
Randy bergelut dengan selimutnya. Rasanya dia enggak bergerak dari sana walaupun sang surya sudah hampir menampakkan diri.
Randy pelan-pelan membuka matanya. Sayup-sayup dia melihat sosok bidadari cantik menghampirinya.
Dia begitu cantik dengan kain serba putih itu. Randy terpesona oleh keindahan ciptaan tuhan didapannya ini. Terlihat bibir Randy melengkung manis kearah bidadari impiannya.
"Hoyyy... bangun udah subuh... gak shalat kamu..." bentak bidadarinya itu
Randy tersadar dari lamunanya itu. ketika wanita cantik tadi berubah menjadi menyeramkan didepannya bahkan berteriak dikupingnya hingga membuat gendang telinganya seakan mau pecah.
"Iya bawel... jangan teriak-teriak kek gitu... aku gak budek..." balas Randy sewot kepada Airin.
"Ya habis salah sendiri.. udah dibangun baik-baik malah gak dengar... pikir tadi memang budek..." jawab Airin ketus sambil meninggalkan Randy disitu.
Randy hanya geleng-geleng kepala sambil menepuk jidatnya sendiri karena telah berkhayal terlalu jauh.
"Entah apa yang ku pikirkan.. masak iya nenek sihir kayak dia dapat berubah dalam waktu semalam... Randy.. Randy....bangun kamu... jangan terlalu banyak bermimpi..." batin Randy.
Randy beranjak dari sofa menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. Setelah mengambil wudhu, Randy buru-buru shalat karena waktu subuh hampir habis.
Airin yang sedari tadi masih menatap Raiya mulai berpikir untuk membangunkan anak kecil itu.
Dia mengusap kepala Raiya dengan lembut sambil memainkan anak rambut Raiya dengan jemari lentiknya itu.
"Raiya... bangun sayang... udah pagi..." panggil Airin dengan lembut sambil menguncangkan tubuh Raiya dengan lembut.
Raiya membuka matanya. Bukan bangun, Raiya malah memeluk pinggang Airin dengan kuat dan melanjutkan tidurnya.
Airin malah terkekeh melihat tingkah Raiya itu dan membalas pelukan Raiya.
"Ayo bangun sayang.... udah ah tidurnya... nanti Tante Airin tinggal ya..."ucap Airin yang sontak membuat Raiya bangun dengan sekejab.
"Jangan tante... ne Raiya udah bangun..." ujar Raiya dengan muka bantalnya.
Airin hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah Raiya. Airin berfikir Raiya sama Airin memiliki sifat yang sama yaitu kalau bangun pagi harus dibujuk dulu
"Good job.... cepat mandi sana... Raiya bau acem..." ejek airin sambil menutup hidungnya dengan tangan.
__ADS_1
"iya tante..." jawab Raiya dengan malas.
Raiya berjalan gontai kekamar mandi ditemani Airin. Airin memandikan Raiya dengan sangat telaten tanpa mengeluh sedikit pun.
Airin sangat berbeda dengan Aira. Jika Aira yang berada diposisi sekarang mungkin dia akan memilih untuk merayu Randy dibandingkan dengan mengurus Raiya.
Andai saja Randy tidak menikahi Airin mungkin saja nasib Raiya tak akan seberuntung ini.
Airin mengangkat tubuh mungilnya Raiya yang berbalutkan handuk. Airin kembali memakaikan Raiya baju dia waktu kecil.
Raiya sangat manis memakaikan baju kaos dengan celana selutut yang semakin menambahkan kesan imut padanya.
"Manis sekali sih.. anak ini... anak siapa ya..."tanya Airin sambil mencium pipi embulnya Raiya.
"Anak mama Airinlah... "ucap Raiya sambil bergelantungan memeluk Airin dan juga menciumnya.
"Idih... pintar banget ne anak... gemes deh..." ujar Airin sambil mencubit pipi Raiya dengan gemes. Raiya hanya tertawa terkekeh menanggapi Airin.
Randy yang sedari tadi melihat keakraban mereka pun ikut bergabung. Dan duduk disamping Raiya sambil memasangkan mimik wajah sedih.
"Cuma mama Airin yang dikiss... Papanya enggak... "tanya Randy dengan pura pura sedih.
"Papa jadi sedih ne... Raiya udah gak mau dicium sama papa.... sedih banget deh papa..." ucap Randy sambil pura-pura menangis.
Airin hanya melihat saja interaksi antara anak dan ayah itu siapa yang akan mengalah. Airin tidak mau ambil pusing untuk menengahi mereka karena Airin tidak mau dekat sama Randy. Beda urusannya kalau sama Raiya yang bikin gemes ini.
"Ya udah sini deh.... biar Raiya kiss...." ujar Raiya sambil membuang nafas dengan kasar karena sebel diganggu sama Randy.
"Kok gitu sih sama papa.... Raiya gak suka ya sama papa.... gak ikhlas mau kissnya... papa makin merajuk ne...." ujar Randy sambil menyilangkan lengannya dan memasang mimik muka sedih.
Melihat muka Randy yang sedih Raiya langsung mencium pipi Randy dan juga memeluknya.
"Enggak kok papa... Raiya suka kok ada papa disini... iya kan tante...." imbuh Raiya sambil melirik Airin.
"iya sayang...." ujar Airin dengan manis kepada Raiya. Namun didetik kemudian dia malah menatap Randy dengan mata tajam seakan ingin memakannyan.
"Tapi Tante Airin tidak suka sama papa...." seru Randy pada Raiya. Randy sengaja jahil pada Airin karena Airin sangat cepat meledak dan marah-marah.
__ADS_1
Entah kenapa Randy sangat suka ketika mendengar Airin mengomelinya.
"Enngak kok pa... tante Airin juga suka sama papa...." ujar Raiya dengan polosnya.
Mata airin membulat sempurna mendengar tutur kata Raiya. Sedangkan Randy hanya senyum-senyum saja penuh kemenangan.
" Tapi buktinya cuma Raiya yang mau kiss papa... Tante Airin malah cuek sama papa..." ujar Randy dengan manja pada Raiya dan sambil melirik Airin dengan penuh arti.
"Hy... tuan Randy yang terhormat... jangan mengada-ngada anda ya di depan anak kecil... badan aja gede malah berlindung dibelakang anak kecil..." Airin dibuat naik pinta mendengar perkataan Randy.
"Ohhh... jadi maunya gak ada Raiya... boleh kok sayang... nanti ya..." ledek Randy lagi.
"Siapa juga mau berduaan sama situ... jangan harap..." ujar Airin kesal.
"Apa.... kamu berharap berduaan sama aku... kenapa gak bilang sih..." ujar Randy dengan senyum genitnya sambil menyolek dagu Airin dan ditepis kasar olehnya.
"Punya kuping dipakai... jangan di A jawabnya Z... dasar gak nyambung...." ujar Airin yang hendak meninggalkan mereka namun urung dilakukan karena tangan Raiya menggenggamnya.
"Raiya... bantu papa dong... bilang sama tante Airin jangan galak-galak..." ucap Randy mencoba memcari pembelaan.
"Iya tante... jangan galak-galak nanti gak cantik lagi.." seru Raiya sambil memeluk Airin kembali.
"Enggak kok sayang..(ucap Airin dengan lembut pada Raiya)... memang makhluk aneh harus digalakin...." ucap Airin kasar sambil melototin Randy.
Tanpa aba-aba Randy melayangkan ciuman manis dipipi Airin secara tiba-tiba. Itu mampu membuat mata Airin membulat sempurna.
"Udah sayang... kelamaan nunggu tante Airin... biar papa aja...." ucap randy sambil berlari keluar dari kamar.
Jika saat itu Randy tidak kabur mungkin guling kesayangan Airin akan melayang di kepalanya. karena Airin begitu cepat melemparnya dengan bantal.
Raiya hanya tersenyum manis melihat kedua orangtuanya bertengkar dengan manisnya.
"Untung selamat.... hampir saja diterkam singa betina itu..." ujar Randy sambil mengelus dadanya.
"Untung ada Raiya.... jadi bisa kiss mywife galakku itu... hehehe.." batin Randy dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
Sedangkan dikamar Airin mendecam kesal pada Randy karena telah berani menyentuhnya walaupun hanya dipipi.
__ADS_1
"Awas aja kamu Randy... akan kubalas kamu nanti... tunggu saja..." batin Airin tanpa sadar jemarinya meremas bantal dengan kasar.