
Raiya begitu setia menungguin airin hingga dia sendiri tertidur lelap dipangkuan airin.
Jika dilihat dari kejauhan raiya dan airin terlihat seperti ibu dan anak yang sedang istirahat. Wajah mereka terlihat tenang saat tidak sadar.
Acara pernikahannya pun telah selesai terlihat para tamu undangan mulai berpamitan satu persatu.
Tante rita dan kedua anaknya pun ingin pulang dan mengajak randy. Namun dicegah oleh mama dewi.
"Randy... tante mau pulang... raiya mana.. ayo kita pulang bareng..." ajak tante rita.
"iya tante... tapi raiya masih diatas..." kata randy sambil menunjuk kamar airin.
"raiya... apa mamanya raiya yang diatas... bilang aja kalau kamu gak mau pulang mau nginap disini..."ujar body menggoda randy sambil mengedipkan matanya.
"apaan sih kami body... gak jelas..." seloroh randy sambil memelototi body.
"kali aja.. pengantin baru kan..." sambung bianca.
"ushhh... udah... gak malu dilihatin sama pak iwan dan bu dewi..." kata tante rita.
"gak apa-apa kok... biasa anak muda.." kata mama dewi.
"Randy.. lebih baik kamu nginap disini dulu.. kasian raiya kecapean... tadi tante lihat raiya ketiduran disamping airin...."sambung bu dewi.
"tapi tante... randy..." perkataan randy terpotong oleh tante rita.
"jangan panggil tante dong... panggil mama... kan bu dewi sekarang mama mertua kamu..." tante rita mengingatkan randy akan statusnya sekarang.
"iya... tante..." jawab randy.
"maaf tante... ehh masuk saya mama... maaf ma ya... kayaknya randy gak bisa nginap disini karena besok randy harus masuk kantor..." kata randy mencari alasan.
"ya sudah.. kalau kamu memang gak bisa nginap..." kata mama dewi seolah-olah peduli.
"eits.. gak bisa gitu dong... masak pengantin baru harus masuk kantor apa kata karyawan nanti..." sahut bianca keceplosan.
"diam kamu..." bisik tante rita sambil mencubit bianca.
"Tante pulang aja dulu... randy mau lihat raiya dulu... permisi mama, tante.. randy keatas dulu" randy meninggalkan mereka disana dan menuju kamar airin.
"Saya permisi dulu bu dewi ya..." pamit tante rita.
"iya bu rita... hati-hati.." ujar mama dewi. Dan kemudian masuk kedalam setelah mobil tante rita menghilang dari perkarangan rumahnya.
Didalam mobil, tante rita mengomeli kedua anaknya itu. Dia terlihat kesal karena tidak berhasil membawa randy dan raiya pulang.
"Gara-gara kalian ne semua... randy gak jadi pulang sama kita...." ujar tante rita kesal.
"apa salah kami... kami hanya memancing randy untuk tetap tinggal disana dan kita bisa mengatur rencana untuk mengendalikan airin..." ucap body tersenyum puas.
"Dasar bodoh... airin memang udah dalam kendali mama...yang kita perlukan sekarang adalah mengawasi randy... bukan airin.." ujar tante rita dengan nada tinggi dan penuh amarah.
"Tapi ma... kalau kita tidak membiarkan airin dekat dengan randy bagaimana bisa kita dapat mengoreksi informasi dari airin.." ujar bianca.
"kamu betul juga... randy selama ini sangat cuek sama airin... jika kita terus menjauhkan airin dari randy bukan berarti airin akan susah mendapatkan informasi yang kita mau..." Tante rita mulai mengerti rencana bianca.
"Jika airin bisa mendekati randy seperti dia mendekati raiya... maka informasi yang kita dapatkan akan lebih cepat..." ucap tante rita sambil tersenyum penuh kelicikan.
"Dan kita akan mengambil ahli semua kekayaan randy... dan kita akan kaya... hahaha..." kata body sambil menyetir mobil.
"eitss.. kamu jangan lupa kita juga harus berhati-hati sama wanita licik itu bisa saja dia mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri..." kata bianca memperingati body.
__ADS_1
"Tenang sayang... mama yakin airin akan patuh sama mama... karena mama memegang kartu as nya airin..." ujar tante rita dengan yakin tanpa dia sadari kalau yang menikah dengan randy adalah airin yang asli.
"baguslah ma... kita hanya perlu menjalankan rencana kita..." ujar bianca lagi.
Dikediaman airin, Terlihat randy sedang menuju kekamar airin.
Randy membukakan pintu kamar airin. Dia melihat permandangan yang sangat indah dimana raiya, putri kesayangannya itu sedang tertidur pulas sambil memeluk airin yang belum sadar.
Randy hanya menatap wajah wanita yang kini telah berstatus sebagai istrinya.
"Bagaimana bisa raiya tidur senyenyak ini sama orang asing... raiya memang menyukai airin tapi dia tidak pernah membiarkan airin palsu untuk tidur dengannya selama ini... mengapa sama airin asli ini raiya begitu nyaman dan tenang sekali..." batin randy.
Airin membuka matanya pelan-pelan. Dia mendapati lelaki didalam kamarnya. Airin begitu kaget karena randy duduk disampingnya dan sedang menatapnya. Hampir saja airin teriak namun dengan sigap randy menutup mulut airin.
"ushh... jangan berisik.. nanti raiya bangun..." bisik randy sambil menunjuk kearah raiya.
Airin menengok kesamping terlihat anak kecil sedang tertidur pulas beralaskan lengannya sebagai batal.
Airin menganggukkan kepalanya pertanda mengerti setelah itu randy baru melepaskan tangannya dari mulut airin dan sedikit menjauh.
"kenapa kamu kesini... ngapain kamu masuk kekamar saya..." tanya airin dengan khas tomboynya.
"saya mau mengambil raiya..." ujar randy dengan cuek.
"ohhh...( airin melihat kesemua sudut seperti sedang mencarikan sesuatu) kamu ada lihat ririn gak..." tanya airin.
"ohh cewek yang bersamamu tadi ya... dia udah pulang... tadi dia pamitan sama mama..." ucap randy santai
"Dasar teman tak setia kawan...katanya mau nemani aku membasmi kuman..." guma airin namun didengar oleh randy.
"apa katamu tadi... kuman... siapa yang kuman..." ujar randy yang merasa airin sedang mengatainya.
"eits jangan emosi saya tidak lagi ngatain situ.... ini masalah pribadi saya ya..." kata airin mencoba mengeles.
Airin pun tidak peduli dengan keberadaan randy disana. Dia mengangkat tubuh raiya pelan-pelan dan menidurinya dengan benar.
Ketika ingin bangun baru sadar kalu dia tidak lagi memakai gaun pengantin. Dia hanya menggunakan piyama tidurnya.
"ahhh.. siapa yang menggantikan bajuku... jangan bilang kamu yang menggantikan bajuku..." teriak airin sambil menarik selimut menutup tubuhnya.
Mendengar perkataan airin tadi, Randy langsung menggoda airin.
"jangan teriak-teriak begitulah sayang... malu didengar orang...." kata randy dengan lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajah airin.
"aku yang menggantikan bajumu... tenang saja... tidak akan ku biarkan orang lain melihat tubuhmu yang mulus ini...sayang" kata randy yang semakin dekat dengan airin.
"menjauh dariku..." teriak airin sambil mendorong tubuh randy agar menjauh darinya.
Bukan menjauh malah randy menangkap tangan airin... dan menarik airin kepeluknya. Randy melingkarkan tangannya pada pinggang airin.
Airin melototi randy sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan randy. Namun sayang kekuatan airin kalah jauh sama randy.
"Lepasin... jangan macam-macam kamu ya..." ancaman airin.
"kalau macam-macam emangnya kenapa.. kamukan istri aku dan aku berhak atasmu sekarang... dan aku bisa melakukan apapun yang aku suka padamu... termaksud...." ucap randy sengaja menggoda airin.
"lepasin gak..." ujar airin.
"gak mau... kecuali..." kata randy yang semakin menguatkan pelukannya.
"kecuali apa..." tanya airin.
__ADS_1
"kecuali kamu meminta baik-baik... " ujar randy lagi.
" baiklah... tuan randy yang terhormat... bisakah anda melepaskan aku sekarang..." ucap airin sambil menggigit giginya dengan geram.
"masa begitu bicara sama suami...yang manis sedikit bicaranya...coba bilang... Mas randyku sayang... tolong lepasin aku ya...muach....." kata randy.
"jangan harap... aku gak mau...." kata airin dengan kasar.
"terserah kalau memang kamu mau aku peluk sampai pagi.. atau kamu memang suka aku peluk ya.... kamu udah rindu sama aku ya..." bisik randy yang masih mencoba menggoda airin.
"idih... pede banget ne orang.... amit-amitlah dipeluk dia sampai pagi..." batin airin dengan menunjukkan muka masamnya.
"Mas randyku sayang....tolong lepasin aku ya...muach" ujar airin dengan manisnya.
Rencana ingin menggoda airin kini malah dia yang tergoda dengan airin. Mukanya memerah saking senangnya disebut sayang sama airin.
"muachnya disini...." ujar randy sambil menunjuk pipinya.
"Dasar lelaki mesum... awas aja kamu ya udah mempermainkan aku..." batin airin dengan kesal.
"Mas randyku sayang lepasin ya...( memegang tangan randy dengan lembut dan kemudian memutarnya kebelakang saat randy lengah) kalau gak lepasin aku patahkan tangannya..." ucapa airin kesal dan berhasil lepas dari pelukan randy.
"aow..auwww.... sakit tahu..." teriak randy meringis kesakitan karena dipelintir tangannya.
"Stress ne cewek... bisa-bisanya dia kek gitu sama suaminya..." upat randy.
"iya... emang aku cewek stress... nyesalkan udah nikah sama aku..." balas airin tanpa ragu dan pergi meninggalkan randy disana.
Randy hanya terdiam melihat tingkah istrinya. Bukan ilfil malah dia sangat suka dengan gaya airin yang berterus terang.
Karena selama ini dia dikelilingi dengan orang munafik dan selalu menyanjungnya sedang dibelakang mereka sangat ingin menjatuhkannya.
"Sepertinya aku tidak perlu terlalu berhati-hati dengan airin yang satu ini... terlihat jelas tingkahnya yang polos dan apa adanya... selama ini tidak ada yang berani melawan aku cuma dia yang berani...seharusnya dia takut sama aku tapi dia tidak peduli sama sekali..." batin randy. Tanpa sadar randy merasa kagum dengan watak airin sehingga randy tersenyum-senyum sendiri.
Randy mengambil handphone dan menelpon seseorang. Tidak perlu menunggu terlalu lama orang yang dituju langsung memangkat handphonenya.
"halo... denis.. dimana kamu..." tanya randy dengan tegas.
"aku dirumah... ne baru nyampai...ada apa..." ujar denis penasaran
Denis syahputra teman sekaligus sekretaris kepercayaan Randy Putra Gunawan.
"kamu bantu aku menyelidiki keluarga pak iwan... berikan aku informasi yang lengkap besok dikantor..." perintah randy.
"Baik.. tapi kenapa kamu mendadak meminta data keluarga pak iwan untuk apa..." tanya denis lagi.
"perlu... kamu cari saja... semua tentang keluarga pak iwan... termaksud putri-putrinya..." jawab randy sambil melirik kamar mandi takut airin keluar mendadak.
"apa kita kecolongan... "tanya denis lagi yang semakin penasaran.
"jangan banyak tanya... kamu cari saja... besok dikantor aku ceritakan semuanya..." ujar randy dengan tegas.
"siap pak bos..." jawab denis santai.
"aku tunggu besok ya..." kata randy dan mematikan hpnya.
Klek... bunyi pintu kamar mandi terbuka. airin melihat randy yang masih duduk disamping raiya.
Airin keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap yang udah dibawanya tadi.
"gara-gara ne orang... aku jadi tidak leluasa dikamar sendiri... apes banget hidup kamu airin..."upat airin dalam hati.
__ADS_1
Airin tidak peduli dengan keberadaan randy disana. Dia membiarkan randy tinggal dikamarnya karena dia tidak mau ribut dengan mamanya kalau sampai dia mengusir suaminya dari kamar.