AKU AIRIN BUKAN AIRA

AKU AIRIN BUKAN AIRA
Bab. 7 Perubahan sikap airin


__ADS_3

kriiikkkk.....krikkk bunyi Handphone pak iwan. Dia melihat layar handphone ternyata nenek sri yang menelpon dari bandung.


Sudah 2 tahun nenek sri tinggal dibandung bersama anak bungsunya. Elsi sasmita sanjaya adalah adik perempuan pak iwan satu-satunya.


Kini dia tinggal dibandung karena menikah dengan orang bandung. Nenek sri sering bolak balik antara jakarta dan bandung. Namun kini nenek lebih suka tinggal disana karena disana lebih tenang katanya.


"assalamualaikum..." sapa seorang perempuan dibalik telpon pak iwan.


"waalaikum salam... apa kabar bu... " tanya pak iwan.


"Alhamdulillah baik. Kamu apa kabar nak.... bagaimana keadaan dewi dan kedua cucuku..." tanya nenek sri balik.


"Alhamdulillah kami disini baik-baik saja... cuma...(pak iwan agak ragu memberi tahu nenek sri, namun bu dewi memberi kode untuk tetap memberitahukannya) aira bu... aira masuk rumah sakit lagi..." ungkap pak iwan.


"apa... aira masuk rumah sakit... bagaimana bisa... sekarang bagaimana keadaannya..." tanya nenek sri panik.


"Alhamdulillah sudah baikan bu... kata dokter dia cuma stres saja... sehingga membuat jantungnya bekerja lebih cepat..." jelas pak iwan.


"untunglah... kalian sering-sering awasi aira... beri perhatian pada dia dan jangan dikekang juga..." ujar nenek sri.


" iya bu kami mengerti..." balas pak iwan.


"airin mana.... apa ada disitu... aku rindu sama mereka..." nampaknya nenek sri sangat rindu sama sikembar.


"ini ada bu.... mau bicara sama airin..." tanya pak iwan.


"boleh.... mana airin..." sahut nenek sri di ujung telponnya.


"Assalamualaikum nenek... apa kabar nenek..." airin menyapa neneknya dengan sangat lembut.


"Waalaikum salam sayang... alhamdulillah... nenek baik disini..." balas nenek sri sambil senyum-senyum kegirangan mendengar suara cucunya diujung telpon.


"nenek... airin rindu... kapan nenek pulang kesini...." rengek airin.


"airin rindu....ohh alah nenek disini juga rindu sama kalian berdua... nenek belum bisa pulang sayang... tante elsi lagi sibuk... kalau nenek pulang kesitu.. siapa yang jaga dedek rava..." ujar nenek sri.


"alahhhh... (dengan mimik sedih) sendiri berarti airin disini... ya udahlah nenek.. " ada nada sedih dibalik telpon airin.


"kenapa sayang... kok sendiri sih...kan ada mama, papa sama aira disana yang temani airin... jangan sedih gitu dong...." nenek sri mencoba menghibur cucu kesayangannya itu. Namun ada firasat aneh ketika airin kata sendiri. Biasanya airin lebih bijaksana dan penurut kalau dibilangin.


"oh iya... airin lupa, hehehe...tapi kan beda nenek... kan airin biasanya ditemani tidur sama nenek sekarang airin tidur sendiri... udah 2 tahun loh nenek, airin tidur sendiri..." kata airin mencoba merayu neneknya.


"airin sekarang kan udah gede... sudah tidak perlu ditemani lagi... sedangkan dedek ravanya masih kecil... emangnya airin gak kasian sama dedek rava... " tanya nenek yang mencoba menggoda airin.


"ya udahlah nenek... tapi kalau dedek rava nya dah besar, nenek pulang kesini ya... janji..." pita airin.


"iya janji... nenek akan pulang kesitu dan temani airin tidur sampai airin bosan sama nenek..." jawab nenek sri.

__ADS_1


"airin gak akan pernah bosan sama nenek... airin sayang banget sama nenek... I miss you nenek... nenek is the best soulmate for me...." seru airin. Suaranya terdengar senang namun ada kata yang sulit diartikan.


"ohh...hahaha...thaks you darling... I miss you too, sweety..." nenek sri membalas perkataan airin.


" nenek... udah dulu ya... kami mau masuk keruangan aira..." airin mendapat isyarat dari papanya kalu harus menyudahi percakapannya dengan nenek.


"iya sayang... assalamualaikum..." nenek sri menutup telponnya.


"waalaikum salam..." jawab airin.


Dia langsung mengembalikan handphone sama papanya. Sedangkan nenek sri nampak senyum-senyum sendiri menatap telpon yang diletakkannya tadi.


"ibu bicara sama siapa... kok senang banget... pakai acara bicara bahasa inggris lagi..." tanya elsi.


"ohhh itu.. sama airin... kayaknya dia baru belajar bahasa inggris. Dia praktekkan ke ibu..." jawab nenek sri.


"oh ya... bagus dong... jadi yang buat ibu ketawa sendiri kenapa..." tanyanya lagi.


"hahaha airin... airin...( masih tertawa mengingat perkataan airin) kek mana gak ketawa... dia bilang... nenek is the best soulmate for me... siapa coba yang gak ketawa. seharusnya soulmate sebaya sama dia.. ini malah nenek-nenek dijadikan soulmate..." nenek sri hanya menggeleng- geleng kepala.


"memang ya... cucu ibu yang satu ne ada aja tingkahnya. Dulu waktu kecil kayak orang dewasa... sekarang malah jadiin orang dewasa sebagai teman... parahnya lagi... nenek-nenek pulak..." elsi juga ikutan ketawa.


"itulah airinku.... siapa saja dijadikan kawan sama dia..." ujar nenek sri.


Sedangkan dijakarta, aira sudah siuman. ketika dia membuka mata nampak mamanya sedang menatap dengan cemas. Begitupun papa dan airin.


"aku dimana ma... " tanya aira bingung. suaranya sangat pelan karena baru sadar.


"kamu dirumah sakit sayang... tadi kamu tiba-tiba pingsan... mama panik dan langsung bawa kamu kesini..." jelas bu dewi.


"ohhh... "jawab aira singkat. Dia tidak banyak bicara karena seluruh tubuhnya sangat lemah.


"aira..... dimana masih terasa sakit nak... kasih tahu papa... biar nanti papa kasih tahu dokter...."tanya pak iwan.


"enggak pa... gak da yang sakit... aira cuma sedikit pusing aja..." ujar aira.


"ya udah aira istirahat aja ya... mama jagain aira disini..." tutur bu dewi.


Aira hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan airin hanya berdiri mematung disamping pak iwan.


Dia tidak berani bicara sedikitpun sama aira. Dia takut aira akan marah-marah lagi sama dia.Airin lebih memilih menunggu aira diluar.


"pa..papa..."panggil airin dengan pelan.


"iya airin... ada apa..." tanya pak iwan setengah berbisik.


"airin tunggu diluar aja ya.... "kata airin sambil menunjuk ke arah pintu.

__ADS_1


"iya sayang.... tapi jangan kemana-mana ya.." pak iwan mengizinkan airin menuggu diluar.


"iya papa..." jawab airin. Dia pun menunggu dikursi tunggu yang berada di depan ruangan aira.


Esoknya aira sudah diperbolehkan pulang oleh dokter mira. Setelah melalui serangkaian tes akhirnya aira kembali kerumah.


Seperti biasa mereka kembali disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Tidak ada perubahan yang berarti.


pak iwan sibuk bekerja diperusahaannya dan bu dewi mengurus kebutuhan rumah.


aira dan airin kembali bersekolah seperti biasanya. Aira sekolah seperti biasanya menjadi siswa terpopuler disekolah. Namun kini airin jauh lebih berubah. Airin tidak sepopuler dulu. Kalau dulu banyak yang ingin berteman dengannya namun kini hampir tidak ada yang berteman dengan airin. Dia nampak memilih diam dibandingkan banyak bicara seperti dulu. Dan nilai pelajarannya pun mulai menurun.


Bu dewi sudah dua kali dipanggil kesekolah karena airin mengalami penurunan yang sangat drastis. Namun bu dewi tidak ambil pusing. katanya fase belajar anak-anak pasti ada jenuhnya. Dan airin sedang mengalami itu.


Mendengar perkataan bu dewi pihak sekolah tidak lagi memanggilnya. Dan menurut guru nilai airin juga tidak terlalu jelek hanya saja dia tidak bisa mendapat juara lagi.


Aira nampak senang melihat airin mendapat nilai buruk. Sekarang nilai rapor aira lebih bagus dari airin. Dan semua orang mulai membandingi airin dan aira yang pintar.


Namun itu semua tidak menjadi persoalan bagi airin. karena ia telah berjanji sama mamanya untuk membuat hidup mamanya tenang.


seorang anak perempuan menghampiri airin yang sedang duduk sendirian. Dia duduk disamping airin yang sedang melamun.


"hy...airin... " panggil ririn


"hy....ririn... ngapain kesini...." tanya airin.


"malas aja disana terlalu ribut..." jawab ririn seadanya.


"ohhh..." sahut airin sambil mengangguk- anggukkan kepalanya.


"kamu sendiri kenapa duduk sendirian disini...."tanya ririn balik.


"aku suka duduk disini.... tenang tidak terlalu berisik..." jawab airin.


"sama kita dong... bagaimana kalau kita jadi sahabat... kitakan punya kesamaan.... "ajak ririn.


"baiklah... tapi jangan berisik juga ya kayak mereka..." airin menyetujui permintaan ririn.


"iya... tapi airin kenapa kamu tidak bermain sama kakak kamu.... aira..." tanya ririn.


"enggak kenapa-kenapa kok... disini dia main sama temannya. kalau pulang sekolah dimain sama aku..." jawab airin


"ohh.... enak kamu ya... pulang sekolah ada teman main... " ujar ririn.


airin hanya tersenyum saja menjawab pertanyaan ririn. Padahal semua yang dikatakan olehnya adalah bohong.


Dia sengaja menjauh dari aira agar aira senang. Bahkan dia rela menyendiri demi aira. walaupun menjauh airin tetap menjaga aira karena itu janjinya pada mama.

__ADS_1


inilah langit biru yang dipersembahkan oleh airin kecil untuk mamanya. sedangkan langit hitam dia telan sendiri tanpa ada seorangpun yang tahu. Itu berlangsung hingga dia dewasa.


__ADS_2