebih bertanggung jawab dari pada harus melawan nya sendiri yang justru akan merepotkannya.


"Kamu ga tau diri jadi anak, maksud kamu apa!! Adik kelas dibawa ke belakang gudang terus di siksa, yang cewe mau nolongin tapi kamu malah pengen nyakitin dia juga. Kamu manusia apa bukan!!" Bentak guru BK yang sangat kesal melihat anak murid disekolahnya bertingkah laku yang tak lazim bagi pelajar.

__ADS_1


"BUKAN SAYA YANG SALAH PAK!!" Ucap kakak kelas itu


"Kamu dah nyiksa begitu masih bilang bukan kamu yang salah? Siap siap saja panggilan orang tua." Balas guru BK tersebut.


Aksa menghiraukan amarah dari guru BK itu kepada kakak kelas, ia lalu menghadap kearah Cherlin yang tubuhnya masih gemetaran karena melihat tangan pria itu yang diinjak oleh kakak kelasnya dengan penuh kekuatan.


"Maafin Aksa, Cherlin, tadi aku manggil guru BK dulu baru nolongin, habisnya aku ga mampu kalo lawan sendiri." Ucap Aksa.


Cherlin terdiam dan badannya masih saja gemetaran sambil menghiraukan ucapan Aksa.


Aksa mengangkat tangannya dan memegang bahu Cherlin.


"Kata nya kamu jenius tapi kok gegabah ya hahahah." Kata Aksa yang masih sempat sempatnya bercanda.


Badan Cherlin berhenti gemetar dan ia menatap ke arah Aksa.


"Hampir saja, untung kamu datangnya pas." Ucap Cherlin


Aksa ternyum dan berbalik menuju ke arah pria yang sedang tersungkur itu.


"I-iya." Ucap Pria yang sepertinya dipenuhi rasa kesakitan itu.


Saat pria itu mengangkat kepalanya ia terkejut melihat siapa yang menyelamatkanya.


"A-AKSA!!" Ucap Pria itu dengan terkejut.


Rupanya bukan pria itu saja yang terkejut, melainkan juga Aksa. Ia tak menyangka bahwa yang menjadi korban adalah teman sebangkunya yang pintar dan tampan. Padahal saat tadi, ia berpamitan untuk duluan kekantin, ternyata ia malah pergi ke belakang gudang untuk menemui kakak kelas tersebut.


"Raiyez, Kamu... Kok bisa?." Tanya Aksa


"Ceritanya panjang Sa." Ucap Raiyez yang semakin melemas.


"Cherlin, tolong panggilkan anak yang ikut dalam ESKUL PMR , biar mereka yang menangani anak ini." Ucap guru BK itu kepada Cherlin

__ADS_1


"Baik pak." Ucap Cherlin yang segera pergi bergegas meninggalkan belakang gudang.


"Aksa, kamu tunggu Cherlin disini dengan anak itu, selagi Cherlin memanggil petugas PMR, biar bapak yang nanganin anak sok jago satu ini." Jelas guru BK itu kembali.


"Iya pak, tenang saja pasti beres." Balas Aksa


Guru BK itu pun pergi dengan menyeret leher kakak kelas itu secara paksa. Tak ada perlawan dari kakak kelas tersebut, sepertinya ia menyerah dan menyesali apa yang dia perbuat akibat amarahnya. Tetapi nasibnya pasti akan menjadi buruk, masa depannya pun akan lenyap akibat ulahnya yang tak seperti siswa maupun manusia.


Aksa duduk di dekat Raiyez yang masih terbaring lemas.


"Huff ada ada saja kamu Yez" Ucap Aksa


"Sekali lagi makasih Aksa, kamu telah menyelamatkanku dan gadis itu." Balas Raiyez yang berterimakasih kepada Aksa.


"Lain kali hati hati, dari raut wajahmu biasanya pasti permasalahan tentang wanita." Tebak Aksa.


"Iya Sa, kamu benar, Pacar kakak itu sangat menyukai ku dan aku dengannya seperti terlihat sangat amat dekat hingga akhirnya kakak kelas itu tau bahwa aku dekat dengan pacarnya. Dua hari yang lalu dia menghubungi ku, dan mencoba mengajak ku hari ini untuk membahas wanita itu di belakang gudang sewaktu istirahat. Sayangnya saat tiba disini, dia langsung melompat dan menendangku hingga jatuh tersyungkur sebelum sempat aku melawan." Jelas Raiyez.


"Bicara tentang wanita memang tak ada habisnya, hanya karenanya bisa membuat semua orang gila, tapi kenapa mereka semua sangat mengejar cinta. Huff." Aksa kembali menghembuskan nafas.


Raiyez tersenyum, dan senang karena disisi lain, ternyata teman sebangkunya mau menolongnya dan peduli terhadapnya.


"Menurutmu suatu saat aku akan berhasil meraih impian ku tidak ya?" Tanya Aksa tiba tiba kepada Raiyez.


"Pasti.. Ya, pasti bisa, apa impianmu."


"Aku memiliki mimpi yang diteruskan sejak almarhum ibuku yang memilikinya. Ia bermimpi bahwa suatu saat aku akan sukses dan menjadi pengaruh yang baik untuk semua orang, sesuai arti nama ku, Aksa yang berarti poros atau pusat. Tetapi impian ku saat ini adalah mengalahkan kecerdasaan kalian, Raiyez dan Cherlin dalam bidang pelajaran." Ucap Aksa


"Kamu anak yang jenius Aksa, mengalahkan ku dan gadis itu sangatlah mudah bagimu, dan impianmu sebagai poros yang berpengaruh pasti akan tercapai. Mulai saat ini aku akan terus bersama mu dan berusaha menjadi teman baikmu." Ucap Raiyez yang sedikit tersenyum dan tiba tiba matanya tertutup.


"Raiyez sepertinya pingsan, tetapi aku harus menunggu mereka sesuai dengan perintah guru." Ujar Aksa.


Aksa mendekatkan badannya ke tembok dan memejamkan matanya untuk menunggu Cherlin di belakang gudang yang sepi.

__ADS_1


...🌱----------------🌱...


__ADS_2