
Bagas dan Kartika masih terlelap setelah pergumulan semalam hingga pagi menjelang. Mereka tak hentinya terus menyatukan rasa cinta mereka dan melakukan usaha untuk segera memiliki buah cinta mereka setelah Bagus.
Kartika sudah selesai membersihkan dirinya dari sisa percintaannya dengan Bagas semalam. Betapa Kartika menginginkan seorang anak yang telah lama dia harapkan. Setelah memakai baju, Kartika menuju dapur untuk membuat sarapan. Gayatri sudah pulang ke kampung halamannya, karena minggu depan dia akan menikah dengan Dewa.
"Pagi, Bunda. " Sapa bocah yang berusia 9tahun namun sudah dewasa dalam hal berpikir dan bertindak.
"Pagi, hari ini kamu berangkat diantar ayah. " Kata Kartika.
"Asik, Bagus mau bilang sama ayah Bagus mau ikut study tour. " Ujar Bagus.
"Studytour? Kapan? Bagus gak pernah bilang sama Bunda? " Tanya Kartika yang mengambilkan piring dan lauk untuk Bagus.
"Maaf, Bun. Bagus juga baru di kasih tau sama guru di sekolah. " Jawab Bagus.
"Kapan studytour nya? " Kartika kembali bertanya kepada Bagus.
"Bulan depan, Bun. Bagus boleh ikut ya, Bun. " Kata Bagus memandang Kartika.
"Nanti kita tanya ayah dulu boleh tidaknya. " Jawab Kartika. Bagus langsung cemberut
"Ada apa, ini? " Tanya Bagas yang keluar dari kamarnya.
"Ayah, Bagus mau ikut study tour sekolah bulan depan. " Kata Bagus.
"Kemana, studytour nya? " Tanya Bagas yang duduk di samping Kartika.
"Ke Jogja, Yah. " Jawab Bagus.
"Hemmm, berapa hari? " Bagus kembali bertanya.
"Tiga hari dua malam, dan bayarnya 1jt nanti kita akan menginap dihotel. " Kata Bagus.
"Sudah banyak yang ikut? " Bagas terus bertanya pada Bagus yang akan pergi mengikuti studytour di sekolahnya.
"Banyak, hampir seluruh sekolah ikut studytour. " Jawab Bagus dengan mata yang berharap bisa di ijinkan oleh ayah bundanya.
"Bagaimana, Bun. Apa boleh Bagus ikut? " Tanya Bagas pada istrinya.
"Boleh ya, Bunda. " Bagus memelas berharap di izinkan oleh ayah bundanya.
"Sebenarnya bunda khawatir jika Bagus ikut study tour bersama sekolah, apalagi jauh dari ayah sama bunda. " Kata Kartika.
"Bunda, Bagus ingin ikut studytour. " Rengek Bagus.
"Ayah, memberikan izin pada Bagus untuk ikut? " Tanya Kartika.
__ADS_1
"Ayah izinkan, Bun. " Jawab Bagas yang memasukkan makanan ke mulutnya.
"Baiklah, Bunda izinkan juga, tapi satu syaratnya. " Kata Kartika.
"Apa? " Tanya Bagus yang tidak sabar mendengarkannya.
"Harus menurut pada ibu guru di sana. Oke. " Kata Kartika tersenyum.
"Siap, Bos. " Kata Bagus yang berdiri dan menaruh tangannya di pinggir pelipisnya.
Kemudian selesai mereka makan, Bagas dan Bagus berangkat ke kantor dan sekolah. Kartika hari ini akan sangat sibuk, karena tidak ada Gayatri di rumah dan di toko. Tiba-tiba Kartika mendengar bel berbunyi berkali-kali.
"Siapa, sih. Pencet bel sampai berkali-kali? " Tanya Kartika yang dengan kesal berjalan ke arah pintu.
Kartika membuka pintu, dan melihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu, kulit sawo matang dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu? " Tanya Kartika yang merasa tak mengenal wanita itu.
"perkenalkan saya Amanda. " Kata wanita itu yang mengulurkan tangannya yang bernama Amanda.
"Oh, saya Kartika. Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Kartika kembali yang juga mengulurkan tangannya.
"Betul ini rumah Bagas Wirayudha? " Amanda bertanya yang kemudian membuka kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.
"Boleh, saya masuk? " Tanyanya kembali.
"Oh, silahkan masuk. Maaf masih berantakan. " Kata Kartika yang mempersilahkan wanita itu masuk kedalam dan duduk.
"Maaf, jika saya datang tiba-tiba. Saya Amanda mantan pacar Bagas dulu di England sewaktu kuliah dulu. Saya kesini ingin meminta bantuan pada Bagas untuk mencarikan pekerjaan. " Kata Amanda.
"Pekerjaan? Kenapa tidak datang ke kantor saja? " Tanya Kartika sedikit cemburu.
"Ah, saya lupa alamat kantornya. Saya hanya memberikan alamat rumahnya dan saya lupa untuk menanyakannya ditelepon. " Jawab Amanda.
"Saya akan mengantarkan anda ke kantor suami saya. " Kata Kartika yang dengan berat untuk mengantarkan Amanda ke kantor suaminya.
"Terimakasih. " Jawab Amanda dengan senyuman yang sungguh manis.
"Tunggu sebentar, saya siap-siap dulu. " Kata Kartika yang berjalan menuju kamarnya dan bersiap-siap.
Kartika masih bingung kenapa wanita itu meminta Bagas mencarikan pekerjaan dan kenapa datang ke rumah. Kartika masih banyak pertanyaan di otaknya, dia akan marah pada suaminya juga karena masih berhubungan dengan mantan pacarnya.
Tak lama Kartika keluar kamar dan menghampiri Amanda yang masih duduk di sofa yang empuk. Kartika melihat Amanda yang sangat cantik.
"Ayo kita berangkat. " Kata Kartika yang berjalan ke arah Amanda.
__ADS_1
Amanda berdiri dan berjalan di depan Kartika. Lalu kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan mereka hanya diam dan tak ada yang memulai bicara, semuanya larut dalam pikiran masing-masing.
"Sudah lama menikah dengan Bagas? " Amanda mencoba memulai perbincangan dengan Kartika.
"Hampir 2 tahun. " Jawab Kartika yang fokus menyetir mobil.
"Sudah lama ternyata. " Ujar Amanda dengan wajah yang menatap lurus kedepan.
"Anda sudah berapa sering berhubungan dengan suami saya? " Kartika mencoba bertanya.
"Setiap hari kita selalu menelepon bahkan kita sering ber video call. " Kata Amanda membuat Kartika mengerucutkan bibirnya dan wajah yang menahan marah.
"Jadi kalian masih berhubungan? " Tanya Kartika dengan kesal.
"Iya, hampir tiap hari. " Jawab Amanda.
Kartika tampak kesal, wajahnya yang menahan marah dan kesal dengan tetap tenang dan dia akan menanyakan pada Bagas siapa Amanda. Sementara Amanda terkekeh melihat wajah kesal Kartika yang marah.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kantor Bagas, Kartika turun di susul. Kartika di sambut oleh beberapa karyawan disana. Begitu pula Amanda yang ada beberapa karyawan yang menundukkan kepala padanya. Kartika menoleh ke arah Amanda, dan lagi-lagi merasa aneh kenapa semua karyawan menundukkan kepalanya pada Amanda.
Kartika sudah sampai di ruangan Bagas, dan membuka pintu ruangan Bagas. Bagas terkejut melihat dia orang wanita datang, dengan senyum Kartika menghambur kepelukan suaminya.
"Ada apa, tumben datang kesini? " Tanya Bagas yang mencium pucuk kepala Kartika.
"Aku mengantarkan, tuh. " Jawab Kartika yang menunjukkan Amanda pada Bagas.
"Amanda. " Panggil Bagas yang melonggarkan pelukannya pada Kartika.
"Long time no saat, Bagas. " Kata Amanda yang mengulurkan tangan pada Bagas.
"Kapan datang? Bagaimana keadaan mami sama papi kamu, Manda? " Tanya Bagas yang duduk dan menyuruh Amanda duduk. Sementara Kartika hanya berdiri diam mematung.
"Baik, mami dan papi titip salam untukmu, Gas. Oia bagaimana kabar Hary, sudah lama aku tak jumpa. " Kata Amanda yang duduk sambil memandangi wajah Bagas.
Kartika hanya diam melihat mereka bicara sambil tertawa renyah, dan Kartika hanya di duduk dikursi kebesaran suaminya. Ada sedikit cemburu di hatinya, melihat mereka sambil bercanda dan bully.
*Ayo siapa kira-kira Amanda? Kita main tebak-tebakan yuk...
*Hai.. Reader maaf masih up 1 bab, maafkan ya reader.
*Silakan like dan komen nya ya juga jangan lupa hadiah.
*Selamat membaca..
*Salam By You
__ADS_1