Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Akhirnya Ada Titik Terang


__ADS_3

Bagas, Hary dan Deni mengawasi dari jauh di depan gerbang sekolah. Dan beberapa anak buah Deni mengawasi di rumah kepala sekolah. Bahkan ada yang sudah jadi mata-mata di tempat para penjahat itu menyekap Bagus.


"Gas, Har. Gue dapat laporan bahwa anakDeni buahku sudah masuk berpura-pura jadi anggota genk mereka. " Kata Deni yang menerima telepon dari anak buahnya.


"Terimakasih, Den. Jika tak ada kamu bagaimana aku mencari anakku. " Kata Bagas yang menepuk bahu Deni yang duduk di depan samping Hary yang pegang kemudi.


"Eh.. Liat-liat kepala sekolah mau kemana tuh. " Kata Hary yang melihat kepala sekolah yang mencurigakan.


"Kita ikutin, Har. Awas jangan sampai ketahuan. " Kata Bagas.


Mobil Hary mengikuti mobil kepala sekolah yang sudah melaju lebih depan. Mobil Hary sengaja agak sedikit jauh agar tidak di curigai.


Hary terus mengikuti mobil kepala sekolah dan akhirnya kepala sekolah berhenti di sebuah rumah besar yang jauh dari perkotaan. Hary berhentikan mobil sedikit jauh dari mobil kepala sekolah.


"Ini daerah mana ya? " Tanya Bagas melihat sekiling yang penuh dengan pepohonan seperti hutan.


"Ini daerah pinggiran kota, gue tau tempat ini. Ini tempat para penjahat bersembunyi. " Kata Deni yang seorang intel.


"Hey... Lihat itu kepala sekolah keluar dari rumah itu. " Kata Hary yang menunjuk ke arah kepala sekolah yang keluar dari rumah besar yang bertembok besar juga dengan pengawalan yang ketat.


"Den, bagaimana ada kabar dari anak buah lo yang menyelundup ke dalam? " Tanya Bagas.


"Belum ada kabar, terakhir dia kasih kabar kalau dia sudah menjadi anggota salah satu dari mereka. " Kata Deni.


"Hey.. Lihat siapa laki-laki yang sedang berbincang dengan kepala sekolah? " Tanya Hary yang membuat Bagas dan Deni ikut memperhatikan.


"Sepertinya itu adalah pimpinan mereka. " Kata Deni.


" Sepertinya Den, itu Bagus mau di bawa kemana dia? "Tanya Hary.


" S****i anak gue mau di bawa kemana? "Tanya Bagas yang emosi ingin keluar namun tangannya di cekal oleh Deni.


" Sabar, sepertinya mereka memperlakukan Bagas dengan baik. Lihat anak buahnya menggendong Bagus. "Kata Deni yang melihat Bagus diperlakukan dengan baik.


" Sepertinya, mereka hanya menginginkan kepintaran Bagus, Gas. Kalo mereka tidak membutuhkan otak Bagus pasti mereka sudah menelepon lo untuk minta tebusan. "Kata Hary.


" Benar kata Hary, mereka pasti sudah minta tebusan sama lo. "Ucap Deni yang membenarkan perkataan Hary.


" Kita ikuti mereka, Har. " Kata Deni.

__ADS_1


Mobil Harypun mengikuti mereka yang membawa Bagus entah kemana. Pikiran Bagas sepertinya kalut dan khawatir pada anaknya yang sudah dua hari tak mendengar ocehannya. Tak terasa airmata Bagas menetes dia teringat Kartika yang pasti masih bersedih. Bagas merasa bukan suami yang baik untuk anak dan istrinya, dia masih egois uang hanya mementingkan dirinya sendiri.


"Har, kalau kita sudah mengikuti mereka gue mau balik. Kasihan Kartika pasti masih bersedih. " Kata Bagas.


"Lah, kan ada mami? Kita udah sejauh ini, Gas. " Kata Hary yang kaget Bagas sepertinya menyerah.


"Lo nyerah, Gas? Kita sudah sampai sejauh ini dan sudah menemukan titik terang dan juga bukti-bukti besok kita tinggal grebek tuh rumah. Sabar sedikit lagi ya, Gas. " Kata Deni.


"Gue bukannya menyerah tapi gue kasihan sama bini gue setiap malam dia nangis, dan gue semakin tersiksa. Sakit hati gue jika melihat Kartika menangis terus. " Ujar Bagas.


"Sabar, sedikit lagi kita bisa tangkap penjahat itu terus kita bebaskan Bagus anak lo. " Kata Deni.


"Lo denger tuh, Gas. Jangan putus asa, sabar jangan menyerah. Perjuangan kita sudah jauh loh ini. " Kata Hary yang langsung di toyor kepalanya oleh Bagas. Deni hanya terkekeh melihat mereka.


"Tunggu, ini ada pesan masuk dari anak buah gue. " Kata Deni yang membuka pesan dari anak buahnya.


Isi Pesan :


*Mata-mata 1 : " Lapor komandan. "


"Deni : " Ya, cepat katakan. Ada perkembangan apa tentang Bagus? " Tanya Deni


Deni : "Jadi sekarang Bagus di bawa kemana? "


Mata-mata 1 : "Bagus hanya di bawa ke sebuah tempat yang membutuhkan sinyal yang kuat, Dan. Karena dong sini hutan belantara, jadi susah mengakses sinyal yang di butuhkan membuka jaringan yang terblokir. "


Deni : " Baiklah, sekarang kamu lanjutkan bekerja, jangan lupa terus pantau dan beritahu kepada saya perkembangan Bagus. "


Mata-mata 1 : "Siap, Dan. Laksanakan*. "


Deni membaca ulang kembali pesan yang dikirim oleh anak buahnya Deni. Bagas dan Hary mengerti dan paham bahwa untuk membuka akses jaringan yang terblokir itu butuh sinyal jaringan yang kuat.


" Biasanya berapa lama untuk membuka jaringan yang terblokir itu, Den? " Tanya Bagas.


"Jika jaringan kuat, 5hari sudah terbuka. Namun jika jaringan lemah butuh waktu kurang lebih satu bulan. " Jawab Deni.


"Kita harus bergerak cepat agar tidak terbuka dengan cepat. " Kata Bagas dan Hary mengangguk.


"Kita kembali ke rumah saja istirahat, gue harus melaporkan pada atasan. Untuk mempercepat penggerebekan tempat dan anakmu bisa selamat. " Kata Deni yang di angguki Bagas da Hary.

__ADS_1


Bagas dan Hary sampai dirumah dan dia melihat mami yang tengah duduk di ruang keluarga. Bagas duduk sambil menghembuskan nafas lelahnya.


"Bagaimana, Gas? " Tanya mami Ammar.


"Sedikit lagi, kita akan membebaskan Bagus, Mi. " Kata Hary yang mengambil minuman air mineral.


"Kartika dimana, mam? " Tanya Bagas.


"Dia dikamar Bagus, mami gak tega melihat Kartika seharian menangis terus. " Kata mami Ammar.


"Bagas ke kamar dulu, mam. " Kata Bagas yang melangkahkan kakinya ke kamar Bagus.


Bagas membuka pintu kamar Bagus, dia melihat istrinya sedang berbicara dengan Dennis robot kesayangan Bagus. Bagas mendekati Kartika yang sedang mengeluh pada robot itu.


"Sayang.. " Panggil Bagas dan Kartika menengok ke arah Bagas.


"Bagaimana, Mas? " Tanya Kartika yang wajahnya sudah sembab tak lagi terurus. Setiap menit dan jam dia menangis. Rambutnya hanya di gelung tak begitu rapi.


"Sayang, sabar ya. Sedikit lagi aku akan membawa Bagus kembali. " Kata Bagas.


"Apakah Bagus baik-baik saja, Mas? " Tanya Kartika kembali.


"Iya sayang, anak kita baik-baik saja. Karena merasa hanya menginginkan otak Bagus yang cerdas untuk membuka akses pemerintah yang terblokir. Dan kamu tau, sayang. Siapa orang yang sudah membawa Bagus. " Kata Bagas.


"Siapa, Mas? " Tanya Kartika menatap suaminya.


"Kepala sekolah Bagus yang bersekongkol dengan para penjahat. Karena anak kita itu pintar dan cerdas, jadi mereka hanya menginginkan kepintaran Bagus. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan Bagus. Deni sudah mempersiapkan penggrebekan ke markas mereka. Karena kita sudah mengetahui markas mereka. " Kata Bagas.


"Alhamdulillah, Mas. Syukurlah. " Jawab Kartika dengan senyuman bahagia.


"Sekarang kamu makan dan jangan sedih lagi, bantu aku dengan do'a. " Kata Bagas dengan senyum yang mengelus rambut Kartika dan Kartika memeluk suaminya.


* Hayooo... Masih penasarannya kan?


*Nanti malam Author akan Up lagi...


*Jangan lupa like, komen, gift dan dukungannya..


*Gomawo ( Kata oppa Korea ☺)

__ADS_1


__ADS_2