Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Penculikan Bagus


__ADS_3

Siang ini Kartika sibuk dengan toko dessert nya yang semakin ramai, Kartika lupa dia akan menjemput Bagus. Bagas sudah memberitahu Kartika bahwa hari akan ada meeting dengan klien dari Singapura, jadi Bagas tidak bisa menjemput Bagus.


"Ya ampun, aku sampai lupa menjemput Bagus. " Kata Kartika yang melepaskan celemeknya.


"Mba, ini nanti tolong bersihkan. Terus kalo nanti sudah waktunya toko tutup, nanti di tutup saja dan jika masih ada sisa kue nanti di bagi saja ya. " Kata Kartika yang menyuruh karyawannya.


Kartika sudah mempunyai tiga karyawan dan semuanya perempuan. Kartika sangat baik pada karyawannya. Dia seorang atasan yang ramah dan baik, mau menerima saran dan masukan dari setiap kritikan dari karyawannya.


"Saya pegi dulu ya mba. " Kata Kartika.


"Iya, bu.. " Ucap mereka bersamaan.


Kartika melajukan mobilnya dengan kecepatan yang maksimal, tak biasanya Kartika melajukan mobilnya dengan kecepatan yang maksimal. Karena dirinya takut terlambat menjemput Bagus. Jika telat anak itu akan mengomel, tidak seperti Bagas yang selalu tepat waktu untuk menjemputnya.


Kartika sudah sampai di gerbang sekolah Bagus, kemudian dia turun dan lalu masuk ke dalam sekolah. Kartika celingak-celinguk mencari Bagus namun sayangnya sekolah sudah sepi.


"Maaf, bu cari siapa? " Tanya seorang satpam yang menghampiri Kartika yang bingung.


"Ini pak saya mencari Bagus Pratama kelas 2A sudah pulang belum ya, Pak? " Tanya Kartika.


"Maaf, bu. Semua siswa sudah pulang 30 menit yang lalu. " Kata satpam.


"Apa? Sudah pulang? Bagus pulang sama siapa? " Kata Kartika yang kaget sudah pulang 30 menit yang lalu. Padahal dirinya hanya terlambat 10 menit yang lalu.


"Sepertinya Bagus tadi di jemput sama supir ayahnya, bu. " Kata satpam itu.


"Supir ayahnya? " Kartika makin heran dan bingung.


"Iya, bu. " Jawab satpam.


"Baik pak terimakasih. Saya permisi. " Kata Kartika yang berjalan menuju ke mobil sambil berpikir siapa supir Bagas yang jemput. Setahu dirinya itu supir Bagas sedang jemput mami Ammar ke bandara. Kartika lalu menelepon Bagas ingin bertanya apa benar supirnya menjemput Bagus.


Hati Kartika makin tidak karuan, dia takut Bagus di jemput orang yang tak di kenal. Tangan Kartika gemetar dan jantungnya terus berdetak tak karuan. Kartika menelepon Bagas namun sepertinya Bagas mensilent ponselnya hingga tak terdengar jika ada telepon masuk.


"Ya ampun, Mas. Kenapa gak di angkat juga sih. " Kata Kartika dengan gelisah. Kartika mencoba menelpon Hary dan beruntung Hary di angkat.


"*Hallo, Kartika. Ada apa? " Tanya Hary dari seberang sana.


"Mas Bagas sedang meeting ya, Mas. " Tanya Kartika yang bertanya pada Hary.


"Ini dia sudah selesai, mau bicara? " Tanya Hary yang menatap Bagas dan Bagas menaikkan alisnya.


"Boleh, Mas. " Kata Kartika. Hary memberikan ponselnya pada Bagas.

__ADS_1


"Hallo.. " Suara Bagas yang langsung menempelkan ponsel ke telinganya.


"Mas, Bagus tadi di jemput sama supir mas Bagas? " Tanya Kartika.


"Supir? Supir siapa? " Tanya Bagas yang balik bertanya.


"Mas, jangan bikin Kartika takut deh. " Kata Kartika.


"Sayang, aku tuh gak ngerti kamu bilang Bagus di jemput supir, supir siapa? Aku gak pernah menyuruh supir buat jemput Bagus. " Kata Bagas.


"Mas, aku tuh jemput Bagus di sekolah tapi kata satpam Bagus sudah pulang 30 menit yang lalu. " Kata Kartika yang mulai menangis.


"Apa? Sekarang kamu dimana? " Tanya Bagas.


"Masih di sekolah Bagus. " Jawab Kartika.


"Kamu tunggu ya disana, oke. " Kata Bagas yang menutup ponselnya*.


Bagas memberikan ponselnya pada Hary dan kemudian langsung mengambil jasnya dan lalu langsung keluar. Hary yang tidak mengerti apa yang terjadi, dia hanya mengikuti Bagas hingga ke parkiran mobil.


"Gas, ada apa? " Tanya Hary yang sudah masuk kedalam mobil dan duduk di sampingnya.


"Bagus sepertinya ada yang nyulik. " Kata Bagas.


"Apa? Serius lo? " Tanya Hary yang kaget.


"Lo, punya musuh? " Tanya Hary yang memakai sabuk pengaman.


"Gue gak tau, Har. " Kata Bagas yang menjalankan mobil menuju sekolah Bagus.


"Tapi setahu gue, di dunia bisnis kita tidak pernah memiliki musuh. " Kata Hary yang berpikir apa perusahaannya tidak mempunyai rival.


Bagas menyetir dengan sedikit ngebut agar bisa sampai di sekolah Bagus. Hary yang masih bingung dan bertanya siapa yang menculik keponakannya. Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah Bagus. Bagas keluar dari mobil dan dia melihat mobil Kartika yang terparkir di pinggir gerbang sekolah. Bagas mengetuk kaca mobil Kartika dan Kartika langsung membukanya. Kartika turun dan langsung memeluk Bagas.


"Mas, aku takut Bagus di culik. " Kata Kartika yang menangis di pelukan Bagas.


"Tenang, kita tanya kembali lebih satpam dan para guru di sekolahnya. " Kata Bagas. Kartika lalu di gandeng tangannya oleh Bagas masuk kembali ke sekolah Bagas.


"Selamat siang, pak. " Sapa Bagas dengan dingin menyapa satpam.


"Siang pak Bagas. Ada yang bisa saya bantu? " Tanya satpam itu.


"Sekolah ini ada CCTV-nya, pak? " Tanya Bagas kembali.

__ADS_1


"Ya pak ada. " Kata Satpam.


"Anak saya Bagus sepertinya ada yang menculik, pak. " Kata Bagas


"Apa, pak? Di culik? " Tanya satpam dengan kaget.


"Betul, apa bapak melihat siapa yang menjemput anak saya? " Tanya Bagas yang dengan tenang.


"Saya melihat dia berpakaian hitam seperti bodyguard, pak. Tapi wajahnya tertutup masker, pak mari kita lihat CCTV-nya di ruangan kepala sekolah. " Kata satpam yang bernama Dadan.


Bagas, Hary dan Kartika mengikuti langkah kaki pak Dadan menuju ruangan kepala sekolah. Mereka sampai di ruangan kepala sekolah, pak Dadan mengetuk pintu dan suara ketukan pintu itu semakin keras karena kepala sekolah sedang istirahat.


"Ada pak Dadan? " Suara pak Iman kepala sekolah yang ada di belakang Bagas, Kartika dan Hary juga pak Dadan.


"Eh.. Bapak, ini pak ada murid sekolah kita yang di culik pa. Dan ingin melihat CCTV sekolah. " Kata pak Dadan.


"Di culik? Siapa nama anak itu, pak? " Tanya pak Iman yang membuka pintu ruangannya. Kemudian mereka semua masuk dan duduk di sofa.


"Anak saya, pak. " Kata Bagas yang bersikap dingin namun Kartika mencoba menenangkan sikap Bagas yang dingin itu.


"Bagus Wirayudha? " Tanya pak Iman yang mengetahui yang datang adalah Bagas.


"Betul, pak. Tadi saya ingin menjemput anak saya, biasanya sekolah pulang jam 12.45. Karena di toko saya banyak konsumen akhirnya saya jemput jam satu, saya pikir saya terlambat 15 menit pak. Tapi pak satpam bilang sekolah sudah pulang 30 menit dan anak saya sudah di jemput. " Kartika menceritakan kronologis dia ingin menjemput Bagus.


"Bisa kami lihat CCTV-nya, pak? " Tanya Hary yang ikut khawatir akan keponakannya.


"Pak Dadan apakah bapak melihat ciri-ciri orang yang menculik Bagus? " Tanya pak Iman.


"Wajahnya tertutup masker pak, dia memakai pakaian hitam. Dia hanya bilang saya supir keluarga Wirayudha, saya pikir benar dan ketika anaknya saya tanya hanya diam. Maaf pak Bagas, anak bapak sangat dingin dan datar jika di tanya dia hanya diam. " Kata pak Dadan.


"Baiklah kita lihat CCTV. " Kata pak Iman yang melihat di komputer awal bagaimana Bagus bisa di culik.


Bagas, Hary dan Kartika melihat CCTV yang melihatkan ada seorang laki-laki yang turun dari mobil dan berjalan memasuki area sekolah. Laki-laki itu menutupi wajahnya dengan masker dan kaca mata hitam, lalu laki-laki itu membawa Bagus dan masuk ke mobilnya. Mobil itu tak ada plat nomornya.


"S*****i, mobil itu tak ada plat nomornya. " Kata Bagas yang menggebrak meja dan mengepalkan tangannya. Kartika mengusap punggung suaminya agar tenang.


"Siapa orang-orang itu? Sepertinya mereka berpengalaman. " Kata Hary.


"Maaf pak, pihak sekolah sudah lalai. Sehingga terjadi penculikan pada siswa kami. " Kata pak Iman.


"Sudahlah pak, ini semua sudah terjadi untuk kedepannya agar lebih ketat penjagaan agar tak ada lagi korban penculikan kembali. " Kata Bagas yang ingin marah karena pihak sekolah yang lalai dan kurang pengamanan. Bagas hanya menarik nafas panjang, dan dengan gesit Hary langsung menghubungi sahabatnya yang seorang letnan mayor di angkatan darat.


*Hayooo... siapa yang disini penasaran kemana Bagus? dan siapa yang menculik bagus?

__ADS_1


* Tunggu bab selanjutnya ya reader...


*Jangan lupa like, komen dan giftnya kakak..


__ADS_2