AKU AIRIN BUKAN AIRA

AKU AIRIN BUKAN AIRA
Bab. 19 Sekamar Part 2


__ADS_3

Airin masa bodoh dengan keberadaan randy. Ririn duduk didepan kaca rias dan mengeringkan rambutnya.


Randy hanya memerhatikan wajah polos airin ternyata airin begitu manis tanpa make up. Dan ternyata sangat jauh berbeda dengan airin palsu.


Randy terbayang sekilas wajah airin palsu yang full dengan make up. mungkin jika tidak make up wajahnya akan terlihat sama pikir randy.


Setelah mengeringkan rambut airin berencana membangunkan raiya karena kasian sudah malam dia belum bangun juga takut anak kecil itu kelaparan.


Airin membuka lemari mencari kaos kecilnya dulu untuk raiya ganti baju. Airin sibuk mencari bajunya itu dan akhirnya ketemu.


Airin membalikkan tubuhnya dan tak sengaja menabrak tubuh randy yang tiba-tiba mendekati airin.


"aoww...." hampir saja airi terjatuh karena menghindari randy. Untung saja randy dengan cepat dan cekatan menangkap tubuh mungil airin.


Kedua bola mata mereka bertemu terlihat keindahan dikedua bola mata airin. Sejenak randy terpesona dengan kecantikan airin yang natural.


"bisa tolong lepasin gak...." kata airin yang masih berada dalam pelukan randy.


"ohhh iya (melepasin peluknya )Kamu tidak apa-apa..." tanya randy gugup.


"iya.. gak apa-apa... makasih..." jawab airin yang masih jutek.


"sama-sama..." jawab randy lagi.


Airin meranjak meninggalkan randy namun dicegah oleh randy.


"hy... tunggu..." randy menarik tangan airin.


"ada apa lagi sih...." ucap airin kesal karena sebenarnya dia memang malas berurusan dengan randy.


"bisa kamu pinjamkan aku baju ..soalnya aku tidak bawa baju ganti..." minta randy dengan sedikit gengsi sama airin


"ohhh (mengambil bajunya dan memberikannya pada randy) ne...pakai aja bajuku..." ucap airin dengan cuek.


"jangan ngada-ngada kamu ya... masak kamu nyuruh aku pakai baju cewek..." kata randy tanpa melihat baju pemberian airin.


Airin dengan kesal merebut bajunya dari randy.


"ini baju kaos... bisa dipakai cowok maupun cewek... mau gak..." tanya airin sambil memperlihatkan baju kaos abu-abunya itu.


"iya... mau... makasih sayang ya... udah dikasih bajunya..." Randy mencoba menggoda airin.


"iya... sama-sama... dan satu lagi jangan pakai sayang-sayangan sama aku... kalau tidak mau tidur diluar..." ucap airin kesal.


"emang berani nyuruh suami tidur diluar...apa kata keluargamu nanti... seorang randy putra gunawan... menantu idaman semua mertua disuruh tidur diluar... kan gak lucu ceritanya..." ujar randy sambil menyolek dagu airin.


"kurang ajar... berani kamu ya..." hampir saja airin memukul randy karena kesal dia menyoleknya namun tertahan memdengar suara anak kecil memanggilnya.


"tante airin..." panggil sikecil raiya.


Airin memalingkan wajahnya kesumber suara itu. Dia melihat raiya sudah bangun dan menghampirinya.


"untung ada raiya... kalau gak... udah melayang saltonya airin...." batin randy. Randy melarikan diri kekamar mandi sebelum airin berubah pikiran.


"iya sayang... kamu udah bangun..." jawab airin sambil merapikan rambut raiya yang berantakan.


"iya tante... tadi raiya tungguin tante bangun... eh malah raiya yang ketiduran.." jawab raiya dengan polos.


"ohh kasian...."kata airin gemas mendengar perkataan raiya.


Tiba-tiba terdengar bunyi perut raiya yang keroncongan. Suara itu mampu mengundang tawa keduanya.


"hahahaha... raiya lapar ya...." jawab airin gemas.


"iya tante... raiya lapar... tadi siang raiya cuma makan sedikit...." ujar raiya malu-malu.


"ohhh kasian raiya... ini udah tante siapkan baju ganti buat raiya... nanti raiya mandi dulu lepas tu baru kita turun kebawa buat makan malam..." ujar airin sambil memberikan handuk untuk raiya.


Raiya hanya menganggukkan kepalanya. Randy sudah keluar dari kamar mandi dan gantian raiya yang dimandikan airin.


Setelah memandikan raiya, airin memakaikan baju kecilnya dulu pada raiya. Terlihat sangat cocok dikenakkan oleh raiya.


Randy yang sedari tadi berbaring ditempat tidur melihat keakraban kedua wanita didepannya itu.


"Dasar pria tak tahu malu... tanpa permisi langsung berbaring dikasurku... " batin airin dengan menatap sinis pada randy.

__ADS_1


"kenapa lihat kesini... apa kamu terpesona sama ketampananku...." ujar randy ketika melihat airin menatapnya.


Airin tidak mengubrik perkataan randy. Kata-kata randy dianggap bagai angin lalu oleh airin.


Airin menggendong raiya, dia ingin kebawah untuk makan malam bersama raiya.


"kalian mau kemana..." randy tiba-tiba bangun dan menghentikan langkah airin.


"kami mau makan malam... kau mau ikut..." ujar airin dengan khas juteknya itu.


"ikut juga dong....kemanapun istriku pergi aku juga ikut.... masak aku ditinggal disini..." ucap randy sengaja dimanja-manjain.


Airin tidak peduli dengan ucapan randy yang sok manja. Dia meninggalkan randy sendirian disana. Terpaksa randy mengekori airin dibelakang.


"kenapa ne cewek juteknya minta ampun... udah kucoba baikin dia, eh malah dianya cuek sekali. Tapi aku suka dengan gayanya ini... semakin membuatku penasaran...." batin randy.


Kalian tahu sendirilah. Airini putri sanjaya, seorang wanita tomboy yang tidak akan pernah percaya sama orang lain.


Dia bahkan tidak percaya dengan cinta karena selama ini dia kekurangan cinta dalam hidupnya.


"Kenapa ne duda tebar pesona dari tadi sama aku... gak mungkinkan dia suka sama aku... secara yang aku tahu dia terpaksa menikah dengan aira karena dipaksa oleh tantenya...bahkan dia sangat membenci aira... apa mungkin ini siasat dia agar aku ilfil sama dia dan minta cerai... atau memang dia sengaja akting supaya terlihat lelaki yang baik didepan papa...."batin airin.


"ah bodoh amat... terserah dia mau buat apa... silakan... asal dia tidak merugikanku...." batin airin lagi sambil mendudukkan raiya dikursi meja makan.


Airin mengambil piring untuk raiya dan menyendokkan nasi juga.


"raiya mau makan apa... biar tante airin yang ambilin..." tanya airin dengan lembut.


"Raiya mau paha ayam sama sayur itu, tante..."ujar raiya sambil menunjukkan makanan yang dia inginkan.


"baiklah... tante ambilin ya..." kata airin.


Raiya hanya menganggukkan kepalanya. akhirnya mereka makan bersama terkecuali randy karena airin lupa menyajikan makanan untuk randy.


Randy hanya menatap airin dengan kagum. Sosok airin sangat keibuan, lembut dan perhatian. Randy sangat senang melihat keakraban mereka.


"Airin... makan kok sendiri... suaminya kenapa gak dilayani..." tiba-tiba nenek datang kearah airin.


Airin menoleh kebelakang ke sumber suara tadi.


"makasih ya..." ujar randy.


Airin hanya tersenyum manis kearah randy dan senyumnya itu mampu menghipnotis randy.


"nenek udah makan... kalau belum airin ambilin..." ujar airin.


"udah tadi... bareng sama mama dan papa kamu..." kata nenek sambil menarik kursi untuk duduk.


"ohhh... tante elsi kemana nek...."tanya airin sambil menyendokkan nasi kemulutnya tanpa mempedulikan keberadaan randy disana.


"tante elsi lagi istirahat... kayaknya kecapean... tadi nenek juga mau istirahat .. pas nenek dengar suara kamu tadi makanya nenek kesini..." ujar nenek.


"ohh... mama sama papa kemana... istirahat juga..." tanya airin penasaran.


"mama sama papa kamu tadi keluar... katanya mau ngurus acara tadi...." ujar nenek sambil melirik cucu menantunya.


Airin hanya terdiam saja mendengar perkataan nenek. Dia sudah hafal kebiasaan mamanya yang gak peduli padanya.


"nak randy... makan yang banyak ya... jangan malu... sekarangkan ini udah jadi rumah sendiri... jadi jangan malu..." ujar nenek mencoba untuk akrab dengan randy.


"iya nenek... kalau randy masih lapar nanti randy nambah lagi..." ujar randy sambil memberi kode pada airin.


"baguslah kalau begitu... nak randy tetap tinggal disinikan beberapa hari ini..." tanya nenek penasaran.


"rencananya sih besok mau pulang nek... randy harus masuk kantor dan raiya juga sekolah..."ujar randy mencark alasan.


"Bagaimana dengan airin... airin ikutkan..." tanya nenek lagi yang merasa khawatir kepada airin.


Randy dengan cepat membaca mimik wajah kecemasan nenek sri.


"airin akan ikut saya, nek... emangnya kenapa..." tanya randy seperti menyelidiki sesuatu.


"enggak... enggak ada apa-apa kok... nek cuma nanya doang...." ujar nenek sri dengan sedikit lega.


"iya nek... airin sekarangkan istri saya... kemana saya pergi airin juga ikut... iyakan sayang..."ujar randy dengan manisnya.

__ADS_1


Airin hanya menunjukkan muka ingin muntah mendengar perkataan randy.


"airin tinggal disini juga bisa... kenapa harus ikut suami..." jawab airin santai sambil melanjutkan makannya.


"Airin... nenek gak suka kamu tidak sopan seperti itu..."nenek menegur airin karena bicara kasar.


"iya nenek maaf... tapi nenek.... airinkan bisa tinggal disini...airin..." Perkataan airin dipotong nenek sri.


"Nenek lebih percaya sama randy dibandingkan mama kamu... Nenek rasa randy itu anak baik...randy pasti bisa menjaga kamu... yakan nak randy..." ujar nenek sri


"iya nenek.. randy akan menjaga airin nanti... nenek tenang aja..." ucap randy sambil mengelap mulutnya yang baru selesai makan.


"jangan buat janji yang kamu sendiri tidak mampu menepatinya..."guma airin.


"apa kamu bilang tadi, airin.... "randy berpura-pura tidak mendengarnya.


"tidak ada.... kami udah selesai makan... kami keatas dulu ya..." pamit airin pada nenek.


"iya,... "jawab nenek.


Airin meranjak dari meja makan meninggalkan randy dengan nenek berdua dimeja makan menuju ke kamarnya bersama raiya.


Disana nenek mendekati randy dan duduk disebelahnya.


"Randy... nenek mau meminta tolong sama kamu... boleh..." tanya nenek sri setengah berbisik.


" boleh nek... minta tolong apa..." tanya randy penasaran.


"Tolong jagain airin ya... selama ini tidak ada yang bisa nenek percayakan untuk menjaga airin... airin memang terlihat kuat didalam namun sebenarnya dia sangat rapuh... jadi tolong jagain dia dan jangan kamu sakiti dia... nenek percaya kamu anak yang baik..."ujar nenek sri sambil menitihkan air mata.


"iya nek... randy janji sama nenek... randy akan menjaga airin..." ucap randy dengan lembut.


"terima kasih banyak nak ya... sekarang nenek percayakan airin sama kamu..." ucap nenek sambil memegang tangan randy.


"iya nek... randy juga berterima kaaih sama nenek karena telah menjaga airin dengan baik... sehingga randy bisa menikah dengannya..." ujar randy untuk menyakinkan nenek.


"ya sudah... kamu istirahat sana... pasti kamu capek setelah acara tadi..." kata nenek sambil berdiri hendak kembali kekamarnya.


"iya nek... kalau begitu randy ke kamar dulu ya..." ujar randy sambil berlalu meninggalkan nenek disana.


Didalam kamar randy melihat raiya sama airin sedang berbaring dikasur. Randy hendak mengambil bantal namun dicegah oleh airin.


"eh..eh..eh... mau apa... jangan macam-macam ya..." ujar airin sambil menahan tubuh randy yang ingin mengambil bantal.


"mau ambil bantal... jangan pikir macam-macam kamu ya..." ujar randy sambil menarik bantal.


"iya maaf... "ujar airin yang salah sangka.


Airin bangun dan menuju kelemari mengambil selimut dan memberikannya pada randy.


"ini..." kata airin sambil menyodorkan selimut ke arah randy.


"makasih... oh ya... kamu tenang saja.. aku tahu batasnya kok... kamu tidur dikasur sama raiya... aku tidur disofa ini aja... " kata randy sambil mengambil selimut yang diberi oleh airin.


"iya... maaf ya...." kata airin dengan lembut dan kembali tidur dengan raiya.


"ehm..." randy membaring tubuhnya disofa.


Airin dan raiya sudah tertidur pulas disana. Wajah mereka begitu tenang saat tidur.


Randy terus menatap wajah airin yang polos tanpa make up. Terlihat wajah yang teduh disana penuh kedamaian.


Prov Randy....


*Aku tidak mengenal wanita didepanku ini. Aku bahkan belum sehari bersamanya. Namun entah kenapa setiap kali aku melihat wajahnya, aku merasa kedamaian disana.


Ingin rasanya aku melihat senyum manisnya lagi. Namun dia terlalu cuek dengan semua orang. Entah memang begitu sifatnya atau memang dia menyimpan luka sehingga orang tidak bisa melihatnya.


Namun aku bisa melihat kelembutan itu tadi. Aku terpesona dengan perhatian kecilnya tadi. Mungkinkah aku jatuh cinta pada pandangan pertama atau memang ini karena dia bisa menenangkan raiya makanya aku jatuh cinta.


aku sendirpun tidak tahu....


Yang aku tahu... dia tidak suka diperhatikan. Tapi kenapa aku selalu ingin saja menggodanya.


Semoga saja aku memang berjodoh dengannya dan raiya akan memiliki ibu. Dan raiya tidak akan kekurangan kasih sayang lagi.*

__ADS_1


__ADS_2