AKU AIRIN BUKAN AIRA

AKU AIRIN BUKAN AIRA
Bab. 16 Ijab Kabul


__ADS_3

Terlihat semua tamu undangan sudah memenuhi ruangan. Dan tampak calon pengantin pria duduk sendirian didepan penghulu.


Pak penghulu meminta keluarga calon pengantin perempuan untuk memanggil calon pengantinnya.


Mama dewi meminta tante elsi untuk menjemput airin dan membawanya kedepan penghulu. Dan tante elsi langsung berdiri dan melangkah menuju kamar airin berada.


Baru beberapa langkah seorang anak kecil menghampirinya dan memberhentikan langkahnya.


"Berhenti...." Raiya menghalangi tante elsi.


Semua tamu undangan terkejut melihat raiya menghentikan langkah tante elsi terutama tante rita yang sedari tadi menggenggam tangannya.


"iya sayang... kenapa.." tanya tante elsi kepada raiya seraya membungkukkan badannya sedikit agar lebih dekat dengan raiya.


"Tante... tante mau ke tempat tante airin ya... raiya ikut ya...." rengek raiya dengan manja.


"Gak boleh sayang.... kamu tunggu disini aja ya... nanti kamu ketemu sama tante airinnya disini..." ujar tante elsi dengan lembut.


"Gak mau... raiya mau ikut jemput tante airin..." raiya masih aja merengek meminta ikut.


"anak kecil gak boleh kesana... raiya tunggu disini aja sama oma ya..." tiba-tiba tante rita menghampiri raiya dan memegang tangannya.


"Gak mau... raiya mau ikut... oma....boleh ya..." Raiya masih aja merengek minta ikut.


Terlihat raiya mau menangis tante rita langsung menggendong raiya.


"ya udah... Tapi kita pigi sama-sama ya... jemput tante airinnya... dan janji.... raiya gak boleh lari-lari dan nakal ya...." ujar tante rita sambil menurunkan raiya dari gendongannya.


"asyik... iya oma... raiya janji gak akan nakal..." jawab raiya semangat karena akan bertemu airin.


"bu dewi... bolehkan kami ikut menjemput airin...." tante rita meminta izin terlebih dahulu.


"eee... iii..yaa... boleh kok bu..." jawab mama dewi dengan terbantah-bantah.


"Gawat ini.... bagaimana kalau bu rita salah bicara sama airin... bisa-bisa pernikahan ini jadi batal... gawat ni... aku harus bagaimana..." batin mama dewi. Mama dewi sangat panik terlihat dari tangannya yang terus dimainkannya. Mama dewi melirik papa iwan namun papa iwan hanya diam saja.


"Jangan lihat kesini ma... papa pasrah apapun keputusan airin... dari awal memang kita yang salah... menjadikan airin kambing hitam... jika memang airin memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini... papa akan dukung keputusannya itu.." batin papa iwan.


Randy melihat gelawat pak iwan dan bu dewi yang saling melirik. Terlihat keduanya sangat mencurigakan namun randy tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sudah terlanjur menyetujui pernikahan ini.


"kenapa aku merasa ada yang disembunyikan oleh pak iwan sama bu dewi. Tingkah mereka sungguh aneh seperti akan terbuka rahasia jika raiya menemui airin.. sebenarnya apalagi yang direncanakan airin sama keluarganya...." batin randy. Namun randy harus bersikap tenang untuk mengetahui semua rahasia mereka.


"Terima kasih bu dewi... kami kesana dulu..." ujar tante rita dan dibalas dengan senyuman cemas mama dewi.


"Raiya... sini...(raiya menghampiri randy) nanti lihat tante airinnya jangan dari jauh... lihat dari dekat... minta foto lagi sama tante airinnya ya..." ujar randy sengaja memancing reaksi mama dewi.


"Baik papa... raiya akan berfoto duluan sama tante airin. raiya pergi dulu ya..." pamit raiya sama randy.


"iya... hati-hati ya..." balas randy.


Raiya, tante rita dan tante elsi pun pergi keruangan airin dan meninggalkan mereka disana.


Randy sedari tadi mengamati raut wajah mama dewi. Terlihat jelas raut wajah panik mama dewi saat randy menyuruh raiya berfoto bersama airin. Randy semakin curiga kalau mama dewi menyembunyikan sesuatu dengan airin.


Dikamar nenek sri terlihat airin menunggu dengan cemas. Bagaimana tidak, tanpa alasan apapun dalam satu hari dijakarta dia akan menjadi istri orang.


Rasanya airin masih tidak percaya kalau dia akan menikah hari ini. Semuanya terjadi begitu cepat dan dalam sekejab lagi dia akan sah menjadi istri orang.


tok-tok... bunyi pintu kamar diketuk. Ririn bergegas membukanya terlihat tante elsi berdiri diluar dengan seorang perempuan yang tidak dikenalnya.


"tante..." seru ririn.


"iya... airin mana...udah siap" tanya tante elsi.

__ADS_1


"itu didalam... udah tante...airin udah siap dari tadi" jawab ririn.


Seorang anak kecil langsung berlari kedalam dan memeluk airin.


"Tante... raiya kangen... (sambil memeluk airin dan kemudian menoleh kearah airin) tante airin cantik sekali..."puji raiya.


"hy... adik kecil... siapa namanya..." tanya airin gemas melihat tingkah raiya.


Raiya melepaskan pelukannya dan mimik wajahnya mulai berubah ketika airin menanyakan namanya.


"ihhh tante airin... raiya kesel deh... masak tante airin lupa sama raiya... padahal kita cuma sebulan tidak bertemu...." kata raiya kesal karena airin tidak mengenalnya.


"Apa sebulan tidak bertemu... ini anak siapa kenapa dia kenal sama aku... sedangkan aku sama sekali tidak kenal sama dia... apa dia salah orang... tapi tidak mungkin.. jelas--jelas dia tadi memanggil tante airin..." batin airin.


Airin nampak bingung dengan keadaan sekarang hingga membuatnya melamun.


"tante airin... tadi papa bilang raiya suruh ambil foto tante..." ujar raiya yang membuyarkan lamunan airin.


"hah... papa... papa siapa..." tanya airin penasaran.


"Papanya raiya lah tante airin... papa randy... kan papa mau nikah sama tante airin..." ujar raiya dengan polosnya.


Tante rita merasa aneh dengan tingkah airin. Sedari tadi dia hanya memperhatikan airin yang seperti tidak mengenal raiya.


"ehmmm... raiya sini sayang..."panggil tante rita mencoba menjauhkan airin dari raiya.


"eh tante... tante ada juga disini..." ujar airin yang baru sadar dengan keberadaan tante rita.


"iya airin.. " jawab tante rita singkat namun bingung karena airin mengenalnya.


"Tante curang... tante ingat sama oma tapi sama raiya tante tidak ingat..." protes raiya sambil memeluk tubuhnya dan memanyunkan bibirnya.


Airin yang pandai akan taktik langsung memutarkan otaknya. Dan mulai mengerti dengan kondisi yang dialaminya.


"ohhh..sayang.... Sini peluk tante... katanya kangen tadi..." ujar airin dengan ciri khas manjanya.


Raiya langsung berlari memeluk airin karena dia sudah yakin kalau itu memang tante airin. Sedangkan tante elsi dan ririn hanya dapat bertukar pandang seakan-akan mereka mempertanyakan tingkah airin.


"Kenapa cepat kali ngambeknya... padahal tante tadi cuma bercanda... masak tante lupa sama princes cantiknya tante..." ujar airin dengan akting tingkat dewanya.


"itu ingat panggilan tante airin buat raiya... lain kali jangan kayak gini lagi ya... kalau sampai diulang lagi raiya akan marah sama tante... janji..." ucap raiya sambil menunjukkan kelingkingnya.


"iya janji... " seru airin sambil mengaitkan kelingkingnya dengan raiya.


Setelah mengambil foto dengan raiya dan tante rita, airin menghampiri tante elsi dan membisikkan sesuatu.


Akhirnya mereka kembali keruangan tanpa membawa airin bersama mereka.


Tante elsi menarik mama dewi menjauh dari kerumunan orang-orang dan diikuti oleh papa iwan.


"Mbak... aku sudah membujuk airin untuk kesini namun dia masih aja kekeh meminta mbak menemuinya... sama mas iwan juga..." ujar tante elsi.


"emangnya ada apa sih... kenapa dia buat ulah lagi sih... padahal tamu udah pada nungguin dia..." sahut mama dewi kesal.


"sepertinya airin udah tahu semuanya ma... airin itu anak yang pandai dan peka... dia sudah bisa membaca keadaan ini jika dia bertemu salah satu keluarganya randy..." sahut papa iwan dari belakang.


"Emang tahu apa dia... (senyum mama dewi sinis) emang mama peduli... enggak...mau dia tahu kita bohong... mama gak peduli... yang mama mau, airin hari ini nikah sama randy hari ini... titik..." ucap mama dewi kesal dengan tingkah airin.


"tapi ma... jika sekarang airin udah tahu.... papa rasa...cepat atau lambat randy juga akan mengetahuinya... kalau airin itu...." kata papa iwan.


"cukup pa... jangan dilanjutkan...banyak orang disini.." mama dewi langsung memotong perkataan papa iwan dan melirik semua orang disana.


Papa iwan hanya terdiam saat istrinya memberi isyarat.

__ADS_1


"ada apa sih sebenarnya... kenapa acara ini begitu kacau... mbak apa yang sebenarnya terjadi..." tanya elsi penasaran.


"kamu tidak perlu tahu... biar mbak yang jemput airin. kamu urus tamu sana...."perintah mama dewi.


"iya..." jawab tante elsi kesel karena mama dewi tidak memberikan jawaban yang dia inginkan.


"Ayo pa... kita lihat dulu anak durhaka itu... udah mau nikah masih aja bertingkah..." bu dewi bergegas menuju kamar airin dan disusul papa iwan dibelakang.


Hampir sejam tamu undangan menunggu calon pengantin perempuan.


Sampai-sampai ada yang berbisik kalau pernikahan ini akan di batalkan karena pengantinnya kabur.


Tiba-tiba airin masuk dengan balutan gaun pengantin yang indah. Semua yang hadir disana memandang takjub.


Bukan hanya karena gaunnya yang mewah tapi kecantikan airin juga membuat mereka terpesona.


Airin didudukkan disamping randy. Semua orang memandang takjub ketika mereka disandingkan bersama.


Semua orang berbisik-bisik membicarakan betapa serasinya calon pengantin itu. Seorang wanita cantik disandingkan dengan pemuda yang tampan serta kaya raya.


Pernikahan airin merupakan impian semua wanita. Tapi mereka tidak tahu dibalik keindahan senyumnya terdapat luka yang sangat dalam.


"Bagaimana semuanya... bisa kita mulai akad nikahnya..." tanya pak penghulu yang sedari tadi menunggu airin.


"iya pak... mulai saja... lebih cepat lebih baik... iya kan bu rita..." jawab mama dewi dengan cepat.


"iya benar sekali... hal baik jangan ditunda-tunda... pak..." sambung tante rita membenarkan perkataan mama dewi.


"baiklah... sebelum kita mulai.. saya tanya sama kedua mempelai.. apa kalian sudah siap..." tanya pak penggulu.


"siap pak..." jawab randy dengan tenang.


"siap pak... " sahut airin dengan nada berat.


"baiklah.. kita minta wali dari saudara airin untuk kesini... pak iwan tolong kesini untuk menikahkan putri bapak dengan saudara randy...."kata pak penghulu.


"baik pak..." papa iwan menghampiri pak penghulu dan duduk disampingnya.


Pak iwan memegang tangan randy dengan kencang. Terdengar sayup-sayup ucapa ijab kabul antara papa dan randy ditelinga airin. Disambut dengan kata sah dari sanksi yang hadir.


Airin masih tidak percaya kalau dia sudah sah menjadi istri orang. Bahkan ketika pak penghulu membaca doa, airin masih melamun.


Hingga panggil papa iwan membuyarkan lamunannya.


"Airin... salim sama suamimu..." kata papa iwan pada airin.


Seketika airin tersadar dan melihat randy menjulurkan tangannya. Segera airin menjabat tangan randy.


Betapa terkejutnya airin ketika randy memegang ubun-ubunnya dengan tangan satunya lagi.


Ditambahkan dengan senam jantung ketika kecupan randy melayang dikeningnya. Bola mata airin membulat seakan tidak percaya dengan kejadian tadi.


Airin begitu shok dengan tindakan randy. Karena seumur-umur baru randy yang berani menciumnya.


kalau seandainya teman kampusnya udah ditonjok sama airin secara airin sedikit tomboy ditambah lagi airin pemegang sambuk hitam taekondo.


Airin dan Randy diarahkan ke pelaminan. Begitu banyak tamu penting yang datang mengucapkan selamat pada mereka.


Semua itu tidak heran karena airin menikahi seorang pengusaha sukses dijakarta.


Acara pernikahan airin berjalan dengan sangat meriah. Mereka juga tidak melewati sesi foto keluarga dan foto bersama tamu undangan.


"airin... kamu tidak tahu pernikahan macam apa yang akan kamu lalui... Tapi untuk saat ini nikmati saja pesta pernikahan ini.... kamu terima saja takdirmu ini....kamu pun tidak tahu siapa jodohmu... mungkin saja memang mas randy jodoh yang dikirimkan tuhan untukmu....ikhlas airin... ikhlas... semua pasti akan berakhir bahagia..." batin airin yang mencoba berpikir positif walaupun keadaan sebaliknya.

__ADS_1


Airin hanya melirik randy dari samping tanpa sengaja randy melihat airin. Randy pun tersenyum manis kepada airin.


__ADS_2