Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Cinta tak Harus Memiliki


__ADS_3

Setelah Dewa pamit Bagas bdan Kartika pun pulang kerumah karena hari sudah mulai sore. Kartika tersenyum menatap sang suami dengan sangat intens. Bagas pun melirik Kartika dengan aneh melihat istrinya tersenyum terus.


"Apa? " Tanya Bagas.


"Terimakasih, sudah mau memafkan kak Dewa. " Kata Kartika dengan senyuman mengembang.


"Kamu yang sudah mengubahku menjadi laki-laki yang pemaaf. " Kata Bagas.


"Memangnya, dulu gak pernah memaafkan orang yang berbuat salah? " Tanya Kartika dan Bagas pun menggelengkan kepala.


"Kamu kok gitu, gak baik jadi pendendam. " Kata Kartika.


"Aku, tau. Sejak kecil aku tuh selalu di manja oleh mami dan papi apapun yang aku inginkan mereka selalu menuruti. Namun satu yang tidak pernah aku dapatkan dari mereka yaitu kasih sayang mereka. Aku dari kecil selalu bersama bik Mimin jadi aku egois dan gak mau kalah. Bahkan setelah mami membawa Hary kerumah aku pun semakin gak suka sama Hary. " Kata Bagas.


"Memangnya kenapa gak suka sama Hary? " Tanya Kartika.


"Hary itu anak tante Diana adik mami, Tante Diana dan Om Danang meninggal karena kecelakaan saat Hary usia 6 tahun. Hary dan aku beda 3 tahun, aku selalu membuat Hary tak betah di rumah aku. Dia itu cengeng abis. " Kata Bagas yang mengingat dirinya suka menjahili Hary sewaktu masih kecil.


"Iihh.. Kamu jahat banget deh, Mas. " Ujar Kartika yang memukul lengannya.


"Hary, lebih pendiam dan dia selalu meminta maaf jika aku marah pada dia tahu kalau aku yang salah. " Kata Bagas.


"Nah itu baru anak yang hebat. Emangnya kamu kalau salah tak pernah mau minta maaf. " Kata Kartika.


"Tapi kamu sudah merubahku, sifatku dan kearogan aku dan keegoisanku. Terimakasih, sayang. " Kata Bagas mencium tangannya Kartika.


Tak lama kemudian Bagas dan Kartika sudah sampai di rumah, lalu mereka melihat Bagus anak semata wayang mereka sedang bermain bola di taman bersama Dennis robot buatan Bagus.


"Ayah.. " Panggil Bagus yang menghampiri Bagas dan Kartika yang keluar dari Mobil.


"Haloo, jagoan. Bagaimana harimu, sayang? " Tanya Bagus yang memeluk Bagus dan mencium pucuk kepalanya.


"Hari ini Bagus akan ikut lomba sains, Yah. " Jawab Bagus yang dengan bangga.


"Wahh.. Kapan itu? " Tanya Bagas.

__ADS_1


"Minggu depan di sekolah X, ibu guru menyuruh Bagus ikut lomba itu untuk perwakilan dari sekolah. " Kata Bagus.


"Ayah bunda boleh ikut lihat, gak? Tanya Kartika yang ikut nimbrung diantara dua laki-laki yang dia cintai.


" Boleh, bun. Nanti kita berangkat bareng, Dennis juga mau Bagus ajak biar dia terbiasa menjadi seperti manusia. "Kata Bagus.


Kartika dan Bahasa tersenyum sungguh bangga anaknya yang begitu pintar dan genius. Anak usia dia sudah bisa membuat robot, dan bisa memperbaiki sistem jaringan komputer. Entah bakat dari mana Bagus bisa sepintar itu.


Sementara di apartemen, Dewa tampak sedang melamun. Cintanya pada Kartika sudah tidak mungkin dia dapatkan, kini Kartika sudah bahagia dan sudah tak ada lagi nama Dewa dan cintanya pada dirinya sudah tidak ada.


Cinta tak harus memiliki, ya mungkin itu sangat berlaku untuk hati Dewa. Dirinya masih mencintai Kartika namun apalah daya dan artinya, jika cinta di hati Kartika sudah tak lagi ada untuk dirinya. Dewa masih mencintai Kartika walaupun dia tak harus memiliki Kartika. Bisa dekat dan berbicara dengan Kartika saja Dewa sudah sangat bahagia.


Malam ini keluarga Bagas tengah asik menikmati makan malam dengan sangat bahagia. Setelah makan malam selesai Bagas mengajak anaknya berbincang di ruang keluarga. Bagus sangat cerewet menceritakan tentang ilmi yang dia dapatkan dari guru di sekolahnya. Bagas sangat antusias mendengar cerita Bagus.


" Asik, bener nih ngobrolnya. Ngobrolin apa sih? " Tanya Kartika yang membawa kopi dan beberapa cemilan untuk anak dan suaminya.


"Ini, Bun. Bagus sedang cerita teman Bagus yang jatuh dari meja. " Kata Bagus.


"Jatuh dari meja? Kok bisa? " Tanya Kartika yang duduk disamping Bagas.


"Bagus, jangan ikutan teman jika tidak baik. " Kata Bagas yang menyesapkan kopi lebih mulutnya


"Baik, ayah. " Jawab Bagus dengan tangan di pinggir pelipisnya seperti hormat.


"Bagus sudah punya teman? " Tanya Kartika, karena Kartika tahu putra itu sulit bersosialisasi dengan teman sebayanya.


"Bagus gak punya teman, Bun. Untuk apa punya teman, mereka semuanya gak suka sama Bagus. Malah bilang kalau Bagus itu anak aneh. " Kata Bagus.


"Sayang, punya teman itu baik Bagus bisa bersosialisasi dengan teman- teman Bagus. Bisa berbagi cerita dan bisa menceritakan bahkan bermain bersama. " Kata Kartika menjelaskan arti mempunyai teman untuk Bagus.


"Tapi semua teman Bagus mengatakan kalau Bagus itu anak aneh, belum lagi mereka bilang Bagus terlahir dari batu tidak punya hati dan arogan. " Ujar Bagus. Kartika melirik ke arah suaminya.


"Kenapa? Kok lihat wajah ayah, Bun? " Tanya Bagas yang menatap Kartika yang dengan tajam menatap dirinyaa.


"Sepertinya sifat dinginmu itu nempel pada Bagus. Lihat anakmu dia sama persis denganmu dengan sifat dingin dan arogannya. " Kata Kartika yang memukul lengan Bagas.

__ADS_1


"Aawwww... Bunda, kenapa sih? " Tanya Bagas yang tak mengerti dengan sikap Kartika.


"Bunda, kenapa ayah di pukul? " Tanya Bagus yang melihat ayahnya di pukul oleh Kartika.


"Bunda itu kesal sama ayah, dulu ayah itu seperti itu gak punya teman sama seperti Bagus. Sifat Bagus itu ya seperti ayah, dingin kaya kulkas, juga arogan. " Kata Kartika kesal.


"Kan ayah itu ayah Bagus, jadi ya ada beberapa sifat dan karakter ayah yang akan mirip dengan Bagus. Karena di dalam tubuh Bagus ada darah ayah yang mengalir. " Kata Bagus.


"Tuh, sayang. Dengarkan baik-baik Bagus saja mengerti kok kamu gak ngerti. " Kata Bagus yang mendapat senyum dan jempol dari Bagas.


"Emang ya anak sama ayah sama saja. " Ujar Kartika yang bangun dan langsung masuk ke kamar.


Kartika membanting pintu dan terdengar sangat keras. Membuat Bagas dan Bagus kaget mendengar suara pintu yang di banting.


"Bunda, kenapa ya kok marah sama, ayah? " Tanya Bagus yang memakan kue cemilan yang di buat bundanya.


"Entahlah, ayah juga tidak mengerti. Sudah jangan dipikirkan sekarang sudah malam, Bagus tidur besok harus sekolah. Oke.. " Kata Bagas yang mencium kening Bagus.


Bagus pun masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Begitu pula dengan Bagas yang masuk kedalam kamar. Bagas melihat Kartika sudah memakai piama dengan sedikit menggoda Bagas. Bagas mendekati Kartika dan memeluknya dari belakang.


"Masih marah sama aku? " Tanya Bagas dengan suara berat.


"Aku tuh kesal banget sama kamu tuh, Mas. Coba dulu sifatmu tidak seperti itu mungkin Bagus juga tidak akan seperti itu. " Kata Kartika yang membalikkan tubuhnya sehingga mereka berhadapan.


"Sudahlah, nanti juga dia akan menemukan perempuan yang bisa mengubah sifatnya itu. Seperti kami yang sudah mengubah hidupku dan semua sifatku. " Kata Bagas yang mulai menjalankan aksinya.


Malam ini malam yang begitu sangat indah, Bagas dan Kartika menikmati setiap menit dala. sebut hubungan yang setiap malam rutin di lakukan. Kartika sangat senang karena disini dia sedang membangun surga-Nya sendiri.


*Terimakasih author ucapkan untuk para reader yang dengan sabar menunggu revisi bab dari cerita novel author.


*Alur dan jalan cerita sudah author revisi dan kalian bisa membacanya dari awal.


*Namun ada satu bab yang mungkin menurut reader tidak nyambung.. mohon maaf itu kesalahan author namun sampai akhir ceritanya nyambung.


* Silahkan komen, like dan gifnya, author tunggu.. Dan yang sudah memberikan author like, komen serta dukungannya author ucapkan terimakasih, semoga Alloh senantiasa membalas kebaikan reader dengan seribu macam kebaikan... Aamiin...

__ADS_1


*Sekali lagi terimakasih... selamat membaca... ☺❤


__ADS_2