AKU AIRIN BUKAN AIRA

AKU AIRIN BUKAN AIRA
Bab. 15 Calon Suami


__ADS_3

Ririn terbangun mendengar keributan diluar. Terlihat Airin masih terbaring pulas disampingnya.


Tampak muka airin yang pucat dan matanya yang bengkak. Ririn tidak tega membangunkan airin. Dibiarkan airin tidur sendiri dan dia bergegas membersihkan diri dan turun kebawah.


Dibawah terlihat orang yang begitu sibuk menyiapkan pesta pernikahan airin. Ririn memandang ke semua arah sudut. Tapi orang yang dia cari belum kelihatan.


"ririn... cari siapa..." sapa seorang wanita dibelakangnya yang tak lain mamanya airin.


"cari nenek, tante... nenek dimana ya..." tanya ririn dengan mata masih mencari keberadaan nenek sri.


"ohhhh... nenek... nek dikamar.... setelah sarapan tadi nenek langsung masuk kamar...." kata mama dewi sambil menunjukkan kamar yang ditempati nenek.


"ohhh... ya udah... mungkin nenek mau istirahat lagi... mungkin masih capek..." seru ririn.


"iya... mungkin aja..." jawab mama dewi dengan santai.


Ririn tidak sengaja melihat pelaminan yang sudah didekor begitu indah. Untuk sementara waktu ririn terpesona dengan keindahannya.


"indah sekali ya tante..." Ririn mengatakannya tanpa sengaja.


"iya indah... tante sengaja membuat sebagus mungkin untuk airin. Tante ingin melihat salah satu putri tante memakai gaun yang indah dan duduk dipelaminan. Tante berharap airin bahagia dengan pilihan tante. walaupun cara tante salah..." kata mama dewi dengan tanpa sadar curhat sama ririn.


Ririn hanya terdiam mendengar perkataan mama dewi. Terdengar harapan seorang ibu disana. Ternyata mama dewi juga menyayangi airin namun dia tidak bisa memilih airin karena aira.


Mama dewi menatap takjub pelaminan pilihannya sedangkan ririn memandang mama dewi dengan penuh pertanyaan.


"indah bukan... kalau airin melihatnya pasti dia akan suka..." kata mama dewi.


"iya tante... aku aja suka..." jawan ririn polos.


"oh ya... airin mana..kenapa kamu turun sendirian..." tanya mama dewi yang baru sadar kalau airin tidak ada.


"airin masih tidur tante... " jawab ririn.


"kok masih tidur... bentar lagi kita harus siap-siap. kamu bangunin airin sekarang ya... kalian sarapan dulu... habis itu temui tante... kamu belum sarapankan..." tanya mama dewi pada ririn.


"belum tante..." jawab ririn


"ya udah... bangunin airin sana... ajak dia sarapan... jam setengah sembilan dia harus dimake up..." kata mama dewi lagi.


"bagaimana ne... mata airin masih bengkak karena habis nangis semalaman... apa yang harus aku lakukan..." batin ririn. Ririn memikirkan cara untuk mehilangkan bengkak mata airin.


"baik tante...ririn bangunin airin sekarang...oh ya tante... bisa minta es batu..." ujar ririn dengan ragu-ragu.


" buat apa... buat minum. lebih baik hindari es dipagi hari..." kata mama dewi.


"oh enggak tante... mau kompres mata... biasa tante... mata ririn sering bengkak kalau kecapean..." alasan ririn.


"ohhh.. pikir buat apa tadi... itu ambil saja sendiri dikulkas..." ujar mama dewi sambil menunjuk kearah dapur.


"iya tante... makasih ya..." ririn pergi kedapur meninggalkan mama dewi dan mama dewi hanya menganggukkan kepalanya.


Ririn membuka kulkas dan mengambil es batu secukupnya. Dituangkan sedikit air kedalam es batu tersebut.


Ririn kembali ke kamar airin dengan sebaskom es batu ditangannya.


"Airin... bangun..." panggil ririn sambil mengguncangkan tubuh airin.


Airin membuka matanya, didapati ririn sedang duduk disampingnya.


"Ririn... kamu udah bangun... ini buat apa..." tanya airin penasaran dengan es batu ditangan ririn.


"ini buat kompres mata kamu... coba ngaca deh... mata bengkak kek gitu mau jadi pengantin..." ririn mengomeli airin.

__ADS_1


"oh.. pikir buat apa... bentar aku cuci muka dulu ya..." airin beranjak bangun dan menuju kamar mandi.


Dia menatap pantulan wajahnya sendiri dicermin. Terlihat dirinya begitu kacau. Wajah pucat ditambah lagi mata yang bengkak.


Airin membasuh mukanya dengan air untuk menghilangkan kantuknya.


" udah cuci mukanya..." ujar ririn ketika melihat airin keluar.


"udah..." jawab airin dengan malas karena kantuk.


"nih ambil... kamu kompres dulu matamu biar hilang bengkaknya... " ririn menyodorkan kain yang diisi ea batu.


"iya bawel... bawa sini..." mengambil es batu yang diberikan ririn.


Setengah jam lebih mereka dikamar mengompres mata mereka masing-masing. Sampai mata mereka tidak kelihatan bengkak lagi.


"gimana rin... masih kelihatan bengkaknya..." tanya airin.


"gak kok... udah enggak kelihatan..." jawab ririn sambil mengambil kain kompres ditangan airin.


"syukurlah... untung kamu ada ide buat ngopres mata... kalau gak malulah dilihat sama orang masa calon pengantin matanya bengkak...." ujar airin.


"ya iyalah... ririn gitu loh... dengan seribu ide dikepalanya..." jawab ririn cengengesan.


"Dasar burung pipit... gak bisa dipuji langsung terbang... pipit-pipit..."airin menggoda ririn.


"biarin... emang aku suka..." jawab ririn.


"turun yok kita makan dulu... laper ne... sudah tuh baru kita temui mama..." kata airin sambil memegang perutnya yang keroncongan dari tadi.


"ayo... aku juga udah lapar..." ujar ririn.


Mereka akhirnya turun untuk sarapan. Setelah sarapan mereka langsung menemui mama dewi. Karena tadi mama dewi sudah berpesan sama ririn untuk mengajak airin menemuinya.


"mama... " panggil airin didepan pintu kamar nenek yang terbuka.


"itu gaun pengantin untuk kamu airin...kamu make up disini ya..." ujar mama dewi lagi sambil menunjukkan gaun pengantin airin.


Airin terpesona melihat gaun pengantin pilihan mamanya itu. Sungguh indah dan menakjubkan sekali.


"tapi kenapa disini... kenapa tidak dikamar airin..." tanya airin lagi.


"kamar kamu mau diberesin dan didekor sedikit... biar kelihatan kamar pengantin..." ujar mama dewi sambil mengambil pakaian dari lemari untuk ririn.


"oh ya udah deh..." jawab airin pasrah.


"ne buat kamu... kamukan sahabat airin... jadi tante khusus jahit baju seragam buat kamu satu... ukurannya cocokkan sama kamu..." tanya mama dewi sambil memberikan kebaya untuk ririn.


"ukurannya cocok kok tante... makasih banyak tante ya..." jawab ririn kegirangan.


"iya... nanti kamu dampingi airin ya...." kata mama dewi lagi.


"baik tante..." sahut ririn lagi.


"Airin kamu siap-siap terus ya... mama juga mau siap-siap... karena acara akad nikahnya jam sepuluh nanti..." ujar mama dewi sambil berlalu meninggalkan mereka.


"iya ma..." jawab airin.


Mereka menutup pintu kamar nenek agar tidak seorangpun masuk kedalam.


Mama dewi sudah terlihat cantik dengan kebaya warna biru dan juga papa iwan tanpa terlihat gagah dengan baju batik yang senada dengan mama dewi.


Rombongan pengantin pria sudah tiba dirumah bu dewi dan disambut dengan meriah oleh keluarga bu dewi.

__ADS_1


Terlihat calon suami airin yang sangat tampan dalam balutan jas warna hitam. Dan terlihat dia menggenggam tangan kecil putrinya itu. Putri kecil itu pun nampak cantik dengan balutan gaun putih bagaikan princes.


Dan disampingnya terlihat seorang wanita seumuran mama dewi dan diikuti oleh kedua anaknya itu.


Airin melihat dari kejauhan wajah calon suaminya itu. Dia sengaja keluar ketika mendengar rombongan pengantin pria datang.


Airin begitu penasaran dengan rupa lelaki yang akan menikahinya. Dia mengitip dari kejauhan.


"itu randy putra gunawan calon suami kamu. Direktur sekaligus pewaris yang sah perusahaan GM countration" suara dari belakangnya membuat airin terkejut.


"mama.... airin...ehmm airin tadi cuma keluar sebentar..." kata airin gugup karena ketahuan keluar dari kamar.


"tidak apa-apa. biar mama beritahu, putri kecil itu bernama raiya putri gunawan anak kesayangan randy. kamu kalau sudah tinggal sama dia jangan pernah menyentuh raiya sedikitpun kalau kamu mau aman. dia tidak pernah memaafkan siapapun yang menyakiti putrinya... kamu paham...." tanya mama dewi pada airin.


"iya ma... " jawab airin.


"jadi yang akan menikahiku adalah seorang duda beranak satu... woaw... airin belum menikah aja kamu udah punya anak... memang hebat skenario hidupmu..." batin airin


"lalu siapa tante dan kedua orang dibelakang randy ma... sepertinya itu keluarganya... apa mereka itu ibu dan saudaranya..." tanya airin sambil menunjuk mereka satu persatu.


"bukan... itu tante Rita dan sepupunya randy. Body dan bianca..." ujar mama dewi.


"ohh... jadi orangtua randy yang mana..." tanya airin penasaran.


"Orang tuanya meninggal karena kecelakaan waktu dia masih kuliah... jadi seluruh harta kekayaannya jatuh kepada putranya..." jelas mama dewi lagi.


"ohh... jadi ma...." belum sempat airin menanyakan pertanyaan lain dia udah diseret oleh mamanya untuk masuk kedalam.


"udah airin ya... nanti setelah menikah mama akan jelasin semuanya.... untung kamu tidak kelihatan oleh rombongan pengantin pria..." kata mama dewi dengan gugup.


"memangnya kenapa ma kalau sampai kelihatan... kan wajar calon pengantin melihat pengantinnya..." kata airin sambil menyelidiki tingkah mamanya yang aneh.


"jangan banyak tanya... kamu tunggu disini... jangan keluar kalau kamu belum dipanggil..." perintah mama dewi.


Airin hanya menuruti semua perkataan mamanya karena diaudah berjanji untuk menikah dengan randy lelaki yang tak pernah dikenalnya.


Mama dewi keluar dari kamar nenek dan mengunci airin disana sendirian karena ririn tadi keluar sebentar mengambil handphone yang ketinggalan dikamar airin.


Saat di akan menuju tempat airin di berpas-pasan dengan mama dewi.


"Ririn... ini kunci kamar airin... jangan biarkan airin keluar sebelum tante panggik mengerti..." kata mama dewi sambil memberikan kuncinya.


"baik tante..." ujar ririn yang masih bingung.


Ririn mengambil kunci dari tangan mama dewi dan menuju kamar dimana airin berada.


Kleek bunyi pintu dibuka.


"Airin.. mama kamu kok aneh lagi... masak kamu dikunci sendirian dikamar ini..." kata ririn bingung dengan sikap mama dewi yang berubah-ubah.


"mama gak aneh kok... aku yang salah tadi.. keluar dari kamar untuk melihat rombongan pengantin pria..." jawab airin tanpa menaruh curiga sama mamanya.


"jadi kamu udah lihat calon suami kamu... ganteng gak... " tanya ririn dengan heboh.


"ganteng tapi sayang dia itu duda...." kata airin.


"darimana kamu tahu..." tanya ririn lagi.


"tadi mama yang bilang... malah dia punya anak satu... cewek lagi..." jawab airin sambil menghela nafas.


"ya gak masalah duda... lagi pula ini cuma pernikahan kontrak bukan berdasarkan cinta..." ririn mencoba mengingatkan airin lagi.


"kamu memang benar... tapi bagiku...yang namanya pernikahan bukan menyatukan dua manusia karena cinta namun juga janji kita kepada allah... sekali udah ijab kabul walaupun kita tidak mencintai orang itu... tapi kita udah berjanji didepan allah bahwa kita akan membangun rumah tangga dijalan allah..." ujar airin yang menganggap pernikahan sangay sakral.

__ADS_1


"iya aku tahu... mungkin memang ini skenario terbaik yang telah allah ciptakan untukmu... mungkin memang lelaki itu jodohmu... cuma allah mempertemukannya dengan cara seperti ini..." ujar ririn yang mencoba menghibur airin.


"Semoga aja yang rin... " kata airin sambil memegang tangan ririn.


__ADS_2