AKU AIRIN BUKAN AIRA

AKU AIRIN BUKAN AIRA
Bab. 21 Pindah


__ADS_3

Pagi itu semua anggota keluarga Airin berkumpul diruangan tamu. Mereka sedang menunggu pengantin baru keluar dari kamarnya.


Terlihat Randy yang sedang menuruni anak tangga dengan aura karismatiknya. Jika didepan keluarga Airin, ia akan menunjukkan sikap seorang bos besar. Namun beda halnya didepan Airin, ia seperti anak kecil yang sangat usil dan menjengkelkan.


"Selamat pagi nak Randy..." sapa nenek Sri dengan lembut sambil melirik mencari Airin.


"Pagi nenek... " Randy segera menghampiri nenek dan duduk disampingnya.


"Airin mana... kok nak Randy turun sendirian..." tanya Nenek Sri yang bingung melihat Randy turun sendiri.


"Masih dikamar Nek... bentar lagi juga nyusul sama Raiya...." jawab Randy santai dengan senyum melengkung dibibirnya.


Bu Dewi dengan Pak iwan saling beradu pandang. Mereka merasa heran dengan sikap Randy yang baik sama Airin. Setahu mereka Randy sangat risih jika dekat-dekat dengan Airin.


Bahkan dia tidak mengizinkan Airin palsu dekat dengan Raiya. Apalagi tinggal berdua dengan Raiya. Ini benar-benar aneh.


Tidak berselang lama Airin turun sambil menggendong Raiya. Raiya sangat manja dengan Airin. Bahkan tangan mungil Raiya melingkar manis dilihat Airin.


"Pagi Nenek..." sapa Airin pada neneknya saja tanpa memperdulikan kehadiran kedua orang tuanya itu.


"Pagi sayang.... kemari lah...." jawab Nenek Sri sambil menepuk-nepuk sofa di sampingnya itu.


"Sini sayang... Kayaknya Nenek masih kangen sama kamu..." Randy bergeser menjauh dari nenek dan meninggalkan ruang di tengah antara Randy dan Nenek Sri.


"Apa..." tanya Airin bingung.


"Duduk sini...." sambil menarik tangan Airin dan menempatkannya di tengah-tengah antara dia dan nenek.


"Apa sih kamu ini.... aku bisa duduk sendiri... gak perlu diarahkan...."Airin berdecap kesal karena Randy mengaturnya.


Randy mendekatkan wajahnya kearah airin sambil membisikkan sesuatu.


"Jangan bertingkah sekarang ya.... Ikuti saja permainanku... kecuali..." Randy sengaja memotong perkataannya sendiri untuk mengancam Airin.


"Kecuali apa..." tanya Airin kesal dengan sedikit berbisik.


"Kecuali kamu mau nenek sedih melihat cucu perempuannya tidak bahagia dalam pernikahannya... kamu mau membuat nenek sakit..." tanya Randy lagi.


Airin hanya diam seribu bahasa. Jika bukan karena Nenek dia sudah lari dari pernikahannya.


"Kenapa Nak Randy... Apa ada yang salah..." tanya Nenek Sri penasaran karena mereka hanya sibuk berbisik dari tadi.


"Ohhh tidak Nek... Randy hanya kasih tahu Airin kalau Airin cantik sekali hari ini...." jawab Randy sambil melingkarkan tangannya di pinggang Airin.


"Hahahha... kalian ini... Nenek maklum... Anak muda seperti kalian memang harus selalu terlihat romantis... apa lagi kalian masih bau pengantin baru..." Nenek Sri terlihat bahagia melihat cucu menantunya sangat baik pada cucu nya.


"Benar itu Bu... Bagaimana kalau kita persiapan acara bulan madu yang romantis untuk pengantin baru kita...." sela pak iwan.

__ADS_1


"Mama setuju... Apa lagi mereka baru menikah... sangat bagus kalau pergi bulan madu masih anget-angetnya...hehehe" sambung mama dewi sambil terkekeh.


"Tapi ma... kami kan baru menikah kemarin... masih capek... badan pun masih lemes..." protes Airin sambil melirik Randy untuk meminta bantuan.


"Randy sih... boleh-boleh aja... Asalkan Airin bersedia pergi... kalau Airin masih capek kita tunda aja... ya kan sayang...." jawab randy sambil mengelus-elus rambut Airin.


Airin mencubit pinggang Randy karena kesal tidak membantunya menggagalkan rancana papa. Malah dia melempar keputusan sama Airin.


Wajah Randy sudah bersemu merah karena menahan cubitan Airin. Dia perlahan mengambil tangan Airin dan menggenggamnya dengan erat.


"Tuhkan romantisnya... bikin iri aja ne penganti baru..." pekik Tante Elsi yang melihat Randy terus menggenggam tangan Airin.


"Ini bukan romantis Tante... ini penyiksaaan, tante aja gak tau kalau Randy lagi mengerjai Airin..." mulut Airin komat-kamit sambil bicara sendiri dalam hati.


"Tuhkan... Randy aja setuju.... lebih cepat lebih baik. Nenek gak sabar pingin lihat cicit dari kamu Airin..." Sahut Nenek dengan antusias.


"Apaan sih Nenek... Orang nikahnya baru satu hari... Nenek udah ngomong-ngomong yang enggak-enggak.... "Airin kesal karena Nenek terus mendesaknya.


"Benar kata Nenek, Airin... Papa juga gak sabar mau gendong cucu..." kata Pak Iwan Lagi.


"Pokoknya Airin gak mau pergi bulan madu titik... jangan paksa Airin buat Pergi...." Gendong kembali Raiya dan mencoba pergi dari sana.


"Airin duduk... mau kemana kamu...mama bilang duduk ya duduk...." bentak Mama Dewi kesal melihat sikap Airin


"Ngapain Airin disini kalau pendapat Airin tidak didengarkan..." balas Airin.


Namun Airin malah memilih diam seribu bahasa. Dia hanya menunggu keputusan yang akan diambil oleh keluarganya.


"Begini Mama, Papa sama Nenek... Randy sangat berterima kasih karena kalian semua telah berencana membuat acara bulan madu romantis buat kami...Tapi...." Randy mencoba mengatur nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya.


"Tapi kenapa Nak Randy...." Tanya Mama Dewi dengan Antusias.


"Tapi kami berencana menunda dulu Ma... Kami perlu waktu terbaik untuk acara bulan madu... lagi pula Raiya minggu ini masuk TK. kami tidak tega meninggalkan raiya sendiri disini... iya kan sayang..." Randy mencoba mencari alasan.


"Iya betul Ma... Kasian Raiya kalau di tinggal sendiri.." sambung Airin.


"Kalau masalah Raiya... titip aja Raiya sama Nenek.. nanti Nenek yang antar jenput Raiya disekolah... kalau perlu Nenek temani nanti..." kata Nenek Sri tak kalah akalnya.


"Tapi Nek..." Airin masih keberatan.


"Tapi kenapa lagi..." tanya Nenek Sri.


Airin mencoba memutar otaknya untuk mencari alasan yang tepat. Di saat-saat genting seperti ini malah ide buruk yang terlintas di pikiran Airin.


"Tapi.... kata Mas Randy kami mau pindah hari ini... katanya kami mau bulan madu di apartemen Mas Randy dulu... ya kan Mas..." Ucap Airin sambil melirik Randy.


hukk..hukkk....

__ADS_1


Randy yang sedang minum sampai terbatuk medengar perkataan Airin. Dia bahkan belum berencana pindah dari rumah mertuanya itu.


"Ehhh gimana tadi.... " tanya Randy sedikit bingung.


"Iya... tadi pagi kan Mas aja aku pindahkan... katanya Mas Randy mau aja aku tinggal di apartemenkan..." Airin memegang tangan randy dengan lembut.


"wahhh.... akting ne anak bisa di ajukan jempol... mungkin ini the power of kepepet... apapun bisa di lakukan..." Batin Randy sambil melirik Airin yang bergelentungan manja dilengannya.


Sontak semua mata tertuju pada Randy mencari pembenaran atas ucapan Airin.


"Mampusss... emang enak aku kerjai.... pusing-pusing deh sana... emang aku pikirin...hahahah...." Airin tertawa jahat dalam hati.


"Ini anak cari masalah... gak tahu dia berhadapan dengan siapa.... aku kerjain balik baru tau rasa..." Batin Randy.


"Randy...apa benar yang dikatakan Airin tadi.. kenapa buru-buru sekali mau pindah..." Mama Dewi memasang wajah sedih.


"Iya benar Ma.. Randy rencananya mau pindah ke apartemen sama Airin dan juga Raiya.... Randy memang udah siapin apartemen itu udah lama..." pungkas Randy sambil melirik Airin yang masih memeluk lengannya.


"Ohhh begitu... udah lama ya.... jadi kapan pindahnya..." tanya Mama dewi Antusias seakan-akan memang menginginkan Airin cepat-cepat keluar dari rumahnya.


"Hari ini..... Airin akan pindah hari ini... lagi pula Airin udah ada suami jadi sudah sepatutnya Airin ikut suami..." ujar Airin kesal karena mendengar perkataan Mamanya tadi.


Berbeda dengan Mama Dewi, Papa Iwan malah terlihat murung mendengar Putri kesayangannya akan pindah bukan pindah tepatnya keluar dari rumahnya.


Baru beberapa hari Airin kembali bersamanya malah kini dia akan pergi lagi meninggalkannya. Dan kepergian Airin untuk kedua kalinya ini juga karenanya.


"Kenapa hari ini... tidak bisakah kalian menginap beberapa hari lagi disini..."ujar Papa Iwan dengan sedih.


"Bisa ......"


"Gak bisa..."


Randy dan Airin serentak menjawab namun jawaban mereka tidak kompak.


Airin melototi Randy sambil menyubit pinggang Randy dengan kesal.


"Maaf Pa... Randy lagi banyak kerjaan dikantor... jadi Randy tidak bisa lama-lama tinggal disini..."Ujar Randy.


"Ya sudah kalau itu keputusan kalian... Papa tidak bisa menahan kalian lebih lama lagi..." kata Papa Iwan dengan lesu.


"Kami akan sering-sering main kesini..." ujar Randy lagi.


"ya udah Airin siap-siap dulu ya... mau ambil barang dulu..." Airin mencoba melarikan diri sebelum keluarganya berubah pikiran.


Sejam kemudian Airin sudah siap dengan Koper besar berisi bajunya. Dia pun telah berganti pakaian yang lebih formal dari pada tadi.


Randy tersenyum padanya dan menghampir Airin. Randy membantu Airin membawa kopernya ke mobil.

__ADS_1


Mereka pun berpamitan pada semua anggota keluarga Airin.


__ADS_2